
Kali ini Rehan benar benar keterlaluan sekali.
Agli memukul kepala Rehan menggunakan kemasan botol air mineral yang masih terisi penuh oleh air.
"Sakit be go." Keluh Rehan.
"Lo Seenaknya ngomong, kalau dijabah nanti gimana." kesal Agli.
"Yah terima dengan lapang dada lah."
Agli mendengus kesal.
"Jadi gimana kelanjutannya Vin?" Agli bertanya.
"Gue gak tau." jawab Viano.
"Lo harus cepat cepat nyelesaiin kasus ini Vin."
"Bener tuh gue setuju sama Rehan." ungkap Agli.
Agli katanya mau membagi rahasia? tapi kok Agli jadi lupa sih?
"Tadi katanya mau ngomongin rahasia? sekarang kok tiba tiba jadi amnesia sih?" Rehan jadi sewot deh.
Agli menepuk dahinya, Agli kelupaan ternyata karena emosi sama Rehan.
"Gue mau ngomong, sebenarnya gue curiga sama Sabrina." ungkap Agli.
Rehan menatap bingung Agli. "Kenapa Lo curiga? ada apa dengan Sabrina? Lo curiga kalau Sabrina ternyata udah punya boyfriend?"
Agli menggeleng. "Gue curiga Sabrina itu juga ikut dalam pembullyan Selena, karena gue juga lihat kalau Sabrina pakai sepatu yang sama seperti divideo cctv pelaku pembulian Selena." ungkap Agli.
Rehan dan Viano menyimak dengan serius perkataan Agli.
"Kenapa Sabrina dan Dania mempunyai sepatu yang sama dengan pelaku pembulian Selena?" Viano jadi bertanya tanya.
"Bentar bentar, bukannya pelaku pembulian Selena bukan hanya satu orang? jangan jangan semua pelaku itu mempunyai sepatu yang sama?" Rehan curiga.
"Sepertinya ada yang janggal." ungkap Viano.
Rehan dan Agli setuju dengan firasat Viano. Viano bangkit dari duduknya.
"Udah mau bel, sebaiknya kita harus masuk kekelas dulu." perintah dari Viano yang diangguki oleh Rehan dan Agli. Rehan dan Agli ikut bangkit dan melangkah meninggalkan kantin.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Viano membereskan berkas berkas penting untuk rapat OSIS, Viano baru saja selesai rapat dengan para anggota OSIS.
"Vin. Lo gak mau bantuin gue?" Dania tiba tiba mendekat kearah Viano.
Viano menatap Dania jengah. "Buat apa?" ketus Vaino.
"Gue kesusahan, dulu dulu Lo selalu bantu gue sekarang kok gak peduli sih? apa jangan jangan karena Selena?" Dania menuduh Selena yang merubah sikap Viano.
Viano menatap Dania tidak terima, "gue bukannya udah pernah ngomong, jangan sangkut pautnya sikap gue sama hubungan gue dengan Selena, semua itu gak ada hubungannya."
Dania mencebikan bibirnya kesal dengan ucapan dari Viano.
"Gue pulang dulu guys, bye bye." teriak Dania.
Dania melangkah meninggalkan ruangan OSIS. Tidak ada yang aneh.
Viano melangkah meninggalkan ruangan OSIS.
"Gue pulang dulu." ucap Viano yang diangguki oleh orang orang yang masih berada didalam ruangan OSIS.
Viano melangkah ditengah tengah koridor sekolah.
Viano memutuskan mengikuti langkah Dania tapi dengan bersembunyi takut jika Dania tau kedatangan Viano. Viano takut terjadi sesuatu hal negative mulai karena itu Viano mengikuti Dania. Viano mengikuti Dania dijarak sekitar 2 meter. Dania melangkah sampai akhirnya berhenti dipojokan taman. Disana sudah ada dua teman Dania, Viano tau salah satunya adalah cem ceman Agli alias Sabrina.
'Mereka mau ngapain?' batin Viano bertanya tanya.
Viano memilih bersembunyi dibelakang guci besar. Dania dan kedua temannya tidak sadar jika ada orang lain berada disana.
"Gimana Dan? aman gak?" Sabrina bertanya kepada Dania.
Dania mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Sabrina.
"Sampai saat ini apakah aku udah boleh bebas kak? aku takut banget kalau sampai kita ketangkep." ucap Erna adek kelas yang membantu Dania.
Dania menatap sinis kearah Erna. "Lo takut kenapa? gak bakalan polisi nangkep Lo kok. kita dibawah umur pasti ada undang undang yang ngelindungin kita." Dania percaya diri sekali.
Viano yang dari tadi mendengar ucapan para gadis itu jadi semakin kebingungan, kenapa sampai adik kelas itu takut ada polisi? Apakah benar jika Dania dan Sabrina dalang dari pembulian Selena?. Viano harus menyimak obrolan ketiga siswi itu untuk mendapatkan jawaban pasti.
"Gue juga sebenarnya takut sih kalau ternyata wajah gue jalan banget dicctv toilet itu." ucap Sabrina.
Viano yang mendengarnya menjadi kebingungan. "Cctv?" gumam Viano.
__ADS_1
Telinga Viano tidak salah dengarkan kalau Sabrina berbicara tentang cctv toilet? apa benar prasangka Viano selama ini?.
"Tenang aja, wajah kita aman kok. lagian Selena gak lihat muka kita kan. gue tuh udah ngerencanain ini Mateng Mateng jadi gak bakalan ketahuan." ungkap Dania.
Ternyata benar dugaan Viano bahwa pelakunya tak lain dan tak bukan adalah Dania.
Viano segera melangkah dengan tergesa gesa mendekat kearah tiga orang itu.
Sabrina dan Erna kaget dengan kedatangan Viano, mereka jadi takut sedangkan Dania belum menyadari kedatangan Viano karena Viano jalan dibelakang tubuh Dania.
"Kok muka Lo kayak gitu? ada apa?" Dania bertanya atas perubahan ekspresi Sabrina dan Erna.
Sabrina dan Erna tidak menjawab pertanyaan dari Dania, mereka berdua malah terus menunduk dan terdiam.
Dania menoleh kebelakang karena merasa ada yang berjalan diarah belakang, dan benar saja ada kedatangan Viano yang membuat Dania kaget.
"Vin? kenapa Lo ada disini?" Dania menjadi gugup.
"Gue baru tau kalo Lo selicik itu Dan." ucap Viano dengan nada datarnya.
Dania dibuat bingung, "licik? licik kenapa Vin?" Dania pura pura tidak tahu.
"Gue tau kalau Lo pelaku pembulian Selena. Lo bener bener kejam banget padahal sesama perempuan."
Sabrina dan Erna hanya menjadi penonton. Mereka berdua takut jika ikut berbicara karena sekarang Viano masih mode harimau kelaparan.
Dania menggeleng. "Lo salah paham Vin, gue bahkan gak tau kalau Selena dibully. Lo kok tega teganya fitnah gue sih." Dania masih mengelak ternyata benar benar akting yang sangat bagus sekali Dania, tapi Viano tidak akan percaya dengan akting palsu mu itu Dania.
"Gue denger semua Dan. gue juga udah ngerekam semua percakapan kalian semua." ternyata Viano diam diam membawa senjata jitu. Awal kedatangan Dania ke taman sudah janggal oleh karena itu Viano membuat tap record dan menghidupkannya untuk menyimpan percakapan ketiga orang itu.
Dania menggeleng geleng. "Gue beneran bukan pelakunya Vin. gue emang ikut dalam pembulian itu tapi gue bukan dalangnya,"
"dalang sebenarnya itu adalah dia." lanjut Dania menunjuk Sabrina. Sabrina yang ditunjuk terlonjak kaget, kenapa Dania memfitnah Sabrina, Sabrina tentu tidak rela difitnah.
"Enak aja dalang semuanya itu Lo yah, Lo yang ngehasut gue buat ikut ikutan rencana busuk Lo itu, kalau tau bakal gini gue gak bakalan ikutan yah." kesal Sabrina.
Sabrina benar benar emosi sekarang karena dituduh oleh Dania. Dania berhati busuk.
Benar tidak tebakan kalian?
ternyata pelakunya Dania guys.
Bakal diapain yah Dania sama Viano?
__ADS_1