
“Lo maunya yang ikan seperti apa?” Selena bertanya kepada Viano, Selena bergaya seperti yang paling tau masalah ikan, padahal melihara ikan aja gak pernah.
“Heem ikan warna warni biar dilihat dari luar aquarium terlihat cantik.”
Selena meletakan jarinya didagu, memikirkan ikan yang bisa dibeli oleh Viano. Selena sepertinya sudah pas jadi pedangan ikan hias.
“Gimana kalau ikan ini aja?” Selena menunjuk sembarangan ikan yang menurutnya cantik.
Viano melihat kearah ikan yang ditunjuk oleh Selena, Viano menoleh dan bertanya kepada penjual ikan apa yang ditunjuk oleh Selena.
“Itu ikan oscar kak.” jawab penjual itu.
“Cara ngerawatnya bagaimana bang?” Viano bertanya.
Selena tidak menghiraukan percakapan antara Viano dan penjual itu, Selena malah fokus melihat lihat ikan yang ada dipasar ikan itu. Selena merasa dirinya sedang berada diwisata bahari yang ada tempat aquarium ikan ikan. Berkeliling dipasar ikan tidak terlalu buruk juga.
“Vin.” Selena memanggil Viano yang masih berbicara dengan penjual ikan hias.
“Kenapa?” Viano menoleh kearah Selena.
“Gue mau ikan ini dong, kasih gue aquarium juga.” Selena menunjuk salah satu ikan yang ada diaquarium.
Viano mendekat kearah aquarium itu, “lo cuman mau ikan itu?, satu aja?”
“Enggak dong. Aku mau campur sama ikan lain.” Selena menjawab.
“Maaf kak tapi ikan manfish itu gak boleh digabungin sama ikan lain.” penjual ikan menimbrung percakapan Selena dan Viano.
“Ouh jadi ikan ini namanya ikan manfish, emangnya kenapa gak boleh digabungin sama ikan lain bang?” Selena bertanya karena penasaran.
“Sebab ikan manfish itu ikan teritorial kak.”
Selena dan Viano memutuskan untuk membeli ikan oscar dan manfish, setelah itu mereka meninggalkan pasar ikan. Viano akan mengantarkan Selena pulang.
Hari ini adalah hari pengumuman pembagian rapot. Selena sudah tidak sabar plus gugup karena akan menerima hasil penilaian. Selena berdoa semoga nilai rapot tengah semesternya baik dan tidak terlalu jelek tapi yah belum tentu sih.
Auzi mendekat kearah Selena, Auzi duduk disamping Selena, melihat Selena yang gugup, Auzi jadi ikut ikutan gugup deh.
“Lo jangan gugup dong Sel.” ucap Auzi.
“Gue gak bisa zi kalau gak gugup, gue takut nanti dimarahin sama bunda gara gara nilai gue jelek.” ungkap Selena.
“Tenang aja kali, kalau jelek juga emang takdir.” sepertinya Auzi sudah pasrah.
__ADS_1
Selena menatap kearah Auzi dengan prihatin, kasian sekali Auzi sampai pasrah begitu.
Wali kelas dari kelas Selena masuk kedalam kelas, Selena dan Auzi jadi tambah gugup deh.
“Selamat pagi anak anak.” sapa wali kelas.
Semua siswa membalas sapaan dari walikelasnya itu.
“Gimana kalian sudah tau hasil belajar kalian selama ini?” wali kelas bertanya dan ditanggapi gelengan oleh seluruh siswa.
“Baiklah saya akan membagikan rapot tengah semester milik kalian, semoga kalian tidak berkecil hati dengan hasilnya dan terus belajar, jangan menyerah.” nasehat dari walikelas.
Walikelas membacakan seluruh siswa yang berada diperingkat berapa, nama Selena dan Auzi tidak berada diposisi 10 besar, Selena sudah putus asa sekali dengan peringkatnya.
Ternyata Selena berada diperingkat 31 dari 36 siswa, Selena menghela nafas lelah, padahal Selena sudah berusaha keras untuk meningkatkan prestasinya tapi ternyata nihil hasilnya, mungkin penyebab Selena berada diperingkat bawah adalah karena Selena kurang literasi, Selena tidak belajar, dan yang paling konyol karena Selena menyepelekan tugas dari guru.
“Gak apa apa Sel, nilai itu tidak terlalu penting, itu cuman kepentingan dunia saja, yang lebih penting itu nilai kita diakhirat nanti,”
“Nilai itu kata didunia kalau dan kalau nilai diakhirat itu namanya amal, kalau amal kita jelek kita bakal masuk neraka, sebaliknya kalau nilai kita bagus pasti bakal masuk ke surga.” lanjut Auzi.
Selena menatap Auzi kebingungan, Selena merasa kalau otak Auzi sudah geser.
‘Sepertinya setan ditubuh Auzi sudah pulang kampung.’ batin Selena.
“Sukses itu bukan dari siapa yang paling pintar, Sukses itu dia yang mau berjuang dan akhirnya dia bisa mendapatkan apa yang dia inginkan.” kata mutiara keluar dari mulut Auzi.
‘Fiks Auzi kemasukan setan motivator.’ batin Selena.
Daripada tambah pusing akhirnya Selena mengajak Auzi untuk keluar dari kelas, keluar dari kelas Selena banyak mendengar banyak gosip gosip dari para siswi.
“Lo pada tau gak sih kalau kak Viano peringkat tujuh juara umum dari semua kelas 11, hebat banget yah, udah ganteng, ketua osis, plus pintar lagi.” suara dari sebrang telinga Selena.
Selena menunduk merasa tidak pas jika menjadi perempuan yang dekat dengan Viano. Selena jadi insicure karena nilainya yang jelek.
‘Iya dia hebat gak kayak gue.’ batin Selena.
‘Kalau gue sama dia, takut banyak yang balik membenci Viano karena memilih perempuan yang salah, kita berdua juga gak pantas bersanding.’ batin Selena.
Ponsel pintar milik Selena berdering, Selena meraih ponselnya, terlihat pop up notifikasi dari Viano.
Vnalex: gimana hasilnya?
Karena sedang tidak mood membahas hasil rapot, Selena menjawab pertanyaan dari Viano ogah ogahan.
__ADS_1
Selena: Gak tahu
Vnalex: kok gak tau?
Selena: yah gak tau.
Vnalex: bukannya udah dibagiin yah?
Selena: gue beneran gak tau.
Vnalex: lagi pms? oke maaf ganggu waktunya.
Selena menghentakan kakinya dilantai karena kesal dari tadi banyak yang menanyakan hasil rapot Selena.
“Kenapa lo?” Auzi bertanya.
“Gak apa apa.” Selena menjawab.
Selena dan Auzi kembali melangkah mengelilingi sekolah.
Dibelakang tubuh Selena, ternyata Viano berlari mengejar Selena.
“Lena.” Viano meneriaki nama Selena.
Yang dipanggil Selena, yang nengok semua siswi yang ada disekitar Viano dan Selena. Para siswi iri karena Selena yang dekat dengan Viano.
Selena membalikan badannya, netra Selena dan Viano saling menatap.
“Ada apa?” Selena bertanya karena penasaran kenapa Viano memanggilnya.
Viano tiba tiba mengengam tangan Selena, “pulang bareng gue.” ucap Viano.
Tanpa sepengetahuan Selena, Auzi meninggalkan Selena dan Viano berduaan. Auzi tidak mau menganggu Selena dan Viano.
“Gak, gue gak mau pulang sama lo.”
“Kenapa?” Viano bertanya.
“Gua lagi gak mood.”
Dipikiran Selena itu sekarang hanya nilai nilai Selena yang jauh dari kata bagus, jika Selena jalan bersama Viano dan ketahuan jika Selena itu kurang pintar maka yang ada Selena bakal malu, Viano tidak tahu jika sekarang Selena kurang percaya diri.
Selena membalikan badannya melangkah meninggalkan Viano, Viano mengikuti Selena, Viano menyamakan langkahnya untuk sejajar dengan Selena. Selena dan Viano sekarang terlihat sangat manis sekali. Banyak para Siswi yang melihat Selena itu dengan iri.
__ADS_1
~~
Sebenarnya cerita ini adalah cerita real dari author. Author bener bener insicure sama nilai author, author takut jika masa depan Author ikut jelek.