My Ketos

My Ketos
62


__ADS_3

Viano tidak percaya dengan perkataan Dania. Cuman gara gara pengin ketemu dan Dania membuat akal akalan bodoh seperti ini?


"Bodoh bodoh banget gue percaya sama Lo. seharusnya gue gak Dateng."


"Lo udah beda banget." ucap Viano.


Viano segera membalikan badannya kemudian melangkah untuk keluar dari ruang OSIS. Viano mencoba membuka pintu tapi pintu belum bisa dibuka.


Ternyata pintu sudah dikunci dari depan. Viano segera membalikan badan menghadap kearah Dania.


"Apalagi yang Lo rencanain Dan?" Viano menekan setiap kata katanya.


Dania menggeleng. "Gue gak ngerencanain apa apa kok." jawab Dania.


Viano sepenuhnya tidak percaya, sekarang dipikiran Viano hanya kekecewaan terhadap sikap Dania.


"Kalau Lo gak mau dibenci sama gue. Lebih baik Lo ngaku dari sekarang kalau semua ini adalah ulah Lo!" Viano terbawa emosi.


Dania menatap Viano tanpa takut. "Akukan udah bilang Vin. semua ini takdir gak ada campur tangan gue." ungkap Dania.


Viano menggeleng tidak percaya.

__ADS_1


"Kenapa Dania?, kenapa Lo ngelakuin ini? apa semua ini karena gue?" Viano berusaha untuk membuat Dania jujur


Dania tetap diam. "Gue ada satu permintaan Vin." ucap Dania.


Viano menatap wajah Dania dengan tatapan kebingungan. "Lo ada permintaan apa?"


"Emangnya Lo bisa ngabulin permintaan gue Vin? kenapa Lo penasaran dengan permintaan gue?" Dania bertanya.


"Penasaran belum tentu mau ngabulin permintaan Lo Dan. Jadi apa permintaan Lo? gue hanya sekedar mau tau yah."


"Gue minta Lo sama Selena putus. jadi nanti keadaan akan balik seperti semula Vin. percaya deh."


Viano tersenyum sirik. "Ouh jadi karena itu. Gue percaya kalau semua ini karena ulah Lo."


Viano tetap diam tidak merespon ucapan dari Dania. Buat apa merespon karena Viano sudah tau jika dalang dari semua ini adalah Dania.


"Woi buka pintunya atau gue dobrak dari sini!" Viano mengancam seseorang yang dari tadi menunggu didepan pintu.


Orang itu tidak peduli dengan ancaman dari Viano.


"Gue hitung yah sampai tiga kalau sampai gak dibuka. Gue bakalan kasusin ini ke guru BK!" ucap Viano mengancam.

__ADS_1


Pintu ruang OSIS terbuka. Akhirnya Viano bisa keluar dari ruangan itu. Seseorang yang didepan menjaga pintu adalah teman Dania, jadi benar prasangka dari Viano jika semua ini adalah ulah Dania. Dania menatap sendu kearah pintu. Lalu bola mata Dania bertemu dengan bola mata milik sahabatnya.


"Kenapa Lo bukain pintunya beg*" Dania marah.


"Yah karena gue takut sama ancaman Viano." jawab Karin.


"Gak usah takut yah karena Lo punya backingan." ungkap Dania.


Setelah itu Dania meraih tas ranselnya kemudian berdiri dan melangkah pergi meninggalkan ruangan OSIS.


Viano berlari menyusuri koridor demi koridor. Viano merasa bersalah kepada Selena. Pasti Selena sedang menunggu Viano datang. Viano sudah sampai diparkiran, netra Viano menemukan sosok yang begitu Viano khawatirkan. Namun Viano tidak segera melangkah mendekat kepada sosok itu karena sosok itu sudah pergi dengan Raen.


Viano berusaha memendam emosinya. Viano berusaha untuk tidak mempermasalahkan itu, mungkin karena Selena sudah menunggu lama kedatangan Viano tapi kenyataan Vaino tidak datang datang akhirnya Selena memilih membonceng dengan laki laki lain.


'Tapi kenapa harus laki laki itu sih.' batin Viano


Viano mengusap usap wajahnya.


...****************...


Selena sudah sampai dirumah. Selena segera melangkah menuju kekamarnya. Tapi langkah Selena terhenti karena mendengar ucapan dari Bagas.

__ADS_1


"Buset wajah Lo kok kecut gitu Sel? ada apa?" Bagas bertanya mungkin karena khawatir dengan keadaan adiknya tercinta.


__ADS_2