
“Maksudnya keadaan apa yah bun?” Viano bertanya.
Bagas langsung cekikikan sendiri gara gara Viano terlihat sangat panik. Viano baru nyadar jika Viano salah bicara. “Wahahaha panik banget mukanya.” Bagas masih saja tertawa karena tingkah Viano.
“Udah udah, Bagas seneng banget kalau gejailin orang.”
“Maksud bunda itu bagaimana keadaan Selena kan kemarin Selena kena alergi, masih merasa kurang sehat atau udah lumayan?, emangnya nak Viano berharap Bunda bertanya apa nak?” lanjut Bunda Irama.
‘Gak sopan banget nih calon imam gue.’ batin Selena.
“Udah lumayan sehat bun,
karena udah makan paracetamol, sama obat obat lain, yang dikasih sama Viano.” ungkap Selena.
Bunda Irama tersenyum. “Ouh begitu, makasih yah nak Viano, untung kamu cepat tanggap.” Bunda Irama memuji Viano.
Viano mengangguk menanggapi perkataan dari Bunda Irama. Bagas jadi tidak terima karena yang dipuji adalah Viano, bukan Bagas, padahal dari dulu Selena masih kecil juga yang jagain Bagas, Bagas siap siaga ketika Selena hampir terjengkang tapi tetap tidak dipuji oleh Bunda Irama.
“Bun. Bunda itu harusnya tanya yang lain, jangan itu itu aja.” ucap Bagas.
Selena dan Viano langsung gugup, Selena ingin sekali melakban mulut abangnya itu, tapi apalah daya Selena tidak sanggup, Selena pasrah saat ini karena sedang lemas.
Bagas memadang wajah Selena dan Viano secara bergantian. “Tuh kan bun, mereka berdua gugup, ada yang disembunyiin nih bun.” Bagas tersenyum karena bisa menjaili kedua orang itu.
Bunda Irama lagi lagi hanya bisa pasrah karena kelakuan Bagas, Bunda Irama juga sebenarnya bingung Bagas ini mirip siapa kelakuannya, padahal papa Selena tidak bisa jail malah tidak pernah tertawa sedangkan Bunda Irama juga tidak suka menjaili teman, kenapa Bagas berbeda?.
Bunda Irama tiba tiba menjewer telinga Bagas, “kamu itu yah seneng banget kalau ngejailin adik kamu, diem bisa gak sih?, udah besar masih aja, nanti kamu susah loh cari istri.” nasehat Bunda Irama.
Bagas meronta karena kesakitan. “Aduh maaf bun, maaf.” Bagas berusaha memohon ampun.
“Bagas janji gak bakalan sering sering mau ngejailin orang Bun.” Bagas sampai berjanji.
“Iya tuh bun, abang ngomong gitu gak bakalan bisa dipercaya, untung Selena itu sabarnya minta ampun kalau gak sabar Selena udah makan tubuh abang Bagas, lalu masukin lagi keperut bunda.” ancam Selena.
Bunda Irama melepaskan tangannya dari telinga Bagas, akhirnya Bagas bisa bernafas dengan lega.
“Bunda mau keluar dulu bentar, dan kamu Bagas, jagain adik kamu bentar yah.” ucap Bunda Irama.
“Siap bun.” jawab Bagas.
__ADS_1
Bunda Irama berdiri dan meninggalkan ketiga orang itu.
“Selena gue bakal buat berita penting keseluruh sekolah lu, biar mereka tahu kalau lo berdua pernah ngehotel satu kamar bareng lagi.” baru juga dinasehati Bunda Irama tapi ternyata tidak mempan kepada Bagas, Bagas malah langsung menjaili adiknya.
“Gue bilangin bunda yah kalau lo masih mau jail sama gue.” Selena mengancam abangnya.
Viano geleng geleng melihat tingkah kakak adik ini, Bagas tertawa karena melihat gaya bicara Selena yang menurutnya terlalu gemas.
Viano bangkit dan meraih jaketnya.
“Loh mau kemana?” Bagas bertanya.
“Gue pamit pulang dulu yah bang.”
“Yaudah hati hati.” ucap Selena.
Bagas jadi puya ide untuk jail lagi, “bilang aja lu punya simpenan vin, jadi pulang karena takut dianya marah gara gara lo gak ada akbar.”
Viano langsung melotot dan menatap tajam kearah Bagas.
Selena jadi penasaran. “Emang Viano bener punya simpenan?”
“Emang kan? siapa itu kalau gak salah Dania, bener bukan tebakan gue?” Bagas membocorkan informasi.
“Bukannya itu bukan simpenan Viano? tapi malah pacarnya Viano?” Selena malah bingung.
“Lu gak cemburu Len?” Bagas bertanya karena takut jika adiknya jadi sakit hati dan nangis nangis, Bagas siap untuk menyediakan bahu untuk ditangisi Selena.
“Selena sebenarnya cemburu bang, cuman gengsi aja.” ucap Viano.
Selena menggeleng tidak setuju dengan perkataan dari Viano.
“Lo suka yah sama adik gue?” Bagas menebak.
“Kalau beneran suka, besok bakal dinikahin gak bang?” celoteh Viano.
“Boleh dong dengan senang hati, kalau gak mau besok, sekarang juga bisa, secepatnya aja, gue udah bosen hidup serumah sama keong ini.” ungkap Bagas.
Selena memukul lengan Bagas, tidak lupa Selena melototi Viano. Viano dan Bagas malah tertawa senang, karena marah dengan sikap Viano dan Bagas, Selena melangakh pergi meninggalkan Bagas dan Viano.
__ADS_1
Viano yang tadinya mau pulang ketahan gara gara diajak ngobrol Bagas dan Selena.
Bagas menatap Viano menyelidik. “Lu beneran suka sama adik gue?” Bagas bertanya meminta kepastian.
“Usaha dulu bang, lagian gue suka dia karena biar gak keinggat masa lalu terus.” Viano menjawab.
“Ingat susah susah gampang untuk menaklukan hati Selena.” peringatan dari Bagas untuk Viano.
Viano melangkah menjauh dari ruang keluarga, Selena tidak bisa mengantar Viano sampai keluar rumah karena keadaan Selena yang belum stabil.
Mendengar bahwa keadaan Selena sudah membaik, Viano berencana untuk mengajak Selena jalan jalan, saat ini Selena dan Viano sudah berjalan dipasar ikan hias.
“Lo mau ngapain disini Vin?” Selena bertanya karena jarang sekali seorang cowok mengajak ceweknya berkeliling pasar ikan hias. Cuman Viano sama Selena aja kayaknya.
“Udah lo diem aja, ngikut gue.” jawaban Viano.
Selena mengikuti langkah Viano dengan ogah ogahan, Selena itu membayangkan jika dirinya hari ini akan diajak keliling hutan atau mall gitu tapi ternyata realuta tak seindah ekspetasi.
Wajah Selena betubrukan dengan punggung lebar milik Viano, Selena menatap sekelilingnya, ternyata Viano berhenti karena memang sudah menemukan toko yang pas untuk dibeli. Viano masuk kedalam toko itu, disusul Selena.
Selena terpanah dengan kecantikan ikan ikan hias disana, Selena malah masuk lebih dalam kedalam toko ikan hias itu, Selena memperhatikan ikan ikan yang berada didalam tangki aquarium itu. Viano datang menyusul Selena, langsung memposisikan disebelah Selena, Viano ikut memperhatikan ikan yang diperhatikan Selena.
“Ikan aja diperhatikan, aku enggak nih?” gumam Viano.
Selena langsung menatap kearah Viano, Selena kaget karena wajah mereka berdua dekat sekali, Selena sedikit menjauh.
“Emangnya lo siapa kok minta diperhatiin?” Selena bertanya sambil terus memperhatikan ikan didalam aquarium.
“Gue calon suami loh.” Viano langsung menjawab.
Selena tidak lagi peduli dengan obrolannya dengan Viano, Selena masih terpukau dengan ikan ikan yang ada diaquarium.
“Lo mau beli ikan apa Vin?” Selena bertanya.
Viano tampak menatap sekelilingnya. “Gak tahu sih. buat ngisi aquarium kosong enaknya ikan apa?” Viano meminta pendapat dari Selena.
~~
Maaf jika ada typo yah guys, maklum Author ngetiknya malem banget, Author mau cepet cepet biar tamat masalahnya jadi harus ngebut buatnya. Semoga masih bisa dinikmati yah.
__ADS_1