My Ketos

My Ketos
26


__ADS_3

Selena berusaha untuk tersenyum. “Ish Baru lo ngagetin aja.” Selena pura pura marah kepada Baru.


Baru tertawa melihat lucunya espresi Selena saat kaget. “Maaf yah udah ngagetin.” Selena mengangguk menangapi permintaan maaf dari Baru.


“Kok sendiri dimana Auzi?” Baru memperhatikan sekeliling tapi tidak menemukan keberadaan Auzi.


“Auzi masih dikelas sih, tapi gue udah nyuruh dia buat nyusul kesini kok.” ungkap Selena.


Baru melihat keberadaan orang lain dari balik punggung Selena.


“Ouh ada kak Viano dan kak Dania disini. Halo kak.” Baru menyapa Viano dan Dania.


Selena membalikan badannya, dan netra Selena bertemu dengan mata indah milik Viano. Selena berusaha untuk memperhatikan hal lain selain Viano.


‘Buset tadinya gak mau ketemu, tapi kenapa dipertemukan sih, gini amat takdir gue.’ batin Selena.


Selena menatap Dania dan Viano bergantian, Selena berusaha untuk tidak kelihatan galau merana.


“Halo kak Dania dan juga kak Viano.” Selena mengucapkan salam tanpa menengok lagi kearah Viano.


Dania tersenyum karena berhasil bertemu dengan Selena disaat Dania sedang jalan bersama Viano. Agar Selena tidak beranjak Dania akan mengajak Selena untuk mengobrol, Dania juga akan memamerkan keromantisan dirinya dengan Viano, biar Selena tau jika Viano itu milik Dania.


“Mau kemana kalian berdua?” Dania bertanya kepada Baru dan Selena sambil mengandeng tangan Viano, Viano tidak melepaskan tangan Dania.


Selena menghela nafas, sakit hatinya kembali terasa. Selena kali ini harus kuat dan benar benar tidak akan kelihatan galau didepan Viano apalagi didepan Dania. Jangan sampai Viano tau jika Selena sedang merasa tersakiti.


“Ouh kita berdua mau kekantin kak, tadi cuman mampir mampir aja disini.” Selena menjawab dengan jawaban yang logis, karena tidak ingin dikira Selena ingin menyendiri karena galau padahal Selena memang ingin menyendiri.

__ADS_1


Selena berusaha untuk menutupi kegugupannya karena takut jika Selena ketahuan berbohong.


“Eits bukannya lo memang mau kekantin yah?” Baru merasakan kejangalan dijawaban Selena.


Selena menatap Baru dengan tatapan tajam, kenapa Baru tidak bisa diajak kerja sama sih.


‘Temen temen gue kenapa lemot semua sih.’ batin Selena kesal.


Selena menyengol bahu Baru. “Lo gimana sih Bar, kan barusan gue bilang mau makan bakso, gue laper tau.” Selena berusaha untuk menutupi kebohongannya.


“Sejak kapan lo ngomong itu? bukannya tadi gue kagetin dan gue cuman tanya keberadaan Auzi?” Baru benar benar membuat Selena kesal. Baru bisa gak sih diajak kerja sama satu kali aja.


“Barusan sebelum kak Dania dateng, mungkin karena lo fokus ngelihatin kak Dania jadinya lo gak kedengeran. Yuk ah langsung saja kekantin gue laper banget nih.” Selena menarik tangan Baru, jika mereka berdua masih disini pasti Dania akan bertanya banyak hal, Baru bisa saja menguak salah satu fakta tentang Selena, bisa berabe nanti.


Selena mendapati jika Viano tersenyum misterius, Selena menyadari itu mungkin Viano sudah tau jika Selena kedapatan berbohong. Selena kembali menarik tangan Baru, Selena dan Baru meninggalkan Viano dan Dania.


Selena berhenti ditengah jalan. Baru kebingungan karena sikap Selena.


Selena menatap Baru dengan tatapan tajam. “Lo kenapa sih bisa bisanya jujur kalau gue gak kekantin, bisa gak sih diajak kerja sama.”


“Lah kan orang jujur disayang Tuhan Sel.” ungkap Baru.


Selena mengangguk anggukan kepala. “Iya deh terserah. Bye gue marah sama lo.” Selena meninggalkan Baru sendirian.


Baru bingung dengan sikap Selena. “Dia kenapa sih? tumben aneh banget.” gumam Baru.


Baru lantas tersenyum karena teringat jika Selena tadi mengandengnya, seharusnya kan yang mengandeng itu yang laki laki, tetapi kenapa malah Selena yang mengandeng Baru, gak apa apa deh momen indah kok dilewatkan.

__ADS_1


Sudah hampir 2 minggu Viano menjauh dari Selena. Karena sikap Viano yang menjauh itu membuat Selena merasa semakin bersalah, Selena jadi overthinking kan. Tapi Selena tidak mempermasalahkan itu, kalaupun Viano nanti bersama kak Dania, Selena berusaha untuk tidak peduli, lagian Selena bisa saja dapat laki laki yang jauh lebih baik dari Viano.


Hari ini Selena mengikuti eskul basket, minggu lalu Selena tidak masuk eskul basket karena masih ingin merefresh pikirannya yang sedang kacau. Selena memakai jersey dan Selena memasuki lapangan. Selena melihat ada sosok Dania yang hadir yang sedang tersenyum sambil melihat kearah Viano. Selena tetap berjalan karena sekarang Selena sudah tidak peduli.


“Apakah semua sudah berada disini?” Viano bertanya dengan suara lantang.


“Sudah kak.” jawab semua siswa siswi yang ikut eskul basket sambil mengangguk.


Viano memperhatikan semua siswa siswi yang ikut eskul basket. Setelah semua sudah dicek kehadirannya Viano kembali berbicara. “Satu bulan lagi kalian akan ikut turnamen basket di SMA High, jadi saya berharap kalian tidak pernah bolos eskul dan kalian harus benar benar berlatih kali ini, tambahin semangat kalian juga saat ikut eskul Basket.” ucap Viano memberi peringatan kepada para siswa siswi yang ikut eskul basket.


Coach Basket membuka lembar kertas, “saya akan mengumumkan siapa saja yang akan ikut ajang turnamen itu.” Coach mengucapkan nama nama yang akan ikut turnamen.


Ternyata Selena masuk daftar yang akan ikut turnamen itu begitu juga dengan sahabat Selena yaitu Auzi. Sedangkan Baru juga ikut, mereka bertiga bangga sekaligus senang bisa ikut ajang turnamen itu.


“Untuk yang ikut turnamen ini dua minggu lagi latihan akan diperketat dan akan selalu latihan agar dapat meningkatkan teknik bermain kalian, kalian juga bakal banyak meninggalkan jam pelajaran.” ungkap coach.


“Kalian siap mengikuti turnamen ini?” tanya coach kepada anak anak yang sudah terpilih.


“Siap coach.” jawab semua siswa siswi yang mengikuti turnamen itu.


Coach meninggalakan mereka karena Coach akan mengawasi dari pinggir lapangan basket.


“Kalian lanjut latihan, kita bakal mengadakan duel antara tim basket putra melawan basket putri.” ucap Viano.


Tim basket putra dan tim basket putri memulai duel itu, mereka berusaha untuk tetap mencetak gol. Skor terakhir 5-1, tim basket putra memimpin point pertandingan. Tim basket putri tidak menyerah dan berusaha untuk mencetak point. Hampir satu jam dan skor masih 7- 3 lagi lagi tim putra unggul dari tim basket putri.


Selena berusaha menghalangi salah satu pemain tim basket putra yang ingin mencetak point, bola dilayangkan kedepan yang akan pas mengenai wajah Selena. Selena yang kaget dan terlambat menyingkir akhirnya terkena bola. Karena bola dilempar dengan kuat, Selena langsung tumbang dan pingsan.

__ADS_1


Viano panik melihat Selena yang jatuh ditengah tengah lapangan. “Selena.” Viano berteriak.


Viano melangkah maju, melihat Selena yang pingsan Viano langsung mengendong tubuh Selena yang lemas.


__ADS_2