My Ketos

My Ketos
51


__ADS_3

“Temen Selena kak.” jawab Selena.


Bagas menatap Selena dengan tatapan penuh menyelidik. “Lo belum pacaran sama Viano?” Bagas tiba tiba bertanya topik lain.


Karena males menjawab pertanyaan Bagas, Selena segera melangkah pergi. Bagas mengejar Selena.


“Abang kok udah pulang sih?” Selena berusaha membuat Bagas lupa dengan bertanya topik lain.


Bagas menggelengkan kepalanya. “Enggak enggak. lo jangan tanya topik lain dong, jawab pertanyaan abang mu ini.” Bagas memaksa Selena.


“Abang bolos kerja yah?” Selena masih kekeh membuat Bagas untuk lupa sama pertanyaan Bagas.


Bagas mendekat kearah Selena, kemudian Bagas menjentikan jarinya di kening Selena.


Selena langsung melotot hendak protes. “Bang kok lo gini sih, sakit tau.”


“Lo jangan ubah pembicaraan kita yah,”


“Jawab itu yang nganterin lo itu siapa? gue aduin ke Viano mau?” lanjut Bagas.


Selena menggeleng. “Itu temen Selena bang, dan kalo mau aduin ke Viano buat apa? orang gue gak ada hubungan sama dia.” Selena jadi keceplosan tanpa sadar.


Bagas tersenyum. “Wah bener ternyata kalau Viano belum nembak lo, kasian banget adek gue.” Bagas langsung berlari, menghindar dari serangan Selena.


Selena menghentakan kakinya kesal kepada abangnya. Kalau ada Bunda Irama pasti Selena meminta bantuan Bunda Irama, buat memarahi Bagas.


Weekend telah tiba, akhirnya Selena bisa bebas dari pelajaran yang membuat pusing. Ngomong ngomong tentang Selena, hubungan Selena dan Viano merenggang karena kejadian Selena yang marah kepada Viano, Selena bahkan memblokir kontak Viano. Jae menghubungi Selena pagi tadi, jadi agenda Selena hari ini adalah jalan jalan sekalian healing bersama dengan Jae. Selena senang karena weekend bisa jalan jalan dan tidak cuman rebahan saja.


Jae mengabari Selena, jika Jae sudah didepan menunggu Selena. Segera setelah membaca pesan dari Jae, Selena segera keluar dari rumahnya, Selena berlari lari dengan senyuman yang lebar, Selena tampak seperti anak kecil.


Jae menjadi gemas kepada Selena.


Setelah mengecek jika Selena sudah naik keatas montor, Jae langsung menghidupkan montornya dan menjalankan montornya membelah jalanan. Jae mengemudikan montornya dengan kecepatan sedang karena Jae ingin membuat Selena nyaman. Montor sport milik Jae berhenti disalah satu cafe.


“Wah aku baru pertama kali ke cafe ini kak.” ungkap Selena.


Ternyata cafe ini baru dikunjungi Selena untuk pertama kali, Selena menjadi sangat antusias.


Selena dan Jae masuk kedalam cafe itu.


“Hai Jae.” salah satu bartender dicafe itu menyapa Jae, sepertinya Jae sering berkunjung ke cafe ini.

__ADS_1


“Hai juga bro.” jawab Jae sambil menjabat tangan ala laki laki seperti biasa.


Selena menatap interaksi antara Jae dan Bartender itu dengan kerutan. ‘Mereka saling kenal yah?’ batin Selena bertanya tanya.


Jae menatap balik Selena. “Ouh yah bro, kenalin dia Selena, yang pernah gue ceritain ke lo waktu itu.” ucap Jae sambil menunjuk Selena yang berada disampingnya.


Bartender itu menatap Selena dengan senyuman misterius. “Iya gue tau kok.” jawaban bartender atas perkenalan Selena.


Jae menatap temannya dengan tatapan kikuk dan malu.


“Halo, saya Selena.” Selena memperkenalkan diri secara resmi.


Bartender itu menyambut uluran tangan dari Selena, “salam kenal, saya Gilang teman dari Jae.”


Selena tersenyum pasrah. Selena merasa risih karena tatapan dari Gilang yang membuat Selena tidak nyaman.


Jae segera membawa Selena, Jae membawa Selena untuk duduk disalah satu kursi yang ada dipojok . Cafe ini memiliki suasana yang menyenangkan karena bertema outdoor, pemandangan dari cafe ini langsung menampakan bukit yang indah.


Mereka berdua langsung memesan makanan. Sambil menunggu makanan tiba, Selena dan Jae saling bercanda. Setelah makanan mereka berdua tiba, Selena dan Viano langsung memakan makanannya.


“Gimana makanannya?” Jae bertanya kepada Selena, setelah Selena menghabiskan makananya.


“Enak sih kak, rekomended banget.” jawab Selena.


Tak terasa kini jam sudah menunjukan jam lima sore. Selena dan Jae segera meninggalkan cafe dan segera pulang. Jae mengantarkan Selena pulang dengan selamat.


Selena mengucapkan terima kasih kepada Jae karena sudah mengantarkan Selena sampai rumah.


Jae melajukan montornya meninggalkan rumah Selena.


Selena segera masuk kedalam rumah, saat hendak melangkah kelantai  dua. Bunda Selena mengucapkan kalimat yang membuat Selena menghentikan langkahnya.


“Sel, Viano sedang sakit sel.” ucap Bunda Irama saat melihat Selena sudah pulang ke rumah.


“Kamu gak mau jenguk Viano Sel?”  Bunda Irama bertanya kepada Selena.


“Jenguk yah, kasian banget Viano.”


Selena menatap Bundanya kemudian mengangguk pasrah, padahal Selena tidak tau apakah dia akan menjenguk Viano atau bahkan tetap diam.


Pukul delapan malam, Selena sedang berdiri didepan pintu rumah mewah. Selena belum yakin dengan apa yang dilakukannya saat ini. Selena menyakinkan dirinya sendiri, Selena memencet bel pintu.

__ADS_1


Datanglah seorang perempuan, tapi itu bukan pemilik rumah.


“Cari siapa neng?” tanya asisten rumah tangga itu.


“Cari Viano bu.” jawab Selena.


“Den Viano yah? silakan masuk neng.” asisten rumah tangga itu mempersilakan Selena untuk masuk.


Selena mengikuti langkah asisten rumah tangga yang ada dirumah Viano. Saat ditengah ruang keluarga, Selena bertemu dengan Mama Sekar. Selena segera mnghampiri mama Sekar dan menyapa mama Sekar terlebih dahulu. Selena melanjutkan langkahnya menuju kamar milik Viano.


Selena memegang knop pintu dari salah satu kamar dirumah Viano, Selena segera membuka pintu. Selena masuk kedalam kamar yang bernuansa serba abu abu dan putih, menambah kesan mewah.


Selena melototkan matanya terkejut melihat Viano yang sedang berpelukan dengan seorang perempuan, yang ternyata adalah Dania.


Selena merasa marah dengan sikap Viano.


Viano mendapati Selena yang baru masuk kedalam kamarnya. Selena balik menatap Viano tapi tidak lama karena Selena memutuskan membalikan badannya dan meninggalkan Viano dan Dania. Selena segera berlari lari kecil meninggalkan kamar Viano.


Tapi Selena segera balik, dan Selena memberikan bingkisan buah kepada Viano.


“Maaf menganggu waktunya, semoga lo lekas sembuh,”


“Ini buahnya gue taruh disini yah.” Selena meletakan bingkisan buah.


Selena segera meninggalkan kamar Viano dan berniat segera pulang kerumah.


Viano mengusap wajahnya kasar sedangkan Dania diam tapi tidak dengan hatinya yang super senang melihat Selena yang sepertinya cemburu.


Viano tidak berbicaranya dan berdiri, Viano segera melangkah untuk mengejar Selena. Viano meninggalkan Dania yang marah dengan sikap Viano. Sekarang posisi Viano serba salah dimata dua wanita.


“Len tunggu len,”


“Ini salah paham len.” Viano berteriak berusaha menjelaskan kepada Selena.


Viano ingin segera berlari, tapi tangannya dicekal oleh Dania yang menyusul Viano.


Viano melepaskan kasar tangan Dania yang berada ditangannya.


“Dan, plis gue udah muak banget sama sikap lo.” Viano emosi kepada Dania.


~~

__ADS_1


Tunggu chapter selanjutnya yah.


__ADS_2