My Ketos

My Ketos
104


__ADS_3

"Abang tuh penasaran sama masalah kamu. kan kemarin pas pagi pagi bilang kangen, eh pas ketemu Viano malah kayak orang jijik. gue penasaran jadi gue mau tanya langsung aja sama kamu." ungkap Bagas.


Selena memberengut kesal. "Kan Selena udah bilang jangan kepo. jadi manusia kok kepo amat sama hubungan orang lain sih."


"Yah kan kepo urusan keluarga sendiri gak apa apa kali, baru yang dilarang itu kepo sama urusan orang lain."


"Ayok apa Len, udah kepo banget nih Abang." lanjut Bagas.


"Abang kalau dikasih tau takutnya nanti Viano kena bogem sama Abang, Selena takut kalau Abang nanti juga ikutan marah sama Viano." ungkap Selena.


Bagas semakin penasaran, Bagas berpikir apa yah yang bisa bikin dirinya marah kepada Viano?.


"Udah ngomong aja." keputusan Bagas.


Selena berusaha menenangkan pikirannya, semoga Bagas tidak marah atau emosi dan tiba tiba mendatangi sekolah untuk ribut berdua dengan Viano.


"Yakin? Abang janji dulu gak bakalan emosi." ucap Selena.


Dengan cepat Bagas mengangguk mengiyakan ucapan dari Selena.


"Beneran gak nih? Selena rada gak percaya dengan Abang."


"Beneran suer deh." ucap Bagas.


"Oke Selena pegang omongan Abang."


Selena menceritakan awal mula Selena bisa marah kepada Viano. Bagas yang mendengar cerita Selena menjadi emosi. Tangan Bagas terkepal, Bagas menjadi tambah benci dengan Viano.


'dikasih kesempatan malah tambah berbuat yang enggak enggak.' batin Bagas.


Selena menatap Bagas yang diam, Selena tau jika abangnya pasti sedang menahan marah.


"Ouh jadi dia tadi kemarin mau minta maaf?" Bagas bertanya dengan nada nyolot.


Selena mengangguk membenarkan. Bagas dan Selena saling pandang.


"Jangan terlalu dipikirin, pikirkan kesembuhan kamu saja."


* Setelah pulang sekolah, Viano berniat akan pergi menemui Selena.


"Vin, Lo mau main basket gak nih? ditantang sama sekolah sebelah." ucap Rehan.


Viano menatap Rehan kemudian Viano menggeleng.


"Kenapa? ada rapat OSIS lagi?" sahut Agli.


Viano menggeleng. "Gue mau nemuin Selena kerumah sakit."


Mata Agli berbinar. "Gue ikut dong, gue udah lama gak ketemu sama ayang beb gue."

__ADS_1


Viano menatap tajam kearah Agli. "Dia pacar gue man."


Agli tersenyum, "iya iya gue tau, kalem aja kali."


"Berantas aja Vin kalau ada bibit bibit pembinor." sahut Rehan.


Agli menatap tajam kearah Rehan, "jangan ikut ikut deh Lo."


"Kalian gak usah ikut." ucap Viano.


"Kenapa Vin? kan kita juga mau niat jenguk Selena."


"Gak apa apa."


Viano pergi berlalu meninggalkan kedua temannya.


Viano sudah berada didepan pintu ruangan rawat Selena, Viano membuka pintu walaupun nanti Viano akan diusir tapi Viano tetap akan menemui Selena, Viano tidak mau kesalahpahaman membuat hubungannya dengan Selena semakin renggang.


Mata Viano bertemu dengan Selena dan juga Bagas yang menatap Viano dengan tatapan permusuhan. Viano menarik kesimpulan bahwa Bagas sudah tau masalah Viano dengan Selena, apakah Bagas akan tetap memberikan restunya?


"Mau apa kamu kesini?" Bagas bertanya dengan nada jutek.


"Mau menemui Selena bang." Viano menjawab, tidak ada raut ketakutan diwajah Selena.


Bagas menatap Selena. Selena mengangguk mengijinkan Viano untuk masuk.


"Bang, tinggalin Selena sama Viano." permintaan dari Selena.


Viano melangkah mendekat ke Selena.


"Gimana? udah baik baik aja?" Viano basa basi.


Selena mengangguk, "yah lukaku udah lumayan sembuh tapi luka hati masih belum sembuh." Selena menyindir Viano.


Viano meraih tangan Selena, tidak ada penolakan dari Selena.


"Maafin gue yah, gue bakal jelasin kok. Gue gak selingkuh." ucap Viano.


Selena menatap Viano datar. Selena siap mendengarkan penjelasan dari Viano.


"Gue kemarin sama anak anak OSIS datang jenguk Dania, sebelumnya gak ada agenda mau jenguk Dania. Pas udah sampai, kita berbincang bincang banyak orang yang udah pulang, hanya tinggal gue sama temen temen Dania. Saat itu Dania pengin keluar tapi temannya gak ada yang mau nganter Dania, jadi Dania minta tolong sama gue. Pas ketemu Lo dilorong Dania pusing hampir pingsang, gue takut otomatis gue genggam tangannya biar gak ambruk." ungkap Viano panjang lebar.


Selena merasa hatinya sakit mendengar bahwa Viano masih mengkhawatirkan Dania.


"Lo maafin gue kan?" Viano berharap Selena memaafkannya.


Selena mengangguk, walaupun Selena masih sakit hati tapi Selena berusaha memaafkan Viano, Selena tidak mau hubungannya dengan Viano berakhir hanya karena Selena yang terbakar api cemburu.


Viano memeluk tubuh Selena. Viano senang karena bisa memeluk tubuh seseorang yang sangat Viano rindukan. Mereka berpelukan lama sampai akhirnya suara seseorang membuat mereka melepaskan pelukan.

__ADS_1


"Ehm gue udah nungguin dari tadi, eh ternyata malah pelukan romantis gitu, untung gue datang cepet kalau enggak mungkin udah terlanjur ciuman." ucap Bagas.


Tanpa malu Bagas masuk kedalam ruangan Selena, Bagas bersikap seperti tidak ada yang terjadi diantara Viano dan Selena.


"Bawa makan gak lu Vin? Lo harusnya kalau mau jadi adik ipar idaman harusnya kalau mau jenguk harus bawa makanan."


Viano tersenyum Viano tau Bagas tidak akan memaafkannya cuman gara gara makanan.


"Viano bawa makanan kok." ucap Viano.


"Bawa apa Lo?"


"Bawa ayam suwir kemangi, ayam geprek, es Boba, dalgona, sama kebab." jawab Viano.


Wah auto kenyang nih.


Hubungan Selena dan Viano sudah kembali baik. Semoga kedepannya hubungan Viano dan Selena masih saja baik.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini Selena sudah bisa pulang kerumah, Selena senang sekali. Bunda Irama dan Bagas membantu membereskan perlengkapan Selena. Setelah mengecek semuanya sudah aman, Selena dan kedua keluarganya keluar dari kamar rawat. Mereka menuju rumah dengan mengendarai mobil Bagas.


Sampai dirumah Selena segera masuk kedalam kamarnya, Selena segera merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Selena senang sekali bisa merasakan empuknya ranjangnya. Selena jadi kepikiran apakah Baru sudah bisa keluar dari rumah sakit? karena penasaran dengan kabar Baru, Selena mengirim pesan kepada Baru.


_Selena_


Bar, udah pulang dari rumah sakit?


Tidak berapa lama Baru membalas pesan dari Selena.


_Baru_


Belum, kayaknya dua hari lagi.


_Selena_


tapi Lo udah bisa jalankan?


_Baru_


Udah bisa


_Selena_


get well soon Bar, gue tunggu kehadiran Lo dikantin sekolah.


* Seperti biasa jika Selena berangkat maka Viano akan mengantarkan Selena. Viano juga ikut sarapan dirumah Selena.


Mereka segera menuju kesekolah karena takut terlambat dan kena hukuman. Diperjalan menuju sekolah mereka diam, mungkin karena sudah lama tidak berangkat bersama membuat Selena dan Viano saling canggung.

__ADS_1


Sampai disekolah banyak para siswa dan siswi memperhatikan mereka. Selena auto jadi trending topik karena sudah kembali ke sekolah.


Selena pergi berlalu tanpa mendengarkan bisikan bisikan dari para siswa.


__ADS_2