My Ketos

My Ketos
109


__ADS_3

Satpam keluar dari pos. "Loh? masih ada yang terlambat juga ternyata, is is is anak jaman sekarang malah suka terlambat gak bisa atur waktu."


Pak satpam itu membukakan pintu. Pak satpam memandang Selena sambil menggelengkan kepalanya.


"Itu disana ada guru piket, selamat kena hukuman." ucap Satpam.


Dengan malas Selena melangkahkan kakinya mendekat kearah guru piket, Selena tidak bisa kabur karena masih ada satpam yang memperhatikan gerak gerik Selena.


Selena kembali bermasalah padahal kemarin kemarin Selena tidak mendapatkan hukuman, apakah karena hari ini Selena tidak dijemput oleh Viano? kenapa efeknya besar sekali kepada diri Selena.


"Sebutkan nama kelas." perintah dari guru piket


Selenapun menyebutkan namanya dan kelasnya.


"Kamu baru telat dua kali? masih ada keringanan, kamu bisa lolos dari hukuman karena belum tiga kali terlambat tapi kalau tiga kali terlambat kamu bakal dapat hukuman." ucap guru piket.


Selena tersenyum senang, Selena bebas dari hukuman. "Iya Bu, makasih."


Selena segera melangkah menuju kelasnya. Selena berlari, tanpa aba aba tubuh Selena ambruk gara gara menabrak tubuh seseorang.


"Aduhhhh... sakit." racau Selena.


Ternyata yang ditabrak oleh Selena adalah Raen. Raen segera membantu Selena untuk berdiri.


"Lo gak apa apa?" Raen bertanya dengan raut khawatir.


Selena mengelus keningnya yang menabrak dada bidang Raen, Selena menggeleng. "Sakit sih, tapi gak apa apa kok."


Raen tampak masih khawatir dengan keadaan Selena. Raen memegang dagu Selena, Raen mengecek kening Selena, wajah Raen dan Selena sangat dekat.


"Kening Lo merah, gak mau ke UKS?" tawar Raen

__ADS_1


Selena menggeleng. "Gak kak, Selena udah terlambat nih, Selena kekelas dulu yah." Selena segera berlari menjauh dari Raen.


Tanpa mereka berdua sadari ada seseorang yang memotret saat Raen menyentuh dagu Selena. Orang itu Dania, Dania segera mengirim foto itu kepada Viano. Dania akan membuat hubungan Viano dan Selena kandas.


Dania melangkah sambil bernyanyi hari ini suasana hati Dania sangat baik.


*Selena segera masuk kekelas, guru segera menyuruh Selena masuk. Untung saat ini guru yang mengajar tidak killer jadi Selena masih selamat dari hukuman.


Auzi menatap kedatangan Selena dengan gelengan kepala.


"Ya ampun kenapa baru Dateng? udah jam setengah delapan loh." ucap Auzi.


Selena tersenyum, "yah maaf habisnya tadi Abang Bagas gak ngasih tau jam." Selena menyalahkan Bagas padahal semua ini salah Selena.


"Tak patut ditiru, pacarnya ketos kok sering telat."


Selena menatap tajam ke Auzi, "gue gak sering terlambat kok baru dua kali, dan Viano tuh mau purna ketos."


Auzi dan Selena menatap kedepan karena mereka ingin fokus belajar karena akan kenaikan kelas.


*Jam pulang sudah terlewati beberapa menit yang lalu. Selena sedang membereskan barang barangnya sambil menggerutu.


"Udah udah, jangan emosi."


"Gue benci banget sumpah, kenapa sih guru bahasa inggris kalau pulang pasti paling lambat. kan gue mau pulang awal mau lima menit dari bel juga udah syukur." ucap Selena.


"Yah gimana yah namanya juga gurunya memang belum kelar jelasin."


"Tapikan gak seperti ini Zi, ini mah bikin gak betah." Selena masih emosi.


"Gue duluan yah." Auzi meninggalkan Selena diparkiran karena Auzi sudah dijemput oleh orang tuanya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini adalah hari dimana Viano akan purna menjadi ketua OSIS. Selena dan Auzi sedang upacara dengan agenda purna OSIS dan perekrutan anggota OSIS.


"Panas banget Zi. suhunya berapa sih?" Selena mengipas ngipas wajahnya dengan tangannya.


"Suhunya tiga puluh satu kok." jawab Auzi.


Selena masih sibuk mengibas ibaskan tangannya. "tiga puluh satu tapi berasa empat puluhan."


Upacara sudah selesai. Selena dan Auzi kembali ke kelasnya.


*Bel pulang telah berbunyi, Selena segera keluar dari kelasnya. Namun langkah Selena terhenti karena seseorang. Selena menoleh kebelakang, Selena tersenyum ternyata Viano.


"Ayo pulang." ucap Viano.


Selena dan Viano berjalan bersama kearah dimana mobil Viano terparkir.


Selena segera masuk kedalam mobil BMW milik Viano, Viano juga melakukan hal yang sama seperti yang Selena lakukan.


Viano segera mengemudikan kuda hitamnya melaju membelah jalanan. Selena menyibukkan diri dengan menscrol ponselnya. Selena sebenarnya bertanya tanya tumben sekali Viano diam seperti ini, apakah Viano tidak senang karena tidak menjadi ketua OSIS lagi? Tapi Selena berusaha mengesampingkan pikirannya itu, biarlah nanti juga kalau ada masalah pasti Viano akan ngomong sendiri.


"Sel." Viano memanggil Selena.


Benar bukan apa Selena? Viano kalau ada masalah pasti akan langsung to the point.


Selena menoleh menatap Viano. "Ada apa?"


"Lo gak ngerasa bersalah gitu?" tiba tiba saja Viano bertanya seperti ini membuat Selena bingung tujuh keliling, memangnya Selena salah apa selama ini?


"Memangnya gue salah apa Vin? gue ngak merasa salah tuh."

__ADS_1


Viano tersenyum.


__ADS_2