My Ketos

My Ketos
102


__ADS_3

"Selena takut bang kalau setan yang kemarin kemarin nongol lagi."


Bagas tertawa merasa lucu karena Selena ketakutan tapi ada benarnya juga sih, karena setan dikamar sebelah gak mandang jam kalau mau nongol.


"Udah jangan takut lagi, ada Abang disini yang gantiin bunda."


Selena menatap tak percaya, kenapa harus Bagas yang datang? kalau Bagas yang datang mereka berdua bisa ketakutan bersama, gak akan ada yang berani.


"Percuma kalau sama Abang, gak berani juga ngelawan."


"Yah gimana mau ngelawan lagi? mereka makhluk halus gak bisa dilihat." alasan Bagas.


Selena tidak menghiraukan perkataan Bagas, Selena malah pergi berlalu untuk mandi.


* Selena membuka ponselnya, tidak ada chat atau panggilan dari Viano. Selena lesu, tumben sekali Viano tidak menghubunginya lagi.


Sesibuk apa sih Viano sampai tidak menghubungi Selena?


Selena menatap lesu ponselnya.


Jam menunjukan pukul 10 pagi, ponsel Selena bergetar. Selena yang sedang makan makanan ringan, segera membuka ponselnya. Selena tersenyum senang karena Viano mengirim pesan untuk Selena.


_Viano_


Maaf, kemarin aku gak bisa ke rumah sakit


Selena dengan cepat membalas pesan dari Viano.


_Selena_


Gak apa apa kok


Viano kembali mengirim pesan untuk Selena, Selena membaca pesan itu tapi senyum Selena langsung luntur saat membaca pesan itu.


_Viano_


Hari ini juga sepertinya gue gak bisa kesana, lagi banyak kerjaan diruang osis, gue harus purna jadi sibuk. Maaf yah.


Dengan senyum terpaksa Selena membalas pesan dari Viano.


_Selena_


iya, semangat


Tidak ada lagi pesan yang dikirim Viano, sepertinya Viano kembali sibuk sekolah. Selena meletakan ponselnya kembali keatas meja. Selena menghela nafas, susah sekali menjalani hubungan dengan Viano, walau kelihatannya Selena enjoy tapi Selena merasa kesepian karena Viano dan Selena jarang mempunyai waktu berdua, maklum saja Viano sudah kelas 12 waktu sibuk sibuknya pas SMA.


Selena menutup matanya berusaha melupakan rasa sakitnya. Entah kenapa hal sekecil ini bisa membuat Selena sakit hati.


* Bagas kebingungan melihat Selena yang dari tadi hanya diam sambil bermain ponselnya, padahal biasanya Selena pasti akan mengajak Bagas bermain, atau mereka akan saling debat, tapi kali ini Selena hanya diam. Ada apa dengan Selena?

__ADS_1


"Kenapa nih? kok mukannya badmood gitu?" Bagas bertanya.


Selena menatap Bagas dengan tatapan datar. Bagas jadi super penasaran, ada apa lagi nih? apa Bagas membuat masalah?


"Ngomong dong kalau Abang punya salah. jangan diem diem aja."


Selena menatap Bagas datar. Bagas tidak bisa apa melihat Selena diam saja. Kenapa banyak tanya sih.


"Apa sih bang, jangan banyak omong deh Selena lagi gak mood mau berantem." kesal Selena.


Mendengar ucapan dari Selena membuat Bagas semakin penasaran kenapa sampai Selena tidak mood berantem dengan Bagas.


"Yuk bisa yuk ceritain masalahnya jangan Pendem sendiri." ucap Bagas.


Selena diam tidak menghiraukan ucapan dari Bagas. Malas sekali meladeni abangnya yang mungkin akan penasaran sampai ke akarnya.


'Wah parah nih.' batin Bagas.


Bagas akan membuat Selena berbicara tentang masalahnya. Bagas siap menerima cibiran dari Selena.


"Dek Abang tuh keluarga kamu, sebagai keluarga kita harus saling terbuka, jangan diam diam aja. kalau kamu diam orang lain gak akan tau masalah kamu." nasehat dari Bagas.


Selena mendengar baik baik nasehat dari Bagas.


"Yah bang, maafin Selena yah. Selena hari ini bener bener gak mood."


"Kamu bad mood kenapa dek? apa ada masalah disekolah?"


Selena menggeleng, "Viano gak bisa kesini, kemarin juga enggak kesini, padahal Selena pengin banget ketemu Viano." ungkap Selena.


"Mungkin Viano sibuk dan gak ada waktu kesini. kamu sebagai pacarnya harusnya memaklumi Vianokan udah kelas dua belas pasti sibuk banget."


Selena mengangguk anggukan kepalanya. Semoga hubungan Selena dengan Viano masih terus adem ayem.


"Gimana kalau kita keluar cari angin segar?" Bagas mengajak Selena untuk keluar dari ruangan rawat Selena.


Selena dengan cepat memangguk, Selena memang sudah bosan berada didalam kamar inapnya.


"Ayok bang."


"Mau pakai kursi roda?" Bagas menawarkan.


Selena segera menggeleng. "Gak mau, Selena bisa jalan."


"Oke."


Selena dan Bagas keluar dari ruang rawat Selena. Bagas akan mengajak Selena berjalan jalan disekitar rumah sakit saja. Dijalan mereka berdua saling bercanda, Selena jadi melupakan kesedihannya. Mood Selena sudah naik.


Selena menatap sekelilingnya, netra Selena bertemu dengan netra seseorang. Selena terdiam tidak lagi ada yang bisa diungkapkan. Selena melihat Viano yang sedang bersama Dania. Dania bahkan mengandeng tangan Viano.

__ADS_1


Hancur sudah hati Selena.


Selena berusaha tidak menghiraukan dan melanjutkan acara jalan jalannya bersama dengan Bagas. Untungnya Bagas tidak melihat Viano yang bersama dengan cewek lain, kalau melihat habis sudah Viano ditangan Bagas.


Selena balik ke mood awal yaitu bad mood.


#Satu jam sebelum Viano berangkat menuju kerumah sakit menjenguk Dania#


Viano berjalan menuju keruang OSIS. Viano masuk kedalam ruang OSIS, disana sudah banyak teman osisnya yang sudah berkumpul.


"Woi Vin, baru nyampai Lo." sapa temannya.


Viano hanya menganggukan kepalanya menanggapi sapaan dari temannya.


"Wah wah wah, Lo udah mau purna aja nih." sahut temannya yang lain.


Viano masih diam, sebenarnya Viano malah sekali meladeni teman temannya yang terlalu banyak omong tapi karena takut mereka marah akhirnya yang bisa dilakukan Viano hanya diam.


"Mungkin nanti pas ad acara besar besaran bakal ada yang ngungkapin perasaan nih ye." seru teman Viano.


Benar benar tidak ada rasa takutnya sama sekali yah.


"Yah yang mau ngungkapin gak berangkat."


Viano menatap tajam kearah teman temannya, sebenarnya teman temannya sedang menggoda siapa?.


"Jangan banyak bicara, langsung aja rapat." ucap Viano dengan nada datar.


Semua orang yang ada didalam ruang OSIS segera bersiap untuk rapat. Mereka serius saat rapat.


"Oke selesai rapat untuk acara purna OSIS. apa ada yang mau disampaikan?" Viano bertanya sebelum memutuskan selesai rapat.


Tania mengangkat tangannya. Viano menatap Tania, "apa yang ingin Lo sampaikan?"


"Harusnya OSIS jenguk Daniakan sebagai rekan. Kenapa gak ada gerakan sama sekali untuk jenguk Dania." ungkap Tania.


Viano menghembuskan nafasnya lelah.


"Jadi cuman itu? kirain yang mau disampaikan tentang acara purna." ucap Viano sendu.


Tania jelas tidak terima, "kenapa sih Lo, mentang mentang udah punya pacar jadi gak peduli sama Dania, padahal dulunya juga suka sama Dania." kesal Tania.


Viano mengepalkan tangannya.


"Udah, jadi mau bagaimana? kalau orang lain setuju mau jenguk Dania gue ikut pilihan mereka, kalau mereka gak ada yang setuju artinya kita gak bakalan jenguk Dania." keputusan dari Viano.


Tania tersenyum senang, "oke guys, siapa yang setuju mau jenguk Dania?"


Orang lain menatap Tania dengan wajah kebingungan.

__ADS_1


__ADS_2