My Ketos

My Ketos
89


__ADS_3

Dania benar benar berhati busuk.


"Jangan percaya omongan Dania deh, semua ini rencana Dania. bener kan Er?" Sabrina berusaha mendapatkan dukungan dari Erna.


Erna yang menunduk mengangguk lemas. Vaino menganggukan kepala lebih percaya dengan perkataan dari Sabrina.


Viano segera mencekal tangan Dania.


"Lo ikut gue ke kantor kepala sekolah, kalian berdua juga." perintah Viano.


Dania memberontak. "Gue gak mau yah gue gak mau." teriak Dania sudah seperti orang kesetanan.


Viano tetap membawa Dania. Sekarang Viano bahkan terlihat seperti psikopat yang tidak mempunyai belas kasihan.


Sabrina dan Erna mengikuti langkah Viano. Mereka berdua akan menerima dengan pasrah hukuman yang akan diberikan oleh kepala sekolah.


Sampai didalam ruangan kepsek Viano memerintah untuk ketiga pelaku itu duduk berhadapan dengan kepala sekolah. Kepala sekolah yang hendak pulang kaget karena kedatangan Viano.


"Ada apa nak Viano?" kepala sekolah bertanya.


Viano menatap wajah ketiga orang itu secara bergantian, "mereka ketahuan membully Selena pak dikamar mandi. mereka bahkan tega ngunciin Selena sampai Berjam jam." ungkap Viano.


Kepala sekolah tentu kaget mendengar berita itu, kemarin kemarin tidak ada kabar buruk yang didengar.?


"Maksudnya bagaimana? kenapa tidak ada salah satu guru yang melapor? kenapa kamu juga gak ngelapor kepada saya Vin?"


Viano berusaha untuk menetralkan emosi yang meledak ledak. "Maafkan saya pak, saya memang berusaha menutupi kasus ini demi citra sekolah tidak dicap buruk diluar sana jika berita ini tersebar. saya berusaha mencari pelaku pembulian itu sendiri, dan saya meminta bapak untuk tegas memberikan ketiga orang ini hukuman yang setimpal." tegas Viano, saat ini aura kepemimpinan Viano sangat terlihat.


Kepala sekolah mengangguk anggukan kepalanya. Kepala sekolah memperhatikan wajah wajah anak bermasalah itu, "nama kalian siapa saja nduk?"


"Nama saya Erna pak saya kelas sepuluh." jawab Erna dengan kepala menunduk tidak berani menatap kepala sekolah.


"Saya Sabrina pak, anak kelas sebelas." kini giliran Sabrina berbicara.


Kepala sekolah menatap Dania. Dania menundukkan kepalanya. "Saya Dania anak kelas sebelas." ucap Dania dengan lemas.

__ADS_1


Kepala sekolah masih memperhatikan Dania, "kamu sama dia bukannya anak OSIS? kok berani berani berbuat masalah?" Kepala sekolah menunjuk Sabrina dan Dania.


"Maafkan kami pak." ucap mereka berdua bersamaan.


Kepala sekolah geleng geleng kepala pusing dengan masalah ini, menambah beban saja pada pundak kepala sekolah.


"Diantara kalian siapa dalangnya?"


Sabrina dan Erna kompak menunjuk Dania. "Dia pak dia dalang dari semua ini." ucap Sabrina. Wah wah Sabrina udah kelihatan keselnya nih.


"Jadi kamu nduk? ada motif apa kamu bertindak seperti itu kepada Selena?" kepala sekolah bertanya kepada Dania.


"Saya hanya sekedar dendam pak." jawab Dania.


"Apakah ada spesifik lain? kenapa kamu dendam dengan Selena? bukannya Selena itu adek kelas kamu? seharusnya kamu sebagai kakak kelas harus mengayomi adek kelas kamu bukan malah membuli adek kelas kamu." ucap kepala sekolah.


"Saya hanya membenci dia saja pak. alasannya bapak tidak wajib mengetahui karena itu privasi saya."


Kepala sekolah menganggukan kepalanya. "Baiklah."


"Kalian harus mendapatkan hukuman yang setimpal, mengerti?" lanjut kepala sekolah.


"Untuk Dania kami akan memberikan surat pemanggilan orang tua, Dania juga akan mendapatkan skores selama tiga hari dan setelah berangkat Dania wajib membersihkan halaman depan sekolah selama satu Minggu. apa nak Viano setuju?"


"Sebelum itu besok juga Dania dan kawan kawannya harus bertemu dengan nak Selena agar mereka bertiga bisa meminta maaf kepada Selena." lanjut kepala sekolah.


Viano menganggukan kepalanya. "Baik pak saya besok akan memanggil Selena."


"Lalu untuk kedua pelaku lainnya akan mendapatkan hukuman apa pak?" Viano lanjut bertanya.


"Mereka akan mendapatkan hukuman bersih bersih semua toilet siswa selama dua hari." jawab kepala sekolah.


Vaino menganggukkan kepalanya lagi.


"Sudah selesai bukan? kalian semua boleh pulang. untuk Dania kamu menunggu surat panggilan orang tua mu dulu. kalau besok orang tua mu tidak datang maka terpaksa kami akan menandatangi rumah kamu." Kepala sekolah tidak mengancam yah tapi cuman buat announcement.

__ADS_1


Dania mengangguk anggukan kepalanya mematuhi perintah dari Kepala sekolah. Kedua teman Dania pulang terlebih dahulu. Viano juga meninggalkan Dania sendirian.


'Aku sendiri lagi sekarang? benar benar melas sekali nasib ku.' batin Dania.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jam menunjukan pukul 05.10 tapi Viano sudah mengetok pintu rumah seseorang. Orang yang didalam rumah merasa terganggu, belum pernah ada orang yang bertamu dipagi buta seperti ini. Orang itu membukakan pintu. Betapa kagetnya orang itu melihat Viano datang hanya dengan memakai kaos dan celana jeans. Tanpa disuruh Viano masuk kedalam rumah Selena tanpa disuruh. Bagas kembali emosi melihat kedatangan Viano.


"Lo mau ngapain kesini?" Bagas nyolot.


Vaino menatap Bagas sambil menghembuskan nafasnya, "Viano mau ngomong sama Selena bang." jawab Viano.


"Mau ngomongin apa? Selena pasti udah mutusin Lo bukan? jadi sekarang Lo mau mohon mohon buat balikan?" Bagas menebak nebak.


Viano menggeleng, "bukan karena itu bang, lagian hubungan gue sama Selena baik baik aja kok. ini ada masalah urgent."


Bagas jadi penasaran masalah apa sampai membuat Viano datang terlalu pagi. "Masalah apa? sampai Lo datang cuman pakai kaos? Lo mau sekolah bukan? kenapa datang pakai kaos? gak sekalian pakai seragam aja?"


"Lama bang, tadi buru buru buat datang kesini."


Bagas mengangguk anggukan kepala, sebenarnya tadi Bagas cuman basa basi, Bagas akan menggiring Viano untuk memberitahu masalah apa yang terjadi dengan Selena.


"Jadi masalah apa? kenapa harus banget ada Selena?"


Viano menggeleng. "Ini masalah pribadi bang, Abang tidak usah tau."


Bagas jadi kesal dengan sikap Viano.


"Gue beri penawaran terbaik nih. kalau Lo mau membagi rahasia itu gue gak akan ikut campur lagi masalah kemarin dicafe, Lo bisa deketi lagi Selena, tapi dengan syarat jangan sampai dia sakit hati atau gue bogem Lo mentah mentah sampai Lo metong." ancam Bagas.


Viano tertarik dengan penawaran Bagas. Viano akhirnya setuju untuk membagi rahasia masalah tentang Selena. Viano mengkode Bagas untuk mendekat, Viano harus berbisik karena takut jika masalah ini didengar oleh Bunda Irama.


Viano menceritakan masalah Selena yang dibuli sama Dania cs dari awal sampai akhir.


Mendengar cerita dari Viano membuat darah Bagas mendidih seketika, ternyata dibalik senyuman Selena banyak menyimpan rahasia rahasia yang menyakitkan.

__ADS_1


Happy reading guys.


See you


__ADS_2