My Ketos

My Ketos
79


__ADS_3

Viano jadi baper sendiri kalau begini.


"Kakak janji bakal minta maaf?" Anak kecil itu bertanya kepada Selena.


Selena mengangguk.


"Kalau begitu dua jempol untuk kakak cantik." anak kecil itu tersenyum sambil menunjukan kedua jempol jarinya.


Selena mengajak tos anak kecil itu, Selena dan anak kecil itu bertos ria.


" Ih gemes." ucap Selena.


Orang tua dari sang anak itu berlari mendekat kearah Selena dan Viano.


"Anak saya gak bikin masalah bukan mbak ?" tanya ibu sang anak.


Selena dan Viano kompak menggeleng.


"Anak ibu baik baik aja sama saya buk, gak buat masalah kok dia." ungkap Selena.


Ibu dari sang anak kecil mengelus dada lega.


"Nak jangan nyelonong pergi gitu aja yah, ibu takut nanti kamu nyasar, untungnya ada mbak mbak ini." ucap sang ibu menasehati sang anak.


" Iya Bu." jawab sang anak.


Ibu sang anak menatap kearah Selena.


"Kalau begitu saya pamit dulu yah mbak, maaf kalau anak saya menganggu waktu mbak." ucap sang ibu.


Selena tersenyum dan mengangguk.


"Gak apa apa kok Bu, anak ibu lucu jadi saya sekalian main sama dia Bu." jawab Selena.


Ibu dan anak laki laki kecil itu mulai melangkah menjauh dari Selena.


Selena membalikan badan dan mata Selena bertemu dengan mata manik milik Viano.


" Anak kecil laki laki itu lucu yah." ucap Selena tiba tiba.


" Semua anak kecil kalau masih kecil yah lucu, tapi kalau udah gedhean dikit pasti yang ada Lo bakal emosi karena tingkah mereka." ucap Viano.


" Ya iyalah mereka mulai bisa main sendiri jadinya gak asik." ucap Selena.


Viano tersenyum senang karena sepertinya Selena melupakan masalah tadi, mood Selena menjadi baik sekarang. Viano bersyukur karena anak kecil itu mendatangi Selena tadi.


Viano dan Selena kembali berjalan menyusuri mall. Selena memutuskan kembali ke resto karena Selena merasa lapar.


Selena langsung duduk disebelah Viano seperti awal mula.


" Udah selesai jalan jalannya? dapet apa?" Bunda Irama bertanya kepada Viano dan Selena.

__ADS_1


"Selena cuman beli dress sama baju Bun." Selena menjawab.


" Ouh yah? bagus gak dressnya?" Mama Sekar ikut nimbrung.


Selena menatap mama Sekar dengan mata berbinar.


" Dress nya tie die bagus banget loh mam." jawab Selena.


"Wah aku jadi pengin beli." ungkap Mama Sekar.


Selena sangat antusias sekali.


"Iya mama Sekar beli aja, biar kita berdua couplelan." ucap Selena.


Viano senang Selena dan Mama Sekar tampak akur sekali. Tanda tanda jika Mama Sekar memang merestui hubungan Viano dengan Selena.


Viano jadi merasa lega karena Selena memang sudah direstui.


Selena memperlihatkan dress yang Selena beli, Mama Sekar tampak antusias sekali.


"Bagus banget dress nya." Mama Sekar memuji dress yang dibeli Selena.


" Bener kan Ma, Selena kalau beli dress pasti gak kaleng kaleng." Selena merasa bangga terhadap dirinya sendiri.


Mama Sekar menatap kearah Viano, "Vin dress yang Selena beli bagus yah? Mama beliin dong Vin." permintaan dari Mama Sekar.


Viano menatap Mama Sekar. " Boleh. Mama mau beli berapa emangnya?" Viano sudah seperti sugar Daddy saja.


" Beliin satu aja udah cukup buat mama." jawab mama Sekar.


" Tapi tadi bukannya dress itu cuman ada satu yah? kayaknya udah sold out ma Dress nya." ucap Viano.


Viano senang sekali karena isi dompetnya aman.


" Emangnya bener Sel? kamu beli dress itu masih satu?" Mama Sekar bertanya kepada Selena.


Selena menatap mama Sekar kemudian Selena mengangguk. " Iya bener ma tadi cuman satu, jadi Selena cepet cepetan buat beli takut diambil orang, kayaknya emang beneran udah sold." jawab Selena.


Mama Sekar langsung lemas, padahal mama Sekar sebelumnya sudah senang karena mau mendapatkan gratisan eh sekarang malah sold out.


" Yah gak bisa couplelan sama kamu dong Len." lesu mama Sekar.


Selena menggeleng. " Gak apa apa ma, kan mama sama Selena bisa couplelan dress selain ini." Selena berusaha untuk menenangkan mama Sekar, tapi Viano jadi panik ternyata isi dompetnya tidak aman lagi. Viano jadi kepikiran apakah dompetnya akan menipis? karena mamanya kalau beli baju pasti yang mahal mahal tidak akan murah. Viano jadi auto lemas.


' Yah tipis lagi dompet gue.' batin Viano.


" Kamu kenapa Vin? kok lemes?" Bunda Irama bertanya karena tau jika ada perubahan dari Viano. Viano gak berubah jadi power rangers kok jadi tenang saja.


Viano menggeleng. "Viano gak apa apa kok Bun, tenang aja."


Selena jadi ikut ikutan memperhatikan Viano, " Lo gak sakit kan Vin?"

__ADS_1


Viano mengangguk sebagai jawaban dari Selena.


Selena kembali melanjutkan perbincangan dengan para mama mama cantik. Padahal awalnya Selena merasa tidak nyaman jika berbincang dengan para mama mama, tapi sekarang Selena jadi merasa nyaman.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Agli yang sedang bersenandung ria dikoridor sekolah menghentikan langkahnya karena melihat seseorang.


" Woi neng Sabrina." kebiasaan Agli adalah menggoda para siswi.


Sabrina menatap Agli jijik, kemudian Sabrina membuang pandangan kesegala arah. Agli mengejar Sabrina.


" Woi sok jual mahal yah sekarang." ucap Agli.


Agli menyamakan langkahnya dengan langkah Sabrina.


" Sab Lo gak anestesi bukan?" Agli bertanya dengan nada khawatir.


Sabrina menatap balik Agli. " Anestesi? Anestesi apaan? Amnesia maksud Lo?!" Sabrina jadi ngegas deh dengan Agli.


Agli tersenyum, kalau tersenyum Agli jadi bisa tampan juga banyak yang klepek klepek dengan Agli ketika Agli tersenyum tapi tidak dengan Sabrina.


" Iya itu maksud gue Sab." ucap Agli.


Sabrina menggelengkan kepala capek dengan sikap Agli. " Gila yah Lo." ucap Sabrina.


Agli mengehentikan langkahnya menatap Sabrina yang mulai berjalan jauh.


" Kok Lo jadi jahat sama gue sih Sab?" Agli berteriak.


Sabrina membalikan badannya, kemudian Sabrina memperhatikan tubuh Agli dari atas sampai bawah.


" Dulu gue suka sama Lo, tapi ketika Lo jadi kayak gini, gue jadi super ifill. Plis lah jangan kejar kejar gue lagi." Sabrina jadi kesal sendiri.


Agli menggeleng tidak setuju dengan perkataan Sabrina. " Gue cinta mati sama Lo Sab." Agli berteriak.


Sabrina membelalakan matanya, lagi lagi Agli bersikap seperti ini, Sabrina malu sendiri jadinya. Banyak siswa siswi yang melihat adegan itu langsung menjadi ribut, banyak yang ikut cie cie in Sabrina dengan Agli.


Sabrina menghentak hentakan kakinya, Sabrina benar benar kesal sekarang.


Karena Sabrina yang menghentak hentakan kakinya, Agli jadi salah fokus dan menatap kaki Sabrina. Agli kaget karena pernah melihat sepatu yang dipakai Sabrina.


' Kayak pernah lihat.' batin Agli menerpa nerpa.


Agli jadi terdiam dan berpikir keras, dimana Agli melihat sepatu itu.


Agli akhirnya tau jika sepatu yang dipakai Sabrina adalah ...........


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lanjut gak guys???

__ADS_1


Kalau kalian dibuatkan novel tentang Agli dan Sabrina pada mau?


oke Terimakasih bye


__ADS_2