My Ketos

My Ketos
92


__ADS_3

Selena dan Baru sudah meninggalkan sekolah. Ditengah perjalanan Baru penasaran dengan siswa tadi yang berbicara dengan Selena, tampaknya siswa itu mengenal dekat Selena.


"By the way siapa tadi yang ngobrol sama Lo sel?" Baru bertanya. Baru itu tidak gengsi.


"Ouh tadi itu kak Raen, dia satu ekskul sama gue." jawab Selena.


"Deket banget kayaknya yah sama Lo?" Baru cemburu padahal bukan siapa siapanya Selena, ingat Bar kalau Selena udah punya Viano.


"Gak Deket kok Bar, dia memang udah gue anggap seperti kakak gue sendiri, orangnya juga mengayomi banget." jawab Selena.


"Tapi kayaknya ada something, dia gak mungkin mau sedeket itu sama Lo kalau gak ada rasa."


Selena tertawa merasa lucu dengan ucapan Baruna. "Cuman gara gara saling ngobrol, Lo mutusin kalau Kak Raen suka sama gue? gak ada deh kayak gitu." Selena belum menyadari gelagat Raen.


"Gue laki laki Sel, gue ngerasa kalau kak Raen itu suka sama Lo."


"Udahlah jangan dibahas lagi." cegah Selena.


Baru akhirnya diam karena takut membuat Selena bad mood. Kalau Selena bad mood bisa membuat Baru dijauhi selama satu Minggu lebih. Nanti disekolah Baru gak ada teman deh, Baru jadi kesepian.


Baru dan Selena diam selama diperjalanan.


"Sel mau mampir ke alfeamert gak?" (author berusaha mungkin tidak nyebut merk takut kena pelanggaran) tanya Baru kepada Selena.


"Kesana mau beli apa Bar?" Selena balik bertanya.


"Beli apa aja, disanakan banyak tuh produk produk."


Selena terdiam sedang menimbang keputusan.


"Ya udah yuk kesana, gue lagi pengen banget es cream."


Baru mengangguk dan menjalankan montornya menuju ke toko penjualan barang.


Selena dan Baru sudah sampai ditoko, mereka berdua segera turun dan membeli produk yang mereka inginkan. Setelah selesai mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan pulang.


Motor yang ditumpangi Baru tergelincir karena seseorang menabrak motor Baru. Baru dan Selena terpental jauh dari lokasi mereka jatuh. Badan Baru dan Selena rasanya remuk. Untuk bernafas saja susah.

__ADS_1


"Sakit." rintih Selena.


Tubuh Selena hanya bisa berbaring diatas aspal. Selena dengan susah payah menoleh menatap Baru, ternyata Baru tidak sadarkan diri mungkin karena menghantam aspal dengan keras.


"Bar, Baru bangun dong." lirih Selena berusaha membangunkan Baru, tapi mata Baru tetap terpejam, artinya kesadaran Baru belum kembali.


Orang orang yang berada di lokasi kejadian segera berdatangan membantu Selena, Baru dan yang menabrak motor Baru. Selena digotong dan dibawa kerumah sakit mengunakan mobil pick up. Kesadaran Selena memburuk, akhirnya Selena pingsan saat sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit terdekat.


* Dirumah Selena, Bunda Irama sedang asik berkebun. Datanglah pembantu dengan membawa telepon genggam milik Bunda Irama.


"Nyonya, ada telepon." ucap pembantu dirumah Selena.


Bunda Irama menoleh dengan kerutan didahinya. Telepon dari siapa? tidak mungkin dari suaminya, karena suaminya jam jam pagi sudah sibuk dengan pekerjaannya.


"Telepon dari siapa?" Bunda Irama bertanya.


Pembantu itu menggeleng. "Gak ada nomernya nya, dari tadi telpon terus." jawab pembantu dirumah Selena.


"Nomernya gak ada dikontak? lah siapa tuh?"


" Mending diangkat gak yah mbak?" lanjut Bunda Irama bertanya.


"Diangkat aja deh. takutnya nanti penting malah gak diangkat. nanti kalau saya kena hipnotis mbak harus sadarkan saya yah." Bunda Irama jadi was was.


"Tapi nya kalau nanti saya ikutan kehipnotis gimana?" Pembantu rumah Selena juga ikut waspada.


Bunda Irama menggeleng. "Gak lah, kayaknya efeknya cuman buat satu orang yang ngangkat telepon. atau gak kamu aja yang angkat telepon ini, saya mau standby."


Pembantu itu menggeleng. "Nyonya aja udah yang angkat telepon, saya siaga saja dibelakang nyonya."


Setelah perdebatan kecil akhirnya dengan perasaan waspada Bunda Irama mengangkat telepon.


"Halo." ucap Bunda Irama sebagai permulaan.


"Halo. apakah benar ini ibunda dari Selena?" tanya seseorang disana.


"Benar, saya bundanya Selena, ada apa yah? apa ini dari pihak sekolah?" Bunda Irama takut jika Selena berbuat kesalahan disekolah, padahal sudah waktunya pulang. Bunda Irama baru sadar Selena belum pulang dari tadi, padahal biasanya Selena sudah pulang jam segini.

__ADS_1


"Enggak Bu. Saya cuman mau ngasih informasi kalau ananda Selena kecelakaan dijalan buk bersama satu temannya, cowok." jawab penelepon itu.


Jantung Bunda Irama tiba tiba terhenti mendengar kabar buruk tentang Selena. Bunda Irama pingsan, untungnya pembantu yang berada dibelakang tubuh Bunda Irama sigap menangkap tubuh Bunda Irama.


"Waduh ada apa ini? apa nyonya udah kena efek hipnotis? tapi kenapa malah pingsan? bukannya kalau hipnotis itu plonga plongo?" pembantunya bingung sendiri jadinya.


"Halo buk. Halo buk." terdengar suara dari telepon genggam milik Bunda Irama.


Pembantu yang dikenal dengan nama Sri itu menoleh menatap telepon genggam milik bosnya. Sri agak ragu ragu mengambil telepon genggam milik bosnya karena takut kena hipnotis.


"Eh penipu jangan kau kira aku akan kena hipnotis yah." teriak Sri.


"Halo mbak mbak? mbak beda lagi sama bundanya Selena?" sipenelepon jadi bingung.


"Loh kamu kenal non Selena? darimana kamu dapet info non Selena. dasar penipu, udah ngumpulin informasi apa aja kamu." Sri kesal.


"Loh? saya penipu? saya gak nipu mbak, Selena benar benar kecelakaan, nih saya ikut masuk ambulance." ucap sipenelepon.


"Hah! non Selena kecelakaan? waduh. terima kasih mas atas informasinya. kalau boleh tau non Selena dibawa kerumah sakit mana yah mas?" Sri berusaha tenang.


"Dirumah sakit daerah A mbak." jawab sipenelepon.


"Baik sekali lagi terima kasih mas, saya akan segera kesana."


Sambungan telepon diputuskan. Sri segera meminta bantuan dengan pembantu lain untuk membawa tubuh Bunda Irama karena Bunda Irama keadaanya belum sadar, Sri menelepon Bagas. Bagas segera menuju kelokasi rumah sakit tanpa basa basi setelah mendengar kabar dari Sri.


*Bagas tergesa gesa masuk kedalam rumah sakit. Bagas lari menuju ke resepsionis.


"Ada yang bisa saya bantu mas?" Tanya resepsionis itu setelah melihat Bagas lari lari.


"IGD mana mbak?"


Resepsionis itu menunjukan arah jalan. Bagas segera berjalan sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Resepsionis.


Bagas sudah sampai didepan ruang IGD.


bentar bentar author kurang tau yah harusnya korban kecelakaan itu dibawa ke IGD atau UGD? maaf yah temen temen author gak tau. mohon maaf jika ada kesalahan.

__ADS_1


Author kasih kalian scene lucu dari Sri nih biar gak terlalu puyeng sama masalah Selena yang baru datang. Gimana lanjut mau ada scene ngakaknya? atau sampai disini saja scene sri nya? bukan Sri difilm Sewu Dino yah.


__ADS_2