My Ketos

My Ketos
44


__ADS_3

Sudah satu minggu Selena kembali sekolah, Selena kembali disibukkan oleh berbagai macam pelajaran dan juga pekerjaan rumah yang setiap hari pasti dikasih. Selena juga sibuk berlatih basket karena minggu depan lomba basket akan dimulai, Selena harus esktra berlatih, Selena sampai haris dispen untuk tidak mengikuti pelajaran dan tidak datang saat eskul cinematic hanya untuk berlatih, Kak Raen sampai menghubungi Selena agar ikut eskul cinematic, tapi karena jadwal eskul cinematic bertabrakan dengan jadwal latihan basket akhirnya Selena harus memilih salah satu. Semoga usaha Selena giat berlatih membuahkan hasil yah.


Ditengah lapangan dengan terik matahari yang menyengat, suara penonton yang nyaris tidak terdengar , Selena berusaha untuk mengambil bola basket yang ada ditangan Viano.


Viano melempar bola basket ke arah Selena, ada peluang untuk Selena bisa mendapatkan bola basket itu, tapi Selena tidak bisa meraih bola itu karena terlalu tinggi dan bola itu melesat jauh kebelakang tubuh Selena. Sekarang bola itu ada ditangan Agli, Selena menjadi kesal karena sikap Viano yang dari hari ke hari semakin parah.


Selena masih berusaha untuk mencetak gol. Pertandigan pun selesai dan dimenangkan oleh tim basket putra.


Tim basket putri merasa kecewa karena tidak bisa memenangkan pertadingan.


“Lu sih Sel kurang fokus pas tadi main.” ketua tim basket putri menyalahkan Selena.


“Fokus dong sel.” wakil ketua tim basket juga ikut menyalahkan Selena.


Selena menatap wajah kedua orang itu. “Gue gak salah yah, gue udah memaksimalkan tenaga gue, emang takdirnya aja kita kalah terus sama mereka.”


Tiba tiba Viano meraih tangan Selena dan mengengam tangan Selena.


“Bukan salah Selena aja, kalian kurang komunikasih dan juga harusnya ada yang jaga dibelakang Selena.” ucap Viano.


Selena menatap wajah ganteng Viano. ‘Tumben bener omongannya kali ini.’ batin Selena.


Viano melepaskan tangan Selena, “udah sana kalian istirahat dan besok lanjut latihan lagi.’ ucap Viano.


Teman teman Selena meninggalkan Selena yang masih bersama dengan Viano.


“Udah sana lo ganti baju dulu diruang ganti.” perintah Viano.


Selena mengangguk dan meninggalkan Viano.


Selena telah berganti pakaian, karena sudah selesai akhirnya Selena keluar dari ruang ganti. Ada tangan yang sudah mengengam tangan Selena, ternyata yang mengemgam Selena adalah Viano. Viano sudah dari tadi menunggu Selena selesai ganti baju.


“Bikin kaget aja lu.” ucap Selena.


“Lama.” Viano malah mempermasalahkan waktu Selena berganti baju.


Selena tidak mau merasa bersalah. “Lah lo aja yang gak ngomong mau nemuin gue dulu, kalau lo ngomong pasti gue bakalan cepet.”


“Lo nemuin gue mau apa?” Selena bertanya.


Viano menatap wajah Selena kemudian menjawab, “pulang bareng.”


Selena menggeleng. “Gue gak bisa pulang sekarang.”


“Kenapa?” Viano bertanya.

__ADS_1


“Gue harus ikut eskul cinematic dulu mumpung ada waktu.” ungkap Selena.


“Gue udah disuruh kak Raen dari tadi.” lanjut Selena.


Viano menganggukan kepalanya. “Oke, gue bakal nungguin lo sampai eskul selesai.”


“Yaudah.”


Selena dan Viano berjalan bersampingan, Mereka berdua sudah didepan pintu ruang teather.


“Gue masuk dulu yah, lo bisa nungguin diluar atau lo bisa ninggalin gue dulu, nanti kalau gue mau pulang gue telfon lo.” ucap Selena.


“Oke.” jawab Viano.


Selena masuk kedalam ruang teather, Raen yang didalam ruangan langsung tersenyum melihat kedatangan Selena, Raen melambaikan tangannya kepada Selena.


“Halo Sel.” Raen menyapa Selena.


“Halo kak, maaf Selena telat semuanya.” Selena menyapa orang yang datang eskul.


Raen mengangguk memaklumi. “Iya gak apa apa. Lagian itu juga harus didahulukan sih, malah seharusnya aku yang minta maaf paksa paksa kamu biar datang.” ungkap Raen.


“Enggak salah kak Raen. Jangan merasa bersalah kak.”


“Gimana cuman mau lihat lihat atau mau ikut materi eskul ini?” tawar Raen kepada Selena.


Waktu sudah berjalan sampai jam 4 sore,  Selena ijin untuk pulang. Selena sudah sampai keluar dari ruang teather, tiba tiba Raen datang melangkah menuju kearah Selena. Raen menghentikan Selena yang ingin segera pergi.


“Ada apa kak?” Selena bertanya.


“Ayok pulang bareng sama gue mau?” tawar Raen.


“Aduh kak itu, tapi Selena udah...” kalimat Selena mengantung, tapi jari Selena menunjuk seseorang yang sudah stand by didepan ruang sebelah ruang teather.


Raen memperhatikan siapa yang ditunjuk Selena, ternyata sudah ada Viano yang menunggu Selena dari tadi, Raen jadi mengurungkan niatnya.


Viano juga sedang memperhatikan Selena dan Raen.


“Udah sama Viano?, yaudah hati hati yah, gue duluan.” Raen pamit kepada Selena.


“Iya kak, Kakak juga harus hati hati dijalan.” ucap Selena.


Selena melangkah menuju kearah Viano.


“Ayok pulang.” Ajak Selena kepada Viano.

__ADS_1


Viano mengangguk dan berjalan didepan Selena, kalau Viano berjalan didepan Selena, sudah pasti Selena akan ketinggalan.


“Vin, jangan cepat cepat dong jalannya.” ucap Selena.


“Lo sih lambat banget jalannya.”


Kalau Selena meminta Viano untuk jalan lambat pasti ujung ujungnya Viano malah meledek Selena.


“Gak kak Bagas, gak lo semua nya aja meledek gue.” kesal Selena.


Viano menghentikan langkahnya, sontak membuat Selena menubruk punggung Viano. Viano tertawa karena melihat ekspresi kesal dari Selena.


“Ih lo kok ngeselin sih pasti belajar dari bang Bagas yah?” ucap Selena.


“Iya mungkin ketularan virusnya bang Bagas.” jawab Viano.


Viano mengelus rambut Selena, “sana lo duluan yang jalan.” Viano mempersilahkan Selena untuk jalan didepannya, Selena langsung berjalan duluan.


Selena dan Viano sudah masuk kedalam mobil. Viano menjalankan mobilnya membelah jalanan. Ditengah perjalanan Viano bertanya kepada Selena.


“Lo mau ikut gue keluar jalan,  atau mau langsung pulang?”


Selena antusias dengan ajakan Viano. “Mau dong ikut sama lo.”


“Oke.”


“Jauh gak?” tanya Selena kepada Viano.


Viano menggeleng, artinya tempat yang akan dituju Viano tidak jauh dari jalan sekarang.


Selena jadi penasaran, Viano akan mengajaknya kemana yah? daripada penasaran Selena sebaiknya bertanya. “Emangnya kita mau kemana?”


“Rahasia.” jawab Viano.


Jawaban Viano membuat kesal Selena, padahal Selena sudah antusias eh karena tempatnya masih rahasia jadi Selena membayangkan kemana mereka akan pergi.


Mobil milik Viano berhenti didekat taman kota. “Kita mau ketaman?” tanya Selena.


Viano menggeleng. “Kalau gak ketaman kenapa lo berhenti disebelah taman?” Selena jadi semakin penasaran.


“Kita mau beli bunga ditoko bunga, lo mau ikut turun beli bunga atau mau turun ditaman?” Viano bertanya.


“Gue mau ikut ke toko bunga dong, setelah itu kita juga jalan jalan ditaman kan?” Viano mengangguk menanggapi pertanyaan Selena.


~~

__ADS_1


See you next chapter


__ADS_2