My Ketos

My Ketos
95


__ADS_3

Selena memasuki ruangan pemeriksaan bersama Bagas. Setelah diperiksa, Selena masih berbaring dikasur, tangan Selena mengengam erat tangan Bagas.


"Jangan takut." ucap Bagas memberi kalimat penenang.


Walaupun diberikan kalimat penenang tapi tetep saja membuat Selena gugup.


dokter kembali menuju mendekat kearah Selena.


"Bagaimana dok? hasil pemeriksaan tadi?" Bagas langsung bertanya.


"Ada keretakan ditulang punggung ananda Selena. Sepertinya saat kecelakaan, kaki ananda terkena benda tumpul." ungkap dokter.


Selena sedih ternyata ada keretakan tulang, bagaimana nih? tapi syukurlah Selena masih bisa bernafas sampai sekarang.


"Apakah itu tidak bisa sembuh dok?" Selena bertanya.


Dokter itu menggeleng, "untungnya retaknya itu tidak parah, masih bisa sembuh, apalagi kamu masih dimasa pertumbuhan. Masih ada kesempatan sembuh banyak. yang penting punggung kamu jangan berbenturan dengan benda keras, karena bisa memperparah."


Bagas lega karena adiknya tidak terlalu parah.


"Saya juga mau bertanya dok, kondisi teman saya bagiamana? apakah lebih parah dari saya? saya denger dia kritis dan lebih parah dari saya keadaannya." Selena bertanya karena masih khawatir dengan Baru.


"Keadaanya memang lebih parah dari kamu, tapi dia sudah siuman, cuman yah tidak bisa bergerak lebih. Setelah ini kayaknya dia yang bakal diperiksa." dokter itu menjawab.


"Apa saya bisa menjenguk teman saya dok?"


dokter itu menggeleng. "Kamu harus fokus dengan kesembuhan kamu sendiri. Jangan dipikirkan, kalau kamu sudah sembuh, kamu bisa bertemu lagi dengan teman kamu itu, yang terpenting kamu sembuh dahulu." ungkap dokter.


Selena tersenyum sambil menganggukan kepalanya. "Baiklah dok, saya akan sembuh secepatnya."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selena dan Bagas sudah kembali diruang rawat Selena.


"Bang, bunda sibuk banget yah? kok belum kesini sih? Selena udah kangen bunda nih." ucap Selena.


Bagas menggeleng. "Bunda nanti kesini sama ayah. Jadi kamu jangan khawatir." jawab Bagas.

__ADS_1


"Tapi bunda gak mungkin gitu, walaupun nunggu kedatangan ayah, tapi bunda pasti kesini duluan, dia pasti nengok in aku bang." keluh Selena.


Bagas memeluk tubuh Selena. "Ingat kata dokter jangan kepikiran apa apa, yang penting sembuh dulu. Kan ada Abang disini, emangnya kurang yah? atau Abang gak usah dateng aja?"


Selena menggeleng. "Abang jahat banget sih, Selena masih butuh Abang disini. Selena takut nanti kalau Selena sendirian dirumah sakit besar." ungkap Selena.


Bagas melepaskan pelukannya dan menatap Selena, "kamu takut kenapa?"


Selena mendekat kearah Bagas, Selena akan membisikan sesuatu ditelinga Bagas. "Rumah sakit terkenal horor bang, takutnya nanti yang suntik Selena bukan dokter beneran." bisik Selena ditelinga Bagas, Selena melakukan ini agar para hunta tidak mendengar ucapan dari Selena. Padahal para hunta pasti mendengar walaupun diucapkan didalam hati, mereka masih bisa mendengar. Jadi takut deh.


Bagas tertawa terpingkal pingkal. "Jaman sekarang gak ada begituan, jangan percaya. Yang ada setannya itu manusia."


Selena cuman bisa diam karena Selena takut jika nanti hunta marah dengan perkataan Bagas dan Selena juga ikut mendapatkan akibat dari kemarahan para hunta.


"Bang jangan asal bicara." nasehat dari Selena.


Bagas malah semakin menjadi jadi. "Alah gak usah percaya begitu lagian.." belum melanjutkan perkataannya tiba tiba ada suara hihihihi dari ruangan sebelah.


Bagas menatap Selena, Selena juga menatap Bagas, mereka berdua saling menatap. Bulu kuduk mereka berdua berdiri.


"Dek, ruangan sebelah bukannya kosong?" lirih Bagas.


Bagas dan Selena jadi takut sekarang. Bagas menghirup udara berusaha untuk menenangkan pikirannya yang kalut.


"Jangan berpikiran yang gak gak, mungkin disebelah udah ditempati sama orang, dan mereka lagi pesta jadi mereka cekikikan."


Bagas benar benar tidak bisa berpikir saat ketakutan. Membayangkan jika ruangan sebelah memang ada penunggunya.


"Salah Abang sih, kan udah Selena peringatin." ucap Selena.


"Selena mau tidur aja deh, Selena takut banget." Selena menutup dirinya dengan selimut dan tidak memikirkan nasib Bagas.


Bagas celingukan, otak Bagas sekarang tidak bisa diajak kerjasama.


Bagas berusaha untuk menutup matanya dan tenang agar Bagas bisa berpikir dengan jernih.


Bagas melangkah sedikit demi sedikit tanpa menimbulkan suara karena takut yang diruangan sebelah mampir dan bertemu dengan Bagas, kan gak lucu.

__ADS_1


Bagas merebahkan tubuhnya dikasur yang disediakan.


BTW Author pernah nginep diruangan VIP disalah satu rumah sakit disana tersedia kasur untuk penjeguk atau yang jaga.


Bagas segera memejamkan mata, tapi suara diruangan sebelah masih samar samar terdengar. Karena ketakutan dan juga kelelahan, Bagas akhirnya bisa tertidur tenang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Bang bangun bang, bangun." suara lirih seorang perempuan membangunkan Bagas.


Bagas sudah bangun tapi mata Bagas masih tertutup rapat karena takut jika didepannya ada makhluk halus.


"Bang elah bangun bang, Selena mau makan nih, belum dianter sarapannya." Selena berteriak karena dari tadi membangunkan Bagas tapi Bagas masih saja tertidur bikin kesel Selena aja.


Bagas membuka matanya dan duduk sambil merentangkan kedua tangannya.


"Mau makan? udah jam berapa sih? kok belum dianter makanannya?" Bagas bertanya dengan suara serak khas bangun tidur.


"Udah jam tujuh lebih, kayaknya sebentar lagi deh sarapannya dateng, tapi Selena gak mau sarapan masakan rumah sakit." ungkap Selena.


Bagas menatap Selena, "kenapa gak mau masakan rumah sakit? masakan rumah sakit itu udah dibuat sesuai dengan kebutuhan gizi kamu. Jangan mubazirin makanan." nasehat dari Bagas.


Selena mencibir Bagas. "Jangan suka nasehatin Selena bang kalau Abang sendiri masih suka bangun jam tujuh, katanya kalau bangun kesiangan jodohnya dipatok orang loh, mungkin gara gara itu Abang masih jomblo sampai sekarang." Selena tertawa terpingkal pingkal karena bisa menjaili abangnya. Biasanya Bagas yang menjaili Selena tapi sekarang Selena membalas perbuatan Bagas.


Bagas melototkan matanya tidak terima. "Awas aja kalau Abang sebentar lagi nikah, kamu gak ada temen nanti dirumah."


Selena terdiam dan meresapi kata kata Bagas yang ada benernya.


"Udah deh bang, kamu beliin Selena makanan aja yah, cuci muka setelah itu kamu beliin adek mu tercinta ini sarapan."


"Mau sarapan apa emangnya?" Bagas bertanya.


"Selena pengin bubur ayam bang. sama donat kayaknya enak deh, kalau bisa es jeruk juga bang. mantep dah kalau perpaduan semua itu." Selena ngiler sendiri membayangkan beberapa makanan.


"Es jeruk? kamu itu masih sakit jadi jangan sembarangan makan."


Selena menatap Bagas tidak terima, "yang sakit itu kepala sama punggung Selena, jadi perut Selena itu baik baik aja, jangan lebay deh udah kayak emak emak aja. semua sakit dikira dari es apa." cibir Selena.

__ADS_1


Bagas tanpa berdebat lagi langsung melangkah keluar dari ruang rawat Selena, kalau mereka melanjutkan berdebat yang ada gak akan sarapan.


__ADS_2