
"Saya iri dengan kamu Sel, kamu mendapatkan banyak perhatian dari semua orang, dan aku ingin mendapatkan perhatian yang kamu dapatkan, hanya itu tidak lebih." jawab Sabrina dengan kepala menunduk.
Wah Selena tercengang mendengar alasan dari Sabrina, cuman gara gara kurang perhatian? menjadikan seseorang membenci orang lain.
"Lalu alasan kamu apa?" Kali ini Selena bertanya kepada Erna.
"Saya hanya terhasut oleh seseorang. Maafkan saya kak."
Sepertinya Selena tau Erna dihasut oleh siapa.
"Sudahlah tidak ada waktu untuk menyesal, semuanya sudah terjadi." ucap Selena.
"Apa alasan mu kak Dania? aku dengar kamu dalang dari semua ini."
Dania mengangguk lemah, "yah memang aku dalang dari semua ini."
"Lalu apa alasan kak Dania berbuat seperti itu?" Selena bertanya.
Dania menatap Selena. "Kamu pasti sudah tau alasannya Selena. jadi kamu tidak usah bertanya."
Susah sekali mengulik alasan Dania.
"Pak saya akan memaafkan mereka bertiga, jika mereka bertiga sudah selesai melaksanakan hukuman mereka."
Kepala sekolah dan guru BK mengangguk.
"Kalian bertiga harus berterimakasih kepada Selena." perintah guru BK.
"Terima kasih Selena." ucap Sabrina dan Erna berbarengan, namun tidak dengan Dania, Dania tetap diam.
"Pak apa saya sudah boleh ke kelas?" Selena bertanya untuk memastikan.
Kepala sekolah mempersilahkan Selena untuk kembali kekelas. Selena segera pergi dari ruang kantor BK.
*Suasana istirahat pertama dikantin sangatlah ramai, untung saja Baru, Selena dan Auzi sudah mendapatkan tempat duduk.
"Hari ini siapa yang giliran pesen?" Baru bertanya.
Selena dan Auzi saling tatap menatap.
Auzi menunjuk Selena, Selena menunjuk Auzi mereka berdua saling tunjuk.
"Bukannya kali ini giliran Lo Zi?"
Auzi tidak terima, "enak aja, gue udah pernah kali. hari ini tuh bagian Lo yang mesen."
Selena menggeleng. "Bukan gue yah, gue juga udah pernah mesen makanan kok."
__ADS_1
Baru menggelengkan kepalanya, pusing sekali jika kedua sahabat perempuannya udah mulai saling debat.
Baru bangkit, "udah biar gue aja yang pesen. dari awal juga padahal bagian kalian tapi pada gak mau ngaku."
Baru melangkah untuk memesan makanan dikantin.
Selena menatap Auzi, "kenapa Baru ngak tanya makanan kita? apa jangan jangan dia cuman mau pesen buat dirinya sendiri?" Selena sudah negative thinking.
Auzi menggelengkan kepalanya. "Gak gue percaya Baru pasti mesenin kita makanan kok."
"Untung yah Baru peka banget sama sahabatnya. tapi kasian juga sebenarnya banyak cewek yang mau deketin Baru, mereka malah menghindar karena taunya diantara kita ada yang something." ungkap Auzi.
"Kata siapa tuh? gue gak pernah tau ada cewek yang naksir Baru."
Auzi mencebikan bibirnya. "Yah Lo terlalu fokus sama pacar Lo sampai kita sahabat Lo ini udah mulai terlupakan."
"Enggak lah gue sampai saat ini masih peduliin sahabat sahabat gue yah."
Auzi tentu tidak percaya dengan perkataan Selena yang banyak bohongnya.
"Coba gue mau tanya Lo, kalau disuruh milih kak Viano sama Gue dan Baru, Lo mau pilih siapa?" Auzi serius bertanya kepada Selena. Auzi sangat menanti jawaban dari mulut Selena.
Selena sedang memikirkan jawaban. "Gue pasti bakal pilih Viano lah." jawab Selena pasti.
Benar sesuai dugaan Auzi pasti Selena lebih memilih sang pacar.
"Nih gue pesenin bakso satu gak pakai saos, soto satu pedes dan minumannya es jeruk." Baru meletakan makanan kesukaan kedua cewek dihadapannya. Baru seperti mempunyai dua pacar.
Selena segera mengambil Soto kesukaannya, "makasih Baru, Lo emang sahabat ter the best." puji Selena.
Selena dan kedua sahabatnya makan makanan yang telah dipesan. Setelah selesai mereka kembali kekelas.
*"Sel Lo pulang sama siapa?" Baru, Selena dan Auzi berjalan berdampingan, mereka bertiga akan meninggalkan sekolah karena sudah waktunya pulang.
Selena mencebikan bibirnya.
"Mau pulang sama gue?" tawar Baru.
Selena terdiam tidak berani cepat cepat mengambil keputusan. "Nanti dulu yah Bar, gue harus nelfon pacar gue dulu, dia mau pulang bareng gue atau mau rapat OSIS, kalau dia rapat OSIS gue nebeng sama Lo yah." Baru dijadiin opsi kedua guys.
Auzi menatap Baru melas. "Lo sama.gue aja Ru kalau Selena pulang sama kak Viano." kasian kan kalau Baru pulang sendiri. Lumayanlah Auzi juga ingin menghemat uang.
Selena menghubungi Viano, dan lagi lagi ternyata Viano ada rapat OSIS. Viano sudah super sibuk karena memang sudah kelas 12, Viano harus serius ditahap kelas 12 karena saat kelas inilah penentu untuk masa depan.
Selena menghela nafas, hari berganti hari ternyata intensitas Selena bertemu dengan Viano semakin jarang.
"Gimana Sel? Kak Viano jadi mau pulang bareng sama Lo?" Auzi bertanya.
__ADS_1
Selena menggeleng.
"Jadi Lo nebeng Baru dong?" Selena mengangguk.
Auzi menghela nafas, gak jadi hemat deh uang Auzi. Baru senang bukan kepalang. Walaupun Selena sudah punya pacar, Baru siap kok kalau jadi yang kedua.
"Ya udah gue ke depan yah mau nunggu gojek." ucap Auzi. Kedua sahabatnya mengangguk.
Selena dan Baru melangkah menuju ke parkiran. Baru menghentikan langkah.
"Ada apa Bar?" Selena bertanya.
Baru menoleh, menatap Selena. "Lo disini aja yah nunggu gue ambil motor, ouh yah gue lupa gak bawa helm. Gimana nanti tetep mau nebeng gue atau pulang sendiri?"
Selena terdiam sedang mengambil keputusan.
"Gak apa apa deh, gue ikut sama Lo aja, jarak kesekolah ke rumah gue gak jauh jauh amat."
Fungsi helm itu untuk melindungi kepala pengendara ataupun penumpang bukan dipakai hanya saat berpergian jauh jauh saja.
Baru mengangguk. Baru melangkah untuk mengambil montornya.
Selena dengan sabar menunggu kedatangan Baru.
"Woi Sel." panggil seseorang.
Selena menoleh, "ouh hai kak Raen." Selena menyapa kakak kelasnya yang tampan rupawan.
Raen menoleh kanan kiri, "kenapa Lo belum pulang? masih nunggu Viano?"
Selena menggeleng. "Gak kak, aku gak pulang sama Viano hari ini." jawab Selena.
"Loh kenapa?" Raen jadi kepokan. Kalau Selena tidak diantar Viano, maka ada kesempatan Raen untuk berduaan nih sama Selena.
"Kak Vianonya lagi ada rapat OSIS, maklum kelas dua belas mungkin mau ada perpindahan jabatan."
"Kalau gitu Lo pulang sama gue aja." tawar Raen.
Selena menggeleng, "gak kak Selena udah bareng sama temen,"
"itu temen ku kak." Selena menunjuk Baru yang tepat saat itu keluar dari parkiran motor siswa.
Raen memperhatikan Baru, 'saingan gue nih.' batin Raen.
"Ya udah kalau gitu Selena duluan yah kak." Selena naik kemotor Baru. Baru tidak menyapa Raen karena Baru tidak mengenal Raen. Baru langsung mengeras motornya meninggalkan sekolah.
Guys mungkin chapter atau bab ini diupload setelah author melaksanakan utbk.
__ADS_1
Author minta doanya yah semoga author bisa keterima disalah satu PTN yang author minat.