
"Weh hebat juga yah sahabat ku ini. Terlalu pede. Belum tentu Selena cuman mau sama Lo." ungkap Reven.
"Lagian kalau gue keren kayak Viano, pasti Selena maunya sama gue." Agli percaya diri sekali.
Viano menggelengkan kepalanya. "Lihat aja dia dikejar banyak cowok juga pemenangnya gue." Viano melahap makanannya.
"eleh mungkin sama Lo dipelet." Canda Agli.
Viano melempar sendok ke Agli. "Jujur aja Lo pasti cemburu ya kan?" Viano meledek Agli.
Reven tertawa terpingkal pingkal. Reven sadar sikap Viano berubah, mungkin sekarang Viano sudah bisa bercanda.
Mereka bertiga lanjut makan. Viano sudah tidak mau lagi bercanda dengan Agli, takut Agli marah. Walaupun kelihatannya Agli cengengesan tapi kalau marah wah bikin Viano ketar ketir. Karena kalau marah Agli selalu membuat geger. Pernah Viano membuat Agli marah dan akibatnya banyak perempuan yang menjauh dari Viano, karena Agli meng-upload foto dirinya dengan Viano dengan caption kalau Viano tidak bisa menjauh dari Agli, cewek cewek jadi ifeel sama Viano.
"Kalau cewek tiba tiba marah sama cowok itu kenapa yah?" tiba tiba Viano bertanya.
"Yah karena Lo cowok jadi wajib dimarahin." ucap Reven.
"Gue setuju sama perkataan dari Reven." sahut Agli.
"Padahal kayaknya gue gak marah sama dia kok, gue juga gak selingkuh atau ngechat perempuan sama sini tapi kok tiba tiba dia bad mood." Viano menuangkan perasaannya.
"Kan udah dibilang karena Lo cowok jadi serba salah. Yang selalu bener itu cewek."
Viano dalam hati membenarkan perkataan dari Reven.
"Tutor dong cara bikin cewek gak bad mood lagi. caranya gimana?" Viano bertanya kepada dua sahabatnya itu.
"Lo ajak dia jalan jalan aja. Kalau gak jajanin dia makanan manis." saran dari Reven.
Jangan tanya saran dari Agli, karena Agli jomblo jadi Agli tidak bisa memberikan saran. Maklum belum pernah pacaran jadi gak tau.
__ADS_1
"Oke gue terima saran Lo."
"Makasih bro." Viano menepuk bahu Reven.
Viano dan kedua sahabatnya melanjutkan aktifitas sarapannya.
Sebelum bel berbunyi, mereka bertiga kembali masuk ke kelas. Mereka bertiga mengikuti pelajaran.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Selena menunggu kedatangan Viano. Selena melangkah menuju kearah parkiran, diparkiran belum ada tanda tanda Viano.
"Hem lama banget." gumam Selena.
Dibelakang tubuh Selena, ada seseorang yang menatap Selena dengan kebingungan.
"Sek." orang itu memanggil Selena.
Reven duduk disebelah Selena.
"Lagi nunggu Viano?" Reven bertanya.
Selena segera mengangguk membenarkan pertanyaan dari Reven.
"Viano tadi ada rapat dadakan Sama pengurus inti OSIS." ungkap Reven
"Emangnya Viano gak ngomong sama Lo?" lanjut Reven bertanya kepada Selena.
Selena menggeleng. "Mungkin karena dadakan dan Viano sibuk jadi lupa ngabarin aku kak."
"Ouh begitu. Gue pulang duluan yah? mau nawarin Lo tumpangan tapi nanti takut ada yang marah." ucap Reven
__ADS_1
Selena tersenyum dan mengangguk. "Hari hati dijalan kak."
Setelah itu Reven menjauh dari Selena.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Viano membuka pintu ruang OSIS. Tidak lupa Viano menutup pintu ruangan OSIS. Viano segera masuk kedalam ruangan itu, katanya ada rapat tapi kenapa masih sepi sekali.
Viano mengedarkan matanya meneliti disetiap ujung ruang OSIS. Ternyata ada Dania yang sedang sibuk mengotak Atik teleponnya.
"Dan, yang lain kemana?" Viano bertanya kepada Dania.
Dania menoleh kearah Viano kemudian Dania tersenyum.
"Mereka pada gak bisa jadi yah dibatalin tiba tiba." jawab Dania.
Viano menatap Dania dengan mata memicing.
"Kok bisa? Udah ngabarin rapat tiba tiba katanya ada masalah, gue gak tau lagi kalau ada masalah dan ini tiba tiba batalin rapat padahalkan gue ketuanya,"
"Siapa yang bertanggung jawab dirapat kali ini?" Viano menumpahkan amarahnya.
"Wakil ketua?" Viano memberondong Dania dengan banyak pertanyaan.
Dania menunduk kemudian Dania menghadap kearah Viano. "Sebenarnya ini cuman akal akalan gue Vin. Gue mau ketemu Lo. Kemarin kemarin jarang banget ketemu sama Lo. Jadi gue ngide kayak gini. Tolong yah jangan salahin orang lain."
...----------------...
Yeay
kira kira gimana yah terusan kisah Selena dan Viano?
__ADS_1