My Ketos

My Ketos
52


__ADS_3

Dania menggeleng tidak percaya dengan Viano. “Kenapa sih Vin, lo terus ngejar ngejar dia? ada gue Vin.”


“Kenapa lo gak sama gue aja?” lanjut Dania.


Viano menggeleng. “Kenapa harus dia Vin? kenapa bukan aku?” Dania sedih karena Viano memilih Selena.


Viano tertawa sambil menatap wajah Dania, “karena dia selalu ada disaat gue butuh banget lo. Dia itu pengganti lo!” Viano kesal dengan Dania.


Viano tidak memperdulikan Dania, Viano melangkah meninggalkan Dania. Viano segera mengejar Selena yang sudah lumayan jauh. Viano terlambat karena Selena sudah pergi menaiki taksi. Selena sepertinya benar benar salah paham.


Viano meninju angin karena kesal.


Viano masuk kedalam rumah, wajah Viano terlihat garang sekarang. Viano segera masuk kedalam kamarnya. Dania masih berada didalam kamar Viano, Viano muak sekali dengan sikap Dania.


“Keluar lu Dania!” Viano sekarang mengerikan sekali.


Dania menggeleng tidak setuju, “Vin lo harus sadar.”


“Gue udah sadar sekarang Dan. Gara gara lo gue jadi banyak masalah.” ungkap Viano.


“Sekarang gue mohon lo untuk keluar.”


Dania menitihkan air matanya. Dania mengalami patah hati sekarang. Dania segera keluar dari kamar Viano. Dania kesal karena sekarang dihati Viano hanya ada Selena dan Selena.


Viano merasa dirinya semakin drop, mungkin karena banyak pikiran. Sekar yang merasa bahwa anaknya masih sakit akhirnya menemui Viano. Sekar memeriksa tubuh Viano terlebih dahulu, merasa Viano semakin parah, Mama Sekar memutuskan untuk membawa Viano kerumah sakit, mama Sekar takut jika keadaan Viano semakin parah.


Viano sudah dibawa keruang pemeriksaan. Mama Sekar menanti penjelasan dokter dengan perasaan was was. Dokter keluar dari ruang pemeriksaan.


“Gimana keadaan anak saya dok?” Mama Sekar memberondong dokter dengan pertanyaan.


Dokter itu tersenyum menanggapi pertanyaan dari Mama Sekar. “Keadaan anak ibu baik baik saja kok, cuman perlu dirawat saja.”


Mama Sekar mengelus dadanya merasa lega. “Terima kasih dok.”


Sang Dokter pun meninggalkan ruangan rawat Viano.


Mama Sekar segera masuk kedalam ruang rawat Viano, Mama Sekar mengengam tangan anaknya yang dingin.


‘Aduh ada panggilan dari kantor lagi, siapa yang jagain Viano sekarang?’ mama sekar risau.


Terlintas satu nama dipikiran mama Sekar. Mama Sekar meraih handphonenya dan berusaha menghubungi orang yang bisa menjaga anaknya sekarang menggantikan dirinya.


“Hallo tan, ada apa?” suara anak perempuan keluar dari benda pipih milik mama Sekar.

__ADS_1


“Selena bisa bantu tante gak?” Mama Sekar bertanya terlebih dahulu.


“Bisa dong tante.” jawab Selena.


“Kalau begitu kamu bisa datang ke rumah sakit x?”


“Viano dirawat dirumah sakit x karena kondisinya semakin parah.” lanjut mama Sekar.


“Viano masuk rumah sakit tan?” terdengar nada kaget dari Selena.


Selena merasa kembali khawatir dengan keadaan Viano. Tadi saat kerumah Viano, Selena mengira jika keadaan Viano sudah membaik.


“Iya Selena, Viano dirawat, Tante sekarang gak bisa jagain Viano karena harus kekantor. Kamu bisa gak gantian sama tante? tante gak akan lama kok dikantornya.” ucap Mama Sekar.


Selena terdiam sebentar, karena bingung.


“Kenapa gak sama kak Dania aja tan? kan kak Dania tadi dirumah tante.” Selena berusaha mengusulkan


“Dania udah pulang Sel.” jawab mama Sekar.


“Gimana kamu mau gak gantiin tante?” lanjut mama Sekar.


“Baiklah tan, Selena berangkat sekarang.”


Mama Sekar memutuskan telepon dengan Selena. Mama Sekar duduk disofa menunggu kedatangan Selena.


Selena melangkah masuk kedalam rumah sakit X, Selena sedikit mempercepat langkahnya karena khawatir sekali dengan keadaan Viano, Selena ingin memastikan sendiri keadaan Viano.


Selena sudah sampai diruang rawat Viano, Selena membuka pintu ruang rawat Viano. Sekar yang sedang duduk pun langsung berdiri menyambut kedatangan Selena.


“Kamu udah dateng nak? silakan duduk.” ucap Mama Viano.


Selena menuruti permintaan mama Sekar. Mata Selena berkeliaran menatap sekeliling, akhirnya netra Selena dapat menemukan Viano yang masih berbaring diatas brankar.


“Keadaan Viano bagaimana ma sekarang?” Selena bertanya.


Mama Sekar tersenyum menanggapi pertanyaan dari Selena. “Keadaan Viano sudah membaik, sebelum dibawa rumah sakit Viano demam parah.”


Selena mengangguk anggukan kepalanya.


“Tante bukannya mau kekantor?” Selena bertanya.


Mama Sekar menepuk dahinya, “ouh iya keasikan ngobrol sama kamu sih, kalau begitu mama tinggal dulu yah. Kalau mau makan ngomong saja sama tante biar nanti tante pesenin.”

__ADS_1


Selena mengangguk. “Iya tan.”


Mama Sekar bersiap siap untuk pergi kekantor, setelah selesai bersiap siap, Mama Sekar meninggalkan ruangan rawat inap Viano.


Selena sendirian saat ini. Hampa sekali ruangan rawat Viano ini. Namanya juga rumah sakit yah pasti hampa, dirumah sakit kan gak boleh ribut.


Selena menatap tubuh Viano, Selena menundukan kepalanya merasa sedih. Padahal seharusnya sekarang Selena merasa marah, karena mendapati Viano sedang berpelukan dengan Dania. Tapi ada hubungan apa Selena dan Viano? sampai sampai Selena marah, padahalkan mereka berdua hanya sebatas teman.


Saat sedang memperhatikan Viano, Selena melihat tangan Viano gerak gerak tanda seseorang akan siuman. Selena segera memanggil dokter untuk memeriksa keadaan dari Viano.


Tidak lama setelah dipanggil Selena, dokter segera datang bersama dengan perawat. Dokter segera memeriksa keadaan dari Viano.


Viano sudah membuka matanya, sepertinya Viano benar benar sadar sekarang. Viano menoleh kekanan kiri mencari keberadaan seseorang, dan Viano menemukannya. Viano menemukan seseorang yang ingin Viano ajak berbicara.


Dokter disana seperti tidak terlihat.


Viano mengerti tatapan kecewa dari mata Selena.


“Selena,”


“Maaf.” satu kata yang keluar dari Viano saat baru pertama kali siuman.


Viano mencoba mengenggam tangan milik Selena, tapi belum beberapa menit tangan Viano dihempas oleh Selena.


“Gimana dok keadaan Viano?” Selena berusaha untuk tidak peduli dengan Viano yang terus memperhatikan Selena.


Dokter mengatakan jika keadaan Viano sudah lumayan membaik dari pertama kali saat dibawa kerumah sakit. Dokter juga memberitahu keadaan Viano yang terkena demam dan kelelahan. 2 hari lagi Viano sudah bisa diijinkan pulang kerumah jika setiap hari keadaan Viano semakin membaik. Dokter meninggalkan ruangan rawat Viano.


Selena merasa lega. Keadaan Viano ternyata tidak terlalu parah.


Viano terus memperhatikan Selena. Viano terus mengucapkan kalimat maaf, sepertinya sekarang kebiasaan Viano adalah mengatakan maaf. Daripada mendengar Viano yang terus mengatakan maaf, lebih baik Selena akan berbicara dengan Viano sekarang.


“Lebih baik lo diam deh, gue udah maafin lo kok.” ucap Selena.


Viano berusaha bangkit untuk duduk diatas ranjang. Viano mencoba berdiri, Viano melangkah mendekat kearah Selena. Selena yang tadinya duduk, sekarang berdiri karena kaget dengan ulah Viano.


“Lo kok berdiri? tiduran lagi aja!” perintah dari Selena.


Viano tidak menuruti perintah dari Selena, Viano malah semakin mendekat kearah Selena.


~~


Karena author sibuk sekali akhir akhir ini dan juga kedepannya masih sibuk, mohon dimaklumi yah kalau updatetannya lama.

__ADS_1


__ADS_2