
Weh udah 100 bab. Happy banget bisa sampai 100 bab.
*Selena tidur dengan tenang karena kedua orang tuanya memutuskan untuk tidur dirumah sakit. Selena jadi tidak takut lagi dengan makhluk halus. Bagas pulang kerumah karena Bagas juga butuh istirahat dirumah bergantian dengan kedua orang tuannya.
Keesokan paginya Selena sudah bangun. Selena menoleh diruangannya hanya ada sang Bunda. Selena duduk.
"Bun, kemana ayah sama Abang? Abang gak kembali lagi kesini?" Selena bertanya.
"Abang dari malem tadi belum kesini, kalau ayah baru aja pergi, ayah mau ngerjain laporan dulu." Yah seperti itu ayahnya, ayahnya yang selalu membagi waktu dengan baik antara keluarga dan pekerjaannya, walaupun Selena jarang bertemu ayahnya namun Selena sayang dan memaklumi ayahnya.
"Ayah udah kembali kerja Bun?" Selena bertanya.
Bunda Irama mengangguk. "Ayah memang bekerja tapi belum mau pergi ke perusahaannya yang diluar negeri."
Selena mengangguk anggukan kepalanya.
Bunda Irama membersihkan ruangan rawat Selena agar tetap terlihat rapi. Setelah selesai bersih bersih, Bunda Irama duduk disofa.
"Kamu mau makan apa nak?" Bunda Irama bertanya karena Selena tidak mau makan makanan dari rumah sakit.
Selena tersenyum karena bundanya sangat peka sekali. "Aku mau ayam bakar, es jeruk sama bubur ayam. kayak enak Bun."
Bunda Irama menggelengkan kepalanya terkejut dengan makanan yang diinginkan putrinya.
"Kamu mau sembuh?"
Selena langsung mengangguk.
"Jangan minum es." andalan para ibuk ibuk.
"Bun, Selena tuh cuman luka luka itupun luka luar yang dalam cuman patah tulang jadi masih bisa minum es." ungkap Selena.
Bunda menggelengkan kepalanya tidak setuju dengan ucapan dari Selena.
"Kamu itu dinasehati eh malah gak mau. Kalau minum es itu bisa bikin badan kamu itu rawan terkena penyakit." kata siapa? Selena belum mendengar seperti ini dari para dokter. Tapi kalau makan es sachetan yang mengandung banyak gula mungkin bisa bikin sakit.
"Bun, ayolah Selena pengin banget es jeruk."
Bunda Irama tetap kekeh terhadap pendiriannya.
"Bunda beliin ayam bakar sama bubur ayam, nanti minumnya air mineral aja."
Bunda Irama langsung pergi meninggalkan Selena sendirian. Yah Selena tidak bisa minum es jeruk.
Sambil menunggu kedatangan bundanya, Selena bermain ponsel. Selena memutuskan untuk bertukar pesan kepada Auzi.
_Selena_
Zi, lagi ada pelajaran?
__ADS_1
Selena menunggu balasan dari Auzi, sepertinya Auzi tidak melihat ponselnya karena dari tadi pesan dari Selena tidak terbaca.
"lama banget nih anak." gerutu Selena.
Selena jadi berpikir kegiatan Auzi hari ini, Auzi tidak mungkin mengikuti pelajaran dengan benar tekun, biasanya juga Auzi selalu mengajak bicara Selena. Ah pasti Auzi kesepian karena Selena tidak ada.
Tidak lama terdengar suara notifikasi dari ponsel Selena. Selena segera mengeceknya dan ternyata bukan chat dari Auzi melainkan dari Viano.
_Viano_
Good morning bby❤️
Membaca pesan Viano membuat hati Selena auto berbunga bunga, tumben sekali Viano jadi romantis begini. Apakah Viano salah minum obat?.
"Aduh hati gue dag Dig dug." gumam Selena.
Apakah Selena harus memeriksakan hatinya didokter spesialis hati?. Selena memeluk ponselnya, hari ini mood Selena benar benar baik.
Lagi ada suara notifikasi dari ponsel Selena. Selena segera membukanya, Auzi sudah membalas pesan Selena.
_Auzi_
iya ada pelajaran, gue lagi pusing nih. gue plonga plongo sendiri dikelas karena gak ada Lo. Tolong cepat sembuh biar gue ada partner plonga plongo.
Selena tertawa membaca pesan dari Auzi. Wah benar bukan pasti Auzi kangen dengan Selena.
Selena kembali membalas pesan dari Auzi.
_Selena_
Selena menatap teleponnya berharap Auzi segera membalas pesan dari Selena. Yang diharapkan Selena terjadi, Auzi membalas pesan dari Selena.
_Auzi_
Kan kalau jenguk orang sakit harus bawa buah buahan, gue gak punya duit buat beli buah buahan. jadi gue mau nabung dulu kalau udah nyampai uangnya gue bakal jenguk Lo kok.
_Selena_
Gak usah buah buahan juga gak apa apa, yang penting lonharus jenguk gue sama Baru.
_Auzi_
Iya nanti. Lo udah jenguk Baru?
_Selena_
Belum, sekalian aja gue nanti datang sama elo.
Selena mematikan ponselnya karena Bunda Irama sudah datang. Bunda Irama menyuruh Selena untuk segera sarapan karena sebentar lagi Selena akan minum obat.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Auzi masuk kedalam ruang rawat Selena. Selena sudah menunggu Auzi. Melihat Auzi datang membuat Selena tersenyum lebar.
"Halo Selena temen gue." Auzi langsung memeluk tubuh Selena.
Auzi mempererat pelukannya, Auzi lupa jika Selena masih sakit. Selena meringis kesakitan karena ulah Auzi, Auzi segera melepaskan pelukannya. Auzi menatap Selena khawatir.
"Ya ampun maafin gue Sel, gue gak tau kalau punggung Lo sakit." ucap Auzi.
Selena yang masih merasakan sakit hanya bisa tersenyum.
"Gak apa apa kok. salah Lo sih sebenernya karena gak tanya gue masih sakit atau udah enggak."
Auzi menatap Selena kasihan. "Sorry yah, lain kali gue bakal tanya kok."
Auzi meletakan bingkisan. Selena menatap bingkisan dari Auzi itu dengan tatapan bingung, bukannya Auzi tidak punya uang untuk membeli bingkisan?.
"Katanya Lo gak punya duit buat beli buah, itu apa? yang didalem plastik?"
Auzi ikut memperhatikan plastik yang dibawahnya.
"Ouh itu, isinya buah sih. buah jambu lebih tepatnya." jawab Auzi.
Selena semakin merasa curiga. Apakah Auzi mencuri?
"Lo dapet buah itu dari mana?"
Auzi tersenyum menyeringai, wah wah pasti ada yang disembunyikan Auzi nih.
"Lo mau tau banget? atau mau tau aja?"
Selena kesal karena Auzi malah mengajaknya main tebak tebakan. "ET dah Zi, gue kepo nih."
"Yah gak asik gak bisa diajak main."
Selena melemparkan jeruk dari Bagas untuk Auzi, Selena berharap Auzi kena jeruk itu, eh malah Auzi menangkap jeruk itu.
"Wah lumayan nih dapet jeruk gratis."
Selena semakin kesal, kalau tidak bertemu Auzi, Selena merasa kesepian tapi kalau bertemu Auzi selalu bikin kesal.
"Jawab zi, kalau gak Lo gue usir dari sini."
"Tadi bukannya Lo yang minta gue buat datang kesini yah? Lo lupa?" ucap Auzi.
Auzi sibuk memakan jeruk.
Selena kalah deh kalau berdebat dengan Auzi. Selena memutuskan untuk diam, percuma kalau debat dengan Auzi bikin capek aja karena gak akan ada yang mengalah. Melihat Selena yang ngambek, membuat Auzi kasihan.
__ADS_1
"Itu tadi dapet dari pohon punya orang pas gue mau kesini, gue lihat ada pohon jambu biji, besar besar lagi. Karena gue gak punya uang, gue minta deh ke yang punya pohonnya, eh beneran dikasih plus dikasih kreseknya juga."
Selena yang mendengarnya langsung cengo. Kelakuan Auzi benar benar diluar nalar.