
“Saya nasi putih, ayam bakar, salad, es cappucino.” ucap Viano.
Pelayan itu mulai mencatat pesanan dari Viano dan Selena. “Masing masing pemesanan satu yah kak? atau ada yang lebih?”
“Iya kak cuman satu kok.” Selena menjawab.
“Baiklah, mohon ditunggu pesanannya kak.” Pelayan itu mulai meninggalkan Selena dan Viano.
Makanan yang dipesan oleh Selena dan Viano pun datang, Selena dan Viano menyantap hidangan terlebih dahulu. Setelah selesai makan, Viano membayar makanan, dan mengajak Selena untuk kembali menuju tujuan utama.
Selena masuk kedalam mobil Viano, Viano membantu Selena untuk memakai seatbelt. Hati Selena dag dig dug karena posisi Selena dan Viano saat ini sangat dekat.
Viano sudah selesai membantu Selena memasang seatbelt, Selena merasa lega.
“Kita lanjut ke mall yah.” ucap Viano yang diangguki oleh Selena.
Mobil Viano berhenti diparkiran Mall. Selena dan Viano keluar dari mobil. Viano mengandeng tangan Selena untuk memasuki mall. Mereka berdua terlihat romantis.
“Lo mau beliin mama, kado apa?” Viano bertanya kepada Selena.
__ADS_1
Selena diam belum menjawab pertanyaan dari Viano karena Selena sedang kebingungan.
“Apa yah yang bagus buat mama?” Selena kebingungan.
“Terserah sih, mama kayaknya suka semua hadiah.” jawab Viano. Mama Sekar adalah perempuan yang tidak pemilih.
Selena menatap Viano kesal, ditanya malah dijawab terserah.
“Kalau gue beli Make up, skincare sama dress gimana? mama bakal suka gak?” Selena menebak nebak.
“Boleh boleh, yaudah kita beli dress dulu yah.” Viano menarik tangan Selena menuju kesalah satu toko dress.
Tanpa sadar tangan Selena mencubit pipi Viano. Viano menoleh kearah Selena yang masih tersenyum setelah mencubit pipi Viano, Viano jadi salting deh, pipi Viano juga merona. Selena menghentikan tawanya ketika sadar telah berbuat suatu kesalahan.
Viano mengangguk anggukan kepalanya sambil tersenyum, manis sekali ketika Viano sudah tersenyum. “Gak apa apa, mau sekali lagi cubit juga gak apa apa kok.” Viano berusaha menggoda Selena.
Selena menggeleng dan mulai menjauh dari Viano. Selena sedang memilih milh dress yang cocok untuk mama Sekar. Selena menjatuhkan pilihannya kepada dress berwarna cream. Selena langsung membayar dress itu.
Setelah membeli dress, Selena lanjut melangkah ke toko make up. Selena sering melihat bahwa mama Sekar sering memakai make up dari salah satu brand ternama. Selena menuju toko yang menjual make up itu, Selena langsung memilih mascara dan lipstick. Tidak lupa Selena juga membeli satu set skincare, yang biasa dibicarakan mama Sekar dengan Bunda Irama. Setelah puas berkeliling mall, dan sudah menemukan apa yang Selena beli, Viano dan Selena pulang.
__ADS_1
Selena keluar dari mobil Viano. Selena melambaikan tangannya untuk Viano sebagai salam perpisahan, tidak lupa Selena juga mengucapkan terima kasih kepada Viano.
“Hati hati Vin.” ucap Selena.
Viano mengangguk, dan setelah itu Viano melajukan mobil bmwnya menjauh dari rumah Selena.
Selena masuk kedalam rumah. Baru melangkah satu kali, Bagas sudah mulai menggoda Selena.
“Cie yang baru jalan sama gebetan, gimana perasaannya?” Bagas menggoda Selena.
Selena menatap Bagas dengan tatapan sinis. “Diem deh loh, rasanya itu gak bisa diungkapkan dengan kata kata, karena kalau diungkapkan jomblo kayak lo gak bakalan paham.” Selena tertawa setelah mengatakan kalimat ini.
Bagas merasa terkena panah, hati Bagas merasa sakit karena perkataan dari Selena.
“Jahat banget lo dek.” ungkap Bagas.
Selena masih tertawa, Selena tidak bisa berhenti tertawa melihat Bagas dengan tatapan ngenes.
“Salah lo sendiri sih mau goda adeknya.”
__ADS_1
“Udah sana abang pergi aja nyari pacar yang bening.” Selena mengusir Bagas.
Bagas menatap Selena dengan tatapan kesal. “Udahlah modelan kayak gue yang gantengnya kayak Sehun EXO gak usah cari gebetan karena wanita wanita malah yang berusaha deket sama gue.” Bagas merasa sombong.