My Ketos

My Ketos
103


__ADS_3

Mereka merasa jika sakit yang diderita Dania tidak terlalu parah, jadi tidak apa apa jika tidak menjenguk Dania.


"Tapi menurutku, keadaan Dania itu gak terlalu parah Tan." ungkap teman Viano yang diangguki oleh teman lain.


Tania mengepalkan tangannya kesal karena teman temannya tidak ada niatan menjenguk Dania.


"Kalian kok jahat banget sih, kasian tau Dania, walaupun sakitnya gak parah kan sama aja sakit. Udah deh kalian setelah ini harus jenguk Dania, titik gak ada koma." tegas Tania.


Semua orang menatap Viano, berharap Viano menolak tegas ajakan dari Tania.


Viano menutup matanya, "oke fine, kita jenguk Dania." keputusan Viano membuat semua orang disana melongo tak terkecuali Tania yang senang.


Teman yang lain cuman bisa mengikuti keputusan dari Viano.


Mereka mulai membereskan barang barang mereka, setelah mengecek kelengkapan, mereka semua mulai meninggalkan sekolah.


Semua anggota OSIS sudah sampai dirumah sakit. Mereka semua segera melangkah untuk sampai ke ruang rawat Dania.


Setelah sampai ditujuan mereka segera masuk, dan memberikan bingkisan yang dibeli ketika ditengah jalan. Dania bahagia karena teman temannya menjenguknya, tapi kebahagiannya bertambah karena Viano ikut menjenguk Dania. Mereka mengobrol seperti biasa.


Ada anggota OSIS yang mulai pulang.


"Guys gue pingin keluar dari ruang rawat deh." keinginan dari Dania.


Tania menatap Dania kasian, "kenapa lo gak sendiri aja keluar dari ruang rawat Lo."


Dania menatap Tania tajam, dasar Tania kenapa tidak peka sih.


"Guekan masih lemes. gue butuh ditemani." ucap Dania.


Teman yang lain tidak mengindahkan permintaan Dania. Viano juga diam diam saja.


"Vin, Lo aja deh yang bawa Dania keluar. Lo kan temen masa kecilnya Dania." ucap salah satu teman Viano.


Teman masa kecil tapikan Viano udah punya pacar.


Viano menghela nafas lelah, yah beginilah kalau jadi orang ganteng banyak yang suka.


"Mau kemana? kenapa harus keluar?" Viano bertanya dengan nada ketus.


"Gue bosen aja dikamar, ayoklah keluar." ajak Dania.


Karena ingin membuat teman masa kecilnya bahagia, Viano setuju dengan ajakan Dania. Mereka berdua keluar dari ruangan rawat Dania.


Ditengah perjalanan netra Dania melihat ada Selena. Dania berakting hendak pingsan, Viano khawatir dan langsung meraih pinggang Dania.

__ADS_1


"Lo gak apa apa?" Viano bertanya dengan nada khawatir.


Dania mengangguk lemas hanya akting.


"Gue masih pusing, gue genggam yah tangan Lo." ucap Dania.


Viano diam saja tidak menolak dan tidak setuju. Dania mengandeng tangan Viano.


saat mata Viano menatap kedepan, jantung Viano berdetak kencang, disana Selena sedang menatapnya dengan guratan kecewa. Bakal panjang urusannya.


Sebenarnya Dania tau jika Selena juga dirawat dirumah sakit ini karena mendengar berita bahwa Selena kecelakaan dan dirawat dirumah sakit ini, Dania tidak berekspetasi bisa bertemu dengan Selena tapi takdir memang benar benar mendukung Dania.


"Gue anter Lo ke ruangan lagi yah." ucap Viano tidak bisa dibantah.


Viano bahkan berjalan dengan cepat karena Viano akan menemui Selena, Viano takut jika Selena berpikiran yang tidak tidak dan berimbas pada kesehatan Selena.


Sampai dipintu, tanpa sepatah kata Viano meninggalkan Dania. Dania ditinggalkan oleh Viano. Dania menatap kepergian Viano dengan sesak didada.


Viano berjalan tergesa gesa menuju keruangan Selena. sampai diruangan Selena, Viano segera membuka pintu. Disana Bagas menatap kedatangan Viano dengan tatapan kebingungan.


"Tuh dek yang dari tadi kamu tungguin udah Dateng tuh." ucap Bagas.


Selena menatap malas kearah Viano. Bagas yang melihat respon Selena dibuat bingung, tadi aja kangen berat sama Viano, eh pas Viano datang kenapa responnya seperti ini?.


Selena menundukkan kepalanya. "Pergi." satu kata yang keluar dari mulut Selena.


Bagas yang mendengarnya menjadi kebingungan. kalimat itu ditunjukkan untuk siapa? Bagas atau Viano.


"Abang pergi? atau gimana dek?" Bagas bertanya karena bingung.


"Dia yang pergi bang." Selena menunjuk Viano.


Bagas mengikuti jari Viano, Bagas kembali memperhatikan benar tidak salah bahwa yang ditunjuk Selena itu Viano tapi kenapa Bagas seperti orang kebingungan seperti ini.


'Perasaan tadi Selena kangen sama Viano tapi kenapa nyuruh pergi?' batin Bagas.


Bagas bertanya tanya tapi Bagas tetap menyuruh Viano untuk pergi.


"Pergi Vin, Selena kayaknya bad mood."


Viano mengangguk sebelum pergi Viano menatap Selena. "Gue pergi dulu, kalau Lo udah siap ketemu gue, gue kesini lagi."


Viano pergi meninggalkan Selena. Selena menatap kepergian Viano sedih. Jujur Selena rindu dengan Viano tapi Selena juga merasa sakit hati saat melihat Viano malah berduaan dengan cewek lain, mungkin kalau Viano tidak ketahuan Viano pasti tidak akan menemui Selena.


Selena memutuskan untuk istirahat.

__ADS_1


* Dari kemarin Selena belum membuka ponselnya. Selena memang sudah jarang membuka ponselnya karena memang jarang ada yang mengirim pesan kepada Selena.


Selena meraih ponselnya, Selena menghidupkan ponselnya. Netra Selena terkejut karena Viano mengirim pesan kepada Selena banyak sekali. Selena menklik pesan Viano.


_Viano_


Selamat malam, jangan lupa Istirahat


Selena? udah tidur?


Maaf, nanti aku jelasin ketika Lo udah siap


Jangan lupa makan


Jangan overthinking


Besok udah bisa dijenguk?


I love you


I Miss you


Selena tersenyum membaca pesan dari Viano. Selena berusaha untuk tidak baper karena Selena masih marah kepada Viano. Selena memilih untuk tidak membalas pesan Viano.


Selena berdiri dan melangkah masuk kedalam toilet, Selena akan pergi mandi terlebih dahulu. Selena sudah selesai mandi, Selena kebingungan dimeja dekat ranjang rumah sakit ada bungkusan makanan.


"Bun, itu makanan dari siapa?" Selena bertanya kepada Bundanya.


Bunda Irama tersenyum, "makanan itu dari Viano. Itu bubur ayam."


Hati Selena hampir tersentuh dengan tindakan Viano, tapi Selena harus ingat bahwa dirinya masih marah kepada Selena. Selena tidak akan memaafkan Viano hanya cuman gara gara dibeliin bubur ayam.


"Selena makan bubur ayamnya yah Bun." Selena segera memakan bubur ayam pemberian Viano. Viano mengerti kesukaan Selena ternyata.n


Viano bukan hanya mengirim makanan sarapan, Viano juga mengirimkan makanan saat makan siang dan malam. Kenapa Viano jadi berubah manis saat Selena sedang marah kepada Viano? apa ini adalah rencana para lelaki saat pacarnya ngambek.


"Ceritain dong ada masalah apa Lo sama Viano." ucap Bagas.


Bunda Irama sudah berganti dengan Bagas. Bagas bertugas menjaga Selena saat malam hari, sedangkan sang Bunda bertugas menjaga Selena saat pagi hari.


Selena menatap Bagas dengan malas. Bagas selalu saja kepo dengan masalah Selena. Mungkin Bagas kalau tidak kepo satu hari bisa sakit.


"Jangan penasaran deh." ucap Selena.


"Dek, Abang tuh penasaran sama masalah Lo."

__ADS_1


__ADS_2