My Ketos

My Ketos
53


__ADS_3

Viano tidak peduli dengan perintah dari Selena yang masih menyuruh Viano untuk menghentikan langkah. Viano makin mendekat dengan Selena. Tanpa aba aba dan persiapan, tiba tiba Viano memeluk tubuh Selena. Selena merasakan kehangatan dari tubuh Viano, mungkin karena Viano demam menjadikan pelukan kali ini berasa panas. Selena tidak membalas pelukan dari Viano.


Viano menenggelamkan wajahnya dilekukan leher Selena, Selena menjadi gugup.


“Selena, gue suka sama lo,”


“Tolong balas perasaan gue.” ucap Viano sambil menutup mata dan terus memeluk tubuh Selena.


Selena diam, masih ngefrezze. Akhirnya Selena membalas pelukan dari Viano.


Viano menatap wajah Selena, “lo balas perasaan gue?” Viano bertanya.


“Udah jangan dipikirin dulu, mendingan lo istirahat aja.” perintah dari Selena.


Selena menuntun Viano untuk kembali beristirahat diatas brankar. Viano terus mengenggam tangan Selena, Viano tidak mau jauh jauh dari Selena.


“Lo jangan jauh jauh.” Viano duduk ditepian ranjang.


Selena mengalah daripada Viano tidak istirahat. “Iya.”


Selena duduk tidak jauh dari brankar Viano.


“Lo istirahat dulu yah, biar tubuh lo jadi fit lagi.” perintah Selena.


Viano kali ini menuruti perintah dari Selena, Viano berbaring diatas brankar. Selena mengambil selimut dan menyelimuti tubuh Viano. Viano memejamkan matanya untuk beristirahat.


Sudah satu minggu Viano keluar dari RS, tapi Viano tidak menampakan batang hidungnya ke Selena. Apakah Viano menyesal mengungkapkan perasaanya kepada Selena?


“Lena ada cowok lu nih dibawah.” teriak Bagas.


Suara Bagas yang super duper keras sampai ditelinga Selena.


Selena yang tidak menyangka kedatangan Viano, segera membuka pintu dan keluar dari kamar Selena.


Bagas memperhatikan penampilan adiknya dari atas sampai bawah, “lo pasti belum mandi yah?” Bagas meledek Selena.


Selena mengangguk, benar sekali kata Bagas. Selena memang belum mandi. Kelihatan sekali jika muka Selena sekarang muka bantal alias muka baru bangun tidur. Selena malas mandi karena hari ini hari libur. Siapa yang mandi cuman kalau mau keluar sama sekolah?


Selena belum menyadari keberadaan cowok yang dari tadi memperhatikan Selena sambil tersenyum.


Selena masih sibuk berdebat dengan Bagas. Maklum keduanya seperti tom and jerry.

__ADS_1


“Bang ini kan hari libur kenapa lo gak pergi sama cewek lo sih?” Selena bertanya.


Bagas menggaruk rambut dikepalanya. “Cewek yang mana Sel?”


“Loh sih kebanyakan cewek, jadinya lupa sih.”


“Maklum Sel.”


Selena memperhatikan sekeliling. Mata Selena membelalak kala netranya melihat Viano yang sedang menatap Selena. Bagas menepuk pundak adiknya, Selena menatap kearah Bagas.


“Tuh cowok lo, sana temuin.” ucap Bagas.


Bagas memberikan Viano minum, tidak seperti Selena yang kurang perhatian.


Selena mendekat kearah Viano, Selena segera duduk diatas sofa. Selena sekilas menatap Viano.


“Ada keperluan apa lo kesini?” judes Selena.


“Anterin gue ke mall, gue mau beli hadiah buat mama.” jawab Viano.


Selena mencebikan bibirnya. “Gue belum mandi, kenapa lo gak memberitahu terlebih dahulu sih.” kesal Selena.


“Biar supsrise aja.” terdengar tawa dari Viano dan Bagas.


‘Supsrise gundulmu.’ batin Selena kesal.


Selena meninggalkan Viano untuk mandi dan bersiap siap. Selena memakai skincare tapi tidak memakai make up, menambah kesal natural. Selena memakai dress bermotif bunga bunga berwarna putih. Selena mengerai rambutnya, menambah kesal elegan dari seorang Selena. Selena melangkah keluar dari kamar.


Viano terkesiap melihat penampilan Selena saat ini. Viano bahkan tidak mengedipkan matanya melihat kecantikan seorang Selena. Viano ijin kepada Bagas untuk membawa Selena keluar jalan jalan untuk menemani Viano.


Mereka berdua sudah sampai didepan Mall. Selena dan Viano keluar dari mobil, Viano langsung mengengam tangan Selena. Membawa Selena masuk ke toko tas tas branded.


“Waow.” Selena tercengang saat baru pertama kali masuk kedalam toko tas mahal mahal itu.


Viano menyusuri toko tas tas mahal itu, Viano memilih milih tas yang akan Viano beli.


Viano menatap kearah Selena, “pilihin yang bagus dong buat mama.” permintaan dari Viano.


Selena mengganguk dan akan membantu Viano.


Selena memperhatikan setiap detail tas tas mahal yang terpajang.

__ADS_1


“Mama lo kalau beli biasanya dari brand apa?” Selena bertanya kepada Viano.


Viano tampak terdiam sebentar, “gak tau sih biasanya beli dari brand apa, tapi kayaknya koleksi tas mama kebanyakan dari brand Gucci.” jawab Viano.


Selena terdiam, merasa insicure. ‘Waduh Gucci, gue aja beli tas ditoko oren harga seratus ribu aja gak rela. Maklumin aja yah orang kaya gitu loh.’ batin Selena


“Mama lo sukanya warna apa?” pertanyaan kembali meluncur dari mulut Selena.


“Putih, karena kata mama kalau pakai putih itu berasa lebih mahal.” jawab Viano.


“Oke, gue bakalan pilihin warna hitam aja biar sama sama elegan.”


Selena memanggil spg dari toko tersebut, “ada yang bisa saya bantu kak?” tanya spg dari toko tersebut.


“Pilihin saya tas hitam kak.” jawab Selena.


“Dari brand apa kak, kalau boleh tau?”


“Dari brand Gucci kak.” jawab Selena.


“Baik, saya akan mencarikannya terlebih dahulu kak.” spg itu meninggalkan Selena dan Viano.


Setelah memberikan banyak pilihan tas hitam, Selena akhirnya memilih salah satu tas berwarna hitam.


Viano segera membayar harga tas dari pilihan Selena itu. Selena dan Viano keluar dari toko tas branded tersebut. Sebenarnya tujuan ke mall sudah tercapai, tapi mumpung masih dimall, lebih baik Selena gunakan dengan mengajak Viano untuk membeli baju. Selena akan memberi hadiah calon mertuanya kelak dimasa depan dengan sebuah baju.


Selena masuk kedalam toko, dan langsung memilih sebuah dress yang terlihat mewah. Banyak sih dress bagi kalangan 3o tahun keatas, tapi Selena harus pilah pilih dong mana yang pantas buat mama Viano, gak mungkin Selena asal memilih. Selena takut jika calon mertuanya tidak suka dengan pilihan dari Selena. Bisa jadi nanti Selena dicoret deh dari daftar calon menantu.


Viano tampak sangat malas menemani Selena belanja sedari tadi. Dilihat Viano Selena dari tadi mondar mandir kekanan kiri selama 15 menit. Perempuan kalau sudah ke mall pasti lupa waktu. Muter muter gak jelas, tapi yang dipilih tetap dress yang sudah dipilih pertama kali. Viano ingin memprotes, tapi takut nanti Selena ngambek dan marah kepada Viano.


Viano kembali memperhatikan Selena yang bingung memilih baju.


“Itu aja yang merah, cakep tuh.” ucap Viano yang sudah kesal karena Selena terus memutari rak rak dress disitu.


“Gak mau yang itu.” Selena menolak pilihan dari Viano.


Viano mengusap wajahnya, wanita memang susah ditebak. Capek sekali ternyata menemani perempuan yang sedang berbelanja.


“Udah ini aja.” Viano tanpa meminta persetujuan dari Selena segera mengambil merah itu, dan menarik tangan Selena.


~~

__ADS_1


bye see you


__ADS_2