
Siswi itu menggeleng. "Gue takut banget, walaupun Viano gak bisa nge up ke sekolah tapi pasti Viano bakal bertindak."
"Gue udah bilang jangan takut." Ungkap seseorang.
"Lo jangan terlalu pede yang kalau Lo gak bakalan dibebasin sama Viano. Viano walaupun Deket sama Lo pasti dia bakal menghukum kita."
"Gak mungkin." percaya diri sekali nih orang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selena sedang duduk santai dikursinya, Auzi datang dan langsung duduk disamping Selena.
"Len kok denger denger ada berita waow tentang Lo, berita apa tuh Len?" Auzi bertanya.
Selena menatap wajah Auzi. "Berita tentang apa? sorry lah gue itu banyak beritanya apalagi pas sama Viano udah banyak tuh berita berita hoax dari para siswi." ucap Selena.
"Berita tentang kemarin Lo yang kekunci ditoilet." Auzi menjawab.
Selena memicingkan matanya, Selena jadi penasaran Auzi dapat berita itu dari mana.
"Lo dapet berita itu dari mana?" Selena bertanya karena penasaran.
Auzi jadi panik sendiri deh.
"Jadi berita itu bener?" Auzi berusaha mengubah alur percakapan.
Selena menggeleng. "Jawab dulu pertanyaan gue."
Auzi gelagapan kembali. "Gue ketoilet dulu deh." Auzi tiba tiba meninggalkan Selena.
Selena merasa aneh dengan sikap Auzi. Kenapa tiba tiba Auzi menghindar saat diberi pertanyaan itu oleh Selena.
Viano baru saja keluar dari Ruang OSIS, setelah ini Viano akan pergi untuk mengecek cctv perkara kejadian Selena.
"Vin." Dania memegang tangan Viano.
Viano menoleh kearah Dania, kemudian mata Viano melirik tangan Dania yang masih memegang tangan Viano.
Viano menghentakkan tangannya agar tangan Dania bisa lepas.
"Lepas, gue risih disentuh Lo." ucap Viano.
Dania tersenyum, tidak menggubris perkataan Viano. Sekarang Dania sudah mulai terbiasa dengan sikap Viano.
"Lo mau kemana Vin?" Dania bertanya.
Viano tidak menjawab pertanyaan dari Dania, Viano malah meninggalkan Dania.
Dania yang melihat kepergian Viano pun jadi terpancing emosinya.
"Dasar dulu aja katanya suka, tapi sekarang udah seperti orang asing." Dania bergumam sendiri.
__ADS_1
Dania mulai melangkah meninggalkan ruangan OSIS.
Viano melangkah masuk kedalam ruang keamanan.
"Selamat pagi pak." Viano menyapa penjaga ruang keamanan.
"Selamat pagi, Vin." jawab pak Broto.
Viano mendekat kearah pak Broto.
"Bagaimana pak apakah ada sesuatu yang bapak temukan dikoridor toilet atas?" Viano bertanya.
Pak Broto mulai memperlihatkan layar komputer.
"Satu jam sebelum kejadian itu saya menemukan ada dua orang perempuan yang sedang berbincang didepan toilet setelah itu mereka pergi, wajahnya kurang jelas karena cctv jauh dari area depan toilet wanita,"
"Dan setelah itu Selena masuk kedalam toilet, dua siswi tadi yang berbincang kembali ke depan toilet, salah satu dari mereka itu ada yang masuk kedalam toilet dan salah satu menunggu diluar. Setelah itu siswi yang masuk kembali keluar toilet dan siswi yang menjaga diluar mulai mengunci pintu toilet." ungkap Pak Broto.
Pak Broto memperlihatkan rekaman cctv.
'Gak asing banget sama body siswi yang dicctv, tapi siapa?' batin Viano sedang bertanya tanya.
"Jadi pelakunya ada dua orang pak?" Viano bertanya.
"Iya yang mengunci Selena itu ada dua orang." jawab pak Broto.
Viano mengangguk anggukan kepalanya.
Pak Broto mengangguk setuju dengan perkataan dari Viano. "Tentu saja."
"Vaino pamit dulu pak." Viano bersalaman dengan pak Broto, setelah itu Viano mulai meninggalkan ruangan keamanan.
Agli dan Reven sedang bersenda gurau dikantin.
"Gimana dek? mau gak jadi pacar kakak?" Agli mulai menggoda salah satu dari adkel.
"Gimana dek? katanya butuh kejelasan dari kakak Agli nih." ucap Reven.
Siswi yang digoda Agli hanya bisa tersenyum mesem mesem sendiri, dihati siswi itu sudah menjawab pengakuan cinta dari Agli, tapi siswi itu gengsi karena malu dengan teman teman yang lainnya.
"Cie cie uhuy." teman teman siswi itu mulai menggoda temannya.
"Gue sih pasukan halo dek." Agli tiba tiba bergumam sendiri.
"Lo mah dari jaman dinosaurus bukan hanya dek dek yang lo targetin mbak mbak, Tante Tante, eyang eyang juga Lo sikat." ungkap Reven.
Agli memukul kepala Reven. "Enak aja eyang eyang bukan bagian gue yah, bagian Lo mungkin yang suka eyang eyang."
Viano datang dan langsung menepuk pundak kedua temannya.
"Katanya tadi mau bantuin gue, tapi sekarang Lo berdua malah sibuk godain adkel." ucap Viano berusaha untuk membuat kedua sahabatnya itu sadar.
__ADS_1
Agli dan Reven segera menoleh, kemudian mereka menyunggingkan senyum kedapatan bahwa mereka sedang menggoda adkel adkel manis.
"Maaf yah pak ketu." ucap Reven.
Viano segera melangkah menjauh dari kerumunan adkel itu, Agli dan Reven menyusul dibelakang Viano.
Setelah circle Viano itu pergi, adkel itu mulai mengghibah dan menggoda teman temannya yang ngecrushin salah satu circle Viano.
Viano dan kedua sahabatnya itu duduk. Viano bertatapan dengan kedua sahabatnya.
"Lo udah tau siapa pelakunya Vin?" Reven bertanya.
Viano mengangguk kemudian menggeleng. "Gue udah tau kalau pelakunya ada dua orang, mereka berdua semuanya cewek, tapi gue belum tau wajah mereka jadi belum bisa dipastikan." ungkap Viano.
Reven dan Agli mengangguk.
"Menurut direkaman cctv, mereka sengaja ngelakuin itu ke Selena atau mereka iseng?" Agli bertanya.
Tumben Agli bisa diajak serius.
"Menurut gue sih udah direncanain, mereka berdua udah bertemu didepan toilet mereka berdua ngobrol, tidak lama mereka pergi dari toilet, dan setelah Selena masuk ketoilet mereka datang lagi dan mulai melancarkan aksinya." ungkap Viano.
Agli dan Reven kaget.
"Jadi bener bener direncanain? waow kira kira siapa tuh dalang dari semua ini? gak mungkin dalangnya dua orang itu, pasti salah satu dari mereka yang memulai." ungkap Reven.
Viano dan Agli setuju dengan penuturan dari Reven, pasti dari dua pelaku itu ada salah satu yang memerintah.
"Lo minta rekaman video sama pak Broto?" Agli bertanya.
Viano mengangguk, kemudian Viano meraih ponselnya dan mulai memutar video cctv dari pak Broto.
Reven dan Agli menonton video rekaman cctv itu dengan serius.
"Lo merasa ada yang aneh dari kedua pelaku?" Viano bertanya untuk memastikan.
"Lo merasa gak pernah kenal sama kedua pelaku itu?" Viano kembali bertanya.
Agli yang pertama mengangguk. "Menurut gue pelaku ini gak asing deh, termasuk yang pernah kita kenal." jawab Agli.
Reven kembali menonton video itu tapi Reven masih merasa gamang dengan para pelaku.
Viano mengangguk. "Ternyata bener perasaan gue, kalau salah satu pelaku gak asing bagi kita."
Reven menggeleng. "Kok gue merasa biasa aja yah?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Waow siapa nih?
Akhirnya bisa upload 1000 kata, author mau ngejar cuan karena mau puasa.
__ADS_1