
Ayo cepat keluarkan mereka bus akan meledak cepat keluar. Ucap panik salah satu pengendara menyuruh yang lainnya untuk segera keluar dari bus, satu persatu dari mereka pun akhirnya keluar dari bus dengan membawa paksa karina yang sudah menangis histeris.
Sekarang yang tersisa didalam bus sisa tiga orang saja yaitu satu pengendara dan satu warga beserta rara yang masih berusaha dikeluarkan dari kursi penumpang yang menjepit tubuhnya.
saat tadi,salah satu dari pengendara memeriksa kondisi rara, rara ternyata sudah tak bernyawa dengan kondisi kepala yang terus saja mengeluarkan darah. Tetapi Karina belum mengetahui bahwa rara ternyata sudah meninggal.
Hiks hiks Lepas, saya mau tolongin teman saya pak. Ucap rara menangis histeris sambil mencoba untuk kembali masuk ke dalam bus, namun ia di tahan oleh para warga dan pengendara yang berada diluar karena apa yang di lakukan karina tentu saja sangat berbahaya.
Api semakin membesar, mungkin dalam kurun waktu 10 detik lagi bus akan meledak dan membakar habis seluruh bagian bus pariwisata itu.
Tepat, di detik-detik terakhir bus akan meledak, terlihat dua orang yang tadi masih berada didalam bus telah berhasil keluar dengan selamat sembari membawa tubuh rara yang sudah tak bernyawa dan bersimbah darah.
Tak lama setelah mereka berhasil keluar dari bus, bus itupun akhirnya "BUM" meledak dan membakar habis suluruh bagian bus.
Karina yang melihat Rara yang telah berhasil dikeluarkan dari bus segera menghampiri Rara dan melihat kondisinya yang sudah akan di naikan kedalam ambulans, yang sudah sekitar 20 menit yang lalu datang ke lokasi kejadian.
Hiks Tolong segera bawa teman saya ke rumah sakit pak. Ucap karina kepada supir ambulans
Hiks hiks Tolong selamatkan teman saya suster. Ucap karina lagi yang suaranya terdengar lemah dengan air mata yang terus keluar sedari tadi, Meski kepalanya sudah sangat pusing karena terluka dan sudah mengeluarkan cukup banyak darah, tubuhnya juga sudah terasa semakin lemah dengan luka sayatan dimana- mana. Namun Hal yang di katakan suster itu membuat karina histeris dan semakin menangis.
Maaf dek, teman adek sudah meninggal dan kami akan segera membawa jazatnya kerumah sakit. Ucap suster itu dengan muka prihatinnya pada karina
Deg, saat mendengar apa yang dikatakan suster itu jantung karina serasa berhenti berdetak dengan air mata yang semakin mengalir dari kedua matanya.
Hiks hiks hiks Nggak, itu nggak mungkin kan suster? temen saya ngak mungkin meninggal suster, tolong selamatkan teman saya, saya mohon hiks hiks, saya mohon hiks "Bruk". Ucap karina menangis histeris tidak mempercayai apa yang dikatankan oleh suster itu barusan, dan setelahnya karina pun jatun tak sadarkan diri.
__ADS_1
Mereka yang melihat karina jatuh pingsan, pun segera mengangkatnya masuk ke dalam mobil ambulans yang ada di samping mobil ambulans yang juga akan membawa jazad rara kerumah sakit. Sementara Ghea sudah di bawa kerumah sakit sesaat setelah ambulans tiba di lokasi kejadian.
Karina saat ini, telah berada dirumah sakit yang sama dengan Ghea, sedangkan mayat rara telah di bawa pulang kerumahnya oleh kedua orang tuanya untuk di kuburkan. Proses pengambilan jazad rara dari rumah sakit diiringi oleh tangisan kedua orangtuanya dan juga keluarganya yang lain.
Mereka sangat terpukul, atas kecelakaan tragis yang menyebabkan rara tewas di tempat kejadian dan tak hanya rara saja yang menjadi korban, banyak dari penumpang lainnya yang juga tewas ditempat kejadian termasuk sang supir bus.
Tragedi Kecelakaan tragis ini, menimbulkan duka yang sangat mendalam bagi para keluarga korban terutama yang tewas, sementara sang sopir truk yang menabrak bus selamat dalam tragedi itu. Namun, ia harus dipenjara untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya yang telah merenggut nyawa banyak orang.
Kecelakaan itu, menyebabkan Ghea mengalami koma, para dokter pun masih belum tau apakah ghea akan sadar dari komanya atau mungkin tidak akan sadar lagi karena kondisinya yang sangat parah dan hanya bisa dibantu oleh alat pernafasan saja agar ia bisa tetap bernafas dan terus bertahan hidup.
Kecelakaan itu, juga membuat karina koma, tetapi Karina telah sadar dari komanya seminggu setelah kejadian kecelakaan yang menimpanya dan juga kedua sahabatnya yaitu Rara dan Ghea, hingga mengakibatkan Rara salah satu sahabatnya harus meregang nyawa.
Sedangkan Ghea, masih berada dirumah sakit dalam kondisi koma dan tidak tau kapan akan sadar. Saat ini karina yang juga masih dirawat dirumah sakit yang sama dengan Ghea mencoba untuk datang melihat kondisi Ghea dengan menggunakan kursi roda karena kondisinya masih sangat lemah.
Ibu ghea yang bernama Rani, menyalahkan karina karena menurutnya jika saja karina tidak mengajak ghea untuk liburan kepuncak mungkin kejadian ini tidak akan pernah terjadi dan anaknya pasti masih tetap baik-baik saja.
Pergi kamu dari sini, anak saya seperti ini karena kamu. Bahkan Rara sampai meninggal juga gara-gara kamu . Ucap Rani marah sambil mengusir dan menyalahkan karina atas apa yang menimpa Ghea dan juga Rara
Mah sudahlah, Stop menyalahkan karina ini semua adalah takdir dan bukan salah karina. Karina juga tidak mungkin menginginkan hal ini terjadi. Ucap ayah Ghea dengan bijak
Hiks hiks Tante rani benar om, ini semua emang salah karina. Tante, om, Karina minta maaf seandainya aja Karina ngak ngajak mereka kepuncak hari itu pasti Ghea ngak akan kaya gini dan Rara pasti juga masih hidup sampai sekarang. Ucap karina menyalahkan dirinya sendiri sambil menangis dengan kepala tertunduk
__ADS_1
Keesokan harinya, Karina yang masih menggunakan kursi roda memaksa kedua orang tuanya untuk mengantarnya ke makam Rara, awalnya orangtuanya menolak karena kondisi karina yang masih lemah. Namun akhirnya mereka setuju karena tidak ingin membuat karina semakin sedih.
Hiks hiks Ra' kenapa lo ninggalin gue dan Ghea secepat ini?, maafin gue rara karena gue lo sampai kaya gini seandainya aja gue ngak ngusulin buat kita liburan kepuncak mungkin lo masih hidup sampai sekarang. Gue bener-bener ngerasa bersalah sama lo dan juga Ghea yang sampai sekarang masih koma dirumah sakit. Ucap Karina menangis setelah sampai di makam Rara
Karina, ini semua bukan salah kamu ini semua sudah takdir dan kita tidak akan pernah bisa melawan takdir. Ucap papa karina yang tidak ingin anaknya terus menyalahkan dirinya sendiri
Benar yang dibilang papa karina, jadi stop menyalahkan diri kamu sendiri. Kami akan selalu ada untukmu, jangan pernah merasa sendirian. Ucap mama karina dengan mengelus pelan kepala karina
Setelah berziarah kemakam Rara, Karina beserta kedua orangtuanya memutuskan untuk berkunjung ke Rumah orangtua Rara dan disambut baik oleh orang tua Rara.
Orangtua Rara, sudah mencoba untuk mengikhlaskan kepergian putri mereka dan mereka juga tidak menyalahkan karina karena apa yang terjadi dengan putri mereka adalah takdir yang harus mereka terima.
Setelah kejadian itu, Karina menjadi gadis yang pendiam dan tertutup, ia masih terus diliputi oleh rasa bersalah, penyesalan, kesedihan, dan trauma yang mendalam.
Bahkan, setiap malam saat karina tertiduri ia selalu bermimpi buruk, mimpi yang selalu mengingatkannya akan kecelakaan tragis dibus, yang menimpanya beserta kedua sahabatnya. Mimpi itu, selalu saja menghantuinya setiap malam lalu karina akan terbangun dan menangis setiap kali mimpi itu datang.
Semakin lama, kondisi mental Karina semakin parah hal itu disebabkan banyak dari teman sekolah Karina yang menyalahkannya tentang kematian Rara dan juga kondisi Ghea yang sampai saat ini masih koma dan sedang berada dijakarta agar mendapatkan perawatan yang lebih baik.
Ketika disekolah karina banyak mendapatkan perlakuan buruk, hinaan, serta umpatan dari teman-temannya, hal itu membuat hari-hari yang Karina lewati saat kelas 10 semester 2, terasa sangat berat dan membuatnya sangat tertekan hingga hampir mencoba untuk melakukan bunuh diri tapi untungnya dapat dicegah oleh orangtuanya.
__ADS_1
Hingga akhirnya, orangtua Karina memutuskan untuk pindah ke jakarta, agar kondisi mental putri mereka tidak bertambah parah dan kebetulan juga bos perusahaan papa karina memindahkan papa karina untuk bekerja pada perusahaan utama yang ada di jakarta.
Flashback End.