
Selena mengepalkan tangannya. Selena benar benar marah kali ini dengan Viano.
Selena melangkah menjauh tanpa sepata kata, tapi bukan Selena kalau belum menyindir orang.
“Katanya mau ngejauh, tapi kok hari ini deket banget?” Selena berteriak hampir satu koridor mendengar.
“Deket apa deket nih?” Selena kembali berteriak. Seluruh korudor jadi ramai gara gara teriakan Selena. Selena melangkah menjauh dengan senyuman yang kian mengembang.
Sampai didalam kelas, Selena langsung duduk dikursinya. Selena membaca buku novel romantis. Auzi datang dan langsung mengebrak meja, peristiwa Auzi mengebrak meja membuat Selena kaget.
“Ada apa?” Selena bertanya karena penasaran.
Auzi menatap wajah Selena, “lo tadi teriak teriak dikoridor yah? gila banget lo.”
“Gila kenapa?” Selena bertanya.
“Yah gila aja teriak teriak, ada kak Dania sama kak Viano lagi.” Auzi menjawab.
“Lo gak takut kalau nanti kak Dania bales dendam sama lo?” Auzi bertanya memastikan.
Selena menggeleng, “gue gak takut, Dania itu bukan tandingan ku.”
Auzi mengangguk anggukan kepalanya, pasrah dengan sikap Selena. “Terserah deh, tapi kalau nanti lo beneran dilabrak sama kak Dania, pasti gue bantuin kok.”
Selena mengangguk senang, Auzi benar benar teman Selena.
Waktu istirahat tiba, seluruh siswa senang karena bisa istirahat dari pelajaran yang melelahkan. Selena dan kedua temannya menuju kekantin. Selena, Auzi dan Baru sudah duduk manis dikursi kantin.
“Siapa nih yang mau mesenin?” Baru bertanya.
“Lo.” Selena dan Auzi kompak menjawab.
Baru menghela nafas dan akhirnya bangkit berdiri untuk memesan makanan, tidak lama kemudian Baru kembali duduk dikursi kantin.
Makanan yang dipesan oleh Selena dan kedua temannya sudah sampai dimejanya.
“Sel nanti gue pinjam catatan lo yah? gue butuh.” ungkap Baru.
Selena belum mengiyakan permintaan Baru. “Kenapa gak pinjam punya Auzi?”
“Bukannya catatan Auzi lebih rapi dari pada punya gue?” lanjut Selena.
“Gak mau, gue maunya pinjam punya lo.” Baru menggeleng tidak setuju dengan pemikiran Selena.
‘Selain pinjam buku, aku juga mau pinjam hati mu Sel kalau lo mau.’ batin Baru.
__ADS_1
Selena akhirnya mengiyakan, “yaudah nanti dikelas gue bakal kasih catatannya.”
Baru kesenangan. “Oke Sel.”
Selena dan Baru lanjut makan, sedangkan Auzi masih tetap makan dari awal Selena dan Baru berbicara. Raen duduk nimbrung bersama Selena dan kedua sahabatnya.
“Hai.” Raen menyapa Selena dan kedua temannya.
“Hai juga kak.” Baru dan Auzi menjawab sapaan dari Raen.
Selena hanya menatap Raen datar, Selena sedang tidak mood untuk berbicara dengan laki laki selain Baru.
Raen menatap Selena, Raen sebenarnya bingung kenapa Selena diam saja dari tadi?
“Eh lena, nanti pulang sekolah lo ada acara gak?” Raen bertanya.
Selena menatap Raen sebentar. “Gak.” jawab Selena.
Raen tersenyum setelah mendapatkan jatpot. “Kalau begitu lo mau nganter gue beli buku gak?”
Baru kaget ternyata saingannya untuk mendapatkan Selena ternyata banyak juga. Apakah kali ini Baru akan menjadi Sad boy?
Selena menimbang nimbang permintaan Raen yang ingin mengajak Selena pergi. Dalam pikiran Selena, Selena tidak mau bertemu dengan Raen karena memang sedang tidak mood, tapi kalau pas belanja buku Selena mengupload foto kebersamaannya bersama Raen apa bisa membuat Viano sadar dan kembali ke sisi Selena?
“Boleh tuh kak, gue juga gak ada acara nanti malam kak.” jawab Selena.
Selena mengangguk menanggapi pertanyaan dari Raen.
‘Yes akhirnya.’ batin Raen kesenangan.
Selena melanjutkan makan setelah Raen berhenti mengajak Selena berbicara.
Selena telah berada diparkiran. Selena sedang mencari keberadaan Raen. Raen melambaikan tangannya setelah melihat kedatangan Selena. Selena yang melihat segera melangkah menuju Raen.
“Nih.” Raen memberikan Selena helm.
Selena memakai helm pemberian Raen itu. Raen menaiki montor sportnya, Selena ikut naik.
“Udah siap Sel?” Raen bertanya
Selena mengangguk, kelihatan dari spion montor Raen.
Raen melajukan montor hitamnya menerobos jalan jalan ramai. Selena menikmati pemandangan, indah sekali batin Selena. Mereka berdua segera turun karena sudah sampai ditoko buku yang diinginkan Raen. Selena ikut turun dan menyusul Raen.
Selena masuk kedalam toko buku, Selena berkeliling melihat lihat buku yang tersedia. Selena jadi ingin beli buku novel romansa. Selena kelihatan bingung memilih, karena semua yang dirak buku ingin dibeli oleh Selena. Selena ingin membeli lebih dari dua buku, tapi melihat uang yang dibawa Selena sepertinya Selena tidak bisa membeli lebih dari dua. Selena mengambil salah satu buku novel romansa, Selena membaca sinopsisnya terlebih dahulu, setelah mengecek sinopsisnya bagus akhirnya Selena dapat memilih dua buku.
__ADS_1
Selena menatap Raen yang masih sibuk berkutik memilih buku.
“Kak pilih buku apa kak?” Selena bertanya.
Raen menatap Selena sebentar kemudian Raen membuang pandangan kearah rak rak buku. “Adadeh, rahasia.” jawab Raen
“Apa kak, kasih tau dong.” Selena jadi penasaran.
Selena jadi tertarik dengan buku yang akan dibeli oleh Raen.
“Gue beli buku sekolah mapel fisika, sama buku novel.” jawab Raen setelah dipaksa Selena.
“Kakak suka novel juga?” Selena bertanya.
Raen menggeleng menangapi Selena. “Gak terlalu suka novel, kalau udah dibaca jadi bosen.”
“Kalau udah bosen nanti gimana nasib buku kakak yang dibeli?” Selena bertanya karena penasaran.
“Gue sumbang sih, sumbang buat perpus.” jawab Raen.
Selena jadi sedikit menganggumi Raen. Raen peduli sekali dengan buku bukunya, daripada tidak terawat, lebih baik diberikan keperpus.
“Kakak sekarang beli novel judul apa?”
Raen tampak terdiam sebentar. “Rasa dan kehilangan.” jawab Raen sambil menatap kearah Selena.
‘Seperti sekarang, aku mungkin mempunyai rasa kepada mu. Namun mungkin juga akan segera kehilangan mu. Aku hanya ingin kamu tersenyum seperti sekarang karena ku.’ batin Raen
Selena juga menatap balik Raen dengan senyuman manisnya. Raen menatap Selena dalam dalam. Raen menghela nafas, dalam hati Raen ingin segera melepaskan Selena. Raen tidak mungkin mengejar Selena yang sudah punya pawang.
Setelah membayar novelnya, Selena dan Raen segera meninggalkan toko buku. Raen mengantarkan Selena pulang dengan selamat sampai rumah.
Selena memberikan helm kepunyaan Raen. “Terima kasih kak.” ucap Selena dengan tulus.
“Sama sama, kalau begitu gue langsung pergi yah.” Raen pamitan dulu kepada Selena.
Selena mengangguk, “hati hati kak.” ucap Selena.
Raen segera melajukan montor sportnya. Selena masuk kedalam rumah, kedatangan Selena sudah disambut oleh Bagas.
“Siapa lagi tuh? kayaknya bukan Viano deh.” Bagas bertanya kepada adeknya.
Selena malas sekali menjawab pertanyaan dari kakak laki lakinya itu. Ujung ujungnya pasti kakaknya akan meledek Selena, Selena muak sekali kalau endingnya masih begitu. Kenapa kakaknya berbeda? tidak seperti kakak kakak dinovel
~~
__ADS_1
Bau bau menuju ending. Tapi boong.