My Ketos

My Ketos
37


__ADS_3

Viano melangkah semakin dalam ke kamar hotel. “Udah lo sana makan sama minum obat dulu.” perintah dari Selena.


Selena bangkit berdiri. “Siap bos.”


Selena melangkah untuk mandi terlebih dahulu, setelah badan Selena bersih, akhirnya Selena keluar dari kamar mandi dan langsung makan makanan yang tersedia.


“Lo yang pesen makanan ini?” Selena bertanya kepada Viano.


Viano menganggukan kepalanya, “emangnya kenapa? gak cocok sama lidah kamu?”


Selena menggeleng, “bukan gak cocok tapi kayak sayuran semua isinya. banyak saladnya. aku maunya yang beprotein tinggi.”


“Sehat tau makanan kayak gitu.” ucap Viano.


“Yah walaupun sehat juga, gak enak kayak makan rumput.” ungkap Selena.


Viano mencentikan jarinya dikening Selena. “Sehat itu gak gampang jadi harus ada perjuangan termasuk makan makananan yang kurang enak.”


Selena mengusap dahinya. “Ishh enak aja loh yah mukul mukul kening gue, sakit tau,”


“gue bakal bales loh.” lanjut Selena.


Selena langsung mengejar Viano, Viano yang  sudah punya alarm ancaman, langsung menjauh dari Selena. Kamar hotel Selena dan Viano sudah berantakan apalagi digunakan untuk ajang bermain main seperti sekarang, Selena masih berusaha untuk mengejar Viano.


“Berhenti gak loh, gue sumpahin lo jatuh.” ucap Selena.


Viano tidak menghiraukan ancaman dari Selena, Viano terus berlari untuk menjauh dari Selena.  Viano tiba tiba tersandung oleh karpet yang ada dikamar hotel, tubuh Viano langsung oleng dan jatuh tersungkur, muka Viano membentur lantai terlebih dahulu. Selena yang ada dibelakang Viano kaget dan menghentikan langkahnya.


Viano bangkit dan langsung mengusap wajahnya yang sakit. Viano langsung meregangkan semua otot ditubuhnya. Selena mendekat kepada Viano.


“Lo gak apa apa Vin?” Selena bertanya karena merasa cemas dengan keadaan Viano.


Viano mengangguk. “Lo jangan khawatir karena gue udah biasa jatuh kayak gini.”


Selena menggeleng. “Yah walaupun udah biasa, tetep aja rasanya sakit, gimana sih loh.”


Viano langsung menjauh dari tubuh Selena, “lo bau, mandi sana setelah itu kita kembali kerumah,”

__ADS_1


“Lihat tubuh mu sudah penuh bintik bintik merah.” lanjut Viano.


Selena langsung memeriksa keadaan seluruh tubuhnya, dan benar saja apa yang dikatakan oleh Viano, tubuh Selena sudah penuh dengan bintik bintik merah, Selena memegang mukanya.


“Vin.” Selena memanggil Viano.


Viano menoleh kearah Selena. “Ada apa?” Viano bertanya.


“Tapi muka aku masih kelihatan cantik kan?, walaupun bintik bintik?” Selena meminta pendapat dari Viano.


“Iya, lo masih cantik kok.” Viano menjawab pertanyaan dari Selena.


Pipi Selena bersemu merah mendengar jawaban dari Viano, Selena membalikan badannya untuk mengatur detak jantungnya yang menggila.


“Udahh udah cukup main mainnya sampai disini, princess Selena mau mandi dulu.” Selena langsung meninggalkan Viano.


Viano yang melihat tingkah Selena hanya bisa geleng geleng kepala.


Mobil bmw milik Viano sudah terparkir didepan rumah Selena, mereka berdua turun dari mobil dan berjalan untuk masuk kedalam rumah Selena. Kedatangan Selena dan Viano sudah disambut oleh Bunda Irama dan Bagas. Karena hari ini termasuk hari libur, Viano akan berada dirumah Selena untuk sebentar.


Bagas memperhatikan tubuh Selena dari atas sampai bawah.”Kenapa bang?” Selena bertanya karena curiga dengan tingkah Bagas.


Selena dan Bunda Irama menatap tajam kearah Bagas, sedangkan Viano hanya senyum senyum malu, melihat tingkah Viano, Bagas jadi curiga.


“Lo kok senyum senyum sih, ih ini pasti ada masalah nih,”


“Jawab! adik gue masih gadis kan?” lanjut Bagas sambil mendekat dan langsung menatap tajam kearah Viano.


Viano mengangguk. “Suwer deh bang, adik lo masih tersegel kok.” jawab Viano.


Selena langsung memukul Bagas dengan tasnya. “Lo kalau ngomong difilter dulu kek, semua kata yang keluar dari mulut mu itu jelek banget.” cerocos Selena.


Bunda Irama menggeleng gelengkan kepalanya, pasrah dengan keadaan anak anaknya dan calon menantunya itu. “Udah udah, kalian masuk dulu. istirahat dulu.” Irama mempersilahkan calon mantunya untuk masuk.


Mereka semua masuk, mereka duduk dikursi ruang keluarga. Selena duduk disebelah Viano sedangkan Bagas duduk didepan Selena, Bunda Irama pamit sebentar untuk membuatkan minuman. Bagas memandang Selena dengan sangat teliti, Selena merasa risih karena diperhatikan Bagas.


“Apaan sih bang, kok ngelihatinnya begitu amat. Selena jadi risih deh, enggak deng dari dulu juga hidup sama abang juga udah risih.” ucap Selena.

__ADS_1


Bagas tidak peduli dengan perkataan Selena. Bagas menaruh jarinya didagunya, Bagas sedang fokus untuk menerka nerka apa yang terjadi diantara Selena dan Viano, Bagas sangat penasaran saat ini. Padahal urusan orang lain kenapa dipikirkan sama Bagas yah?.


“Kalian beneran gak ngapa ngapain kan dihotel?” Bagas kembali bertanya, yang langsung mendapatkan anggukan dari Selena  juga Viano.


Bagas menyipitkan matanya, “ah masak dihotel gak ngapa ngapain sih.” Bagas mencoba menggoda Selena.


“Yah emang kita beraktifitas, kita mandi, makan sama tidur dikamar hotel. abang jangan jangan mikirnya negative yah?” Selena jadi curiga.


Bagas langsung menggeleng. “Gue denger dari Bunda, kalian kemarin tidur satu kamar?” Bagas kembali bertanya.


Tiba tiba Bagas tertawa sendiri, “lo kok mau sih Sel, padahal itu pasti akal akalan Viano aja.”


Selena langsung menatap kearah Viano, Viano langsung menggeleng dan membuat tanda no dari tangannya. Viano tidak terima dikatain oleh Bagas.


“Gak lah bang, gue gak bakalan ngelakuin itu.” Viano akhirnya membuka mulutnya.


Selena jadi punya ide jail untuk balik menggoda abangnya. Selena akan membalikan pertanyaan dari Bagas untuk Bagas.


“Lagian yah abang kenapa negative thinking terus sih sama Viano.” Selena membela Viano.


Viano salah tingkah gara gara dibela sama Selena, Bagas yang melihat reaksi Viano berpura pura seperti ingin muntah. “Tumben lo ngebelain gebetan lo.” ucap Bagas.


“Udah jangan dipikirin yang itu,”


“Bang lo kan dari tadi bahas ngapa ngapin dihotel, apa lo pernah yah karena tau tentang begituan?” Selena langsung memfitnah abangnya. Selena senyum karena bisa membuat abangnya langsung panik. Bagas gugup dan tidak bisa menjawab, Bagas terdiam.


‘Ealah malah balik gue yang kena.’ batin Bagas merana.


Viano juga senang, akhirnya Bagas kena imbasnya juga. ‘Mampus.’ batin Viano senang melihat Bagas terdiam.


“Hayo lu bang, gue tau loh.” lirih Selena karena tidak mau terdengar sampai ketelinga Bagas.


Bunda Irama datang membawa makanan dan juga minuman. Bagas senang karena kedatangan Bundanya, Bagas jadi lolos dari intropeksi Selena. Bunda Irama memulai pembicaraan dan sambil menatap kearah Selena.


‘Waduh bunda gak bakalan negative thinking kan sama Viano?’ batin Selena takut.


“Selena bagaimana keadaan kamu sekarang?” Bunda Irama bertanya.

__ADS_1


“Maksudnya keadaan apa yah bun?” Viano malah bertanya, Viano tidak sadar jika pertanyaannya itu termasuk tidak masuk akal.


__ADS_2