
Orang itu melangkah semakin mendekat dengan Selena dan Viano.
"Ehem jangan pelukan didepan rumah yah, gak sopan." ucap Bagas.
Bagas berbohong, sebenarnya Bagas berniat untuk membuat Selena menjauh dari Viano sedikit demi sedikit, agar saat Selena tau bahwa dirinya pelampiasan Selena tidak akan terlalu sakit hati.
Bagas menepuk bahu Viano, tepukan itu hanya satu kali. Bagas tidak melepas tangannya dibahu Viano, Bagas menekan Bahu Viano menggunakan tangannya. Bagas benar benar dendam dengan Viano.
Bagas segera berlalu dan malah mendekat kearah Selena.
"Katanya nunggu Abang pulang, nih Abang udah bawa pesanan mu loh." ucap Bagas.
Selena menatap Bagas dengan perasaan senang.
"Abang udah bawa pesanan Selena?"
Bagas mengangguk.
"Ayok bang kita kedalem." ajak Selena.
Bagas dan Selena hampir masuk kedalam rumah, tapi Selena menghentikan langkahnya membuat Bagas juga mengehentikan langkahnya.
"Kenapa?" Bagas bertanya.
Selena hampir saja melupakan Viano yang terdiam.
"Vin ayo kita masuk, makan bareng kita berdua ada banyak makanan." Selena mengajak Viano.
Viano menggeleng. "Gue pamit aja yah, udah malem juga gak sopan kalau bertamu jam segini."
Selena bingung kenapa Viano tidak seperti biasanya.
"Yah bener Sel, Lo jangan ajak orang ini. Gak guna juga ngajak dia." ketus Bagas.
Selena menatap Bagas dengan tatapan kebingungan. Ada apa dengan hari ini? kenapa Bagas dan Viano seperti tidak saling mengenal?
"Abang kenapa sih? Viano kesini mau ketemu Selena , dan sebaiknya Viano juga masuk kedalem bukan? Viano tamu dan kita harus menyambut Viano." ucap Selena.
Bagas menggeleng, "Viano udah bilang mau pulang, jadi biarin dia pulang Len."
Selena menggeleng.
"Kalian kenapa sih? biasanya bang Bagas pasti bakal ngajak Viano main play station tapi sekarang kenapa bang Bagas ngusir Viano?"
Bagas menghela nafas lelah, bagaimana yah mengatakannya kepada Selena?. Bagas takut jika Bagas memberitahu tentang Viano akan membuat Selena ngedrop.
"Dari awal Viano cuman mau peluk Lo doang, jadi biarin dia pulang yah." Bagas tidak mau Viano sedikitpun menginjak lantai rumahnya sekarang.
"Tapi kasian Viano kan baru aja dari perjalanan panjang bang, pastinya dia capek, kalau gak istirahat takutnya ada hal yang negative."
"Perjalanan panjang? emangnya dia itu baru pulang dari Korea? dia cuman baru dari cafe, gak usah lebay deh." Bagas tidak tau jika dirinya keceplosan.
"Dari cafe? kok bang Bagas bisa tau? kalian ketemu? kok gak ngajak gue sih?"
__ADS_1
Bagas meruntuki mulutnya yang tidak bisa terkontrol.
"Enggak maksudnya Abang yang dari cafe, kamukan tau sendiri Len tadi Abang udah ngomong."
Selena menggeleng tidak percaya.
"Tapi tadi Abang ngomongnya Viano yang dicafe bukan Abang."
Bagas gugup sendiri. Bagas tidak baik berakting ternyata.
"Kayaknya kamu salah denger dek."
Selena semakin bingung.
"Gue pulang dulu yah Len. mimpi indah." Viano mengakhiri perang dingin Selena dan Bagas.
Karena memang Viano maunya pulang, akhirnya Selena mengiyakan. Bagas sudah masuk kedalam rumah, sedangkan Selena masih menunggu Viano untuk pergi meninggalkan rumah Selena.
Viano sudah berada diatas montornya.
"Hati hati jangan ngebut yah." nasehat dari Selena.
Viano mengganguk, setelah itu Viano pergi dari rumah Selena.
Selena masuk kedalam rumahnya. Selena segera menuju ke meja makan, disana sudah ada Bagas yang menunggu Selena.
"Mana pesenan Selena bang?" Selena bertanya.
Selena menerima pesenanya dengan senang hati.
"Terima kasih Abang ku tersayang lov lov deh buat Abang." Selena jadi lebay.
"Mana nih katanya mau bayar?"
Selena tersenyum, "itu boong, pake duit lu yah."
"Lo kok demen banget boongin Abang Lo sendiri." ucap Bagas.
"Sekali kali bang bayarin gue bang."
"Sekali kali? bukannya udah beberapa kali yah, sampai isi dompet Abang menipis gara gara bayar makanan kamu."
"Bukannya Abang yang nawarin tadi? katanya mau jajan gak? biar sekalian Abang beliin. kalau Abang nawarin yah Abang yang bayar."
Bagas hanya bisa terdiam, buat apa debat kalau ujung ujungnya masih kalah.
Selena duduk di kursi dan makan kebab.
Bagas yang memperhatikan Selena jadi sedih karena teringat dengan kejadian Viano.
"Besok Abang anter kamu kesekolah yah?" tawar Bagas.
Selena menatap Bagas kebingungan. "Enggak Selena udah biasa berangkat bareng Viano sekarang." jawab Selena.
__ADS_1
Selena menolak tawaran Bagas.
"Kamu ngabari dulu sama Viano kalau kamu mau berangkat sama Abang."
"Selena berangkat sama Abang? Selena aja belum setuju mau dianter sama Abang. udah deh Selena berangkat bareng Viano aja, nanti kalau Abang ngantar Selena pasti Abang bakal telat ke kantor." ucap Selena.
Bagas menggeleng. "Enggak Kitakan berangkatnya pagi pagi buta."
Selena tentu langsung menolak mendengar jika Bagas akan berangkat pagi pagi.
"Selena gak mau berangkat kepagian."
"Terserah yang penting besok kamu harus berangkat sama Abang." Bagas meninggalkan Selena sendiri dimeja makan.
Selena menatap kepergian Bagas dengan penuh tanda tanya. Ada apa dengan Bagas?
"Kenapa bang Bagas seperti musuhan sama Viano yah?" gumam Selena.
Udahlah daripada mikir yang enggak enggak lebih baik Selena melanjutkan makan kebab.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan paginya, Selena masih nyaman tertidur karena memang belum waktunya Selena untuk bangun, tapi waktu tidur Selena terganggu karena ada yang mengetuk pintu kamar Selena berkali kali. Selena yang merasa terganggu akhirnya bangun dan segera membuka pintu kamarnya.
"Kamu belum siap siap dek? kita kan mau berangkat bareng hari ini." ucap Bagas.
Selena mengusap usap matanya, pandangan Selena masih belum jelas karena baru bangun tidur.
"Apaan sih bang, Selena udah bilang mau berangkat bareng sama Viano." Selena masih menolak tawaran dari Bagas.
Bagas terdiam berusaha memikirkan ide cemerlang agar Selena mau berangkat bersama dengan Bagas. Tolonglah masih pagi kenapa otak Bagas tidak bisa bekerja dengan cepat.
"Kata siapa? Viano tadi ngabarin kalau dia gak bisa jemput kamu." Bagas berbohong.
"Beneran? tapi kayaknya tadi Selena gak Nerima kabar dari Viano."
"Yah karena kamu masih tidur, Viano pacar yang baik jadi gak mau ganggu waktu tidur kamu." kenapa Bagas memuji Viano? padahal tujuan Bagas sebenarnya mau menjelek jelekan Viano dan akan membuat Selena semakin menjauh dari Viano.
"Ya udah Selena siap siap dulu." Selena kembali menutup pintu.
Karena penasaran, sebelum mandi Selena mengecek ponselnya apakah ada telepon atau chat dari Viano. Ternyata ada 2 chat yang belum dibaca Selena.
'Viano ngabarin?' batin Selena.
Selena membaca pesan teks dari Viano, tapi ternyata bukan chat yang mengabarkan Viano tidak jadi menjemput Selena melainkan
*Have good day sayang ku.*
*Good night*
Selena juga merasa bingung.
Gimana nasib kelanjutan hubungan Viano dan Selena yah?
__ADS_1