
“Tahun ini ternyata lebih sedikit dari tahun lalu. tapi tidak apa apa kita harus semangat untuk membanggakan nama eskul cinematic diseluruh penjuru sekolah. kalian silakan memperkenalkan diri satu satu.” perintah dari Raen.
“Baik kak.” jawab semua anggota eskul.
Semua anggota eskul selain Selena sudah memperkenalkan diri, kini giliran Selena untuk memperkenalkan diri. Selena tersenyum sebagai kesan pertama agar terlihat baik.
“Saya Selena Hua Chloe.” Selena mengucapkan namanya.
Raen mengecek daftar nama, Raen bingung kenapa nama Selena tidak ada didaftar. “Gak ada namanya disini.”
“Vania Selena Hua Chloe.” Selena menggulangi menyebutkan namanya.
“Ouh sih Viano.” tiba tiba Rean menyebut nama itu.
“Ha? Viano?, salah kak nama saya Vania bukan Viano.” Selena menggulangi kembali.
Rean menatap Selena. Senyum Rean terpampang, “iya aku tahu, dan pernah denger nama itu karena kamu deket sama Viano bener bukan?”
Daripada malah berdebat lebih baik Selena mengangguk saja.
Rean melangkah menjauh dari Selena, Rean ditengah tengah kumpulan anak anak eskul. Rean akan memberikan salah satu challenge untuk para anggota baru.
“Kakak mau memberikan suatu challenge dan challenge itu berhadiah. Coba tebak challenge apa?” Rean memberikan tebak tebakan.
Banyak anggota yang mulai ribut memikirkan tebak tebak an yang akan dikasih. Karena belum ada jawaban yang benar akhirnya Rean memerintah semuanya untuk diam dan mendengarkan perintah selanjutnya.
“Karena kayaknya belum ada yang bisa menebak, langsung saja deh kakak bakal kasih tau challengenya.”
Raen membuka salah satu barang yang tertutup kain.
‘Wah buket bunga.’ batin Selena.
‘Buat apa yah?’ Selena bertanya tanya didalam hati.
“Kali ini kalian harus memfoto buket bunga ini, yang paling bagus akan mendapatkan hadiah buket bunga yang lebih indah dari ini.” ungkap Rean.
Anggota eskul langsung ribut dan sangat bersemangat untuk mengikuti challenge ini begitu juga dengan Selena yang mulai tertarik dengan challenge tersebut.
“Kalian mengerti?” Rean bertanya.
__ADS_1
Semua anggota langsung mengangguk.
Selena menunggu gilirannya sambil duduk santai dipinggiran tembok ruang pentas.
‘Lama bener, malah pada caper lagi.’ batin Selena kesal dengan para anggota perempuan.
Karena terlalu lama menunggu hampir saja Selena akan tertidur karena mengantuk. Selena tersadar dan tidak mengantuk karena suara Rean yang memanggil Selena.
“Selena kini giliran kamu, ayok maju.” perintah dari Raen.
Selena segera maju agar cepat pulang. Lama lama diruang pentas membuat Selena merasa betah apalagi ada Raen. ups.
Raen langsung memberikan kamera digital kepada Selena. Selena dengan pd langsung memfokuskan lensa kamera, agar angle bidikan kamera menjadi bagus. Selena juga sudah lumayan piawai dalam memfoto objek menggunakan kamera digital, maklum saat smp mainan Selena adalah kamera digital.
Selena dapat membidik objek dengan sempurna, hasil dari bidikan Selena telah dilihat oleh Raen. Raen bahkan sangat kaget dengan hasil jepretan Selena. Setelah selesai melakukan challenge Selena kembali untuk berkumpul dengan anggota lain.
Raen langsung ketengah tengah ruangan pentas, Raen akan mengumumkan hasil pilihan para panitia.
“Oke karena waktu juga sudah sore banget, kakak langsung saja ingin mengumumkan hasil pemenang challenge pertama kali ini.”
Para anggota eskul menanti siapa yang akan menang, mereka jadi terlalu overthinking takut kalau ternyata saingan mereka yang menang.
“Pemenang challenge kali ini adalah Selena, semua panitia kagum dengan hasil bidikan dari Selena. dan untuk kalian semua yang belum berhasil jangan patah semangat yah.” ucap Raen.
Selena senang karena dirinya bisa berhasil. Raen menyuruh Selena untuk maju, karena Selena akan diberikan penghargaan dari Raen. Seperti yang dijanjikan Raen memberikan Selena sebuket bunga yang indah. Selena terpanah dengan keindahan bunga yang dirangkai menjadi buket itu. Raen memberikan Selena bunga, seperti seseorang yang sedang melamar kekasihnya.
“Cieee.” seluruh orang yang hadir pada hari itu meneriaki tingkah Raen, bahkan para perempuan jadi baper karena sikap Raen kepada Selena.
Selena hanya menangapi dengan senyuman, karena Selena tahu mungkin Raen melakukan hal seperti itu karena ingin menghibur anggota yang belum berhasil dalam challenge ini.
Tapi Raen ternyata salting sendiri. Melihat Raen yang salting sendiri membuat para teman Raen menggoda Raen.
“Terima kasih kak.” ucap Selena. Setelah mengucapkan terimakasih Selena langsung kembali kebarisan semula.
Semua orang yang ikut eskul segera dibubarkan karena memang sudah waktunya mereka pulang. Selena yang sudah keluar dari ruang pentas dan hendak menuju parkiran, langkahnya terhenti karena dipanggil seseorang.
“Tunggu Selena.” seseorang teriak dari belakang tubuh Selena.
Selena membalikan badannya, ternyata Raen sedang berlari kearah Selena. Setelah sampai didepan Selena akhirnya Raen bisa bernafas dengan lega.
__ADS_1
“Iya kak ada apa yah sampai lari lari begitu?” Selena bertanya.
Selena menatap Raen, Raen jadi gugup karena dipandang Selena.
‘Cantik banget buset.’ batin Raen.
‘Terlalu cantik untuk disia siakan.’ lanjut bantin Raen.
“Jalan bareng yuk keparkiran, karena disekolah jam segini udah sepi, jadi mending kita jalan berdua, takutnya nanti ditengah jalan ada kenapa napa.” niat Raen yang ingin caper kepada Selena.
Selena menatap Raen dengan tatapan kebingungan. Tapi tetap saja Selena mengikuti saran Raen untuk jalan berdua sampai parkiran.
“Masih sore kenapa harus jalan berdua kak?” Selena bertanya.
Raen menatap balik Selena sambil melangkah, “yah kan udah sepi takutnya nanti kamu di gangguin sama makhluk halus.”
“Emangnya jam segini mereka udah keluar?”
Raen jadi punya ide untuk menakut nakuti Selena. “Emang sebelum kamu pindah disini kamu belum tahu kisah kisah horor dari sekolah ini? padahal kisah horor sekolah ini tuh banyak yang tahu.”
Mendengar sesuatu yang bikin merinding, Selena jadi mendekat kearah Rean. Rean yang berhasil membuat Selena menjadi lebih dekat dengannya akhirnya tersenyum senang. Capernya Rean berhasil guys
“Mau denger ceritanya gak?” tawar Rean kepada Selena.
Selena langsung menggeleng. “Enggak mau.” tolak Selena.
Ternyata yang didengar selena dari Raen itu salah besar, kata Raen sekolah sudah sepi, ternyata masih ramai dan banyak orang yang masih stay disekolah. Selena jadi gak mood sama Raen.
Banyak pasang mata yang melihat kedekatan Raen dengan Selena. Banyak perempuan yang iri karena Selena didekati banyak cogan, mereka juga mau seperti Selena.
“Raen kayaknya pdkt sama tuh perempuan deh.” ghibah salah satu siswi.
“Bener tuh, tapi katanya dia juga denger sama Viano.”
“Gak gak, kak Viano itu sama kak Dania, mungkin memang kak Viano ada perlu aja sama tuh cewek.”
~~
See you guys
__ADS_1
Makasih sudah membaca, jangan lupa dukung author yah.
Doain juga guys, Author punya kucing nih baru lahiran dan semoga anaknya tumbuh besar yah. Terimakasih.