
"Woi gue udah peringatin Lo yah, jangan nyengol nyengol gue." kesal Bagas.
Bagas kalau udah main PS bakal serius.
"Loh, loh loh. Lo kok berani nyengol gue sih. awas aja kalau gue kalah, gak bakalan gue restuin Lo sama Selena." ancam Bagas.
Bagas selalu saja seperti ini, gara gara ingin menang eh mengancam lawan, jangan ditiru yah.
"Vin." Selena memanggil Viano.
Viano menoleh menatap Selena. Viano tersenyum memandang Selena, hari ini seperti biasa penampilan Selena membuat Viano terpanah. Menurut Viano, Selena punya kecantikan sendiri dibandingkan dengan cewek lain, oleh karena itu Viano terpikat dengan Selena.
"Kesini tiba tiba mau apa?" Selena bertanya.
"Mau ngajak Lo jalan." jawab Viano.
"Kemana?"
"Kemana aja asal sama kamu." wah yang tadinya Lo gue jadi aku kamu nih.
Selena menggelengkan kepalanya berusaha untuk tidak kebawa perasaan dengan gombalan mau Viano, kenapa akhir akhir ini Viano sering sekali menggoda Selena? Dasar playboy cap kadal.
"Jangan sering gitu deh Vin. takutnya nanti Lo gak tanggung jawab kalau gue udah baper."
"Gue pasti tanggung jawab kok, Lo tenang aja."
"Ekh ekhm ingat disebelah Lo masih ada manusia yang masih hidup, mohon dianggap." sahut Bagas.
__ADS_1
Telinga Bagas rasanya panas sekali sampai hampir berdengung gara gara pembicaraan romantis dari Selena dan Viano. Ouh kapan Bagas bisa seperti itu? tolonglah Bagas sudah tidak kuat menahan kejombloan hakiki.
Selena dan Viano kompak menyengir, mereka kalau terus menggoda satu sama lain pasti akan melupakan Bagas. Kasian sekali jomblo dari lahir seperti Bagas.
"Kalau mau pergi, sana pergi."
"Jangan ganggu jomblo yang cuman mau dirumah aja, sana pergi." lanjut Bagas mengusir Selena dan Viano.
"Iya iya bang, gue pergi nih sama Viano." Selena dan Viano melangkah menjauh dari Bagas.
Viano dan Selena masuk kedalam mobil BMW kesayangan Viano. Viano segera menjalankan mobilnya meninggalkan perkarangan rumah Selena.
Selena menatap Viano, sejenak Selena terpesona dengan Viano yang sedang menyetir, saat menyetir kadar kegantengan Viano bertambah berkali kali lipat. Kenapa Selena baru sadar jika Viano tampan yah? apakah selama ini dimata Selena ada beleknya?
'Kok ganteng banget sih pacar gue.' batin Selena.
Selena kembali menatap Viano.
Viano menatap Selena sebentar, "mau pergi ke cafe yang dipegunungan."
Selena langsung antusias mendengar perkataan Viano. "Cafe yang lagi booming itu?"
Viano mengangguk.
"Wah gue gak sabar kesana." Selena bersemangat sekali.
Viano senang karena Selena senang.
__ADS_1
Mobil BMW telah terparkir rapi diparkiran cafe, mobil BMW itu terlihat mencolok daripada mobil lainnya, maklumlah yang punya sultan.
Selena dan Viano segera keluar.
"Ayo." Viano meraih tangan Selena, mereka berdua berpegangan tangan sampai didalam cafe.
Viano dan Selena segera memesan makanan. pelayan datang membawa buku list makanan.
"Mau pesen apa?" Viano bertanya sambil membaca buku list makanan.
"Enaknya apa yah?" Selena bergumam sendiri.
Viano memperhatikan Selena yang masih sibuk memilih makanan, bibir Viano melengkung keatas, Viano tersenyum karena melihat Selena yang kebingungan, padahal Selena kebingungan eh malah bisa membuat seorang Viano tersenyum.
"Jadinya mau pesen apa, sayang ku?"
kalimat terakhir Viano bisa membuat jantung Selena seperti habis maraton. Pipi Selena juga sudah merona. Apakah hari ini Viano salah meminum obat? kenapa Viano gencar sekali menggoda Selena.
"Lo salah minum obat Vin?" Selena bertanya karena khawatir.
Viano menggeleng, "gue gak sakit jadi gue gak minum obat."
Selena mengkerutkan keningnya, "kalau gak salah obat? salah apa dong? kok tiba tiba Lo jago ngegombal sih?"
Viano mengedikan bahunya.
"Jadi mau pesan apa mbak mas?" Selena lupa kalau masih ada mas mas pelayan yang menunggu pesanan Viano dan Selena.
__ADS_1
"Milk shake strawberry satu tapi strawberrynya jangan ikut diblender yah kak biarin aja dipotong kecil kecil. Ayam bakar bumbu lada hitam sama chicken katsu. ehmmm es jeruknya satu."
"Lo mau apa Vin?" lanjut Selena bertanya kepada Viano.