My Maid My Wife

My Maid My Wife
10


__ADS_3

Kini tinggalah Dara diruangan itu, Dara memandangi wajah lelaki yang mungkin sudah ia cintai sekarang.


Lelaki yang memberikan benih dirahimnya.


"Hai Tuan Rendi, apa kabar?" tanya Dara yang kini sudah duduk di depan Rendi yang masih memejamkan mata diranjang rumah sakit.


"Aku nggak tau kamu bakalan seneng apa nggak denger kabar ini, aku hamil dan ini anak kamu." kata Dara lirih sambil memegangi rahimnya.


"Aku harap setelah kamu sadar nanti kamu bisa bahagia mendengar kehamilan aku, ya ini anak kita, aku masih berharap sekali kamu mau mengakui anak kita." kata Dara yang kini sudah meneteskan air matanya.


Dara memegang tangan Rendi, tangan yang dulu sering membelai wajah Dara dengan lembut. Tangan yang dulu bisa memberikan sentuhan sentuhan yang kini selalu ia rindukan.


Tidak ingin munafik memang Dara sangat sangat merindukan sesuatu itu, sesuatu yang awalnya ia benci karena Rendi merebutnya dengan paksa namun nyatanya ia kini merindukan itu semua.


Cukup lama Dara memandangi Rendi hingga tak terasa ia meneteskan air mata nya, tak sanggup menerima kenyaataan jika Rendi telah terbaring koma dirumah sakit.


Sesak dada Dara itulah yang kini ia rasakan, sementara itu diluar ternyata masih ada Randi yang tengah berdiri mendengarkan segala ucapan Dara pada Rendi.


Dengan wajah datar nya akhirnya Randi berjalan meninggalkan rumah sakit.


Sesampainya dikantor pun Randi masih melamun, entah apa yang ia pikirkan hingga sekertaris nya memasuki ruangan pun ia tak menyadarinya.


"Pak Randi 1 jam lagi anda harus meeting dengan Mr Alan." kata sekertaris Randi.


"Pak Randi, " panggil sekretaris Randi yang merasa dirinya diacuhkan oleh Randi.


"Hah, ngapain kamu disini?" tanya Randi setengah kaget.


"Maaf pak, saya tadi sudah mengetuk pintu namun tak mendapatkan respon dari bapak makanya saya langsung masuk, sekali lagi maafkan atas kelancangan saya pak" kata sekretaris Randi sedikit takut.


"Jadi apa yang ingin kau katakan?" tanya Randi dingin.


Sekretaris Rendi menghela nafas kemudian mengulangi ucapan nya.


"1 jam lagi anda harus meeting dengan Mr. Alan pak."


"Baiklah, jadi dimana tempat meeting nya?" tanya Randi.


"Pihak Mr Alan yang akan datang kemari pak."


" Ya sudah." balas Randi dingin.

__ADS_1


"Saya permisi pak." pamit sekretaris yang diangguki oleh Randi dan Mela pun keluar dari ruangan Randi.


Setelah Sekretarisnya keluar, ponsel Randi nampak berbunyi diatas meja.


Sayang Calling...


Randi nampak menerima panggilan kekasihnya itu.


"Iya sayang."


"Aku bentar lagi meeting jadi kayaknya nggak bisa nemenin kamu makan siang, maaf ya." kata Randi lembut dan terdengar suara Indah sedikit merajuk.


"Nanti pulang aku jemput," kata Randi pada kekasihnya dan suara Indah kembali biasa.


"Ya udah bye sayang, love you." kata Randi nampak mengakhiri panggilan Indah.


Randi menghela nafas memikirkan, jika saja Indah kekasihnya mengetahui pernikahan dirinya dengan Dara, apakah Indah masih mau menerima dan memaafkanya , hanya membayangkan saja sudah membuat kepala Randi ingin pecah.


....


Dara keluar dari ruangan Rendi karena nyonya Sanjaya sudah kembali dan sekarang waktunya Dara untuk pulang walaupun sebenarnya Dara ingin bermalam disana namun nanti apa kata mertuanya jika ia lebih memilih menemani Saudara iparnya itu.


Waktu menunjukan pukul 6 sore, Dara sepertinya harus bergegas pulang keapartemen agar bisa menyiapkan makan malam untuk Tuan Randi.


Sesampainya diapartemen Dara membersihkan diri kemudian ia bergegas kedapur untuk memasak, walaupun sebenarnya ia sedikit pusing dan lemas namun ia tak lupa dengan tanggung jawab dan pekerjaanya itu.


Hampir 2jam Dara berkutat didapur dan akhirnya selesai sudah ia menyiapkan makan malam, walaupun harus ada drama mual ditengah tengah memasak karena mencium aroma masakan namun tak membuat Dara menyerah dan bisa menyelesaikan masakan nya.


Dilihatnya jam sudah menujukan pukul 8 malam lebih 20 menit, namun belum ada tanda tanda jika tuan muda nya pulang.


"Mungkin lembur sampai malam," batin Dara kemudian duduk dikursi meja makan.


....


"Jadi kamu mau makan malam dimana sayang?" tanya Randi pada kekasihnya yang kini sudah berada di dalam mobil nya itu.


"Aku ingin ramen." kata Indah manja.


"Baiklah tuan putri, mari kita menuju restoran ramen terenak." kata Randi yang kini mulai melajukan mobilnya dan terlihat Indah hanya terkekeh mendengar ucapan Randi.


Setibanya disebuah restoran mahal, Randi dan Indah langsung memesan menu ramen yang di inginkan oleh Indah.

__ADS_1


"Jadi apakah seharian ini terasa melelahkan?" tanya Indah setelah pelayan pergi membawa pesanan mereka.


"Hmm sedikit." balas Randi datar.


"Sepertinya kamu sedang menyembunyikan sesuatu dariku, apakah aku tidak boleh tau?'' tanya Indah.


"Hanya masalah pekerjaan sayang, aku tak ingin membebani mu jika harus bercerita padamu." kata Randi.


"Tidak masalah jika kamu memang ingin bercerita sayang, ayolah, kamu tidak seperti biasanya." kata Indah .


"Aku benar benar tidak apa apa sayang." kata Randi nampak mengenggam tangan kekasihnya itu.


"Baiklah baiklah, aku tidak akan memaksa untuk bercerita, kapanpun kamu ingin bercerita aku selalu siap dengerin." kata Indah .


"Iya makasih sayang."


Pesanan keduanya datang dan mereka menikmati makan malam mereka dengan canda tawa yang mengiringi.


Selesai makan Randi mengantarkan Indah pulang ke apartemen nya.


"Kamu yakin nggak mau gantian nginep diapartemen aku?" tanya Indah sebelum keluar dari mobil.


"Abis ini aku masih mau nerusin kerjaan aku sayang, maaf." jawab Randi tak ingin kekasihnya itu kecewa.


"Ooo jadi sekarang kamu mulai gila kerja lagi dan lebih penting kerjaan kamu dari pada nemenin aku?" tanya Indah merajuk lagi.


"Ayolah sayang... aku akan menginap besok kalau memang sudah free, aku benar benar dikejar deadline." kata Randi memberikan pengertian pada Indah.


"Baiklah baiklah, aku mengalah, aku masuk dulu." Indah nampak mengecup bibir Randi kemudian keluar dari mobil Randi.


Setelah kekasihnya tak terlihat lagi, Randi mulai melajukan mobilnya menuju apartemen nya, seharian ini sibuk dengan pekerjaan dan harus menemui Indah membuat Randi sedikit melupakan Dara.


Ya bagaimana dengan Gadis itu, apa dia masih dirumah sakit ataukah sudah pulang, sedikit kesal karena Dara tak mengabari keberadaanya sekarang.


Jadi lebih baik sekarang Randi pulang lebih dulu ke apartemen dan membersihkan badan nya yang lengket kemudian baru menjemput Dara meskipun sekarang sudah pukul 11 malam namun ia tak akan membiarkan Dara menginap di rumah sakit.


Sesampainya diapartemen betapa terkejutnya Randi melihat Dara yang tertidur dimeja makan dan nampak didepan Dara sudah tersaji makan malam yang sepertinya sudah dingin.


Jadi Dara sudah menyiapkan makan malam untuknya dan menunggunya batin Randi nampak tersenyum kecil.


Bersambung......

__ADS_1


jangan lupa like vote dan komen ...


__ADS_2