My Maid My Wife

My Maid My Wife
53


__ADS_3

"Apa aku nyerah aja buat memperjuangin kamu ???' tanya Rendi yang membuat Dara menatap dirinya tak percaya.


"Bahkan Ayah kamu nggak ngehargai niat baik aku, malah nuduh yang enggak enggak , aku nggak pernah mandang Rendah kamu Dara, bahkan sekalipun bagaiamana keadaan kamu , aku nggak peduli tapi apa ??? " ucap Rendi tak percaya jika mengingat ucapan Ayah Dara.


Dara kini berada diposisi serba sulit, Ia binggung harus membela siapa,??? jika Ia membela Ayahnya , bagaiaman dengan Rendi namun jika Ia membela Rendi,??? Ahh entahlah semua memang membuat kepalanya mau pecah.


"Apakah kau masih ingin tetap menikah dengan ku Dara ???" tanya Rendi.


"Ya Tentu saja aku mau " ucap Dara yang berharap Rendi akan memperjuangkan nya.


"Jika iya, pergi dari sini, kita menikah meskipun ayahmu tak merestui kita " ucap Rendi yang membuat Dara mengangga tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


"Apa kau mau Dara ???" tanya Rendi yang hanya melihat ekspresi terkejut dari Dara.


"Jika memang kau tak mau memperjuangkan ku, lebih baik pergi saja.. aku tak apa " ucap Dara lirih.


"Apa yang kau katakan itu Dara??, tentu aku mau, kau tak lihat bahkan aku sudah menyiapkan segalanya untuk mu tapi nyatanya Ayahmu menghalangi semuanya ,semua usahaku untukmu bahkan tidak diterima sedikit pun" ucap Rendi memperlihatkan cincin berlian yang ia belikan untuk Dara.


"Aku cukup mengerti jika Ayah seperti ini, mungkin ayah kecewa dengan ku " ucap Dara mencoba menahan isak tangisnya .


"Aku tau, tapi kan aku sudah benar benar membuktikan jika aku ingin mempertanggung jawabkan semuanya Dara " ucap Rendi putus asa.


"Jika kau ingin membawaku pergi dari sini tanpa restu Ayah, jawaban ku adalah tidak." ucap Dara.


"Jadi kau tak mau ikut dengan ku ???" tanya Rendi tak percaya.


"Bukan nya aku tak ingin ikut, aku hanya ingin pergi setelah mendapatkan restu dari Ayah" ucap Dara kembali menangis, karena sudah tak bisa menahan air matanya yang ingin keluar.


"Jika memang itu keinginan mu , aku akan pergi??!" ucap Rendi membuat Dara terkejut dan memandang Rendi tak percaya.


"Tak perlu khawatir untuk masalah biaya hidup mu dan Anak itu, aku akan selalu memberikan nya setiap bulan nya " ucap Rendi yang benar benar menyakiti hati Dara, apalagi saat Rendi mengatakan anak itu, mengapa ia harus mengatakan ucapan sekejam itu pada Dara.

__ADS_1


Rendi menatap Dara cukup lama, Dara yang hanya diam tak menatapnya ataupun mengatakan apapun untuk menjawabnya.


Karena merasa tak ada respon dari Dara akhirnya Rendi pun pergi dari sana, meninggalkan Dara dan bayinya.


Rendi sungguh tega melakukan itu, Dara pun menangis sekeras kerasnya karena ia merasakan rasa sakit yang sangat luar biasa dihatinya.


"Kak...." ucap Dhea yang tak tega melihat Dara meringkuk dibawah sambil menangis, sementara itu diluar mobil Rendi sudah tak terlihat, mungkin Rendi sudah pergi.


"Kenapa dia harus setega itu dengan ku dan calon anak nya " ucap Dara sambil menangis.


"Yang sabar kak, mungkin Tuan Rendi masih marah karena penolakan Ayah " ucap Dhea menenangkan Kakak nya.


"Tapi tidak seharusnya ia melakukan itu, apa dia tak ada keinginan untuk memperjuangkan kami" ucap Dara yang ia maksud dengan kami adalah Dara dan anak yang ada dalam kandungan nya.


"Coba saja kak kita tunggu lagi, siapa tau besok Tuan Rendi kembali kesini untuk merubah pikiranya " ucap Dhea menenangkan Dara yang masih menangis.


"Jadi pria itu pergi ????!!!" tanya Ayah yang keluar dari kamarnya diikuti Ibu .


"Iya Yah... mobilnya sudah tidak ada didepan " ucap Dhea sedangkan Dara tak menjawab hanya menangis.


"Ayah... Tuan Rendi memang salah telah menodai Dara namun Tuan Rendi mau bertanggung jawab" ucap Dara menjelaskan pada Ayahnya berharap Ayah mengerti dan menerima Rendi.


"Nyatanya, baru Ayah tolak sekali saja sudah menyerah, jika pria itu memang baik dan memang mencintai kamu , pasti tak akan menyerah hanya karena satu kali penolakan, dia pasti akan tetap bertahan buat menyakinkan Ayah, meyakinkan keluarga kamu nyatanya dia malah pergi ,tak ada usaha sedikit pun." ucap Tomo dan Dara mulai mencerna ucapan sang Ayah memang benar, seharusnya Rendi tak menyerah hanya karena satu kali penolakan dari sang Ayah.


"Ayah ingin yang terbaik buat kamu Dara, kita memang orang miskin namun kita harus tetap menjaga diri agar harga diri kita tidak di injak injak... Ayah tau kedepan nya akan berat untuk kita tapi Ayah percaya semua akan baik baik saja " ucap Tomo.


"Jadi Ayah mengatakan itu pada Rendi hanya karena ingin mengetes Rendi saja ???' tanya Dara yang kini mulai mengerti maksud sang Ayah.


"Tentu saja, Ayah ingin tau seberapa besar dia mencintai kamu dan menginginkan kamu " ucap Tomo.


"Tapi Rendi malah pergi..." ucap Dara lirih.

__ADS_1


"Ya memang seperti itulah orang kota, sebab itu dulu Ayah nggak setuju kalau kamu kerja dikota , lebih baik Ayah ngrasain sakit nggak apa apa asal kalian baik baik saja dirumah ini "ucap Ayah yang membuat Dara semakin terisak.


Memang dulu Dara yang badung, tidak menuruti ucapan Ayahnya, tapi dulu Dara juga ingin mengerjar cita cita nya untuk bisa jadi koki Kue agar saat pulang kampung Dara bisa membuat Toko Kue dikampungnya namun nasib berkata lain.


"Sekarang Dara harus gimana Ayah??? Dara malu kalau orang satu kampung tau Dara sedang hamil " ucap Dara masih terisak.


"Itu memang sudah resiko yang harus kita hadapi Dara, tak perlu memikirkan ucapan orang orang kampung, kamu harus kuat agar janin kamu juga sehat" ucap Ayah Tomo.


"Nanti kalau ada yang ngusik kamu, kita hadappi bareng bareng ya sayang .." ucap Leha Ibu Dara.


"Iya Kak... nanti biar Dhea yang hadepin kalau ada yang nyakitin Kakak... " ucap Dhea yang memang sedikit tomboy.


Dara pun tersenyum melihat keluarga nya berperan banyak memberikan support untuknya.


"Makasih Ayah, Ibu... Dhea... makasih udah support Dara " ucap Dara.


"Kamu harus kuat ya sayang " ucap Leha memeluk putrinya itu.


....


Rendi melajukan mobilnya dengan sangat kencang karena malam ini jalanan memang sepi sekali.


Ditolak oleh calon mertua dan istrinya yang tidak memilihnya membuat Rendi frustasi dan sakit hati.


Ia masih tak menyangka, Dara menolak untuk kawin lari denganya.


Dan mengapa pula Ayah Dara harus sesulit ini denganya.???.


Benar benar membuat Rendi ingin kembali ke masa lalu dimana ia sama sekali tak memikirkan bagaimana perasaan orang.


Ya nyatanya jatuh cinta kembali membuatnya sakit.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


JANGANN LUPA LIKE VOTE DAN KOMENN YAA...


__ADS_2