My Maid My Wife

My Maid My Wife
52


__ADS_3

"Kamu hamil Nak ???' tanya Leha pada Dara yang terlihat pucat karena takut.


Tentu saja Leha tau walau hanya menyentuh perut Dara yang masih belum terlihat karena Leha dulunya pernah berprofesi sebagai dukun pijat bayi jadi Leha cukup tau betul bagaiamana perut wanita yang sedang hamil muda.


"Apa yang kau katakan itu Leha ???!" tanya Ayah Dara terkejut dan memenganggi Dada nya.


"Ayah , Dara bisa jelaskan semuanya, Ayah jangan panik, ayah jangan terkejut, Dara takut Ayah kenapa napa " ucap Dara yang panik melihat Ayah memengang Dada nya. Dara takut jika sakit jantung Ayah kumat karena dirinya.


"Mas... minum dulu, tenang Mas... Lebih baik kita kembali habiskan makan dan setelah itu biarkan Dara menjelaskan semuanya." ucap Leha yang kini disamping suaminya.


Terlihat jelas raut wajah Dara yang pucat dan cemas membuat Rendi yang didepan nya sedikit khawatir.


"Aku udah nggak nafsu makan lagi, lebih baik segera kita duduk didepan dan jelaskan apa maksudnya itu " ucap Tomo tak sabar.


Akhirnya semua orang menurut dan duduk diruang tamu, terlihat Leha masih sibuk menyiapkan obat jantung yang selalu Tomo minum.


"Minum dulu Mas..." ucap Leha yang dituruti oleh Tomo.


Rendi yang melihat situasi ini sedikit kesal karena rencana nya gagal, padahal ia ingin memberikan sureprise pada Dara dengan melamar Dara didepan keluarganya namun malah jadi seperti ini.


"Jadi jelaskan sebenarnya apa yang terjadi dan mengapa tiba tiba kamu pulang ??!" tanya Tomo setelah meminum obatnya.


"Begini pak, sebenarnya maksud kedatangan saya bukan hanya- "


"Saya tanya Dara bukan kamu " Ucap Tomo tegas membuat Rendi mengalah.


"Dara memang benar Hamil Ayah... ibu ... maafkan Dara yang nggak bisa menjaga diri disana." Ucap Dara yang kini bersipuh dikaki kedua orangtuanya sambil menangis .


Melihat Itu membuat Rendi dihantui rasa bersalah yang teramat besar, karena dirinya lah Dara bisa Hamil, ya Rendi telah memperkosa Dara dan membuat Dara seperti ini.


"Ya Tuhan... bagaimana ini bisa terjadi pada putriku " ucap Leha ikut menangis.

__ADS_1


"Inilah yang membuat Ayah tak setuju saat kamu pergi kekota untuk bekerja disana , tapi waktu itu kamu ngeyel, jadi seperti ini kan " ucap Tomo.


"Maafkan Dara Ayah.... maafin Dara Ibu..." ucap Dara masih terisak.


"Maaf jika saya memotong ... tapi disini lah saya yang telah bersalah Pak... Buk... , saya sudah memperkosa Dara " akui Rendi jujur membuat semua orang yang disana langsung menatap Rendi tajam.


"Apa maksud Anda Tuan???!!!" tanya Tomo dengan nada sedikit Geram.


"Saya yang salah Pak...saya yang telah memperkosa Dara hingga hamil, tapi saya akan bertanggung jawab , saya akan menikahi Dara secepat mungkin " ucap Rendi meyakinkan Tomo.


"Semudah itu Anda mengatakan itu ???apa sehina itu putri kami dimata Anda ??? Apa karena keluarga kami miskin lalu Anda kaya raya jadi bisa berbuat semau Anda pada putriku ???! ucap Tomo tegas.


"Maafkan saya Pak... saya memang telah melakukan kesalahan tapi saya juga akan mempertanggung jawab kan kesalahan saya itu ???" Ucap Rendi yang mulai frustasi karena Ayah Dara tak semudah yang ia bayangkan.


"Cukup terlambat untuk itu Tuan... jika memang Anda menyukai putri saya mengapa Anda tidak meminta nya baik baik pada kami dan malah memperkosanya ??? lalu jika Dara tidak hamil apakah Anda juga berniat ingin menikahi Dara padahal Anda sudah menghilangkan masa depan Anak saya " ucap Tomo dengan emosi tak tertahan.


"Memang orang kaya seperti Anda bisa nya cuma menginjak injak harga diri kami sebagai kaum miskin dan rendahan" ucap Tomo lagi.


"Ayah , maafin Tuan Rendi, semuanya bukan salah Tuan Rendi, Dara juga salah Ayah... maafkan kami " bela Dara didepan orang tuanya.


"Dan kamu malah membela pria brengsek yang telah menghamilimu Dara ???!" ucap Tomo mendesis marah .


"Sudahlah Mas... maafkan saja mereka , yang penting Nak Rendi dan Dara sudah mengakui kesalahan mereka " ucap Leha yang kini mengelus punggung suaminya agar lebih bersabar.


" Tidak, Aku membesarkan putriku bukan untuk di injak injak harga dirinya " ucap Tomo.


"Lebih baik kamu pergi dari sini, dan jangn harap kamu bisa menemui Dara apalagi menikahi Dara karena saya tidak akan membiarkan itu terjadi , dan kamu Dara, mulai sekarang tak perlu kembali kekota , kamu disini dan Ayah yang akan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan kamu dan calon anak kamu " ucap Tomo membuat semua orang yang disana terkejut.


"Ayah ... Dara mohon jangan lakukan ini... maafkan Dara ayah..." ucap Dara kembali menangis.


"Pak .. saya mohon beri kesempatan untuk saya memperbaiki semuanya Pak.." ucap Rendi .

__ADS_1


"Sekali tidak tetap tidak !!! lebih baik Anda segera pergi, karena saya sudah tak ingin melihat Anda ditempat ini, " ucap Tomo kemudian meninggalkan ruang tamu.


Dara menangis cukup keras , tak percyaa Ayah nya memberikan keputusan seperti itu, dan tak memikirkan bagaimana nasibnya dan Anaknya nanti jika lahir tanpa Seorang Papa.


Sedangakan Itu Rendi tertunduk , ia benar benar kesal, mengapa Ayah Dara harus sekolot itu.


"Ibu.. gimana sama aku Bu..." ucap Dara masih menangis.


"Maafin Ibu... ibu nggak bisa bantu kamu , kamu tau kan Dara ayah kalau udah marah dan ngambil keputusan udah nnggak bisa dielak lagi " ucap Leha.


"Tapi Bu.. kasian Kaka Dara sama Bayinya Nanti" ucap Dhea yang sedari tadi hanya mendengar kan saja tak membantu apa apa.


"Ya coba nanti Ibu yang bicara sama Ayah kamu. !!! " ucap Leha.


Hening ditempat itu padahal masih ada Leha , Dhea, Dara dan juga Rendi duduk disana namun tak ada satupun yang bicara , hanya isakan tangis Dara yang terdengar.


"Kalian coba omongin berdua gimana enaknya , Ibu sama Dhea masuk dulu" ucap Leha yang mengajak Dhea masuk.


Kini tinggalah Dara dan Rendi yang berada diruang tamu.


"Aku harus Gimaana lagi ??? aku ngajak kamu pulang buat ngasih sureprise mau nglamar kamu karena Randi sudah sadar dan Urusan aku sama Indah selesai tapi semuanya malah gini" ucap Rendi membuat Dara terkejut mendengar Randi sudah sadar.


"Aku bahkan udah nyiapin Cincin buat kamu " ucap Rendi mengeluarkan sebuah kotak kecil bludru , Rendi membuka kotak kecil itu dan memperlihatkan pada Dara sebuah cincin berwarna putih dengan hiasan berlian diatasnya. Dan Dara hanya memandangi tanpa menjawab.


"Tapi niat baik aku ditolak mentah mentah sama Ayah kamu... Aku sadar aku salah tapi aku bener bener mau tanggung jawab"


"Apa aku nyeraah aja memperjuangin kamu ????" .


BERSAMBUNG...


jangan lupa like vote dan komen...

__ADS_1


__ADS_2