My Maid My Wife

My Maid My Wife
80


__ADS_3

Dara cukup shock mendengar apa yang dialami oleh Siti yang sudah menceritakan segalanya pada Dara. bahkan berkali kali Siti mengatakan minta maaf pada Dara.


Terlihat sekali Siti sangat menyesali perbuatan nya membuat Dara cukup iba dan ingin membantu Siti.


"Aku coba nanti ngomong sama mas Rendi dulu ya, siapa tau dia bisa bantuin kamu." kata Dara "Maaf bukan gimana gimana disini kan Aku udah bersuami jadi nggak bisa ambil keputusan sendiri, tapi kamu tenang aja Aku pasti tetep bantuin kamu." kata Dara sambil memegang tangan Siti.


"Makasih banget yaa, Gue nggak tau lagi kalau nggak ada Lo, maaf buat semua yang pernah Gue lakuin ke Elo." tukas Siti denga raut penuh penyesalan.


"Trus sekarang kamu tinggal dimana?" tanya Dara.


"Aku nggak tau, aku juga binggung." sedih Siti.


"Ya udah, sementara kamu tinggal dirumah aku aja nggak apa apa."


"Gue mau kok kalaupun harus kerja jadi asisten dirumah Lo." kata Siti dengan nada berharap.


"Nanti aku ngomongin sama Mas Rendi dulu ya." kata Dara yang hanya diangguki Siti.


Sore semakin petang, Dara memutuskan untuk mengajak Siti menginap ke mansion nya.


Sementara itu Rendi keluar dari mobilnya, melihat sopir dan mobil yang dia siapkan untuk Dara tidak ada.


"Apa Dara pergi?" batin Rendi segera memasuki mansion.


"Tuan sudah pulang?" tanya Maya salah satu Maid.


"Mana Nyonya?" tanya Rendi.


"Anu Tuan, Nyonya tadi keluar."


"Kemana?" tanya Rendi, belum sempat Maya menjawab, Rendi sudah mendengar suara deru mobil milik Dara.


Tanpa menunggu jawaban, Rendi segera keluar untuk memastikan jika benar istrinya yang datang.


Saat didepan, benar saja Dara yang keluar dari mobil dengan seseorang yang Ia kenali.


"Mas.. udah pulang?" tanya Dara terlihat gugup.


"Habis darimana?" tanya Rendi terdengar ketus.

__ADS_1


"Emm aku, nanti aja ya mas aku ceritain." kata Dara.


"Maya, tolong anterin temen saya kebelakag ya, masih ada kamar kosong kan?" kata Dara pada Maya yang ikut keluar.


"Baik Nyonya."


"Tuan.." sapa Siti pada mantan majikan nya itu namun Rendi sama sekali tak mengubris sapaan dari Siti.


"Mas jangan kayak gitu." kata Dara menyenggol bahu Rendi namun Rendi masih tak peduli.


"Kamu itu habis dari mana sih?" tanya Rendi pada Dara setelah Maya dan Siti tak lagi terlihat.


"Nanti aku ceritain mas, jangan marah ya, ya udah yuk masuk aku siapin air hangat buat mandi," kata Dara melihat suaminya baru pulang dan tak menemukannya pastilah membuat Rendi kesal.


Tanpa menjawab ucapan Dara, Rendi memasuki mansion dengan perasaan kesal, Dara yang melihat kekesalan suaminya hanya bisa sabar dan membuntuti Rendi dari belakang.


"Aku siapin air hangat dulu ya." kata Dara saat keduanya memasuki kamar.


Rendi kembali tak mengubris, hanya diam sambil melepaskan jas serta kemeja yang Ia kenakan.


"Air nya udah siap mas." kata Dara, tanpa menjawab lagi Rendi memasuki kamar mandi.


Dara hanya bisa menghela nafas lelah, setelah menyiapkan baju ganti untuk suaminya Dara turun kebawah untuk membuatkan Rendi teh hangat.


"Diminum dulu Mas tehnya." kata Dara meletakan Teh dimeja.


Lagi lagi Rendi tak menjawab, hanya mengambil cangkir lalu meneguk isinya yang setidaknya bisa membuat mood nya sedikit membaik.


"Maafin aku Mas." kata Dara yang kini sudah duduk disamping suaminya.


"Kamu sebenarnya habis darimana?" tanya Rendi masih terdengar ketus.


"Aku tadi udah telpon kamu, mau ijin dulu sama kamu tapi ponsel kamu nggak aktif, aku juga udah kirim pesan, kamu belum baca ya mas?" tanya Dara membuat Rendi sedikit terkejut karena ponselnya mati, batereinya habis dan dia lupa tidak mencharger sewaktu dikantor.


"Aku lupa ponselnya mati." jawab Rendi tersenyum membuat Dara sedikit lega.


"Aku tadi udah kirim pesan kok, ni kalau nggak percaya." kata Dara memperlihatkan pesan yang Ia kirim pada Rendi.


"Hmm iya iya, maafin aku nggak tau kalau kamu udah ijin, tapi aku masih kesel, ngapain sih kamu ketemu sama temen kamu itu, jangan lupa Dara dia dulu pernah setongkol sama Indah buat ngerusak hubungan kita." kata Rendi dengan nada tak suka.

__ADS_1


Dara ingat itu, dia benar benar mengingat itu semua namun bukankah jika orang yang sudah menyesali perbuatanya harusnya kita memberikan kesempatan, itulah yang selalu menjadi pedoman Dara.


"Iya aku tau itu Mas," kata Dara yang langsung menceritakan apa yang Siti alami pada Rendi.


"Itu karma buat dia karena sudah jahat sama kamu selama ini, udahlah sayang nggak usah digubris lagi, aku nggak suka kamu deket deket lagi sama dia." kesal Rendi.


"Mas... jangan gitu, apa mas nggak kasian? dia lagi hamil Mas.. coba bayangin kalau itu aku, apa mas juga tega." kata Dara yang langsung meruntuhkan pertahanan Rendi.


Jelas Rendi tak akan tega ...


"Trus apa mau kamu?" tanya Rendi yang sudah pasrah jika melihat Dara sudah memelas seperti ini.


"Mas Siti boleh nggak tinggal disini bareng kita, biar Dia jadi Maid disini." pinta Dara.


"Nggak! Aku nggak mau." kata Rendi langsung menolak.


"Mas..." Dara kembali memelas.


"Aku nggak masalah kamu mau bantuin dia, tapi kalau untuk kerja dan tinggal disini, aku nggak mau!" jelas Rendi.


"Mas... kasian dia mas..." melas Dara lagi.


"Kita aja nggak tau Dara, dia beneran lagi susah atau cuma pura pura susah! gimana kalau dia punya rencana buat njebak kamu lagi, please sayang! jangan terlalu baik sama orang." jelas Rendi terlihat frustasi menjelaskan pada Dara.


"Niat aku kan cuma baik, ya udah lah kalau kamu nggak ngebolehin." kata Dara yang kini mulai menangis.


"Ya ampun sayang, udah nggak usah nangis! iya iya kita bantuin dia tapi nggak jadi maid disini." kata Rendi yang langsung mengalah melihat Dara hampir menangis mana mungkin Rendi tega.


"Bener kan kamu mau ngasih dia kerjaan?" tanya Dara tak jadi menangis.


"Iya sayang, kebetulan dikantor lagi butuh clening service cewek jadi dia bisa kerja disana trus kalau masalah tempat tinggal Dia bisa cari kostan disekitar kantor, aku jamin gaji dia bisa cukup buat hidup dia sama anak yang masih dia kandung." kata Rendi.


"Makasih sayang, aku tau suamiku ini memang orang baik." kata Dara sambil memeluk Rendi.


"Kalau bukan karena kamu yang mau nangis, aku sebenernya juga males bantuin Dia." gerutu Rendi.


"Sayang jangan gitu." kata Dara melepaskan pelukan nya.


"Iya iya, sini peluk lagi! masa meluk kalau ada maunya doang." protes Rendi yang hanya membuat Dara terkekeh.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN....


__ADS_2