
"Aku kangen sayang" Rendi membisikan disela sela ciuman panas mereka, Dara yang terkejut pun segera menyadarkan ini semua jika ini semua tidaklah benar.
"Aku tau , tapi kan kita lagi-" belum sempat Dara mengatakan bibirnya sudah diraup lagi oleh Rendi, membuat Dara hanya bisa pasrah.
Ciuman Rendi yanga awalnya hanya sebatas rindu kini semakin lama semakin liar, bahkan Rendi sudah membawa Dara kepangkuanya.
"Ud-udah... aku takut ada yang lewat" Dara mencoba memberontak karena ia benar benar takut jika ada yang melihat dan pastinya akan membawa masalah baru untuknya.
"Aku pengen, emangnya kamu nggak pengen???!" tanya Rendi yang kini sudah menyibak Daster Dara dan Rendi mulai membuka resleting celananya membuat Dara panik tak menyangka Rendi akan mengajak berhubungan di mobil.
"Nggak , aku nggak mau" Dara menahan celana dalamnya yang hendak dirobek oleh Rendi yang sedang dirundung nafsu itu.
Seketika Rendi menghentikan aktifitasnya dan menatap Dara tajam membuat Dara menunduk takut.
"Kamu nolak permintaan suami kamu ???" Desis Rendi dengan suara marah.
"Engg-enggak bukan gitu, pernikahan kita belum sah, harusnya ayah yang ngijabin kita bukan orang lain, !!!" jelas Dara.
Rendi tertawa namun terlihat mengerikan "Bahkan sampai sekarang aja Ayah kamu belum ngrestui kita".
"Ayah cuma pengen ngeliat usaha kamu buat memperjuangin aku" Kata Dara yang kini sudah mulai ingin menangis.
Terdengar Rendi mendesah kesal karena tak mendapatkan apa yang dia inginkan. Tadinya Rendi tak berniat mengajak Dara melakukan ini namun saat melihat Dara yang memakai daster lengan pendek dan Terlihat belahan dadanya entah mengapa membuat Rendi memginginkan Dara.
"Ya udahlah aku anter pulang, maafin aku kalau aku maksa kamu" Rendi mengatakan itu tanpa melihat Dara.
"Kamu marah sama aku ????" Tanya Dara saat tau Rendi tak mau menatap wajahnya.
"Enggak...." jawab Rendi ketus, "Cuma kesel aja, kamu udah godain aku , giliran diminta nggak mau" gerutu Rendi melanjutkan ucapaan nya.
"Aku enggak godain kamu!!!" elak Dara.
"Ini apa kalau nggak godain aku !!" Rendi tampak menarik baju Dara yang memperlihatkan belahan dadanya membuat Dara sadar dan sedikit tak enak.
"Besok lagi kalau ketemu aku, kamu pakai baju tertutup jangan kayak gini, aku suka nggak nahan kalau liat kamu pakai baju seksi" Kata Rendi menjelaskan dan membuat Dara tersenyum.
"Maaf ... aku tadi gerah banget" kata Dara geli dan terdengar Rendi mendegus kesal.
"Hmm... sekali aja nggak mau ni ???" Tawar Rendi dengan nakal.
"Enggak..." jawab Dara ketus.
"Ya udahlah aku anterin kamu pulang aja," Kata Rendi "Sabar yaa.. sayang" Rendi mengatakan itu sambil mengelus miliknya membuat Dara terkekeh Geli.
__ADS_1
"Ketawa lagi." gerutu Rendi sebal.
"Iyaa maaf..."
Mobil Rendi melaju meninggalkan tempat sepi itu dan berjalan menuju rumah Dara.
Sesampainya didepan rumah, keduanya berjalan memasuki rumah dan langsung disambut tatapan tajam dari Tomo ayah Dara.
"Dari mana kalian ????!!' tanya Tomo dengan nada tinggi.
"Ay-ayah... tadi Dara.."
"Maaf pak sudah mengajak Dara keluar tanpa ijin Bapak, saya hanya ingin mengajak Dara jalan jalan saja tak lebih!!!' sela Rendi karena ia tak ingin melihat Dara di marahi.
"Memangnya saya ngijinin kamu bawa anak saya keluar!!!" ketus Tomo .
"Sekali lagi maafkan saya pak, saya sudah lancang" Kata Kevin dengan raut menyesal.
Tomo tak mengatakan apapun saat melihat raut Rendi yang memelas, ia segera meninggalkan Dara dan Rendi masuk kamar.
"Maafin Ayah yaaa..." kata Dara saat keduanya sudah duduk.
"Nggak apaa apa, aku yang salah juga kok" kata Rendi membuat Dara semakin merasa bersalah.
Dara terlihat menunduk sedih, "Udah sayang .. aku beneran nggak apa apa" kata Rendi lagi melihat Dara sedih.
"Besok kita periksaiin Dedek yaa ??? udah satu bulan belum kontrol lagi kan ???" tanya Rendi sambil mengelus perut Dara.
"Kamu nggak apa apa kesini setiap hari ???!" tanya Dara ragu.
"Enggak apa apa lah, demi kamu sama anak kita aku bakalan lakuin apapun" ujar Rendi membuat Dara tersenyum lega.
"Makasih papa" Dara menirukan suara khas anak kecil yang membuat Rendi terkekeh.
"Ibu sama Dhea belum pulang yaa ???" tanya Rendi.
Dara terlihat celinggukan kesana kemari "Kayaknya belum tuh, kamu udah mau pulang yaa ????" tanya Dara.
"Iya udah malem banget, nggak apa apa kan aku pulang ???" tanya Rendi.
"Hmm nggak apa apa kok, nggak mau nginep hotel aja pulang besok pagi gitu ??? ini udah malem trus badan kamu pasti juga capek aku takut kamu kenapa napa" jelas Dara memperlihatkan raut khawatirnya.
"Nginep nya sama kamu mau aku" goda Rendi membuat Dara mencubit pinggang nya.
__ADS_1
Rendi hanya terkekeh, "Ya udah aku balik yaa sayang, salamin buat Ayah" kata Rendi yang paham jika Tomo pastilah sudah tak mau keluar menemuinya.
"Iya kamu hati hati yaaa" ucap Dara yang hanya diangguki oleh Rendi tak lupa Rendi mengecup kening Dara.
Rendi sudah memasuki mobilnya dan Dara masih setia menunggu hingga mobil Rendi tak terlihat lagi.
"Kak Rendi yang dateng ???' tanya Dhea yang baru ppulang.
Dara hanya mengangguk "Kamu habis darimana ????" tanya Dara.
"Biasa kak, anak muda ya nongkrong" jawab Dhea santai.
"Jangan kebanyakan nongkrong, anak cewek nggak baik" nasihat Dara.
"Kakak santai aja, wihhhh dikasih oleh oleh banyak nih sama Kak Rendi" kata Dhea melihat kantong plastik yang dibawa Rendi tadi.
"Ambil aja dek, kalau mau!!! banyak kok, kakak juga nggak bakalan habis" tawar Dara membuat Dhea tersenyum girang.
"Seriusan nihh kak ???!' Dhea segera mendekati kantong plastik dan mengambil snack yang ia sukai setelah itu segera ia pergi kekamar, Dara hanya geleng geleng kepala melihat tingkah adiknya itu.
"Nak Rendi udah pulang ???' tanya Leha yang baru saja masuk rumah.
"Iya Bu... baru aja pulang"
"Seneng nih udah ketemu, dibawain jajanan lagi" Goda Leha pada putrinya itu.
"Ibu apa ssih.." Dara sedikit malu malu.
"Ayah sama Dhea udah pulang ???" tanya Leha.
"Udah kok bu.."
"Ya udah Ibu mau masuk kamar dulu, kamu juga istirahat, udah malam" jelas Leha yang hanya diangguki oleh Dara.
..
Sementara itu Rendi menyetir mobilnya sendiri dalam keadaan kalut, ya tentu saja kalut disaat ia menginginkan Dara namun tak bisa terpenuhi dan pula ia juga masih belum mendapat restu dari Tomo Ayah Dara.
Entahlah sampai kapan hubungan nya dengan Dara akan seperti ini terus. sejujurnya ia sedikit lelah namun ia juga tak ingin menyerah.
Rendi melewati jalan sepi dan gelap sedikit melamun hingga tak sengaja ia akan menabrak seseorang membuat Rendi harus mengarahkan mobilnya kesamping dan menghentikan mobilnya secara mendadak.
"Gila... gue nabrak siapa ??!!!"
__ADS_1
BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMENN