
Rendi keluar dari mobilnya, hendak memastikan jika ia benar telah menabrak seseorang dan benar saja Rendi menabrak seorang wanita muda.
"Maaf saya nggak sengaja, Apakah anda baik baik saja ???" tanya Rendi pada wanita yang kini tengah meringgis sambil memeganggi tangan nya.
"Kau tak lihat ??? tanganku lecet semua , sialan bisa nggak sih naiknya hati hati ???!" Wanita itu terlihat marah menatap Rendi.
"Maaf, maafkan saya, saya tidak tau jika ada yang menyeberang, baiklah lebih baik Anda ikut saya ke mobil dan saya akan membawa Anda kerumah sakit" bujuk Rendi yang merasa kepalanya mulai pening karena semua kesialan yang dihadapinya ini.
"Terserah kau saja!!!" kata Wanita itu yang kini sudah berdiri dibantu oleh Rendi.
Rendi mengangkat tubuh wanita itu dan membawanya kemobil karena jika dilihat kaki wanita itu lecet pastilah akan susah berjalan.
Setelah membawa masuk ke mobilnya, kini Rendi mulai memasuki mobilnya dan melajukan mobilnya.
Tak ada yang berbicara hanya sesekali terdengar ringisan wanita itu.
"Apakah disekitar sini ada klinik atau rumah sakit ???" tanya Rendi yang tak mengetahui tempat ini karena ini tak jauh dari kampung Dara.
Terlihat wanita itu menatap Rendi, "Kau bukan orang sini yaa ???'" tanya Wanita itu.
"Ya, aku orang kota, jadi tak tahu tempat didaerah sini" jawab Rendi masih fokus menyetir.
"Ohh baiklah, sebelah sana kiri jalan ada klinik 24 jam, lebih baik kita kesana sekarang" kata wanita itu yang langsung diangguki oleh Rendi.
"Baiklah, sampai lupa memperkenalkan diri, siapa namamu ?" tanya Rendi
"Aku Kinan dan kau ?"
"Aku Rendi , maaf sekali lagi atas kejadian tak menyenangkan ini" Kata Rendi penuh penyesalan.
Terdengar Kinan menghela nafas berat, "Ya sudah mau bagaimana lagi selama kau mau tanggung jawab dan membayar semua ini aku tak akan lapor polisi!!!" kata Kinan.
Rendi hanya terkekeh "Kau tak perlu khawatir, aku pasti akan menanggung semua biaya nya dan juga aku tak akan lari" Kata Rendi .
Kinan terlihat mencebik bibirnya "Dasar orang kaya" Kata Kinan yang membuat Rendi terkekeh lagi.
"Apa yang kau lakukan ditempat itu malam malam begini ?? bukankah disana tadi gelap sekali ??" Tanya Rendi penasaran pasalnya tempat ia menabrak Kinan sangatlah gelap dan terlihat sepi sekali.
"Aku baru pulang kerja !!" ucap Kinan malas.
"Larut malam begini ??? apa yang kau kerjakan ???" Tanya Rendi, jika dilihat penampilan Kinan bukanlah penampilan wanita nakal, ia hanya memakai celana panjang dan juga jaket ,terlalu tertutup jika Kianan bekerja sebagai wanita nakal.
"Apa yang kau pikirkan ??? aku bekerja di toko dekat jalan tadi, memang tutupnya malam begini, entahlah pemilik toko itu sepertinya ingin memeras tenagaku" kesal Kinan.
"Lalu kenapa kau tak pindah ke tempat lain saja ???" Tanya Rendi lagi.
"Kau pikir jaman sekarang mudah mencari pekerjaan !!! apalagi wanita tak berpendidikan sepertiku , mana ada yang mau nerima kerja" jawab Kinan sedikit kesal.
"Ya ya maafkan aku," Rendi menghentikan mobilnya disebuah klinik 24 jam yang dimaksud Kinan tadi.
"Kau bisa berjalan sendiri ???" tanya Rendi yang langsung mendapatkan tatapan tajam Kinan.
"Kau tak lihat, Kakiku lecet semua ini gara gara kau, mana bisa aku jalan !!!" Kesal Kinan yang hanya dikekehi oleh Rendi , entah mengapa wanita galak ini terlihat lucu sekali.
Rendi keluar dari mobilnya dan membawa Kinan dalam gendongan nya.
Rendi melihat suster dan langsung memanggil suster yang berjaga disana "Tolong sus, segera tangani dia" perintah Rendi yang kini sudah membaringkan Kinan diranjang IGD.
"Bapak tunggu diluar dulu" perintah Suster itu yang hanya diangguki oleh Rendi.
Rendi kini duduk diruang tunggu, ia mengusap wajahnya dengan kedua tanganya, rasanya hari ini ia sedikit sial.
Rendi melirik jam tanganya , sudah pukul 2 pagi, sepertinya ia tak akan bisa pulang malam ini, segera Rendi mengambil ponselnya untuk menghubungi Randi namun , belum sempat ia menghubungi Randi ternyata ada beberapa pesan dari Dara.
*sudah sampai belum ???
belum sampai yaa ?
kok lama sampainya* ?
Beberapa pesan yang membuat Rendi tersenyum geli, apakah Dara nya sudah merindukan nya ??? padahal baru saja ia bertemu.
Rendi terlihat mengetikan sesuatu pada Dara agar Dara tak khawatir.
aku dah sampai kok ..
Rendi terpaksa berbohong dengan Dara karena tak ingin Dara khawatir jika tau ia menabrak seseorang.
Segera ia menghubungi Randi yang mungkin jam segini masih terlelap.
Cukup lama Rendi menunggu panggilan nya dijawab. "Apa sih Lo ???! ganggu orang tidur aja" kesal Randi saat memgangkat telepon Rendi.
Rendi hanya terkekeh "Besok gantiin gue dikantor, gue nggak bisa balik hari ini!!" kata Rendi.
"Lo nginep ditempatnya Dara ???? kok boleh ???!" tanya Randi.
"Dahlah ga usah banyak tanya, gue cuma minta Lo gantiin gue , soalnya besok ada meeting penting dan Apapun itu Elo iyain aja" jawab Rendi.
__ADS_1
"Gue boleh nolak nggak ???" goda Randi.
"Gak!!!" Rendi terdengar ketus membuat Randi tertawa.
Dokkter dan suster yang menanggani Kinan sudah keluar ,cepat cepat Rendi mematikan panggilan nya.
Rendi segera bangkit mendekati Dokter pria yang baru saja keluar "Gimana Dok keadaan Kinan ???" tanya Rendi.
"Pasien baik baik saja hanya luka lecet ditangan dan kaki yang mungkin butuh perawatan namun pasien bisa dibawa pulang" jawab Dokter itu yang membuat Rendi terlihat lega.
Setelah cukup penjelasan Dokter, Rendi segera memasuki IGD dan terlihat disana Kinan masih meringgis kesakitan padahal lukanya sudah diperban oleh Dokter.
"Gimana kaki gue ada yang retak nggak ???" tanya Kinan.
"Ngarep banget kakinya retak !!!''
"Enggak gitu, sakit banget buat jalan soalnya" Kata Kinan.
"Kata dokter enggak apa apa cuma lecet aja paling kakinya besok sembuh, sekarang aja udah boleh pulang!!" jelas Rendi membuat Kinan sedikit lega.
"Bagus deh, jadi gue besok bisa masuk kerja !!" kata Kinan .
Rendi terkejut mendengar Kinan akan bekerja padahal dokter menyarankan untuk beristirahat dirumah sampai lukanya kering.
"Enggak, elo nggak boleh kerja dulu, Dokter bilang kamu harus istirahat dirumah sampai lukanya kering"
"Bodo amat, gue ijin sehari aja nanti bakalan dipecat, makan apa gue ntar!!!' ucap Kinan.
"Biar gue yang tanggung semua kebutuhan Elo sampai Elo bisa kerja lagi!!' kata Rendi yang membuat Kinan terkejut.
"Enggak!!! gue nggak apa apa udah elo tenang aja yang penting elo sekarang anterin gue pulang aja".
"Batu banget sih dibilangin !!! kalau sampai elo dipecat biar gue yang cariin kerjaan !!" kata Rendi.
"Nggak ahh!!! ngapain sih maksa gue !!!' kesal Kinan.
"Karena ini sebagai bentuk tanggung jawab Gue.. jadi Elo nurut aja!!!"
"Jangan jangan Elo suka sama Gue yaa !!!"
Rendi seketika tertawa terbahak, membuat Kinan kesal.
"Udahlah nggak usah nglucu deh !!! mendingan gue anterin sampai rumah!!" Rendi segera mengendong Kinan kembali kemobilnya dan mengantar Kinan pulang.
"Yakin ini rumah Lo ???' tanya Rendi yang hanya melihat satu rumah diantara pepohonan dan belakanganya seperti hutan tak ada pemukiman penduduk .
"Gue cuma tanya !!!' ketus Rendi.
"Bilang aja takut" kekeh Kinan yang membuat Rendi sebal.
Segera Rendi mengangkat tubuh Kinan dan membawa masuk rumah Kinan yang terlihat sepi dan seram.
"Bu.. Kinan udah pulang??!" Teriak Kinan.
Uhukkkk... uhukkkk... keluar wanita paruh baya yang terlihat batuk, wanita paruh baya yang wajahnya tak berbeda jauh dari Kinan, hanya saja Kinan terlihat masih muda sedangkan wanita itu sudah berkeriput.
"Kamu kok baru pulang Nak ???" tanya Ibu Kinan yang baru keluar dan terkejut kala melihat putrinya digendongan pria yang tak ia kenal dan terlihat banyak perban dikaki dan tanganya "Kamu kenapa Nak ??? uhuk uhuk" Ibu Kinan sangat panik melihat putrinya penuh luka.
Rendi menurunkan Kinan dikursi dan ia duduk di samping Kinan.
"Maafkan saya Bu, saya tadi tidak sengaja menabrak Kinan saat kinan menyeberang" kata Rendi penuh penyesalan.
"Apaa ????" raut terkejut jelas terliihat diwajah Ibu Kinan.
"Udah Bu... Kinan nggak apa apa kok lagian Rendi nya juga tanggung jawab mau nganterin Kinan ke klinik trus nganter pulang juga" ujar Kinan yang membuat Ibunya terlihat Lega.
"Maaf ya Nak Rendi, ibu cuma kaget tadi!!" kata Ibu Kinan menyesal.
"Nggak apa apa Bu, lagian saya yang salah, ehmm Ibu lagi sakit yaaa ? " Tanya Rendi melihat Ibu Kinan hanya batuk dan memegang dadanya.
"Tidak!!! ibuku hanya masuk angin biasa" elak Kinan.
Rendi hanya mengangguk paham, "Sebaiknya aku pulang dan aku akan kembali besok pagi" kata Rendi.
"Kemana kau akan pergi selarut ini??? bukankah kau bilang rumahmu kota ???' tanya Kinan.
"Menginaplah disini nak, kembalilah besok pagi" ujar Ibu Kinan.
"Tidak Bu...aku tak ingin merepotkan" ujar Rendi merasa tak enak.
"Tidak... tentu saja tidak... menginaplah disini nak" ujar Ibu Kinan.
Rendi akhirnya pasrah saja setelah dipaksa oleh Kinan dan ibunya, lagipula Rendi juga tak akan pulang karena semua pekerjaannya sudah ia serahkan pada Randi, awalnya ia akan menginap saja dihotel terdekat namun ia urungkan niatnya karena paksaan Ibu Kinan.
"Biar Kinan tidur sama Ibu, kamu pakai kamar Kinan aja" kata Ibu Kinan.
"Makasih Bu, maaf ngrepotin" .
__ADS_1
"Udahlah, lebih baik segera istirahat, kalian pasti capek" ujar Tinah Ibu Kinan.
Rendi pun menurut, setelah ia mengendong Kinan dan membawanya kekamar Ibunya , Rendi segera memasuki kamar Kinan yang terlihat bersih dan rapi, disana juga banyak tertempel foto Kinan.
Rendi merebahkan tubuhnya diatas ranjang Kinan, Rumah Kinan mengingatkann Rendi pada rumah Dara, ahh iya Dara, mengingat Dara ia ingin melihat ponselnya dan melihat apakah Dara membalas pesan nya, namun sayang tak ada satu notif pun dari Dara. Mungkin gadis itu sudah tidur.
Rendi meletakan ponselnya dan mulai memejamkan matanya karena hari ini sangat melelahkan untuknya.
....
Paginya Rendi terbangun dan ia sedikit terkejut karena ia tak berada dikamarnya namun dikamar berbeda namun setelah ia mengingat kejadian semalam, barulah ia sadar jika ia tidur dikamar Kinan.
Rendi bangun hendak mencuci muka namun malah melihat Kinan yang sedang memasak didapur padahal lukanya masih belum sembuh.
"Apa yang kau lakukan ???" tanya Rendi memdekati Kinan.
"Kau sudah bangunn!!! aku sedang memasak" jawab Kinan.
"Aku tau kau sedang memasak, tapi kan kau belum sembuh" kata Rendi.
"Aku sudah baik baik saja, kau lihat bahkan aku sudah bisa jalan" ungkap Kinan mencoba berjalan didepan Rendi.
"Kau masih pincang??!!" sentak Rendi.
"Hey hanya sakit seperti ini tidak bisa membuatku bermalasan dirumah, aku harus memasak dan bekerja jadi berhenti mengaturku!!" kesal Kinan.
"Baiklah baiklah terserah kau saja!!!" Kata Rendi tak peduli dan memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Dasar pria kaya arrogan" desis Kinan yang tak didengar oleh Rendi.
"Ibu ... masakan nya udah siap!!!' panggil Kinan.
Tinah keluar dari kamar dan duduk dimeja makan, "Apa nak Rendi belum bangun ???" tanya Tinah pada Kinan.
"Baru mandi Bu... habis ini Kinan mau berangkat kerja!!"Kata Kinan.
"Kamu masih sakit kenapa nggak ijin aja ???!" protes Tinah.
"Kinan udah nggak apa apa Bu, lagian bosen dirumah mau ngapain" Kata Kinan dan Tinah cukup mengerti jika putrinya itu memang pekerja keras.
"Nak Rendi sini makan dulu" ajak Tinah.
"Iya Bu... maaf ya Bu saya disini malah ngrepotin"
"Udah nggak usah sungkan sungkan, anggap saja rumah sendiri" kata Tinah dan Rendi hanya mengangguk.
Ketiganya tengah menikmati nasi goreng buatan Kinan. "Bu Kinan berangkat dulu, Kinan udah terlambat masuk kerja" kata Kinan setelah menghabiskan sarapanya.
"Biar aku anterin" Tawar Rendi.
"Udah nggak usah repot, kamu pulang aja nggak apa apa!!" kata Kinan.
"Nggak!!! tetep gue anterin" Desak Rendi dan Kinan pun hanya mengangguk pasrah.
Setelah berpamitan pada Tinah kini Rendi dan Kinan memasuki mobil dan mulaim melaju menuju supermarket tempat Kinan Bekerja.
"Lo yakin baik baik aja ???" tanya Rendi lagi.
"Yakin , udahlah gue tuh cewek kuat jangan anggep gue lemah cuma gara gara kayak gini aja" sombong Kinan yang hanya mendapatkan kekehan Rendi.
Sesampainya di supermarket tempat Kinan bekeerja Kinan turun berjalan pincang memasuki supermarket dan masih diikuti oleh Rendi.
"Ngapain sih ngikutin Gue !!!' kesal Kinan melihat Rendi berjalan dibelakangnya.
'Nggak usah kepedean deh Lo... gue mau masuk mau beli minum" ujar Rendi yang tak digubris oleh Kinan.
"Kinan.!!!!!." Teriak pria paruh baya yang menatap dirinya tajam dan sepertinya marah padanya.
Dengan Takut Kinan berjalan mendekati Pria itu, "Maaf pak, saya terlambat, semalam saya jatuh dan saya sedang sakit" kata Kinan sediikit takut sedangkan Rendi melihat tak jauh dari Kinan dan pria itu berdiri.
"Kamu ini alasan saaja Kinan, sudah sering kamu alasan kayak gini, kemarin alasan ibu kamu sakit sekarang kamu pura pura sakit biar saya iba gitu???!!!" kata pria itu tak percaya membuat Kevin yang mendengar sedikit geram.
"Pak beneran saya sakit ini, saya mohon maafkan saya pak" mohon Kinan.
"Tidak !!! maaf kinan saya sudah tidak bisa memperkerjakan kamu lagi" kata Pria itu yang membuat Kinan terkejut dan seketika bersimpuh dikaki pria itu.
"Saya mohon pak!!! kasih saya kesempatan!!' mohon Kinan bersujud dikaki pria itu.
"Sekali tidak tetap tidak!!!' kata Pria itu yang membuat Rendi geram dan seketika menarik tangan Kinan untuk berdiri.
"Nggak usah ngejatuhin harga diri buat boss kayak dia, diluar sana banyak yang bisa memperkerjakan kamu Kinan" Sentak Rendi.
"Inget Kinan jangan pernah berani kesini untuk minta pekerjaan lagi!!!' ucap Pria itu lalu meninggalkan Kinan yang menangis.
"Ini semua gara gara Elo ??!!!!" amuk Kinan pada Rendi lalu pergi meninggalkan Rendi.
BERSAMBUNG...
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN YAAA...