
"Ya, hmmm ada yng ingin kutanyakan padamu." kata Randi.
"Apakah kamu mencintai Rendi?" tanya Randi.
Degggg, jantung Dara tiba tiba berdetak mendegar pertanyaan yang dilontarkan Randi.
"Hmmm, saya...." jawab Dara ragu.
"Tak perlu dijawab jika memang masih sulit." kata Randi tiba tiba dingin.
"Maafkan saya tuan." balas Dara.
"Tak masalah, Ya sudah aku istirahat dulu." kata Randi berdiri meninggalkan Dara tanpa menunggu jawaban Dara membuat Dara merasa tak enak.
"Apakah ia harus jujur pada Tuan Randi? tapi dia juga harus menjaga perasaan tuan Randi yang sudah mau bertanggung jawab menikahinya." batin Dara merasa kesal sendiri.
Dara menghela nafas sesak, kemudian mematikan acara televisinya dan meninggalkan ruangan itu langsung memasuki kamarnya untuk berisitirahat.
Sedangkan didalam kamar Randi nampak mengumpat dirinya sendiri.
"Bodoh, untuk apa aku menanyakan itu!" kesal Randi menggerutu.
Randi mencoba memejamkan mata namun sayangnya hingga pukul 1 pagi pun masih belum bisa memejamkan mata nya.
"Sial, ada apa dengan ku!" batin Randi kesal.
Randi pun keluar untuk mengambil air minum karena ia merasakan tenggorokan nya kering.
Saat berjalan menuju dapur Randi dikejutkan oleh keberadaan Dara disana yang hanya mengenakan baju satin yang tipis tanpa lengan dan yang lebih membuat Randi tak bisa melepaskan pandangan nya ketika rambut Dara dikuncir dan memperlihatkan leher putih mulus membuat Randi sedikit meremang.
Tentu saja Randi pria normal melihat betapa mulusnya tubuh Dara membuat tubub Randi terasa meremang.
"Kamu belum tidur?" tanya Randi pada Dara yang sedang meminum air putih digelas.
"Eh, iya Tuan, saya haus,Tuan sendiri kenapa belum tidur?" tanya Dara pada Randi yang sama sekali tak mengedipkan mata saat melihatnya membuat Dara sedikit risih.
"Saya juga haus." kata Randi.
"Biar saya ambilkan minuman Tuan." balas Dara.
__ADS_1
"Tak perlu, biar aku ambil sendiri kamu kembali istirahat saja." kata Randi yang mulai menyadarkan pandangan nya agar tak melihat tubuh Dara yang terlihat seksi.
"Baiklah Tuan." balas Dara berjalan melewati Randi, namun tiba tiba tangan nya ditarik oleh Randi membuat Dara terkejut.
"Lain kali jika keluar pakailah pakaian yang tertutup, biar bagaimanapun suami mu ini pria normal." kata Randi tanpa melepaskan pegangan tangan nya.
"Baiklah Tuann, maafkan saya." kata Dara yang mencoba melepaskan pegangan tangan Randi kemudian berlari kecil memasuki kamarnya.
Didalam kamar Dara nampak mengontrol jantungnya yang terasa berdetak cepat. Dan bodohnya Dara baru menyadari jika ia memang mengenakan pakaian yang super seksi dan menerawang, karena Dara merasa kegerahan yang membuat Dara hanya mengenakan kain satin tipis.
Lagipula untuk apa Tuan Randi harus sampai memegang tangan nya seperti tadi, membuatnya salah tingkah saja dan membuat Dara merasa jika itu bukan tuan Randi melainkan Tuan Rendi namun mau bagaimana pun juga tak terlihat perbedaan diantara mereka karena mereka berdua kembar identik dan sulit dibedakan.
Dara pun berjalan ke ranjang nya dan bersiap untuk memejamkan mata menuju alam mimpi agar besok ia tak terlambat bangun.
Sementara itu Randi nampak kesal sendiri karena miliknya sedari tadi menegang tak mau turun juga.
Akhirnya Randi mengalah dan menguyur tubuhnya dibawah shower malam malam seperti ini karena tak ada pilihan lain selain mendinginkan miliknya yang kepanasan seadari tadi melihat tubuh seksi Dara yang tercetak dari baju tipis yang ia kenakan.
Selesai mandi dengan air dingin Randi mengenakan pakaian hangat dan mulai menyelimuti dirinya dengan selimut tebalnya agar besok ia tak kena flu karena mandi tengah malam seperti ini.
...
Dara memasuki kamar Tuan Randi yang tak terkunci dan melihat tuan Randi masih meringkuk dengan selimutnya.
Dara pun mendekati dan mulai membangunkan Tuan Randi.
"Tuan, apakah Tuan tidak bekerja? ini sudah pukul 7 lebih Tuan." kata Dara membangunkan pelan pelan.
"Shhhhhhhh.." terdengar suara Randi seperti mendesis.
"Apakah Tuan sakit?" tanya Dara memastikan karena melihat Tuan mudanya sedikit aneh.
Dara pun memberanikan diri menyentuh Dahi Randi dan benar saja ternyata Randi demam tinggi.
"Astaga Tuan, Tuan sakit." Dara terlihat panik.
"Aku tidak apa apa hanya pusing." kata Randi lirih.
"Tuan sakit, baiklah biar Dara hubungi dokter." kata Dara kemudian keluar untuk mengambil ponsel dan menghubungi dokter.
__ADS_1
Belum sempat Randi mengatakan Tidak perlu namun ternyata lebih dulu Dara keluar untuk mengambil ponselnya.
Randi menghela nafas, sejujurnya ia sangat malas berurusan dengan dokter apalagi ini hanya demam biasa dan entah mengapa penyakit sepele ini datang tiba tiba, mungkin karena semalam ia mandi tengah malam dengan air dingin, sungguh membuat Randi kesal jika mengingat kejadian semalam.
Tak selang berapa lama Dara kembali masuk membawa sebuah baskom berisi air lengkap dengan washlap untuk mengompres Randi.
"Padahal semalam Tuan baik baik saja," kata Dara pelan kemudian mencelupkan washlap ke air dan memeras washlap itu.
"Untuk apa itu?" tanya Randi saat Dara ingin meletakan washlap di dahi Randi.
" Untuk mengompres Tuan, Tuan demam tinggi, sebelum dokter datang biar saya kompres dulu." kata Dara meletakan washlap ke Dahi Randi tanpa mengubris Randi yang sepertinya tidak mau.
"Aku hanya sakit kepala, kenapa harus dikompres segala." gerutu Randi membuat Dara terkekeh pelan.
"Apa ada yang lucu?" tanya Randi kesal melihat Dara menertawakan nya.
"Tidak tuan, maafkan saya...emm permisi Tuan saya ingin membuatkan bubur untuk Tuan." kata Dara nampak kabur melihat Randi yang tengah kesal karena ulahnya.
Randi hanya menggelengkan kepalanya, tak menyangka jika Dara bisa selucu dan semengemaskan itu.
...
Dara yang tengah mengaduk bubur didapur mendengar suara bel berbunyi dan segera Dara berjalan menuju pintu untuk membuka kan pintu.
Dan dokter yang dipanggil Dara sudah datang dengan Raut wajah cemas, tentu saja cemas jika memdengar kekasihnya sakit siapapun akan cemas tak terkecuali Indah, dokter sekaligus kekasih Randi yang memang sengaja dipanggil Dara karena Dara juga tak tau Dokter yang biasa Randi panggil ketika sakit.
"Apa yang terjadi?" tanya Indah cemas.
"Saya tidak tau nona, semalam baik baik saja dan pagi ini ketika saya bangunkan tuan Randi demam tinggi." ucap Dara kikkuk.
"Semalam dia juga tak menghubungiku, aku pikir dia sibuk." kata Indah yang langsung saja masuk kekamar Randi.
Dara sedikit terkejut mendengar pengakuan Indah, jika semalam Tuan Randi tak bersama Dokter Indah lalu kemana Tuan Randi pergi dan pulang selarut itu? batin Dara.
Dara buru buru kembali kedapur sebelum ia menggosongkan panci yang berisi bubur untuk Tuan Randi.
bersambung....
jangan lupa like vote dan komen
__ADS_1