
"Tuan dan Dokter belum berangkat kerja ???" tanya Dara sedikit takut karena kedua orang yang sedang duduk disofa itu menatap Dara tajam seolah olah dirinya ingin digantung hidup hidup sekarang.
"Darimana kamu ??!!" tanya Dokter Indah galak yang membuat Dara terkejut sedangkan Rendi disampingnya hanya diam saja .
"Ada apa sebenarnya Ini??!" batin Dara.
"Kamu dari mana kenapa tidak menjawab ??!!" bentak Dokter Indah yang membuat Dara sedikit shock pasalnya dokter Indah yang terkenal lemah lembut bisa membentak nya seperti itu dan ada apa lagi dengan Rendi yang hanya duduk sambil menatapnya datar seolah olah ia telah melakukan kesalahan besar.
"Maaf Tuan dan Nyonya... Saya yang salah telah mengajak Dara keluar pagi pagi untuk mendaftar kursus kue" ucap Siti.
"Dan kalian pagi pagi sudah belanja sebanyak itu ??!" tanya Indah yang melihat Siti membawa banyak belanjaan dan itu di toko kue yang terkenal mahal.
"Iya Nyonya, tadi Dara yang membelikan ini semua " ucap Siti dengan nada gembira.
"Apa sekarang semua masih kurang jelas Randi, bahkan dia mentraktir teman nya dengan uang hasil curian nya !!!' ucap Indah pada Rendi dengan nada marah.
'Apa maksud Dokter ???" Tanya Dara yang masih binggung sebenarnya ada apa ini.
"Kemarilah..." panggl Rendi dan Dara pun mendekat.
"Apa benar kamu mencuri dompet Indah ???' tanya Rendi sedikit ragu.
Dan pertanyaan Rendi sontak membuat Dara sangat terkejut dan sakit hati.
Apa tadi katanya ??? mencuri , bahkan gajiku saja lebih dari cukup jadi untuk apa mencuri batin Dara merasa sakit hati karena pertanyaan Rendi.
"Tidak Tuan... demi tuhan saya tidak pernah melakukan hal seperti itu." ucap Dara tak terasa air matanya pun jatuh.
Plaakkkkkk...
__ADS_1
Indah nampak menampar Dara dan Rendi hanya diam saja, sungguh sebenarnya Rendi merasa tak tega melihat Dara diperlakukan seperti itu namun ia juga tak bisa berbuat banyak.
"Simpan air mata buaya mu itu Dara , tak perlu kamu berakting, jelas jelas dompet ini ada di kamarmu " ucap Indah dengan nada Geram.
"Tapi demi Tuhan, saya tidak pernah melakukan itu Dokter " ucap Dara nampak memeganggi pipi bekas tamparan Indah, ia tak menyangka jika Indah sampai tega menamparnya dan apa itu tadi Rendi hanya diam saja melihat tidak membela nya sama sekali.
Apa Rendi juga menganggapnya mencuri ???" batin Dara.
"Jadi apa maksud mu dompet ini berjalan sendiri di kamarmu ????, jelas jelas aku dan Randi menemukan dompet ini dibawah bantalmu dan uangnya sudah tak ada" ucap Indah .
"Jadi kamu mentraktirku dan membelikan semua ini dengan uang hasil curian Dara ??? aku tak menyangka kau melakukan itu" ucap Siti menambah nambahi.
"Tidak... aku bahkan tidak tau apa apa , aku benar benar tidak pernah melakuakan itu semua " ucap Dara pada Siti dan Indah hanya berdecih.
"Aku tak menyangka Dara...lebih baik aku tak menerima ini semua.. maafkan aku... lebih baik aku pergi karena aku tak ingin terlibat dengan pencuri sepertimu" ucap Siti kemudian pergi dari sana tanpa membawa belanjaan yang tadi dibelikann oleh Dara.
"Siti...semua itu tidak seperti yang kau pikirkan.." ucap Dara mencoba menahan namun sayang nya Siti berlalu dengan cepat.
jangan ... jangan sampai Dara dipecat.. bagaimana nasib nya dan anak yang ia kandunng jika ia tak memiliki penghasilan , belum lagi keluarga nya dikampung yang setiap bulan menunggu kiriman uang dari Dara.
"Kau akan memecatnya kan ?" tanya Indah pada Rendi yang hanya diam saja membuat Dara terkejut.
"Jangan dokter... jangan Tuan...jangan pecat saya, saya benar benar tak mencuri dompet dokter..." ucap Dara menangis sendu.
"Pecat saja dia... aku akan mencarikan pembantu lainya untuk kamu..." ucap Indah lagi dan Dara memohon sambil menggelengkan kepalanya tanda jika ia tak ingin dipecat.
"Aku tidak akan memecatmu.. tapi memberi kesempatan untukmu jika ini sampai terjadi lagi aku baru akan memecatmu ??!" ucap Rendi mengeluarkan suaranya membuat Dara sedikit lega walaupun sebenarnya ia tak terima dituduh seperti itu namun asal ia.masih tetap disini ia tak peduli dengan semua tuduhan itu.
"Apa katamu ???? kau masih mempertahankan pencuri seperti ini.. jangan Gila Randi ???" ucap Indah marah.
__ADS_1
"Itu keputusanku dan tidak ada yang bisa merubah... !!! jadi lebih baik diamlah... aku lelah dan pekerjaanku masih banyak .. lebih baik pulanglah !! bukankah kau sudah puas menampar dan marah dengan Dara ???!" ucap Rendi pada Indah kemudian meninggalkan Indah dan Dara memasuki kamarnya.
"Aarghhhhh.." Randi frustasi didalam kamarnya karena ia tak bisa berbuat apapun untuk melindungi Dara. salah satu yang bisa menyelamatkan hubungannya dan Dara adalah kesadaran Randi.. ya hanya itu.
sementara diluar terlihat Indah masih tak puas dengan keputusan Rendi.
"Kamu beruntung kali ini tapi bisa kupastikan kamu tidak akan seberuntung kali ini... dasar pencuri ?!!" ucap Indah kemudian meninggalkan Dara yang menangis sendu.
Sungguh Dara tak pernah melakukan itu semua, apalagi mencuri. Dara benar benar sudah merasa bersyukur dan cukup dengan uang yang diberikan Rendi setiap bulanya yang terbilang banyak dan cukup untuk menghidupi Dara dan keluarganya dikampung.
Dara memasuki kekamarnya, ia ingin menjelaskan pada Rendi namun Rendi memasuki kamar dan menguncinya.
Dara dikamarnya merasa sangat sedih dan terpukul dikamarnya ia menangis tak menyangka ini semua akan terjadi padanya.
Padahal ia baru saja bahagia karena sudah kembali menjalin hubungan baik dengan Siti namun malah semuanya jadi seperti ini lagi dan Siti, ??? mungkin sudah tak mau berteman dengan nya lagi. Apalagi tadi Siti sampai tak mau membawa kue yang ia belikan untuk teman teman mereka dan uang itu adalah uang pemberian Rendi bukan uang yang ia curi seperti yang dokter Indah tuduhkan padanya.
....
Sementara itu didalam mobilnya Indah dan Siti nampak tertawa puas karena rencana mereka berhasil ya meskipun mereka tak bisa membuat Dara dipecat namun setidaknya mereka bisa membuat Dara dan Randi bertengkar.
"Apa kau lihat wajah pucat dan takut Dara tadi ???' tanya Indah dengan kekehan nya.
"Tentu saja Nona , dia terlihat sangat ketakutan sekali.." ucap Siti ikut terkekeh.
"Tapi aku masih belum puas karena Randi tak memecatnya atau menceraikan nya , " ucap Indah dengan nada kesal.
"Sabar dulu Nona, jika Tuan Randi susah untuk meningalkan Dara mengapa Nona tak membuat Dara lah yang pergi meninggalkan Tuan Randi" ucap Siti.
"Bagus sekali idemu itu... baiklah akan kubuat Dara tak betah dan meninggalkan Randi dengan sendirinya " ucap Indah nampak menyerigai jahat.
__ADS_1
Bersambung... jangan lupa like vote dan komen...