
"Siapa Kinan?" tanya Dara yang membuat Rendi terkejut, Darimana Dara mengenal Kinan?.
"Tadi dia kesini bersama Randi, dia bilang dia mengenalmu!" kata Dara lagi karena tak segera mendapatkan jawaban dari Rendi.
"Ohh iya.. dia pembantu baru diapartemen Randi." Rendi sedikit gugup.
"Hanya itu?" tanya Dara.
"Emm, maaf sayang bukanya aku bermaksud menyembunyikan dari kamu, tapi aku takut kamu khawatir" jelas Rendi menghela nafas "Dia itu korban yang aku tabrak waktu aku pulang dari rumah kamu kemarin." kata Rendi, Dara memperlihatkan raut wajah khawatirnya. sebenarnya Dara sudah tau semuanya namun Ia pura pura tak tahu untuk melihat seberapa jujur Rendi padanya.
"Tapi kamu nggak kenapa kenapa kan sayang?" tanya Dara pura pura khawatir.
"Engga sayang, cuma Kinan luka lecet banyak banget , makanya aku langsung bawa dia keklinik buat diobati." Rendi terlihat menjeda ucapanya "Pulang dari klinik niatnya aku mau nginep dihotel deket sana biar paginya bisa langsung kerumah kamu, kan aku udah janji mau kerumah kamu buat periksa kehamilan kamu." jelas Rendi.
"Pas kamu datang pagi pagi itu? berarty kamu bohongin aku?" tanya Dara.
"Maaf sayang, aku ngelakuin ini biar kamu nggak khwatir aja, jangan marah yaa?" kata Rendi khawatir Dara akan ngambek "Aku juga nginep dirumah Kinan, maaf sayang tapi aku nggak macem macem kok, gara gara kemaleman ibunya Kinan nyuruh aku buat nginep, maaf aku nggak bisa nolak!" kata Rendi.
"Hmmm.."
"Aku beneran nggak ngapa ngapain sama dia, kamu percaya kan sama aku?" Rendi terlihat frustasi.
"Trus kenapa Kinan bisa kerja sama Randi?" tanya Dara.
"Paginya sebelum ketempat kamu, aku nganterin Kinan ke tempat kerjanya karena kakinya pincang, trus disana dia dipecat sama bosnya, jujur aku nggak tega sayang makanya aku ngasih dia kerja sama Randi lagian Randi juga lagi butuhin kan buat ngerawat apartemen nya?" jelas Rendi.
"Kenapa nggak kamu jadiin salah satu maid disini ?" tanya Dara.
"Enggak mungkinlah, aku nggak mau ngambil resiko kamu marah atau ngambek kalau tau aku sama dia saling kenal." gerutu Rendi.
Dara yang cukup puas mendengar jawaban dari suaminya itu langsung memeluk Rendi.
"Kamu nggak marah kan sayang? aku udah jujur banget ini sama kamu!" kata Rendi khawatir, Rendi juga sudah siap jika nanti Dara akan mengomel padanya atau ngambek karena ini memang salah nya, Namun justru Rendi terkejut karena Dara terkekeh dipelukanya.
"Kok malah ketawa sih yank?" tanya Rendi khawatir jangan jangan Dara strees karena terlalu memikirkan ini, astaga apa yang Lo pikirn sih Ren!.
"Aku seneng aja ngeliat kamu jujur sama aku!" ungkap Dara masih terkekeh.
"Syukur deh kalau kamu nggak marah!" Rendi terlihat lega.
"Tapi aku kesel, kamu jujurnya pas aku tanyain! kalau nggak aku tanyain pasti juga kamu nggak bakal cerita kan?" kesal Dara.
"Aku tu udah niat buat ngenalin kamu sama Kinan cuma masih belum ada waktu aja sayang! Eh kamu malah kenal duluan." kekeh Rendi.
"Huu nyebelin!!"
"Tapi kamu tenang aja sayang, aku nggak mungkin berpaling sama wanita lain, kamu aja udah cukup buat aku!" kata Rendi.
"Awas aja kalau bohong."
"Enggak sayang.. percaya sama aku." Rendi mengecup kening Dara.
"Iya aku percaya.. apapun yang terjadi kita harus selalu kayak gini yaa? saling jujur dan terbuka."
"Siap sayang, aku mau dong buka bukaan lagu, nambah ronde boleh nggak ?" tanya Rendi menyerigai.
"5 ronde juga boleh kok!"
"Haaa? beneran?" Rendi tak percaya.
"Abis kamu gitu, 3 hari aku dicuekin kan aku kangen." Dara terlihat manja membuat Rendi gemas karena jarang sekali Dara bertingkah manja seperti ini.
"Maaf sayang kan aku juga ada tuntutan kerjaan, besok kalau udah free aku bakalan ngajak kamu holiday."
"Beneran kan? nggak boong?".
"Iya sayang, tapi sekarang harus 6 ronde dulu ya!"
__ADS_1
"Oke siap." Dara kini memulai permainan mereka membuat Rendi yang tadinya sudah lemas kini kembali mengebu gebu.
Bohong jika mereka melakukan 6 ronde, 2 ronde saja keduanya sudah kelelahan dan tertidur sambil memeluk satu sama lain.
Paginya Dara terbangun dan cukup senang melihat Suaminya masih disampingnya memeluknya dan masih tertidur.
Dara memandangi suaminya, ini pertama kalinya untuk Dara memandangi wajah suaminya karena selama ini Dara tak punya cukup nyali untuk memandangi wajah Rendi namun entah mengapa pagi ini rasanya berbeda. Cukup menenangkan untuknya memandangi suaminya seperti ini.
"Aku tau aku tampan sayang, tak perlu memandangku penuh puja seperti itu." suara serak Rendi membuyarkan pandangan Dara, astaga dari mana Rendi tau padahal ia saja masih memejamkan mata? batin Dara.
Dara yang sedikit malu akhirnya bergerak turun untuk menyembunyikan wajahnya didada bidang Rendi.
Rendi terkekeh kemudian membuka matanya, "Kau sudah bangun ternyata." kata Dara terdengar berbisik.
"Hmm.. tapi aku masih mengantuk, tetaplah seperti ini." kata Rendi masih memeluk Dara.
"Apa kau tidak pergi bekerja?" tanya Dara mlihat Rendi masih santai padahal ini sudah siang.
"Hmm aku libur hari ini!" kata Rendi kembali memejamkan matanya.
"Ini kan masih hari kamis?" tanya Dara pasalnya hari libur Rendi hanya hari minggu.
"Memang kenapa? bahkan aku libur setiap hari pun tak masalah, aku kan bosnya!".
"Iya iya Tuan Bos yang terhormat, liburlah sesuka hatimu!" kata Dara kesal dan Rendi hanya terkekeh.
Rendi membuka matanya dan menghadap kewajah Dara "Kamu nggak nanya kenapa aku kemarin berangkat pagi banget?" tanya Rendi.
"Hmm aku sebenernya penasaran sih tapi aku takut kalau nanya nanti dikira gimana, suamiku kan kerja nyari uang buat aku masa aku overprotektif banget." jelas Dara membuat Rendi tersenyum.
"Jadi kemarin aku harusnya perjalanan bisnis diluar kota selama dua hari, tapi karena aku nggak mau ninggalin kamu makanya aku milih berangkat pagi banget naik helikopter milik Papah , jadi nggak sampai dua hari, satu hari aja udah kelar makanya aku berangkat pagi banget biar pulang cepet dan hari ini bisa libur." Jelas Rendi membuat Dara tersenyum kikkuk. Dara merasa tak enak karena kemarin bahkan ia sudah menuduh Rendi selingkuh.
"Kamu pasti udah mikir macem macem kan?" tebak Rendi.
"Eng-Enggak kok."
"Aku tau kamu pasti mikirnya aku selingkuh kan? apalagi kemarin kamu dapet cerita aneh aneh dari Kinan."
....
Seorang wanita nampak memasuki sebuah mobil jazz warna merah keluaran terbaru.
"Maaf yaa.. kamu nungguin aku lama." kata wanita itu saat sudah duduk dibangku sebelah pria yang kini tengah mengemudikan mobilnya.
"Iya, aku juga baru aja datang! padahal aku baru mau masuk mau minta ijin sama orangtua kamu sayang." kata pria itu membuat wanita disampingnya gugup.
"Eh, Mama aku lagi diluar negeri nemenin Papa yang lagi ketemu rekan bisnisnya jadi aku dirumah sendiri." jelas wanita itu.
"Jadi aku boleh dong nanti main kerumah kamu?" tanya pria itu.
"Engh- jangan.. soalnya satpam dirumah suka ngadu sama Mama Papa kalau aku bawa cowok pulang, tapi besok kalau kamu udah kenalan sama Mama Papa, nggak apa apa kamu main kerumah!" kata Wanita itu masih gugup.
"Sayang sekali Papa Mama kamu jarang dirumah padahal aku udah mau ngelamar kamu jadi istri aku!" kata Pria tadi.
"Haa? ngelamar?" tanya Wanita itu sedikit tak percaya.
"Iya.. kamu nggak percaya kalau aku serius sama kamu?" tanya Pria tadi.
"Percaya kok sayang." wanita itu nampak senang sekali karena sebentar lagi Ia akan memdapatkan suami kaya raya, memangnya hanya Dara saja yang bisa, dirinya juga bisa sinis wanita itu yang tak lain adalah Siti sala satu maid dirumah Sanjaya.
Sedangkan pria yang disampingnya itu Rezky pria tampan dan kaya raya yang kini menjadi kekasihnya.
Awal hubungan mereka, Siti ingin mengungkapkan jika dia adalah seoarang Maid namun saat melihat Rezky pria kaya raya dan mapan membuat Siti menyembunyikan identitas yang sebenarnya dan mengatakan jika ia salah satu putri Sanjaya dan beruntung Rezky tidak pernah mencurigai itu semua, dia percaya saja jika Siti memang putri Sanjaya.
"Kau ingin mengajak ku kemana kali ini?" tanya Siti.
"Aku sudah biasa mengajakmu ke bioskop, taman dan juga arena bermain sekarang aku ingin mengajakmu ke Villa. kau mau sayang?" tanya Rezky "Aku yakin kau tak akan menyesal datang kesana karena disana sangat indah sekali." kata Rezky lagi.
__ADS_1
"Benarkah? apakah itu Villa milikmu?" tanya Siti terlihat antusias.
"Tentu saja itu milik ku!, aku memang sengaja membangun vila itu untuk liburan kita dan anak anak kita nanti." kata Rezky yang langsung membuat Siti berbinar.
Ahh sepertinya Siti sangat beruntung kali ini. jika ia berhasil menikah dengan Rezky pastilah hidupnya akan berubah menjadi nyonya dan Siti juga akan memamerkan pada orang orang dikampungnya. Siti sudah senang sekali membayangkan ini semua akan terjadi padanya. Entah bagaimana pun caranya Rezky harus jadi miliknya kali ini.
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam akhirnya mereka sampai disebuah Villa yang cukup mewah.
"Ini beneran Villa kamu?" tanya Siti memandang kagum pada Villa yang terlihat mewah itu. kini Siti sudah berada disebuah kamar dimana ada pintu yang membuatnya bisa melihat pemandangan Danau yang sangat Indah
"Iya . kamu suka kan sayang?" Tanya Rezky yang kini sudah memeluk Siti dari belakang dan membuat Siti sangat gugup pasalnya ini pertama kalinya sejak jadian Rezky segugup ini.
"Su-suka kok." kata Siti yang mulai merasakan gelenyar geli yang sudah lama tak ia rasakan.
Rezky segera mencium bibir Siti tak hanya sampai disitu, Rezky kini sudah membawa Siti kedalam ranjang nya, bahkan kini mereka sudah tak mengenakan pakaian sama sekali. Siti yang sebelumnya pernah melakukan dengan cinta pertamanya kini kembali menikmati dengan Rezky setelah sekian la tak merasakan.
Namun saat akan penyatuan, Rezky terlihat berhenti dan mengeryit membuat Siti yang sudah dirundung nafsu menjadi kesal.
"Kenapa berhenti?" tanya Siti kesal.
"Lo udah nggak perawan?" tanya Rezky membuat Siti gugup, kenapa pula Rezky harus mempermasalahkan itu semua, bukankah jaman sekarang sudah biasa wanita tak perawan itu.
"Eum .. aku aku jatuh saat menunggang kuda jadi selaput dara aku sobek waktu itu.'' alasan Siti yang pernah membaca jika wanita berkuda bisa saja membuat selaput Dara robek.
"Ya ampun.. maaf sayang aku nggak maksud membuat kamu sedih." kata Rezky yang kini kembali melanjutkan penyatuannya.
Astaga bodoh banget nih cowok, dikibulin gitu aja langsung percaya batin Siti disela desahannya.
Hari ini Rezky dan Siti melakukan berkali kali bahkan Rezky tak segan segan memasukan benihnya kedalam rahim Siti, namun Siti hanya membiarkan saja. Jika sampai Siti hamil bukankah ini menjadi bagus karena Rezky pastinya akan tanggung jawab dan akan segera menikahinya lalu Siti akan segera menjadi Nyonya.
Setelah kelelahan bercinta Rezky dan Siti tertidur sambil memeluk tubuh satu sama lain. Mereka memang berencana menginap diVilla ini lagipula Siti juga sedang mengambil masa cutinya yang belum ia ambil selama dua hari dan benar saja mereka berdua di Villa selama dua hari menghabiskan waktu untuk bercinta bercinta dan bercinta.
Hingga satu bulan berlalu, semenjak pulang dari Villa memang Rezky belum menemui Siti lagi dengan alasan sibuk dan Siti memahami itu. bagi Siti selama komunikasi masih terjalin dengan baik ia tak mempermasalahkan apapun.
Hingga pagi ini Siti merasakan ada yang aneh dengan tubuhnya. Ia merasakan pusing sejak pagi disertai mual.
"Apa ini gejalanya?" tanya Siti yang segera ia mengambil sebuah Tespack dilaci meja yang memang sudah ia siapkan sejak pulang dari Villa.
Segera Siti pergi kekamar mandi untuk memastikan jika ia memang hamil dan jackpot untuk Siti karena ia mendapatkan garis 2 ditespack yang ia pegang.
Astaga .. akhirnya aku bisa hamil dan setelah ini pasti Rezky akan segera menikahiku dan tak mempermasalahkan statusku yang hanya seorang Maid.
"Mbak Siti.. kok nggak bersih bersih?" tanya Nina salah satu teman Siti yang juga seorang maid.
" Kamu aja deh Nin yang bersihin!' kata Siti sedikit sombong.
"Lho maksudnya apa mbak? kan udah tugasnya mbak siti?" Nina yang binggung melihat tingkah Siti.
"Bentar lagi aku bakalan jadi nyonya dan aku segera mengundurkan diri sini jadi buat apa aku masih bersih bersih." kata Siti yang masih tak dipahami oleh Nina.
"Ya udahlah terserah mbak aja, aku juga binggung maksudnya mbak apa!! nanti kalau dimarahin Nyonya yaa terserah mbak, yang penting aku udah ngingetin." kata Nina yang langsung meninggalkan Siti yang telihat bahagia.
Dasar cewek kampung bodoh, pantes aja jadi maid trus nggak ada peningkatan, orang diajak ngomong aja nggak paham batin Siti meremehkan.
Siti segera mengambil ponselnya dan mendial nomer Rezky.
Satu kali panggilanya tidak dijawab..
Dua kali panggilannya tidak dijawab.
Siti tak menyerah hingga ia mendial lagi yang keempat kalinya hingga panggilanya dijawab.
"Aku ingin bertemu karena ada yang ingin kubahas dengan mu sayang." kata Siti.
"Tentu saja tentang pernikahan kita, baiklah aku akan menemuimu ditempat yang kau kirim kata Siti lagi lalu mematikan panggilan nya.
Siti menutup panggilanya kemudian tersenyum senang karena sebentar lagi dia akan menjadi Nyonya.
__ADS_1
BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN YAAA...