
"Dokter Indah.. " ucap Dara saat membuka kan pintu.
"Apa Randi sudah pulang, aku melihat mobil nya dibawah?!!'ucap Indah masih terdengar ketus.
"Ad..ada..." ucap Dara getar.
Tanpa basa basi Indah langsung saja memasuki apartemen dan langsung memeluk Rendi.
Dara yang tak ingin melihat sesuatu yang nantinya akan menyakiti dirinya pun masuk kekamarnya.
"Lepas Indah...." ucap Rendi memaksa melepaskan pelukan Indah.
"Tidak mau ... aku kangen kamu banget " ucap Indah masih menempel pada Rendi membuat Rendi kesal, ia saja tidak segera pergi meeting karena ingin melepas rindu dengan Dara namun malah Indah yang menempel padanya.
"Indah ada satu hal yang mau aku jelasin ke kamu tapi tidak sekarang, aku harus berangkat meeting dan nanti malem aku jemput kamu buat pergi kesuatu tempat" ucap Rendi yang sangat dimengerti oleh Indah apa maksud perkataan Rendi itu.
"Baiklah baiklah... tapi sebelum kamu pergi aku ingin memperlihatkan sesuatu padamu" ucap Indah.
"Apa ???" tanya Rendi , entah perempuan didepan nya itu ingin berbuat apa lagi.
"Aku yakin banget kamu pasti seneng " ucap Indah mengeluarkan sebuah Tespack dan garis 2 membuat Rendi terkejut bukan main, tentu saja Rendi terkejut, ia memang mabuk malam itu namun Rendi masih ingat ia tak menanamkan benih diperut Indah, lagipula hanya sekali itu dan sudah tak pernah melakukan lagi.
"Apa kau yakin Indah ???" tanya Rendi seperti tak percaya.
"Apa kau meragukan ini ???" tanya Indah dengan raut wajah kecewa.
"Tidak, bukan itu maksudku.. bukan kah kita sudah lama tak melakukan ini??" tanya Rendi lagi.
"Memang tapi terakhir kali kau melakukan sangat panas dan aku juga lupa meminum pil ku malam itu" ucap Indah.
Rendi menjambak rambutnya frustasi, Sialan jika seperti ini bisa bisa rencana nya bisa gagal total , dan apa yang akan ia katakan pada saudaranya . Aku menghamili pacarmu Ahh hanya membayangkan saja sudah tak sanggup.
Bunyi ponsel Rendi membuyarkan diamnya, dilihatnya ternyata sekertarisnya yang menghubungi.
Sialan disaat seperti ini mengapa harus ada meeting penting batin Rendi yang tak bisa meninggalkann meeting itu.
"Aku harus pergi , Aku ada meeting penting" ucap Rendi hendak pergi namun tangan nya ditahan oleh Indah.
"Kamu bakalan tanggung jawab kan ?? kamu bakalan nikahin aku kan ???' tanya Indah namun bukan nya menjawab Rendi malah berlalu begitu saja meninggalkan Indah.
Indah tertawa puas kala melihat kebinggungan diwajah Rendi. ya dirinya akan terus memaksa Rendi agar mau menikahinya dan setelah itu Indah akan menyingkirkan Dara karena hanya Indahlah yang boleh memiliki Rendi seutuhnya.
Katakanlah Indah Gila, namun ia tak peduli sebab Rendi pria yang bisa membuatnya menjadi gila seperti ini.
__ADS_1
Sedangkan itu didalam kamar Dara nampak menangis sesenggukan karena ia juga ikut mendengar semuanya, mendengar jika Indah hamil anak Rendi.
Dara menangis tak bisa membayangkan apa jadinya jika Rendi menikahi Indah lalu bagaimana nasibnya dengan bayi yang ia kandung. mengingat Dara pernah melihat Rendi bertelannjang dengan Indah waktu itu, Dara yakini jika Rendi sering melakukan dengan Indah.
....
"Apa anda sedang ada masalah pak ??? tanya Sekertaris Rendi yang melihat Rendi tak fokus dengan bahasan meeting bersama klien nya.
Rendi hanya menggeleng,
"Baiklah pak , saya permisi" ucap sekertaris itu kemudian berlalu dari ruangan Rendi.
Rendi binggung, benar benar bingung, ia masih yakin jika bayi yang dikandungnya itu bukan miliknya. Rendi benar benar harus memikirkan sesuatu untuk membuat Indah jera tak menipu nya lagi.
...
Malam harinya Rendi menuju apartemen Indah, ya ia harus segera menyelesaikan ini semua sebelum Indah kembali menjadi.
"sayang... kok nggak bilang kalau mau datang" ucap Indah yang kini bergelayut manja pada Rendi.
"Aku hanya sebentar.. " ucap Rendi duduk di sofa milik indah .
"Kenapa ??? apa kau tak mau menginap ??? sayang sekali padahal baby kita sepetinya sangat merindukan mu" ucap Indah masih bergelayut manja.
"Emm kata temenku dokter obgyn udah 5 minggu" ucap Indah terlihat ragu.
"Apa kau yakin ???" tanya Rendi.
"Tentu saja, apa kau meragukan ku ???" tanya Indah.
"Tidak, aku hanya binggung saja, bukannkah terakhir kita melakukan 3 bulan yang lalu tapi kamu baru hamil sekarang, lucu sekali" ucap Rendi sinis.
"Memang seperti itu, apa kau benar benar meragukan ku " Tanya Indah dengan nada marah.
"Dan kau harus menikahiku Randi!!!!" ucap Indah dengan nada kesal.
"Ya tentu aku akan menikahimu setelah tes DNA dan bayi itu benar benar anakku" ucap Rendi bangkit dari duduknya dan pergi dari apartemen Indah.
"Kau tak bisa melakukan ini padaku Randi!!!" teriak Indah.
"Tentu aku bisa.." ucap Rendi menutup pintu apartemen.
"Argghhhhhh... sialan...." teriak Indah marah .
__ADS_1
Setelah dari apartemen Indah , Segera Rendi bergegas pulang menuju apartemen nya. Ia tau jika Dara mendengar semuanya, Rendi ingin menjelaskan pada Dara namun ponselnya berdering membuat ia menjadi kesal karena mood nya sedang tidak bagus .
Ternyata salah satu suruhan Rendi yang menghubungi nya, segera Rendi mengangkat panggilan nya.
"Bagaimana ?" tanya Rendi.
"Kami sudah menemukan pelakunya pak" ucap Orang dalam telepon itu yang membuat Rendi kembali bersemangat.
"Dimana kau sekarang ???" tanya Rendi.
"Ditempat biasa pak"
"Aku kesana sekarang" ucap Rendi memutar balik arah dan melajukan mobilnya kencang.
"Tuan ...." sapa keempat orang suruhan Rendi terlihat membungkuk menyaambut kedatangan bos besarnya itu.
"Jadi bagaimana ...siapa pelaku nya ??' tanya Rendi tak sabar.
"Pelakunya Wanita Tuan... "
"Apa???? siapa ???" tanya Rendi .
"Namanya Indah ,dia kekasih dari tuan Randi dan memang ia sengaja ingin membunuh Tuan Randi dengan menyabotase mobil Tuan Randi dan menyuntikan racun ketubuh Tuan Randi saat koma."
"Apaa ??? jadi wanita brengsek itu pelakunya ???!' ucap Rendi emosi.
"Dan yang lebih mengejutkan lagi Tuan, "
"Tuan Randi mengetahui ini semua " ucap nya pada Rendi membuat Rendi geram dan emosi.
"Jadi Randi sudah mengetahui semuanya dan hanya diam ??' tanya Rendi kesal.
Orang suruhan itu mengangguk dan memberikan sebuah rekaman suara pada Rendi , sontak membuat Rendi terkejut mendnegar suara obrolan Randi dan Indah.
dan yang membuatnya lebih terkejut adalah ketika Indah mengatakan jika ia melakukan ini semua karena dirinya , ya karena Indah menyukai nya sejak lama.
Sialan Randi ... bodoh sekali ia bisa mencintai wanita ular seperti Indah batin Rendi marah.
Rendi harus menjebloskan Indah kepenjara sebelum ia mnjadi lebih psycho lagi dengan orang orang yang dekat dengan Rendi termasuk Dara. ya ada kemungkinan jiwa pyshco Indah akan brutal pada Dara.
"Kau .. ke apartemenku sekarang , berjagalah disana, aku tak ingin terjadi sesuatu pada Dara." ucap Rendi pergi dari sana dan hendak menemui Randi.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komen...