
PLAAKKKKKKKKK.......
Terdengar suara tamparan yang membuat semua orang diruangan itu melihat siapa yang menampar dan siapa yang ditampar.
"Papi malu punya putri kayak kamu... Selama ini Papi berikan semuanya untuk kamu dan Papi selalu berikan semua yang terbaik tapi apa yang kamu lakukan benar benar mambuat Papi malu Indah ?!!!" ucap Papi tampak emosi setelah ia mendengar bukti percakapan Indah dan Randi yang langsung menjadikan Indah tersangka karena didalam percakapan itu Indah mengakui jika ia yang menyabotase mobil Randi . seketika Raut wajah Harry dan Samuel yang tadinya sudah semangat untuk membela Indah pun jaddi diurungkan.
Keduanya terlihat malu dan Enggan melanjutkan pembelaan pada Indah.
"Papi ... itu ..itu bukan suara aaku Pii... aku nggak mungkin nglakuin ini.., Papi percaya kan sama Indah ??" ucap Indah masih membela diri, sambiil meringgis memeganggi pipinya yang panas karena tamparan Harry, Indah masih berusaha menyakinkan Indah jika dirinya bukanlah pelaku nya.
"Om .. om samuel percaya kan sama Aku...Aku nggak mungkin nglakuin itu Om.. percaya sama aku.." ucap Indah yang kini sudah menangis, berharap Papinya dan Samuel percaya jika ia dijebak namun tampaknya keduanya tak mempercayai Indah lagi.
"Lakukan sesuai proses Hukumnya pak, kami segenap keluarga akan menghubungi keluarga korban dan juga meminta maaf" ucap Harry dengn suara pasrah.
"Papiiiii..... Papi nggak mungkin nglakuin ini ke Indah... percaya Pi ... indah nggak nglakuin itu semua , Indah dijebak" ucap Indah berteriak histeris.
"Segera masukan tersangka dipenjara" ucap salah satu polisi yang langsung saja menyeret Indah yang masih memberontak ke dalam sel tahanan.
"Papi jahat... papi nggak sayang sama Indah lagi... Papi jahaatttt !!!! " teriak Indah saat kedua polisi menyeret Indah ke penjara.
"Kami segenap keluarga meminta maaf yang sebesar besarnya atas kelalaian kami dalam menjaga Indah hingga membuat Indah melakukan ini, saya mohon lalukan semua sesuai hukum namun jangan sampai ada publik yang tau .." uccap Harry pada pengacara Rendi . Harry terlihat sedikit memohon, bukan karena apa apa , ia hanya tak ingin jika sampai Indah keluar penjara akan dikucilkan oleh orang orang maka lebih baik begini agar Indah juga bisa menjalani hukuman nya dengan Tenang.
"Tennag saja pak... Klien kami juga tak ingin ini sampai tercium publik" ucap Herman pengacara Rendi.
Terlihat Harry mengangguk lega. Setelah menandatangi beberapa surat perjanjian , Harry dan Samuel segera pergi meninggalkan Kantor polisi.
"Kau yakin tidak akan membela Indah ??? " tanya samuel yang notaben nya adalah adik ipar Harry.
"Untuk kali ini Tidak !!! , Aku ingin Indah merasakan hukuman dari apa yang sudah ia lakukan " ucap Harry dan Samuel pun hanya mengangguk saja mengingat Indah tidak hanya sekali dua kali melakukan ini . Indah dulu sering melakukan perbuatan jahat pada teman sekolah nya , membully teman nya hingga bunuh diri, bertengkar dengan teman nya hingga teman nya dilarikan kerumah sakit , dan membuat seseorang koma karena ia sengaja mencampurkan bahan kimia ditubuh pasien nya, selama Itu Harry sebagai orang tua selalu menyelamatkan Indah dari tuntutan para korban , Namun kali ini sepertinya Harry harus menyerah melakukan ini.
Ya Harry harus tega membiarkan putrinya itu menikamati dingin nya lantai penjara agar Putrinya bisa intropeksi diri dengan kesalahan nya dan bisa jera tidak melakukan perbuatan jahat lagi.
Harry memasuki mobilnya, Ia masih memandang kantor polisi dimana putrinya masih disana, Menghela nafas lelah, Harry pun pulang kerumah .
__ADS_1
.....
Hari ini Dara sudah di ijinkan pulang oleh Dokter, Setelah bedrest selama 4 hari dirumah sakit Ia sudah dinyatakan sembuh dan diijinkan pulang.
"Tak perlu mengantarku, aku kan bisa pulang sendiri naik taksi " ucap Dara pada Rendi yang selama 4 hari sudah merawatnya dirumah sakit.
"Aku bukan pria Gila yang membiarkan istriku terlantar dijalanan hanya karena sibuk bekerja" ucap Rendi yang menerbitkan senyum manis Dara.
"Kita jadi kan pulang kampung nya ??" tanya Dara khawatir jika Rendi berubah pikiran.
"Tentu saja jadi, setelah kamu sembuh total kita langsung berangkat" ucap Rendi.
"Aku kan sudah sembuh" ucap Dara protes.
"Ya tentu tapi kan kamu masih butuh istirahat setidaknya 2 hari setelah itu kita berangkat" ucap Rendi .
"Beneran kan ... ini nggak bohong ??!" tanya Dara takut jika Rendi hanya membohonginya.
"Baiklah .." Dara terlihat terseyum senang membuat Rendi lega.
...
Malam harinya Rendi terlihat sibuk mengenakan kemeja dan jas hitam nya membuat Dara penasaran kemana suaminya akan pergi malam mala begini.
"Kau akan pergi ???" Tanya Dara yang baru saja keluar dari kamar mandi. Dara sekarang sudah satu kamar deengan Rendi dan ia mnempati kamar Rendi karena Rendi yang memaksa agar Dara pindah ke kamar nya.
"Ya.. ada urusan yang harus ku selesaikan " ucap Rendi tampak sibuk membenarkan Dasinya lalu Dara mendekat dan membantu Rendi membenarkam Dasinya.
"Urusan apa, kok tumben malem malem ???' tanya Dara.
"Emmm mungkin belum saatnya istriku ini tau " ucap Rendi yang langsung mendapat Cubitan dilengan nya.
"Lalu kau tidak pulang hmm ???" tanya Dara.
__ADS_1
"Aku pulang malam ini sayang, hanya sebentar dan aku akan segera pulang" ucap Rendi .
"Ya sudh.." ucap Dara.
"Tidurlah lebih dulu, tak usah menungguku " ucap Rendi yang diangguki Dara.
Setelah mengecup kening Dara, Rendi pun keluar dari apartemen dan Dara memandang kepergian Rendi.
Sejujurnya Dara takut berada diapartemen sendiri setelah beberapa kejadian yang akhir akhir ini ia alami namun ia hilangkan rasa takutnya itu dan segera memejamkan mata untuk tidur.
Rendi melajukan mobilnya menuju markasnya , dimana para anak buah dan pengawal nya sudah berkumpul disana.
Rendi memang sengaja mengumpulkan anak buahnya disana karena ia ingin memberikan pertunjukan untuk para anak buahnya.
"Tuan..." ucap Salah satu anak buah nya menyambut kedatangan Rendi.
Rendi berjalan angkuh menuju tempat duduknya. Rendi duduk dan melihat apakah sudah lengkap semuanya dan mmang sudah lengkap . ia tersenyum menyerigai melihat Seseorang yang akan jadi mangsa nya kali ini.
"Apa kalian tau kenapa aku mengumpulkan kalian disini ???" tanya Rendi memulai dan terlihat semua anak buahnya binggunng mendapati pertanyaan itu dari Rendi karena Mereka pikir Rendi mengumpulkan mereka karena ada tugas yang akan diberikan.
"Jadi kalian belum tau ya untuk apa aku mengumpulkan kalian..."
"Aku hanya ingin mengatakan aku tidak suka penghianat apalagi ada salah satu dari kalian yang mengkhinati ku " ucap Rendi membuat semua orang binggung . sebenarnya siapa yang dimaksud Tuan nya itu.
"Dan sekarang aku tau ada satu orang yang mengkhianatiku , aku tidak akan menyebutkan siapa orangnya..."
"Aku ingin orang itu maju kesini dan mengakuinya padaku , sekarang!!! sebelum aku berubah pikiran " ucap Rendi.
Seketika salah satu orang disana sudah terlihat pucat mendengar ucapan Rendi.
Bersambung...
.jangan lupa like vote dan komen...
__ADS_1