
Selesai menyapu halaman rumahnya Dara seperti dibuat kebinggungan oleh permintaan aneh dari Tuanya itu.
"Aku ingin makan dan di temani kamu..." ucap Randi yang dituruti oleh Dara kemudian ada lagi.
"Badanku sakit semua, bisakah kamu memberikan pijitan sedikit untuk ku ??" tanya Randi dan Dara pun menuruti tampak memijit punggung Randi sambil sesekali melirik tanda lahir yang membuatnya semakin yakin jika ia adalah Ayah dari janin yang dikandungnya.
"Tuan jika sudah, saya ingin keluar sebentar..." ucap Dara .
"Kemana ???? aku ikut..." ucap Randi santai.
"Tapi Tuan..." ucap Dara.
"Tapi kenapa ???' selidik Randi.
"Tidak apa Tuan ??? saya pikir Tuan hanya mengantar saya lalu kembali kekota" ucap Dara penuh hati hati.
"Jadi kamu mengusir ku ????" tanya Randi.
"Tid..tidak Tuan...bbukan begitu..." ucap Dara sedikit ytakut.
"Lalu apa ???!" tanya Randi mulai dinginn.
"Apa Tuan tidak memiliki pekerjaan dikantor ???" tanya Dara.
"Aku.mengambil cuti" ucap Randi yang seketika membuat Dara terdiam.
"Tuan saya kebelakang sebentar .." ucap Dara kemudian meninggalkan Randi tanpa menunggu jawaban dari Randi.
Randi tak menyerah untuk tak membiarkan Dara bertemu kekasihnya, Randi mengikuti Dara yang ternyata dibelakang rumahnya sedang mencoba menghubungi seseorang.
Randi pun kembali menguping pembicaraan Dara.
"Mas kayaknya aku nggak jadi nemuin kamu sekarang..." ucap Dara.
"Iya mas ... besok aku pasti nemuin kamu"
Samar samar Randi mendengar Dara berbicara ditelepon terlihat Randi mengepalkan tangan nya.
....
Sudah beberapa hari Randi sedikit manja dan merepotkan Dara, padahal biasanya Randi jaarang menyuruh Dara, namun berbeda dengan saat Randi berada dirumah Dara, apa apa minta ditemani dan kemanapu. Dara pergi selalu dibuntuti.
Tapi kali ini akhirnya Dara bisa lepas dari Randi, ya setengah jam yang lalu mobil Randi bersama pemiliknya meninggalkan rumah Dara karena mendadak ada meeeting penting yang harus dihadiri oleh Randi.
Dan ini kesempatan Dara untuk menemui Topan. seseorang yang memang ingin Dara temui saat pulang kampung.
Kini Dara sudah berada digubuk kecil tengah sawah, tempat ia dulu sering bertemu dengan Topan.
Tak berapa lama Topan datang, keduanya pun saling melepas senyum.
__ADS_1
"Aku pikir kita nggak akan ketemu .." ucap Topan.
"Aku sengaja nyempetin kesini buat nemuin ?mas Topan..." ucap Dara tersenyum dan sebenarnya ia binggung akan memulai dari mana.
"Jadi apa kamu mau memberikan jawaban yang belum kamu kasih ke mas setengah tahun yang lalu ???" tanya Topan penuh harap dan Dara mengangguk paham.
"Aku harap jawaban nya tidak mengecewakan" ucap Topan.
"Maaf mas...aku tidak bisa menerima pinangan mas topan..." ucap Dara lirih.
"Apa sama sekali nggak ada kesempatan buat aku Dara ??? nggak apa apa aku harus nunggu lebih lama lagi asal kamu bisa menerima mas..." ucap Topan penuh harap.
"Maafin aku mas, aku nggak bisa... " ucap Dara.
"Jadi kita memang harus berteman selamanya yaa..." ucap Topan tampak putus asa.
"Aku yakin mas Topan bakalan nemuin gadis yang lebih baik dari aku..." ucap Dara.
"Aku nggak yakin Dara bisa cinta sama wanita selain kamu atau tidak..." ucap Topan tersenyum semakin membuat Dara merasa tak enak.
"Sudahlah... tak perlu kau pikirkan ucapanku... aku hanya berharap kamu bisa bahagia." ucap Topan .
"Kamu juga harus bahagia mas..." ucap Dara.
"Boleh kan aku meluk kamu sekali aja..." pinta Topan dan Dara hanya mengangguk.
...
Dara pulang dengan perasaan lega, setelah setengah tahun ia tak segera menjawab pinangan Topan kini akhirnya Dara bisa memberikan jawaban untuk Topan dan ia bersyukur sekali karena Topan menerima semua keputusannya.
Walaupun Dara tidak menceritakan jika ia sudah menikah, karena menurut Dara pernikahanya masih siri dan itu belum bisa cukup untuk membanggakan pada semua orang.
Dara memasuki pekarangan rumahnya dan terkejut melihat mobil mewah milik Randi terparkir disana.
Mengapa Tuan Randi kembali...
Dara segera berlari memasuki rumahnya yang sepi karena memang tak ada orang dirumah.
Saat membuka pintu terlihat Randi duduk dikursi dan menatap matanya tajam membuat Dara menunduk karena takut.
"Tuan kok kembali..???" tanya Dara memberanikan diri.
"Aku lupa ada yang tertinggal.." ucap Randi dengan suara yang sedikit mengerikan.
"Apa tuan ??? biar saya carika..." ucap Dara .
"Kamu.....!!!" ucap Randi membuat Dara terkejut dan memberanikan diri menatap mata Randi yang penuh kilatan amarah.
"Maksud Tuan...???" tanya Dara.
__ADS_1
"Segera kemasi barangmu dan kita kembali!!!" ucap Randi.
"Tapi Tuan... bukankah cuti saya masih 3 hari lagi.." protes Dara.
"TIDAK ADA BANTAHAN ATAU KAMU SAYA PECAT ANDARAAA !!!!!!" Bentak Randi yang menbuat Dara ketakutan setengah mati karena selama bekerja dirumah Tuan Sanjaya Dara belum pernah dibentak sekasar ini oleh Tuan mudanya itu.
Dara mengangguk paham kemudian mengemasi barang barang nya karena mau bagaimana pun ia sangat membutuhkan pekerjaan ini sebab sekarang bukan hanya dia yang butuh makan namun janin yang dikandungnya ini .
Dara mengemasi barang sambil sesekali terisak karena ia merasakna sakit dibentak oleh Tuan nya yang notabennya adalah ayah dari janin yang ia kandung.
"Tuan bisakah kita pergi kesawah , saya ingin berpamitan terlebih dahulu pada keluarga saya" ucap Dara tampak memohon..
Randi yang melihat bekas air mata Dara akhirnya tak tega dan hanya mengangguk menuruti Dara.
Setelah selesai berpamitan dengan keluarganya, mobil Randi melaju kencang meninggalkan kampung halaman Dara.
Dara yang merasa Randi mengemudikan sedikit kencang membuatnya takut namun mau bagaimana lagi ia juga tak bisa berbuat apa apa.
Hening... tak ada yang memulai obrolan, Dara pun takut untuk sekedar bertanya pada Tuan nya tentang apa yang terjadi mengapa Tuanya bisa sebrutal itu.
Cukup lama perjalanan akhirnya mereka sampai diapartemen, jika boleh jujur Dara merasa badanya sangat remuk.
Merasakan teggang dan juga tak bisa memejamkan mata atau tidur didalam mobil karena situasinya membuat Dara tak cukup berani untuk tidur.
Dara keluar mobil dan tanganya langsung dicengkeram oleh Randi, Randi nampak menyeret Dara untuk mengikuti langkah Randi namun Dara sedikit kewalahan .
Dara ingin menangis saat ini diperlakukan kasar oleh Tuan nya.
Sesampianya diapartemen Randi melemparkan tubuh Dara disofa.
"Dasar ******!!!" ucap Randi yang membuat Dara lanngsung meneteskan air matanya, Apa salahnya ???
"Apa salah saya Tuan...???" tanya Dara memberanikan diri.
"Salah kamu ???? kamu bertindak sebagai ******!!!" ucap Randi...
"Apa maksud Tuan ?" dara terisak namun ia juga tak terima disebut ******.
"Kamu hamil dan beruntung aku sudah bertanggung jawab atas kehamilan kamu dan sekarang kamu malah berselingkuh dibelakangku Andara...!!!" ucap Randi emosi.
"Bukankah memang sudah kewajiban Anda bertanggung jawab karena memang ini benih ANDA TUAN RENDI YANG TERHORMAT??!!!!"
Kata yang sudah Dara tahan agar tak terucap akhirnya terucap juga...
Seketika Rendi hanya diam menatap Dara yang menahan untuk tidak menangis lagi ...
**Bersambung ...
jangan lupa like vote dan komen**...
__ADS_1