My Maid My Wife

My Maid My Wife
25


__ADS_3

Dara masih berdiri disamping ranjang miliknya dulu yang kini akan ditempati oleh Randi.


"Apa Tuan benar benar tak apa jika harus tidur diranjang seperti ini.????" tanya Dara dengan penuh hati hati.


"Tak apa..." ucap Randi santai.


"Tapi ini akan menjadi punggung Tuan sakit besok pagi saat bangun.." ucap Dara lagi.


"Lalu apa kau akan membiarkanku pulang malam malam dalam keadaan hujan begini ??" tanya Randi menatap Dara sedikit tajam membuat Dara menunduk.


Ya malam ini memang sedang hujan deras dan lebat sekali membuat hawa dingin semakin menusuk dikulit .


"Tidak Tuan maafkan saya..." ucap Dara masih menuduk.


"Lalu apa kau akan menemani ku tidur disini???" tanya Randi dengan tatapan penuh serigaian membuat Dara terkejut dan jantungnya berdegup kencang.


"ten...tentu saja tidak tuan" ucap Dara sedikit takut mengingat pria didepan ini pernah memperkosa nya, jangan sampai hal itu terjadi disini.


"Ya sudah kalau begitu pergilah, aku ingin istirahat..." ucap Randi mendadak dingin.


"Baiklah Tuan..." ucap Dara berbalik dan keluar dari kamarnya.


Randi nampak menggelengkan kepala tanda gemas melihat tingkah gadisnya itu.


Randi kemudian berbaring diranjang milik Dara dan benar saja kata Dara mungkin besok pagi saat bangun punggungnya akan merasakan sakit karena memang Ranjang milik Dara tidak empuk seperti diapartemen nya.


Randi berbalik dan melihat banyak Foto tertempel didinding kamar itu, yang Randi yakini itu Foto milik Dara.


Randi melihat salah satu Foto yang memperlihatkan Foto anak kecil berumur 5 tahun yang tersenyum ke arah kamera dengan bibir yang penuh dengan sisa cokelat terlihat sangat mengemaskan.


Disamping foto anak kecil ada lagi Foto gadis yang mengenakan seragam sekolah dengan poni depan dan rambut dikuncir kepang dua.


Gadis itu seperti tak sedang melihat kamera, mungkin itu foto yang tak disengaja.


Dan disamping samping dua foto itu masih banyak foto yang lain nya namun mata Randi tertuju pada Foto dimana seorang pria sedang tersenyum dengan seorang wanita yang tak lain adalah Dara, lalu siapa pria yang tersenyum bersama Dara itu ??? batin Randi dengan raut wajah tak suka.


Setelah melihat foto yang membuat mood Randi berubah sebal itu akhirnya Randi mencoba mengabaikan segala pemikirannya tentang Dara dan memejamkan matanya.


Namun sayang hingga satu jam Mata Randi masih belum terpejam malah ia merasa tenggorokanya sangat kering.

__ADS_1


Ia haus ingin minum, semoga ada seseorang diluar yang bisa menujukan tempat minum.


Randi keluar kamar dan melihat pintu depan masih terbuka, Randi mendekati dan berniat ingin menutup pintunya namun tak sengaja malah melihat Dara yang sedang bertelepon entah dengan siapa.


Akhirnya Randi memutuskan untuk menguping pembicaraan Dara ditelepon karena memang suasana rumah Dara sudah sepi.


"Iya mas, aku memang pulang..." ucap Dara membuat Rahang Randi mengeras karena mendengar seorang yang ditelepon oleh Dara adalah seorang pria.


"Ya besok kita akan bertemu.." ucap Dara dengan senyum yang terbit di bibirnya. Sial mengapa Dara harus sesenang itu, memangnya siapa yang sedang ia telepon itu batin Randi kesal.


Dara yang sudah selesai menelepon kemudian memasuki rumah karena hawa yang semakin dingin meskipun sudah tidak hujan.


"Tuan...." ucap Dara terkejut melihat Randi berada dibelakang pintu dengan Raut wajah yang sepertinya sedang Marah.


"Aku ingin air minum .." ucap Randi yang tak menunggu jawaban Dara langsung saja memasuki kamar kembali.


Dara sedikit menghela nafas kemudian pergi kedapur untuk mengambilkan segelas air untuk Randi.


"Tuan ini minumnya..." ucap Dara yang meletakan segelas air dimeja samping Ranjang.


Tanpa suara Randi nampak mencengkeram tangan Dara kasar kemudian menjatuhkan Dara diranjang dan kini Randi diatasnya.


"Tuan ... jangan ..." ucap Dara melihat mata Randi yang seprti orang marah.


"Kenapa ??? bukankah aku ini suamimu ...???" ucap Randi dengan suara yang sulit diartikan oleh Dara.


"Tuan... kumohon jangan ... saya takut keluarga saya tau ..." ucap Dara mulai terisak.


Randi yang melihat bulir air mata Dara akhirnya melepaskan Dara dan menyuruhnya pergi, segera Dara keluar kamar sebelum Randi berubah pikiran.


"Sial... dia membuatku kesal.." ucap Randi.lirih.


Dara kini memasuki kamar mandi dan mencuci mukanya agar tak terlihat jika ia habis menangis meskipun orang tua dan adiknya mungkin sudah tertidur.


Selesai , Dara segera memasuki kamar Adiknya dan beruntung karena Dhea sudah terlelap.


....


Pagi hari Randi bangun dan langsung menggerutu kesal. bagaimana tidak kesal jika

__ADS_1


apa yang Dara ucapkan kemari benar, sekarang ia merasa punggungnya sseperti ingin remuk saja.


Randi melihat jam dinding dikamar itu sudah pukul 7 pagi, pantas saja ada sinar yang masuk melalui celah celah jendela yang belum terbuka.


Randi membuka jendela itu dan melihat Dara sedang menyapu halaman rumahnya.


Melihat Dara ia jadi mengingat semalam ia kembali akan memperkosa Dara.


.Untung ia segera sadar jika tidak mungkin Dara bisa tau jika dirinya itu Rendi bukan Randi.


Mata Randi terus memperhatikan Dara yang kini sudah berganti baju memakai daster namun masih dengan motif berbeda dan Daster yang dipakai ini sedikit lebih panjang dari semalam, membuat Randi sedikit senanng karena Dara menjaga dirinya.


"Tuan sudah bangun ????" suara Dhea yang masuk kekamarnya membuyarkan pandangan Randi.


Sedikit kesal karenna kamar kamar dirumah ini tak ada pintu nya hanya kelambu saja jadi bisa memmbuat siapa saja bebas memasuki kamar tanpa harus mengetuk pintu.


"Ya...ada apa ??" tanya Randi dingin dan seketika raut wajah Dhea yang tadinya bersahabat kini jadi takut.


"Tidak Tuan... saya hanya ingin mengatakan jika Ayah Ibu dan saya akan kesawah jadi kalau tuan ingin sarapan sudah saya siapkan dimeja makan" ucap Dhea takut.


"Lalu Dara ????" tanya Randi dengan suara megintrupsi.


"Kak Dara sepertinya akan menemui kak Topan..." ucap Dhea.


"Siapa Topan ?" tanya Randi.


"Kekasih kak Dara Tuan..." ucap Dhea yang membuat Randi seketika bungkam dan kesal.


"Ya sudah Tuan, saya tinggal dulu" ucap Dhea yang hanya diagguki angkuh oleh Randi.


Dhea keluar kamar dan tampak menghela nafas , ya ampun ganteng ganteng tapi ternyata dingin dan galak sekali.. gerutu Dhea kemudian keluar rumah untuk menyusul otangtuanya disawah.


Randi kini menggepalkan tangan, rahangnya mengeras dan matanya memerah.


"Sial... jadi benar yang semalam menelepon itu kekasih Dara ??? dan ternyta Dara sudah punya kekasih, sungguh fakta yang tak diketahui oleh Randi, jadi ini alasan Dara kekeh ingin pulang kampung ??? " batin Randi kesal.


"Tak akan kubiarkan kamu menemui kekasihmu itu sayang.. kamu sudah menjadi milik ku dan selamanya akan seperti itu" ucap Randi tersenyum licik.


Bersambung....

__ADS_1


jangan lupa like vote dan komen....


__ADS_2