My Maid My Wife

My Maid My Wife
64


__ADS_3

Seminggu berlalu Kinan sudah terbiasa dengan pekerjaannya, dan cukup mengerti apa saja yang harus ia lakukan dan kerjakan.


Kinan sedang menyiapkan sarapan untuk Randi dan tak berapa lama Randi keluar sudah rapi dengan setelan Jas warna navy sangat berbeda dengan yang biasanya ia kenakan, membuat Kinan penasaran.


"Lhoo kok tampil beda? mau ngacara kemana Tuan?" tanya Kinan yang masih menggunakan celemek masaknya.


"Ohh iya Elo belum tau ya kalau hari ini Rendi nikah?" kata Randi dan entah mengapa membuat Kinan terkejut dan dadanya sedikit sesak mendengar jika Rendi akan menikah.


"Lo nggak ngarep kan Nan, sama cowok yang nyatanya udah punya pasangan!" batin Kinan.


"Hari ini acaranya dan nanti malem ada resepsi dihotel." kata Randi "Apa Lo mau ikut?" tanya Randi melihat Kinan hanya benggong seperti tak percaya.


"Eughh.. enggak lah, kan aku nggak diundang." kata Kinan sedikit gugup.


"Ya nggak apa apa sih, Lo kan kenal sama Randi kalau Lo mau ya nanti bisa jadi pasangan Gue disana." ajak Randi.


"Enggak usah aja, Gue takut bikin Lo malu." jelas Kinan.


"Ya udah kalau gitu, Gue kayaknya nggak sarapan deh soalnya buru buru, sorry yaa." kata Randi terlihat menyesal.


"Ohh oke, nggak apa apa, hati hati dijalan yaa?" kata Kinan dan Randi hanya mengangguk.


Randi berjalan keluar apartemen, mata Kinan melihat kepergian Randi. Sungguh Kinan tak menyangka Ia kembali akan merasakan kecewa untuk yang kedua kalinya.


Jika dulu cinta Kinan di khianati oleh kekasihnya, sekarang cintanya malah bertepuk sebelah tangan. Lagipula ini semua juga salah Kinan, kenapa pula Kinan harus berharap pada Rendi. padahal menyukai nya saja sudah cukup tak perlu berharap lebih, akhirnya juga Kinan yang sakit lagi.


Tak terasa air mata Kinan menetes, "Ya ampun Gue kenapa sih." Kinan tertawa meratapi nasibnya.


....


Dara sudah selesai dirias, Dia terlihat sangat cantik sekali dengan make up pengantin, kebaya dan tak lupa jilbab yang menutupi kepalanya membuat Dara terlihat semakin cantik dan anggun.


Proses ijab kabul akan segera dimulai, mempelai pria, Rendi dan sekeluarga juga sudah hadir disana, sudah menunggu Dara di tempat duduk yang disediakan.


Dara keluar dari ruang riasnya menuju tempat ijab kabul. Semua mata memandang kearah Dara, menatap Dara kagum tak terkecuali Rendi yang menatap tak kedip.


"Nggak usah diliatin trus, bentar lagi jadi milik Lo ini." senggol Randi yang duduk disebelah Rendi. sedang Rendi hanya Terkekeh mendengar ucapan Randi.


Ijan kabul berjalan lancar dan khusyu, dan saat semua yang menjadi saksi disana mengatakan SAH, resmi sudah hubungan Dara dan Rendi dimata agama dan negara.


Rendi bersyukur sekali setelah banyak hal yang Ia lewati bersama Dara kini mereka sudah resmi menjadi pasangan suami istri yang sah.


Rendi melingkarkan cincin dijari manis Dara, begitupun Dara yang melakukan hal yang sama melingkarkan cincin dijari Rendi.


Setelah itu Rendi mencium kening Dara, terdengar sorak dan syukur dari para keluarga yang menjadi saksi pernikahan mereka.


Selesai Ijab kabul, Rendi memboyong Dara dam keluarganya untuk acara resepsi yang diadakan dikota, tempat Rendi tinggal. Karena banyak rekan bisnis juga kerabat yang akan menghadiri acara resepsi pernikahan Rendi.


sedangkan ditempat Dara memang hanya untuk ijab kabul serta syukuran untuk warga kampung saja.


"Kamu kalau capek istirahat dulu dikamar nggak apa apa." bisik Rendi saat resepsi mereka hampir usai, banyak tamu undangan yang sudah pulang hanya beberapa teman dekat Rendi saja yang masih berpesta disana.


"Aku nggak enak, masak mau ninggalin tamu." kata Dara walaupun sebenarnya Ia juga sudah lelah menyalami hampir 500 orang.


"Enggak apa apa sayang, mereka pasti ngerti, lagian mereka temen deketku bakalan disini sampai pagi." jelas Rendi.


Rendi dan keluarganya memang menyewa outdoor hotel dan dihias sangat indah untuk pesta pernikahan salah satu putra Sanjaya itu dan mimpi mereka untuk membangun pesta pernikahan yang indah dan mewah sudah terlaksana.


Dara sebenarnya masih ragu untuk meninggalkan Rendi namun karena paksaan daro Rendi akhirnya Dara pun menurut untuk istirahat lebih dulu.


"Aku nggak mau kamu kecapekan sayang, kamu kan tau, sekarang kamu itu nggak sendiri?" kata Rendi saat telah mengantar Dara kekamar pengantin mereka.


"Bagus banget." kagum Dara tak mengubris ucapan Rendi malah sibuk melihat kamar pengantin mereka yang dihias dengan bunga mawar dan baunya sangat harum sekali.

__ADS_1


"Suka nggak ???" tanya Rendi yang kini sudah memeluk Dara dari belakang.


"Hmm suka banget, makasih sayang." kata Dara yang membuat Rendi terkejut karena untuk pertama kalinya Dara memanggilnya sayang.


"Ya udah kamu mandi trus istirahat nanti aku nyusul." kata Rendi mengecup bibir Dara kemudian ia turun kebawah lagi karena teman teman nya masih menunggu dibawah.


Dara yang melihat Rendi sudah tak terlihat lagi akhirnya menutup pintunya agar ia bisa segera melepaskan hiasan kepala yang membuat kepalanya berat dan juga gaun panjang yang ia pake juga sangat berat.


Segera Dara memasuki kamar mandi untuk membersihkan badan nya yang terasa lengket.


Selesai mandi, Dara memulai skincare malam nya, menghapus sisa make up yang tak bisa hilang terkena air dan juga memberikan vitamin wajah agar wajahnya sehat dan terawat. Sejak bersama Rendi, Dara memang mulai merawat wajah dan kulitnya agar ia tetap cantik serta awet muda, Dan Rendi juga tak berpaling pada wanita manapun.


Dara segera menjatuhkan tubuhnya diranjang yang masih dipenuhi bunga, rasanya sangat indah sekali, tak terasa kantuknya mulai menyerang dan ia terlelap.


....


Rendi turun kebawah untuk menghampiri teman teman dekatnya, disana ada Rizal, Galang, dan Alka, sahabat Rendi sejak dulu.


"Kita bakalan pesta sampai pagi buat ngerayain pernikahan Rendi!" Kata Rizal yang sudah menuangkan minuman alkohol digelas masing masing.


"Sorry tapi Gue nggak bisa minum banyak!" kata Rendi mengingat gara gara ia ia mabuk dulu bersama teman temannya pulang kerumah ia sampai memperkosa Dara.


"Ah nggak asik Lo broo..." keluh Alka, Rendi hanya tersenyum.


"Beda banget yaa sekarang, dulu waktu sama Laras aja diajak ngmpul gampang sekarang sama pembantu malah susah diajak kumpul, bucin banget yaaa." kata Gilang yang sedikit mabuk membuat rahang Rendi mengeras marah.


"Maksud Lo apa ngomong gitu?" tanya Rendi dengan nada keras.


Rizal yang merasa suasana tidak baik mulai melerai Rendi dan Galang "Udah udah, Si Galang udah mabuk jadi dia ngomongnya ngelantur." kata Rizal.


"Gue nggak suka dia bandingin Laras sama Dara, mereka itu beda beda banget." sentak Rendi yang langsung meminum satu gelas alkohol sekali teguk.


"Jelas beda, Laras adik gue cewek baik baik sedangkan pembantu itu, belum tentu cewek baik baik!" ejek Galang yang membuat Rendi tersenyum sinis.


"Mana ada cewek baik baik selingkuh sama cowok lain?" kekeh Rendi dengan nada mengejek.


"Selingkuh, selingkuh aja, ngapain pake ngaku dijebak, basi!" kesal Rendi segera bangkit dari duduknya "Sorry gue nggak bisa nemenin kalian, mood gue udah ancur, thanks udah datang ke nikahan Gue!" Rendi melenggang pergi setelah mengatakan itu tak menunggu jawaban dari mereka.


Rizal dan Alka hanya mendesah kesal sedangkan Galang masih mengoceh tak jelas karena memang ia sudah mabuk berat.


Rendi berjalan sedikit sempoyongan, hanya karena satu gelas alkohol saja sudah membuatnya sangat pusing, apalagi setelah ada yang menginggatkan nama Laras, entah mengapa emosinya semakin menjadi.


Laras... adik dari Galang sahabatnya yang memberikan luka teramat dalam untuk Rendi waktu itu, ya waktu itu sebelum Rendi menemukan Dara sebagai obat dari luka hatinya.


Laras gadis cantik dan pintar yang sudah menjalin hubungan dengan Rendi selama 2tahun itu, apapun selalu Rendi berikan, cinta, harta dan kasih sayang, namun malam itu menjadi malam yang sangat menghancurkan hati Rendi kala melihat Laras berciuman dengan pria lain didepan matanya, waktu itu ia sedang menghadiri pesta ulangtahun Galang yang diadakan disebuah club malam. Cukup lama Rendi memperhatikan kekasihnya dengan pria itu semakin lama mereka semakin liar tak cukup hanya ciuman bahkan pria itu mengajak Laras memasuki sebuah kamar. ****.. benar benar membuat Rendi marah. setelah menghabiskan 3 gelas minuman alkohol segera Rendi mendobrak pintu kamar itu, disana ia melihat Laras sudah tak mengenakan sehelai benang telah bercinta dengan pria itu.


"****** brengsek!" kata yang Rendi ucapkan pada Laras setelahnya Rendi pergi meninggalkan Laras yang terlihat menjerit memanggil namanya.


Rendi melajukan mobil menuju rumahnya, hingga ia bertemu Dara salah satu pembantu dirumah Mama. saat itu Rendi melihat Dara begitu cantik dan seksi hingga ia tega memperkosa gadis itu dan sialnya lagi ternyata Dara masih perawan hingga membuat Rendi tak bisa melupakan malam itu dan terus menerus melakukan pada Dara secara paksa.


Dan paginya saat Laras datang ketempatnya untuk memohon maaf, Rendi tak memperdulikannya bahkan Laras mengaku jika ia dijebak dan membuat Rendi semakin murka karena Laras mencoba menipunya lagi.


hampir satu minggu laras memohon maaf dan meminta untuk kembali namun Rendi tak mengubris hingga Laras memutuskan untuk pergi keluar negeri dengan alasan agar ia bisa segera melupakan Rendi.


Hingga sekarang Rendi tak pernah tau bagaimana kabarnya dan Rendi juga tak ingin tau karena sekarang ia mempunyai Dara yang lebih dari segalanya dan malam ini Rendi kesal karena Galang kembali menyebutkan nama ****** itu, dan yang lebih membuat Rendi marah kala Galang membandingkan Laras dengan Dara, tentu lebih baik istrinya itu.


Rendi memasuki kamar pengantin dan melihat Dara sudah tertidur pulas dan hanya mengenakan dress satin tipis yang sungguh mengoda Rendi untuk segera diterkam.


Namun saat melihat wajah lelah Dara, rasanya Ia tak tega jika Rendi harus membangunkan Dara untuk melayaninya.


Rendi memasuki kamar mandi dan mengguyur tubuhnya dengan air dingin dibawah shower, berharap ini bisa menghilangkan hasratnya dan juga kepalanya yang pusing.


Sialnya selesai mandi bukanya membuatnya bisa menahan malah semakin menjadi apalagi sekarang ia tengah berbaring disamping Dara. rasanya benar benar membuat miliknya terbangun dari tidur panjang selama beberapa bulan terakhir.

__ADS_1


Dara terbangun kala ia merasakan sebuah tangan meemeluknya dari belakang dan sebuah bibir yang mengecupi bahu mulusnya.


"Kau sudah kembali?" tanya Dara mencoba membuka matanya.


"Hmm. apakah aku menganggu tidurmu?" tanya Rendi masih mengecupi bahu Dara membuat Dara terkekeh geli.


"Tentu saja tidak!, apa kau sedang mabuk?" tanya Dara saat ia mencium bau alkohol dari mulut Rendi.


"Aku hanya minum satu gelas, maafkan aku." sesal Rendi dan Dara hanya tersenyum paham.


Kini Dara sudah berbalik kearah Rendi, menatap wajah Rendi sambil sesekali mengelus bulu bulu yang tumbuh disekitar dagu Rendi membuat Rendi terpancing padahal sedari tadi Ia sudah menahan hasratnya untuk tidak melakukan sekarang.


"Kau mengoda ku baby!"


"Aku tau kau menginginkan nya." kata Dara sambil mengecup bibir Rendi membuat Rendi tersenyum nakal.


"Kau yang membuat ku memulai semuanya


baby, jangan menyesal karena aku tak akan bisa berhenti sampai puas" kata Rendi menyerigai.


Bukanya takut Dara malah memulai permainan dengan mengecup bibir Rendi membuat Rendi tak bisa menahan lagi langsung memberikan Kenikmatan surga dunia untuk Dara.


Dara sendiri pun juga begitu, entah apa yang membuatnya semakin liar seprti ini, dia sangat menikmati setiap permainan yang diberikan oleh Rendi bahkan tanpa sungkan Dara meminta lagi pada Rendi, mungkin hormon wanita hamil yang membuat nafsunya mengebu seperti ini.


Rendi memperat pelukannya pada Dara setelah keduanya menikamti percintaan mereka hingga 3 Ronde.


"Love you sayang" bisik Rendi ditelingga Dara.


"Love you too" Dara terlihat malu malu menjawab Rendi.


Keduanya akhirnya terlelap bersamaan.


....


"Kau belum tidur ???" tanya Randi saat memasuki apartemen dan melihat Kinan masih menonton televisi. Jika Randi melihat Kinan sepertinya sedang tak baik baik saja, apalagi melihat mata sembab milik Kinan yang sepertinya gadis itu habis menangis.


"Aku tak bisa tidur."


"Hmmm.. apa kau baik baik saja?" tanya Randi mendengar suara Kinan juga terdengar serak.


"Tentu saja, bagaimana acaranya? apakah berjalan lancar dan meriah?" Tanya Kinan.


"Tentu saja, Rendi dan Dara terlihat sangat bahagia saat pernikahan mengingat hubungan mereka yang tidak begitu baik awalnya." jelas Randi sedikit menekankan kata katanya.


"Ah begitu, aku turut bahagia!" kata Kinan yang sekarang kembali menatap layar televisinya lagi dan pandangannya terlihat kosong.


"Bisakah kau membuatkan ku secangkir kopi hangat?? aku ingin mandi dan setelah itu aku ingin minum kopi." pinta Randi.


"Tentu saja, akan kubuatkan, mandilah dulu!" kata Kinan yang sekarang sudah bergegas kedapur.


Randi selesai mandi dan melihat secangkir kopi hangat buatan Kinan yang diletakan dimeja kamar Randi, tak lupa Kinan juga menyiapkan baju yang akan Ia pakai.


Setelah selesai berpakaian, Randi membawa secangkir kopinya keluar dan duduk disamping Kinan yang masih menonton televisi.


"Apa acaranya bagus?" tanya Randi yang tau jika Kinan tidak menikamati acara televisi melainkan hanya melamun.


"Eh, sejak kapan kau disini?" tanya Kinan kaget tiba tiba Randi disampingnya.


"Apa yang kau pikirkan Kinan?" tanya Randi.


"Eh tidak.."


"Jangan memikirkan sesuatu yang sudah menjadi milik orang lain, karena semua itu akan sia sia!" kata Randi membuat Kinan tersentak.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN...


__ADS_2