
"Selamat malam , maaf menganggu tengah malam begini, Apa benar Anda yang bernama Indah Indriyani ??" tanya seorang pria yang berseragam polisi dan sekarang didepan apartemen Indah terdapat 4 polisi pria.
"Benn.. benar.. maaf ada apa ini ya pak ???" tanya Indah takut.
"Anda harus ikut kami kekantor polisi, Anda kami tahan atas kasus sabotase mobiil milik tuan Randi." ucap polisi itu yang membuat Indah tak bisa berkata kata lagi.
"Bukan saya...saya bukan penjahat " ucap Indah hendak menutup pintu namun ditahan oleh polisi itu.
"Lebih baik Anda ikut kami kekantor polisi dan jelaskan disana Nona" ucap polisi itu yang kini sudah menahan Indah.
"Tidak... bukan saya pelakunya ...!!! saya bukan penjahat !!! lepaskan !!" ucap Indah memberontak.
"Harap patuhi peraturan agar tidak menambah sangsi anda Nona."
"Aku bukan penjahat sialan, kalian salah menangkap orang" ucap Indah masih berusaha melepaskan diri. ke 4 polisi itu tak tahan dengan teriakan Indah akhirnya memborgol tangan Indah kemudian membawa masuk ke mobil polisi.
.....
Rendi yang baru saja memasuki ruangan Dara terkejut melihat Dara yang sudah bangunn dan mencoba mengambil Air dimeja.
"Kalau butuh apa apa ngomong dong sayang" ucap Rendi mengambilkan air dan Memberikan pada Dara.
"Kok kamu bisa disini ??" tanya Dara heran.
"Iya dong, masa istrinya lagi sakit nggak ditemenin " ucap Rendi heran mengapa pula Dara menanyakan itu padanya.
"Ohhh aku pikir kamu nemenin dokter Indah..." ucap Dara lirih.
"Ogah banget nemenin orang yang mau masuk penjara " ucap Rendi terkekeh.
"Maksudnya .."
"Udah kamu nggak usah pikirin ini ya sayang... kamu harus cepet sembuh karena aku mau ngajak kamu pulang kampung" ucap Rendi.
"Kerumah orangtua ku ???" taanya Dara.
"Iya.. kamu nggak mau ???"
"Mau banget.. " ucap Dara senang.
"Makanya kamu harus cepet sembuh biar kita segera kesana , trus jangan mikir yang berat berat kasian anak kita , apa sih yang kamu pikirin hmm??!" tanya Rendi membuat Dara sebal karena Rendi dengan santainya masih menanyakan itu padahal yang membuatnya banyak pikiran ulah Rendi sendiri.
"Aku denger dokter Indah hamil anak kamu, apa kamu mau nikahin dia ??? kalaupun iya aku nggak apa ap "ucap Dara dengan raut sebal.
__ADS_1
"Ya Ampun jadi kamu denger omongan nenek lampir itu ya kemarin ???" tanya Rendi hendak terbahak.
"Ya iya lah aku kan punya telingga" ucap Dara sebal.
"Kamu salah paham sayang... dia itu bohong lagi orang aku cuma nglakuin 1x itu pun posisi lagi mabuk dan aku sadar aku nggak nanem benih ke rahim nya Indah. itu sih hanya akal akaln Indah aja biar cepet dinikahi" ucap Rendi kesal jika mengingat itu semua.
"Trus dia hamil anak siapa ???" tanya Dara penasaran.
"Ya mana aku tau sayang... Oo jadi saking cemburu nya sampai nggak liat jalan trus jatuh gitu ??? " tanya Rendi.
"Engga , lantai nya licin banget kayak ada minyak nya , makanya aku juga bingung" ucap Dara yang membuat Rendi memicing.
"Maksud kamu ??? ada yang sengaja naruh minyak disana ???" tanya Rendi.
"Aku nggak tau dan aku juga nggak mau nuduh orang , tapi aku yakin yang bikin aku jatuh memang lantainya licin kayak di kasih minyak" ucap Dara.
"Ya udah nggak usah dipikirin sayang , biar nanti aku cek CcTv." ucap Rendi yang hanya diangguki oleh Dara.
"Jadi benerran kamu nggak hamilin Indah kan ??? " tanya Dara sekali lagi.
"Enggak sayang... aku bisa buktiin nanti kalau bayi nya lahir langsung tes Dna kalau kamu ragu" ucap Rendi.
"Enggak usah .. aku percaya kok"
....
"Jadi Rendi sudah melaporkan nya ???" tanya Randi pada saalah satu pengawalnya.
"Benar Tuan dan sepertinya semalam Indah sudah dibawa ke kantor polisi"
Terlihat Randi menghela nafas ,
"Apa yang Anda pikirkan Tuan ???" tanya Pengawal itu.
"Tidak... hanya saja mengapa Indah harus melakukan itu semua pada orang yang sama sekali tak mencintainya " ucap Randi dan membuat pengawal itu diam.
Pengawal itu cukup Tau jika Tuan nya ini sangat mencintai Dokter Indah namun sayangnya Dokter Indah tak berlaku sama pada Tuan nya Randi.
...
Seorang pengawal memasuki Ruangan Inap Dara dimana Ia melihat Rendi Tuan nya yang tengah menatap Dara yang sudah terlelap.
"Tuan..."
__ADS_1
"Ahh kau sudah kesini, apa kau sudah membawanya ??? " tanya Rendi yang diangguki oleh pengawal itu.
Pengaawal itu memberikan sebuah laptop Rendi.
"Keluarlah .. aku akan memanggilmu nanti " ucap Rendi yang langsung diangguki oleh pengawalnya dan keluar.
Segera Rendi membuka laptopnya untuk melihat siapa yang telah berani bermacam macam dengan nya.
"Ahh.. pengkhianat ini..." ucap Rendi setelah melihat isi dari CCTv nya. kemudian tertawa sinis sambil memikirkan hukuman apa yang pantas ia berikan pada pengawal yang sudah mengkhianatinya itu.
Rendi memuji pengawal nya itu sungguh berani , ia bahkan tau dimana letak Cctv nya dan mencoba menutupi dengan kain , tapi ia tak sadar jika didepan pintu Dara ia memasang Cctv kecil yang hanya dirinya yang tau, benar saja pengawal itu tidak menyadari jika ada Cctv disana.
...
"Sampai kapan pun saya tidak akan mengakui jika saya bersalah karena memang saya tak pernah melakukan itu semua " ucap Indah masih mengelak.
"Lebih baik Nona mengakui saja dari pada hukuman nona semakin berat karena memperlambat pemeriksaan" ucap polisi disana.
"Terserah kalian, tunggu saja , Papi dan pengacaraku yang akan menjemputku disini" ucap Indah penuh percaya diri.
Tak berapa lama 2 orang pria memasuki Ruang pemeriksaan , dialah orang sangat disegani di kota itu, seorang dokter yang telah membuat banyak rumah sakit gratis untuk orang orang yang kurang mampu.
'"Apa yang terjadi sayang' ???" tanya Tanya Harry Papi Indah dan disamping mereka ada Samuel pengacara dikeluarga Indah.
"Papi mereka nuduh aku sabotase mobil milik Randi padahal Papi tau kan kalau Randi itu kekasihku, mana mungkin aku melakukanya ??? " ucap Indah manja.
"Om Samuel..bantuin Indah.. Indah nggak mau dipenjara " ucap Indah.
"Sudah.. lebih baik kamu tenang dulu biar Om denger penjelasan polisi" ucap Samuel.
"Apa yang terjadi,??? putriku tak mungkin melakukan itu " Protes Harry.
"Maaf Pak kami hanya menjalankan Tugas dari seseorang yang melaporkan Nona Indah ??!"
"Siapa , Siapa orang yang berani menuduh putriku " ucap Harry marah.
"Saya membawa buktinya Tuan" ucap seorang Pria yang memasuki ruangan itu.
"Saya Herman , pengacara Tuan Rendi dan saya yang telah melaporkan Nona Indah atas perintah Tuan Rendi saudara kembar Tuan Randi." ucap Herman yang membuat Indah terkejut ..
Apa Rendi sudah tau semuanya batin Indah terlihat ketakutan.
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komenn...