
"Ini beneran kan ??? kamu nggak bohong ???" tanya Dara terlihat senang sekali saat membuka amplop dan melihat selembar surat pendaftaran kursus memasak untuk dirinya.
"iyalah... tapi kamu harus janji dulu sama aku " ucap Rendi kini menarik Dara kepangkuan nya lagi.
"Apa ???" tanya Dara.
"Kamu nggak boleh kecapean dan maksain berangkat kalau memang badan nya lagi nggak fit, kasian anak kita" ucap Rendi sambil mengelus perut Dara penuh sayang.
"Iyaa aku janji... makasih mas " ucap Dara memeluk Rendi.
"Hadiah buat aku mana dong." ucap Rendi dan langsung saja Dara mencium bibir Rendi.
Namun nyatanya masih belum cukup untuk Rendi Dan malah membawa Dara keranjang nya.
"Kamu nyium bau gosong nggak sih???" tanya Rendi mengurungkan niatnya untuk mulai mengecapi tubuh Dara.
"Iya...sup ku..." ucap Dara panik langsung berlari ke dapur meninggalkan Rendi yang kesal .
"Yahhh... gosong..." ucap Dara kecewa.
"Udahlah nanti kita order aja ... yuk kita lanjutin yang tadi.." ucap Rendi kembali memeluk tubuhnya dari belakang.
"Mas .. kamu ini" ucap Dara sebal .
"Ayo sayang...udah nggak tahan.." ucap Rendi yang tak sabar langsung saja menggendong Dara kembali kekamar dan Dara pun hanya pasrah menurut.
..
Malam nya Dara nampak menikamati makan malamnya dengan tubuh lemas, bagaimana tidak lemas jika ia sudah digempur habis habisan oleh Rendi.
"Mau aku suapin aja ???' tabya Rendi yang gemas melihat lembutnya Dara saat menyendok makanan nya, Dara tidak menjawab malah melirik tajam ke arah Rendi yang hanya dibalas cengiran oleh Rendi.
Keduanya dikejutkan oleh ponsel Rendi yang berdering.
"Siapa sih..." ujar Rendi kesal kemudian berdiri dan mengangkat teleponya.
Dara penasaran siapa yang menelepon suaminya itu malam malam namun Dara tak ingin mempeihatkan rasa penasaran nya.
"pokoknya saya terima beres aja... bikin acara semewah dan semeriah mungkin"
Samar samar Dara mendegar Rendi mengatakan itu lewat telepon.
Rendi terlihat sudah mematikan ponselnya dan kembali ke meja makan lalu.melanjutkan makan nya tanpa sepatah kata pun, membuat Dara semakin penasaran siapa yang baru saja menelepon nya.
"Telepon dari siapa mas ?" tanya Dara akhirnya tak bisa memedam rasa keponya.
"Biasa dari karyawan aku ..." ucap Rendi dan Dara hanya ber ohh ria.
"kamu nggak pengen pulang kampung lagi ???" tanya Rendi saat sudah selesai makan.
"Emangnya dibolehin ???" tanya Dara yang binggung mengapa tiba tiba Rendi menawari nya pulang kampung.
'Emmm boleh nggak yaaa ??" gumam Rendi yang masih didengar oleh Dara.
__ADS_1
"Palingan juga nggak dibolehin, ngapain nanya nanya?!!" gerutu Dara kesal membuat Rendi terkekeh.
"Iya iya...boleh kok tapi sama aku .." ucap Rendi masih terkekeh.
"Beneran mas , Dara boleh pulang lagi ???? kapan ???" tanya Dara terlihat senang dan tak sabar.
"Giliran dibolehin aja gitu, liat nanti ya sayang, aku liat jadwalku dulu nanti kalo udah agak longgaran aku temenin kamu pulang kampung lagi " ucap Rendi.
"Mas Rendi ikut lagi ???" tanya Dara .
"Ya iyalah, kenapa nggak boleh ???" tanya Rendi.
"Enggak, bukannya nggak boleh, nanti marah lagi trus ngajakin pulang lagi " gerutu Dara yang hanya dibalas kekehan oleh Rendi.
"Mas Rendi lagi seneng yaa ???" tanya Dara.
"Kok nanya gitu sih ??? " Rendi menjadi heran mengapa Dara malah menanyakan pertanyaan seperti itu.
"Kemarin aja aku mau kemana mana nggak dibolehin tapi kok sekarang kayaknya welcome baanget" ucap Dara penasaran.
"Trus nggak boleh yaaa ??? ya udah aku balik kayak kemaren aja yaa yang suka nglarang nglarang kamu" jawab Rendi.
"Nggak mau.." Dara terlihat memanyunkan bibirnya.
"Nggak usah di manyun manyuni gitu napa, ntar aku gigit tau rasa " ucap Rendi sambil terkekeh.
"Emang mas belum puas ya yang tadi sore ???" tanya Dara masih sebal.
Dara hanya diam saja namun dari rautnya jelaa terlihat sebal. Akhirnya Dara bangkit dari kursinya dan berjalan menuju wastafel untuk mencuci piring tanpa mengubris Rendi yang sepertinya sedang menertawakan nya.
"Uhhh sayang nya aku ngambek !!!" ucap Rendi yang memeluk dari belakang.
"Mas kok tumben Dokter Indah nggak kesini??" tanya Dara mengalihkan godaan Rendi.
"Biarin aku malah seneng , kenapa kamu malah pengen dia disini sihh" gerutu Rendi kesal.
"Aku kan nanya " ucap Dara terkekeh.
"Mungkin mulai besok dia udah nggak akan kesini lagi " ucap Rendi membuat Dara sedikit terkejut.
"Kok bisa gitu ??? kamu udah putusin ya mas ??' tanya Dara.
"Enak aja aku putusin, emangnya dia pacar aku " ucap Rendi sebal.
"Bukan pacar tapi udah pernah gituan" ucap Dara tak kalah sebal membuat Rendi tersenyum malu mengingat ia memang pernah melakukan itu meskipun dalam posisi tak sadar karena dia sedang mabuk.
"Aku jahat banget ya sayang sama kamu... maafin aku yaa???" ucap Rendi memelas.
"Kalau aku nggak mau maafin ???" tanya Dara.
"Ya aku maksa laah..." ucap Rendi terkekeh.
"Dasar tukang maksa " ucap Dara berjalan meninggalkan Rendi yang kemudian diikuti oleh Rendi.
__ADS_1
" Udah mau tidur ?" Tanya Rendi saat melihat Dara berbaring diranjang.
"Capek... gara gara kamu tadi sore mas.." ucap Dara kini nampak menyelimuti dirinya.
"Padahal aku masih pengen lagi" Goda Rendi yang kini ikut berbaring disamping Dara dan memeluk Dara.
"Mas...." mohon Dara.
"Enggak enggak, udah sini aku peluk aja " ucap Rendi memeluk Dara dan membuat Dara tersenyum dengan perlakuan Rendi.
"mas kamu kok banyak berubah yaa ?" tanya Dara.
"Berubah gimana coba ??"
"Sekarang jarang marah marah kayak dulu, sekarang kayanya lembut banget kalau sama aku " ucap dara.
"Aku juga nggak tau kenapa " jawab Rendi yang membuat Dara tak puas dengan jawaban Rendi.
"Kamu juga udah berubah " ucap Rendi.
"Berubah apa ?" tanya Dara.
"Dulu awalnya kamu nggak mau diajak ena ena tapi sekarang kok pasrah banget " ucap Rendi jail membuat Dara kesal dan memukul lengan Rendi.
"Dulu aku takut banget tau mas kamu perkosa " ucap Dara mengingat awal pertama hubunganya denngan Rendi.
"Maaf yaa... " ucap Rendi singkat kemudian mengecup kening Dara.
"Apa kamu sayang mas sama aku ?" tanya Dara yang sudah lama ia sangat penasaran dengan perasaan Rendi sesungguhnya padanya.
"Mas ...malah diem " ucap Dara.
"Sayang..kalau nggak sayang mana mungkin aku nikahi kamu" ucap Rendi.
"Ya walaupun masih nikah siri" ucap Rendi lagi.
"Kamu bahagia nggak mas sama aku ???" tanya Dara.
"Kenapa tanya gitu ??" Rendi mengerutkan alisnya.
"" nggak apa apa mas, kadang aku takut kamu malu ??!" ucap Dara.
"Malu kenapa sih ??? "
"Malu kamu punya istri pembantu kayak aku " ucap Dara yang membuat Rendi sedikit ikut merasakan keresahan Dara.
"Enggak lah... ngapain harus malu... orang cantik gini .." ucap Rendi .
"Gombal..." jawab Dara sambil memukul lengan Rendi dan Rendi pun hanya tertawa.
Bersambung...
Jangan lupa like vote dan komen yaaa..
__ADS_1