
Dara terbangun kala Rendi kembali mengusik tidurnya, setelah tiga Ronde berlalu Dara kelelahan dan akhirnya tertidur.
"Sayang.. bangunlah dulu, ayo kita makan malam." usik Rendi sedikit mengguncang tubuh Dara yang masih enggan beranjak.
"Aku benar benar lelah." Kata Dara dengan suara pelan.
"Baiklah, akan kuambilkan makan malam dan membawanya kesini." kata Rendi yang kini beranjak keluar kamar. Sebenarnya Rendi cukup sadar jika sedang hamil muda pasangan suami istri memang harus lebih menahan hawa nafsunya tapi entah mengapa ia benar benar tak bisa menahan hasrat jika berada didekat Dara.
Rendi memasuki kamar dan membawa sebuah nampan berisi makan malam Dara.
"Sayang bangun lah lebih dulu, aku akan menyuapi mu?" kata Rendi.
Dara melenguh, bangun masih menutupi tubuhnya dengan selimut karena didalam ia sama sekali tak mengenakan apapun.
"Apa kau sudah makan malam?" Tanya Dara yang kini sudah menerima suapan Rendi.
"Belum, aku nanti saja!."
"Makanlah dulu, biar ini kumakan sendiri!" kata Dara.
"Ya setelah ini aku akan makan."
"Hmmm ya sudah terserah saja." Dara pasrah karena memang ia sudah tak memiliki tenaga untuk berdebat.
"Setelah ini mandi yaa, aku akan menyuruh maid untuk menyiapkan air hangat dibathup." kata Rendi yang langsung mendapat protes dari Dara.
"Aku ingin mandi sendiri." ketus Dara yang langsung mendapat Kekehan dari Rendi.
"Memangnya siapa yang mau mengajakmu mandi bersama?" kekeh Rendi membuat Dara cemberut.
Selesai makan malam, Dara berendam dibathup yang berisi air hangat dan busa busa sabun yang wangi. Rasanya enak sekali setelah tadi tenaganya terkuras habis kini Dara merasa tenaganya sudah kembali.
Dara yang tengah bersandar dibathup sambil memejamkan mata, mendengar suara pintu terbuka, mata Dara ikut terbuka apalagi setelah memgetahui Rendi yang masuk dan terlihat menyerigai.
"Kau bilang tak akan mengajak mandi bersama!" protes Dara sambil memanyunkan bibirnya sedangkan Rendi terlihat tengah melepaskan pakaiannya.
"Memang aku tak akan mengajak mandi bersama! tapi aku hanya ingin berendam bersama." Kekeh Rendi yang kini sudah berada dibelakang Dara dan memeluk Dara dari belakang.
"Apa kau tak lelah?? kita bahkan sudah melakukanya 3x." kesal Dara.
"Aku sudah tidak akan mengajakmu lagi sayang, aku hanya ingin berendam bersama." kekeh Rendi yang sekarang ikut menggosok punggung Dara.
"Tidak bisa dipercaya." gerutu Dara dan Rendi hanya terkekeh.
Rendi benar benar menahan hasratnya untuk tidak kembali menyentuh Dara, Ia memang hanya menemani Dara berendam dan membilas tubuh Dara bahkan Ia sampai mengendong tubuh Dara ke ranjang dan memakaikan baju Dara, membuat Dara tersentuh dengan setiap perlakuan Rendi untuknya. Rendi yang membuatnya kelelahan dan Rendi juga yang bertanggung jawab melayani nya bak ratu.
"Terimakasih." kata Dara setelah Rendi selesai membantunya memakai baju.
"Tentu saja tidak gratis sayang." goda Rendi tampak menyerigai membuat Dara melonggo sebal.
"Sudahlah lebih baik segera tidur, aku tak akan menganggumu." Kata Rendi.
"memang nya mau kemana?" tanya Dara.
"Aku harus mengecek pekerjaanku sayang, disamping kamar ini ada ruang kerjaku, jika mau mencariku, aku disana!" Jelas Rendi.
Dara mengangguk "Baiklah, aku lebih baik kembali tidur saja." Kata Dara yang kini sudah berbaring, Rendi segera menyelimuti Dara dan mengecup kening Dara lalu berbalik keluar meninggalkan Dara menuju ruang kerja nya.
...
Pagi hari Dara sedikit terkejut melihat Rendi sudah bersiap dengan kemeja kantornya.
"Kau akan bekerja hari ini?" tanya Dara yang baru bangun tidur melihat luar jedela masih gelap karena memang ini masih pukul 5 pagi.
"Ya ,maafkan aku sayang, aku tak bisa menemanimu labih lama karena banyak yang harus kukerjakan!" jelas Rendi dan Dara hanya mengangguk.
"Aku akan mandi lalu menemani mu sarapan!" kata Dara yang kini sudah beranjak dari ranjang.
"No, tidurlah lagi sayang, aku akan sarapan nanti saja dikantor." Dara sedikit kecewa namun ia cukup mengerti karena suaminya itu sudah banyak libur akhir akhir ini.
"Hmm baiklah, apa perlu aku membawakan makan siang untukmu nanti siang?" tanya Dara.
"Nggak usah sayang , kamu cukup santai dirumah saja, hmm." kata Rendi mengecup kening Dara "Aku berangkat dulu sayang, kalau ada apa apa langsung hubungi aku." kata Rendi menambahkan.
Dara hanya mengangguk paham kemudian Ia menatap suaminya yang sudah keluar dari kamarnya. Huh rasanya sungguh aneh sekali, mereka baru saja menikah bukankah seharusnya masih merasakan indahnya pengantin baru, namun sayangnya Rendi harus disibukan oleh pekerjaanya. Tak ada yang bisa Dara lakukan selain mengerti pekerjaan suaminya itu.
Dara segera beranjak dari ranjang dan berjalan kekamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya.
__ADS_1
Setelah mandi Dara berencana untuk sarapan dan setelahnya ia ingin berkebun untuk mengisi aktifitas nganggurnya.
"Lohh Nyonya kok bangun nya pagi banget?" tanya Silmi salah satu maid yang tengah membersihkan lantai.
"Hmm.. ya bukankah sangat bagus jika kita bangun pagi, Silmi..ahh namamu Silmi ya?" tanya Dara yang melihan name tag diseragam Silmi.
"Iya Nyonya, saya Silmi maid yang ditugaskan bersih bersih dimansion ini." jelas Silmi.
"Ah baiklah, aku akan memanggilmu Silmi mulai sekarang, Ya sudah aku harus kedapur untuk melihat sarapan nya sudah matang apa belum." jelas Dara yang hanya diangguki oleh Silmi.
Dara berjalan kedapur melihat tiga maid yang sedang memasak sambil sesekali bercanda tawa. Astaga tiba tiba Dara jadi merindukan saat dulu masih bekerja di rumah Tuan Sanjaya.
"Nyonya sudah bangun?" Bik Surti maid paruh baya yang bertugas memasak itu segera menghampiri Dara yang tersenyum pada ketiga Maid yang sedang menatapnya.
"Ya, Aku hanya ingin melihat apa sarapan nya sudah matang?" tanya Dara sedikit tersenyum malu pasalnya ini masih pagi entah mengapa ia sudah merasakan lapar, mungkin memang ini bawaan baby yang yang ada diperut Dara.
"Sebentar lagi Nyonya, Ah apakah nyonya ingin Bibi buatkan roti panggang dan susu hangat buat menganjal perut?" tawar Bi Surti.
"Mmm boleh deh Bi.."
"Nyonya tunggu saja dikursi taman biar sekalian menghirup udara pagi yang masih seger."
"Sepeetinya Ide bagus, aku akan menuggi disana ya Bi.." kata Dara.
'Siap Nyah."
Dara pun berjalan keluar meninggalkan dapur sementara Para Maid nampak berbisik bisik.
"Masih pagi udah nanyain sarapan yaa!"
"Eh huss... kalian ini ngomong apa? nanti kalau Nyonya denger bisa dipecat kalian?" kata Bik Surti menginggatkan.
Dan dua orang maid itu kini hanya diam sambil melanjutkan pekerjaaanya.
Memang benar yang Bik Surti bilang, udara diluar masih sangat dingin dan terasa menyegarkan membuat Dara betah duduk disini apalagi sambil melihat bunga yang sudah hampir mekar.
Bik Surti datang membawa dua keping roti bakar dan segelas susu hangat. "Ini Nyonya cemilan nya?"
"Makasih Bi... maaf ya udah ngrepotin pagi pagi?" kata Dara merasa sungkan.
"Nggak apa apa Nyonya, bukankah memang sudah tugas saya melayani Nyonya." jelas Bi Surti dan Dara hanya mengangguk sambil tersenyum.
...
"Sedikit sih, kenapa memang?" tanya Kinan.
"Tidak, hanya penasaran saja apa yang kau lakukan saat dirumah sendiri?" Tanya Randi.
"Aku biasanya menonton televisi jika pekerjaanku sudah selesai, Televisi mu benar benar sangat bangus, besar dan apapun yang ingin kulihat semuanya ada disana." Kata Kinan dengan senangnya.
"Hmm bagus jika kau menyukainya??" Kinan hanya mengangguk. "Apa kau ingin bermain ketempat Rendi? Ia kini dan istrinya baru saja menghuni tempat barunya, kau ingin ikut kesana?" tanya Randi.
"Bolehkah?" Kinan sedikit ragu.
"Tentu saja jika kau mau..."
"Ya aku mau. " Kata Kinan yang sebenarnya sudah sangat penasaran dengan istri Rendi.
"Baiklah, bersiaplah kita akan kesana setelah ini?" perintah Randi.
"Baiklah, aku akan bersiap!" Kinan nampak terlihat senang dan meninggalkan Randi yang tengah menikmati roti panggangnya.
"Aku harus pakai baju apa yaa??" batin Kinan nampak sibuk memilah milah baju yang akan ia pakai, hingga matanya tertuju pada dress lengan pendek warna merah muda.
"Sepertinya ini cocok!" batin Kinan kemudian ia segera memakainya tak lupa memoles sedikit make up diwajahnya agar tak terlihat pucat.
"Udah... cantik.." batin Kinan senang, entahlah sebenarnya siapa yang ingin ia lihat mengapa juga Kinan harus berdandan seperti ini Kinan juga tak tau.
Kinan keluar kamar dan melihat Randi sudah menunggunya duduk disofa.
"Kita ini hanya pergi kerumah baru Rendi, kenapa penampilanmu seperti ingin pergi kepesta?" tanya Randi membuat Kinan menjadi tak percaya diri.
"Apa aku terlihat berlebihan?" tanya Kinan.
"Hmm sedikit tapi tak masalah, mungkin ada yang membuatmu ingin menunjukan keahlian bermake up mu itu?" kekeh Randi membuat Kinan salah tingkah.
'Ya sudh jika begitu, aku akan menganti pakaianku!" Kata Kinan.
__ADS_1
"Tak perlu, biarkan saja seperti itu!" kata Randi.
"Tapi Aku-."
"Sudahlah Kinan, ayo berangkat sekarang!" kata Randi menarik tangan Kianan mengajak keluar apartemen.
Kini Randi dan Kinan sudah berada didalam mobil dan Randi juga sudah melajukan mobilnya, Kinan hanya diam saja masih memikirkan ucapan Randi yang dia bilang Kinan sedikit berlebihan, apakah benar seperti itu? apa salah jika Kinan hanya ingin terlihat cantik? batin Kinan kesal sendiri.
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Randi pada Kinan yang terlihat melamun.
"Tidak ada!" jawab Kinan malas.
"Apa kau marah padaku sekarang?" Tanya Rendi.
"Emm Tidak, mana berani aku marah padamu!" jawab Kinan salah tingkah.
"Kau terlihat kesal saat aku mengatakan kau sedikit berlebihan! benarkan?" tanya Randi membuat Kinan terkejut. Bagaimana Randi bisa tau apa yang ia pikikan? batin Kinan.
"Tidak, aku tak pernah berfikiran seperti itu,." sangkal Kinan.
"Baiklah."
Mobil yang dikemudikan Randi sudah berhenti disebuah mansion yang besar layaknya istana.
"Kau bilang mengajak ku kerumah barunya Rendi?" tanya Kinan heran mengapa malah mengajaknya ketempat mewah bak istana yang ada difilm luar negeri yang selalu ia lihat.
"Tentu saja, dan ini rumah Rendi!" kata Randi santai melihat Kinan melotot tak percaya.
"Ini sih bukan rumah, ini istana yang sering ada difilm yang aku tonton." ceplos Kinan "Beruntung banget yaa istrinya Rendi." Batin Kinan.
"Udah nggak usah melonggo gitu lah lebih baik kita masuk!" Ajak Randi yang keluar lebih dulu diikuti oleh Kinan dibelakangnya.
Randi mulai memencet bel istana Rendi, tak berapa lama seorang Maid membuka kan pintu.
"Lo kok Tuan sudah pulang?" tanya Maid binggung melihat Randi yang sangat mirip denga Tuan nya itu dan juga kenapa masih pagi, Randi mengajak wanita cantik dibelakang Randi itu.
"Aku bukan Rendi, aku Randi saudara kembar Rendi." jelas Randi yang membuat maid itu melonggo masih tak paham.
Randi yang kesal dengan Maid itu segera membuka ponselnya dan memperlihatkan fotonya dan foto Rendi.
"Ah maafkan saya Tuan, silahkan masuk!"
"Apa Rendi ada?" tanya Randi yang kini berjalan memasuki rumah diikuti oleh Kinan.
"Tuan Rendi sudah berangkat pagi tadi Tuan." ucap Maid itu yang membuat Randi mengelleng kepala tak percaya "Bisa bisanya dia bekerja disaat seharusnya mereka masih menikmati bulan madu." kesal Randi dan Kinan yang berada dibelakang Randi sedikit kecewa mendengar jika Rendi sudah pergi bekerja, padahal Ia dandan seperti ini agar bisa dilihat oleh Rendi, astaga apa sih yang sebenarnya dipikirkan oleh Kinan bisa bisanya dia memikirkan suami orang lain.
"Nyonya Dara sedang berkebun dibelakang Tuan." kata Maid itu.
"Baiklah aku akan kesana." Randi pun berjalan kebelakang diikuti oleh Kinan yang sudah penasaran dengan wajah Dara istri Rendi.
Randi membuka pintu belakang yang full kaca dan melihat ada wanita cantik dengan dress cream yang sedang sibuk menyirami bunga mawar yang hampir mekar.
"Dara ..?" panggil Randi , dibelakang Kinan sedikit shock saat melihat wanita cantik dengan rambut lurus sebahu itu, sangat cantik menurut kinan Apalagi saat Wanita yang dipanggil Dara oleh Randi itu tersenyum dan memperlihatkan gingsul nya yang menambahkan kecantikan Dara.
"Tuan Randi??" tanya Dara yang sekarang sudah bisa membedakan antara Randi dan Dara.
"Astaga, jika sampai Rendi tau kau memanggilku Tuan, bisa bisa kepaalaku dipenggal Dara." kata Randi bergidik ngeri sedangkan Dara hanya terkekeh geli. Dara sudah terbiaasa memanggil Randi dengan embel embel Tuan sejak dulu dan rasanya susah sekali jika ia tak menggunakan kata Tuan.
"Sayang sekali kau datang namun Rendi sudah berangkat bekerja," sesal Dara sedangkan Kinan yang masih dibelakang Randi hanya diam karena ia juga belum mengenal Dara.
"Suamimu itu memang sangat pekerja keras, kau seharusnya lebih bisa bersabar menghadapi nya Dara." nasihat Randi.
"Ya tentu saja, ah ya siapa ini? apakah dia kekasihmu?" tanya Dara pada wanita dibelakamg Randi yang sedari tadi tak terlihat.
"Ah aku hampir lupa! dia Kinan dan Kinan ini Dara istri Rendi." Randi terlihat memperkenalkan Kinan dan Dara yang kini saling menyalami satu sama lain sambil tersenyum.
"Jadi benar, dia kekasihmu?" goda Dara.
"Bukan, aku pembantu dirumah Tuan Randi?" kata Kinan menjawab godaan Dara.
"ah maafkan aku ,aku nggak bermaksud." Dara merasa tak enak sendiri karena telah mengoda Randi.
"Tak masalah!" jawab Kinan sedikit ketus membuat Dara semakin bersalah.
"Ini pembantu rekomendasi dari Rendi!" kata Randi tiba tiba membuat Dara terkejut.
BERSAMBUNG...
__ADS_1
MAAF UP NYA TELAT, HARI INI LAGI SAKIT DAN HANYA NOVEL INI YANG AKU UPDATE YANG LAINYA MUNGKIN LIBUR UP DULU...
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN YAAA ....