My Maid My Wife

My Maid My Wife
77


__ADS_3

Setelah kejadian dimansion Rendi, Kinan kini sudah berubah banyak. Ia lebih fokus pada pekerjaannya sebagai maid bahkan Kinan kini juga melanjutkan pendidikannya sembari mengisi waktu luang agar tak bosan.


Randi sebagai majikan juga tak mempermasalahkan jika Kinan kini melanjutkan pendidikannya dengan berkuliah selama itu tidak menganggu pekerjaan Kinan mengurus apartemen.


"Aku mungkin akan pulang malam hari ini." kata Randi saat mereka sarapan bersama.


"Baiklah, apakah semuanya baik baik saja?" tanya Kinan.


"Ada sedikit masalah diperusahaan Rendi dan aku harus membantunya." jelas Randi dan Kinan hanya manggut manggut mengerti.


"Kau tak menanyakan tentang Rendi?" goda Randi.


"Untuk apa?" Kinan terlihat binggung.


"Dulu kau senang sekali jika aku membahas masalah Rendi." goda Randi.


"Sayang nya aku sekarang sudah tak tertarik.'' kekeh Kinan.


"Baguslah, kau memang sudah banyak berubah." Kata Randi.


Kinan menilik jam tangan nya "Bolehkah aku berangkat lebih dulu? aku takut terlambat karena hari ini ada kelas pagi." kata Kinan yang kini sudah mengelap bibirnya dengan tisu.


"Tak masalah, aku juga segera berangkat, mau bareng? kita searah." tawar Randi.


"Tidak perlu, aku memakai motor saja, biarkan piringnya dimeja nanti akan aku bereskan setelah selesai kampus." kata Kinan yang kini sudah bangkit.


"Oke baiklah, hati hati dijalan" kata Randi yang hanya diangguki Kinan.


Kinan pun berjalan cepat menuju lantai bawah apartemen, Ia segera melajukan motornya menuju kampus yang tak jauh dari apartemen Randi.


Setelah memarkirkan motornya diparkiran kampus, Kinan menilik jam tangan nya lagi lalu membulatkan matanya.


"Astaga... aku terlambat!" teriak Kinan yang langsung berlari menuju kelasnya.


Beruntung saat Kinan sudah sampai dikelas Dosen killer yang hari ini mengajar belum berada dikelas.


Kinan segera duduk dibangku nya lalu menyiapkan buku yang akan Ia gunakan.


"Hey Nan.." sapa Boy salah satu teman sekelas Kinan yang kini duduk disamping Kinan.


"Eh Boy... ada apa?" tanya Kinan.


"Ntar abis kuliah jalan Yukk." ajak Boy salah satu teman sekelas yang terkenal tampan namun playboy.

__ADS_1


"Duh Gue nggak bisa deh." tolak Kinan "Soalnya habis kuliah Gue harus kerja." kata Kinan.


"Kerja mulu Nan.. emang Lo kerja dimana?" tanya Boy penasaran, pasalnya dua kali Boy mengajak jalan Kinan dan alasan Kinan selalu saja bekerja.


"Gue kerja jadi pembantu!" jelas Kinan jujur.


"Hahaha.. nggak usah bercanda deh Nan." kekeh Boy tak percaya.


"Ya udah kalau nggak percaya." jawab Kinan malas.


"Yakin Nan, kerja jadi pembantu?" tanya Boy lagi tak melihat kebohongan dimata Kinan.


"Yakin lah, kenapa sih nggak percaya gitu." Heran Kinan.


"Ya nggak gitu, Lo kan cantik kenapa mau kerja jadi penbantu." kata Boy membuat pipi Kinan merona malu.


"Astaga, baru sekali ada yang bilang gue cantik." batin Kinan.


"Kenapa juga nggak mau? yang penting kerjaan halal bisa nyukupin kebutuhan gue sama bayar kuliah gue." jelas Kinan santai.


"Makin salut Gue sama Lo Nan." kata Boy yang membuat Kinan heran.


Kinan dan Boy pun segera mengakhiri obrolan mereka karena Dosen mereka sudah datang.


Pukul 2 siang, Kinan sudah tak ada kelas lagi. Akhirnya Kinan memutuskan untuk pulang dan sebelum pulang ke apartemen Kinan memutuskan untuk mampir ke supermarket karena bahan makanan dikulkas sudah habis.


Kinan mulai mendorong troli menuju tempat sayur dan ikan segar, setelah mendapatkan beberapa sayur dan ikan, Kinan mulai melangkah ke etalase susu hingga mata Kinan bertemu dengan orang yang sangat Ia kenalli.


"Mbak Dara...." Sapa Kinan yang melihat Dara dan Rendi tengah mengambil beberapa susu ibu hamil.


"Eh Kinan.. " Dara terlihat senang melihat Kinan.


"Hay Ren..." Kinan juga menyapa Rendi yang masih mengenakan kemeja kantornya.


"Lo sendirian belanja nya?" tanya Rendi yang Kinan tau mungkin hanya basa basi.


"Iya.. ya udah gue duluan yaa, masih banyak yang harus kebeli." kata Kinan yang hanya diangguki Dara dan Rendi. Kinan pun berlalu meninggalkan dua sejoli itu.


Setelah dirasa cukup, segera Kinan membawa barang belanjaan nya ke kasir, setelah dibayar Kinan membawa dua kantong plastik penuh belanjaan, untung Kinan sudah terbiasa dengan belanja menggunakan sepeda motor.


Sesampainya diapartemen, Kinan segera memberesi barang belanjaan nya, memasukan kedalam kulkas, lalu membersihkan meja makan sisa sarapan tadi pagi dengan Randi.


Kinan melirik jam dinding masih pukul 3 sore, terlalu awal untuk masak makan malam, apalagi Randi sudah mengatakan jika Ia akan pulang larut, akhirnya Kinan memutuskan untuk beristirahat sejenak.

__ADS_1


Pukul 8 malam Randi sudah sampai diapartemen, Awalnya Randi ingin pulang larut namun Ia urungkan karena pekerjaan nya selesai lebih awal.


Randi memasuki apartemen namun sepi disana, lalu Randi menuju dapur dan tak melihat Kinan disana, apalagi makan malam yang belum tersaji sama sekali.


"Dimana Kinan? apa belum pulang ?" batin Randi namun saat melihat depan pintu sepatu yang biasa dipakai Kinan sudah ada.


Akhirnya Randi memberanikan diri membuka pintu kamar Kinan, disana Randi melihat Kinan tidur masih mengenakan pakaian yang Ia kenakan tadi pagi.


"Apa dia sudah tidur dari tadi ?" batin Randi, ingin rasanya Randi membangunkan Kinan namun Ia urungkan dan malah pergi memasuki kamarnya.


Kinan bangun dengan kepala yang terasa pusing, Ia melihat sudah pukul 8.15 membuat Kinan terkejut, Ia ketiduran terlalu lama. Akhirnya Kinan bergegas mandi agar segera bisa memasak sebelum Randi pulang.


Namun saat Kinan keluar kamar, Ia terkejut melihat Randi sudah membuat kopi dan duduk didepan televisi.


"Lhoo kok sudah pulang?" tanya Kinan "Sorry gue ketiduran, belum sempet masak, tapi gue masakin cepet." kata Kinan pada Randi.


"Udah nggak usah, kita delivery aja! Gue udah pesen kok." kata Randi santai.


"Duh sorry, gue jadi nggak enak." jelas Kinan.


"Udah nggak usah dipikiri, sekali kali kita makan delivery juga nggak apa apa kok!" kata Randi namun tetap saja Kinan merasa tak enak.


"Tuh udah datang, sana ambilin ,udah gue bayar." kata Randi yang langsung diangguki oleh Kinan.


Kinan membuka pintu dan melihat sudah ada kurir yang membawa satu plastik makanan.


"Ini kak pesanan nya, sudah dibayar yaa." kata kurir itu ramah.


"Oke , makasih ya mas." jawab Kinan yang langsung menerima pesanan.


Kinan menutup pintu lalu berjalan mendekati Randi.


"Kamu pesen apa sih? kok baunya enak banget?" tanya Kinan yang sudah meletakan plastik dimeja.


"Nasi goreng kambing, tolong ambilin gue air putih ya." perintah Randi.


"Oke.." Kinan pun bergegas mengambil piring, sendok dan air putiih.


Keduanya menikamati makan malam sambil menonton televisi.


"Gila enak banget ternyata, gue baru tau kalau daging kambing dibikin nasgor jadi seenak ini." kata Kinan terlihat sumringah sedangkan Randi hanya menanggapi dengan senyuman.


Randi menikmati makan malam sambil sesekali melirik kearah Kinan yang terlihat lahap menyantap makan malam nya, tanpa Randi sadari, Ia tersenyum melihat Kinan makan selahap itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN YAA


__ADS_2