My Maid My Wife

My Maid My Wife
58


__ADS_3

Setelah mengantar Rendi kembali ke mobilnya, Dara memasuki rumah dan melihat Ayahnya sudah rapi dengan baju koko, sarung serta peci nya hendak ke masjid untuk sholat ashar.


"Ayah..."


"Cowok itu udah pulang??" tanya Ayah.


"Udah.. Ayah... Dara ..." Dara terlihat ragu mengatakan pada Tomo Ayahnya.


Tomo tersenyum dan mendekati Dara "Ayah tau kamu cinta sama Dia, cuma sekarang kita lihat aja dulu gimana usaha dia memperjuangin kamu" kata Ayah membuat Dara sedikit lega.


Dara memeluk ayahnya "makasih Ayah".


Tomo nampak mengelus rambut Dara "Ayah cuma nggak mau nantinya kamu akan keceewa karena salah pilih pasangan hidup, kalau dia bener bener sayang sama Dara pasti dia bakal perjuangin Dara" kata Ayah yang hanya diangguki oleh Dara.


"Ya udah Ayah ke masjid dulu" Dara hanya mengangguk dan Ayah melepaskan pelukan Dara kemudian ia berjalan pergi ke masjid.


"Jualan kamu masih banyak Nak ???" tanya Leha yang baru keluar dari kamar.


Dara mengangguk "Iya Bu, baru mau jualan udah dijemput sama Rendi, nggak boleh jualan lagi" Dara sedikit mencebik membuat Leha hanya tersenyum.


"Dia khawatir sama kamu dan anak kalian" kata Ibu .


"Hmm iya Bu... Dara juga tau, Ibu apa udah denger dari tetangga??? mereka tau kalau Dara hamil??!' Leha terkejut mendengarkan ucapan Dara.


"Ibu belum tau, belum ada yang tanya sama Ibu" Jelas Leha dan Dara hanya mendesah pelan.


"Tadi Ibu Ibu RT 4 nanyain ke aku, untung aja Rendi langsung datang trus belain aku" lega Dara mengingat kejadian tadi.


Leha tersenyum "Ya udahlah Nak, nggak usah dipikirin, yang penting pemilik janin itu mau bertanggung jawab" Kata Leha yang membuat Lega Dara .


"Iya Ibu bener.."


....


Rendi memasuki mobil yang sudah ada Randi didalam nya menunggu Rendi dengan sabar.


"Gimana ???" tanya Randi.


"Gimana apanya ???" Rendi malah berbalik tanya.


"Ya gimana udah lega belum ??? udah ketemu Dara???" celetuk Randi dengan kekehaan.


Rendi hanya mendegus sebal, "Kepo banget"


"Punya saudara gini amat, nggak tau terimakasih amat, udah dibela belain nganter kesini padahal "


"Hahahaha, Sejak bangun dari koma ,Lo jadi ngambekan" Rendi terkekeh.

__ADS_1


Randi tersenyum simpul, "Gue cuma penasaran aja"


"Gue bakalan berjuang buat Dara dan Anak Gue,"Kata Rendi. "Entah mau direstui atau enggak setidaknya gue mau berjuang dulu" Rendi melanjutkan ucapan nya.


Randi mengangguk paham "Ya bukanya emang harus gitu yaa ???," kata Randi tersenyum.


"Ya Gue tau... thanks Bro..." Randi hanya mengeleng mendengar Rendi mengucapkan terimakasih, rasanya seperti bukan Rendi saja.


"Lo mau balik kantor ???' Tanya Randi dan Rendi melihat jam yang melingkar ditangannya.


Rendi mengangguk "Iya Gue balik aja , mau nyelesein kerjaan biar besok bisa balik ketempat Dara" jelas Rendi dengan girang.


"Dasar bucin" Randi meledek Rendi.


Rendi hanya mendengus sebal "Kayak Elo engga aja" Rendi meledek balik Randi yang hanya terkekeh.


"Elo udah jenguk Indah ???" tanya Rendi tiba tiba.


"Udah sekali .."


"Gila Lo... masih mau aja sama tuh cewek yang jelas jelas udah mau bunuh Elo.." kesal Rendi tak menyangka Randi sebegitu mudah nya memaafkann Indah.


Randi hanya tersenyum "Dia kayak gitu ada alasan nya"


"Alasan yang bisa ngebuat Elo hampir mati, udahlah move on aja , banyak cewek yang suka sama Elo gini"


Rendi menghela nafas dan menatap wajah Randi yang sedang mengemudikan mobil itu "Karena Elo yang nggak mau move on jadi susah" kata Rendi.


Randi yang mendengar perkataan Randi hanya terkekeh "Yahhh mungkin".


.....


Keesokan harinya Rendi menepati janjinya untuk kembali ke rumah Dara meskipun sedikit terlambat.


"Aku pikir nggak jadi kesini" ujar Dara saat membukakan pintu untuk Rendi.


Rendi hanya tersenyum memasuki rumah Dara sambil membawa satu kantong plastik yang entah isinya apa. "Kamu udah nungguin dari tadi yaa ???" tanya Rendi.


"Enggak kok ... kamu bawa apa sih ??" tanya Dara melihat Rendi meletakan kantong plastik itu dimeja.


"Ini susu hamil sama cemilan , aku tau kamu pasti nggak mau pake uang yang udah aku transfer direkening kamu buat beli kayak gini" Kata Rendi yang cukup tau jika Dara bukanlah wanita boros yang suka menghamburkan uangnya.


"Ya kalau aku butuh kan juga ambil" protes Dara.


"Tapi sejak kamu dikampung kan belum pernah ambil uang yang aku kirim kan ???" ujar Rendi yang hanya mendapatkan cengiran dari Dara.


"Ehh Ada Nak Rendi.!!" sapa Leha yang baru saja keluar dari kamar.

__ADS_1


"Iya Bu.. maaf nganggu malem malem" Rendi segera mencium tangan Leha.


"Nggak apa apa Nak, kalau nggak kesini malaah nanti Dara galau udah nungguin dari tadi pagi" Adu Leha membuat Dara protes "Ibu ih... enggak yaaa" Dara terlihat tersipu malu.


Leha dan Rendi hanya terkekeh. "Bapak sama Dhea kemana Bu ???" tanya Rendi.


"Bapak masih dimushola , kalau Dhea nggak tau katanya mau ngumpul sama temen temennya tadi" Jawab Leha yang hanya diangguki oleh Rendi.


"Kok nak Rendi nggak dibuatin minum Dara ???" protes Leha melihat dimeja masih kosong tak ada minuman atau suguhan apapun. Dara hanya tersenyum nyengir "Lupa Bu".


"Udah ketemu sih sampai lupa nggak dibikinke minum" goda Leha yang membuat Dara malu sedangkan Rendi hanya tersenyum.


Tak berapa lama Dara keluar dengan membawa secangkir teh hangat yang langsung diletakan dimeja depan Rendi.


"Ayo nak Rendi diminum dulu"


"Iya Bu... malah ngrepotin saya ya bU.." Kata Rendi malu malu.


"Enggak kok.. ohh ya Ibu tinggal ya soalnya udah janjian sama bu Ratmi mau ketempat bu Soleha, nggak apa apa kan Ibu tinggal ??!" pamit Leha .


"Nggak apa apa Bu..."


Leha pun berjalan keluar meninggalkan Rendi dan Dara yang kini hanya berdua dirumah.


"Bapak kalau pulang dari mushola suka lama nggak ???'' tanya Rendi tiba tiba.


Dara menatap Rendi "Enggak tau, kenapa memangnya ???" tanya Dara balik penasaran.


"Aku mau ngajak kamu jalan jalan keluar sebentar"


"Hmm ya udah ayo, tapi aku pake ini aja nggak apa apa kan ???" tanya Dara yang hanya memakai daster lengan pendek dan terlihat belahan dada Dara.


"Nggak apa malah gampang nanti bukanya" celetuk Rendi yang membuat Dara terkejut.


"Hah apa ???!"


"Enggak apa apa sayang, ayo.." Ajak Rendi mengandeng tangan Dara keluar dan memasuki mobil Rendi.


Keduanya kini sudah berada didalam mobil dan Dara masih binggung Rendi mau mengajaknya kemana karena jalanan yang dilewati adalah jalanan sepi dan gelap yang hanya banyak pepohonan dan jalanan ini terkenal angker.


"Kok berhenti ???" tanya Dara saat mobil Rendi berhenti ditengah jalan itu.


Tanpa menjawab, Rendi langsung meraup bibir Dara membuat Dara sedikit terkejut.


"Aku kangen sayang..."


BERSAMBUNG....

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN YAAA...


__ADS_2