
"Bukankah sudah kukatakan jika kau akan bekerja pada Randi ???" kata Rendi sekali lagi.
"Ahh maaaf aku masih belum paham tadi saat kau menjelaskan padaku ???" kata Kinan malu.
"Tak masalah" jawab Rendi "Jaga pembantu Lo... jangan sampai dia nangis gara gara Lo ???' goda Rendi pada Randi yang hanya disenyumi dingin oleh Randi sementara Kinan hanya tersenyum kikkuk menanggapi godaan Rendi.
Rendi berdiri dan berjalan keluar apartemen, Mata Kinan tak berhenti menatapi Rendi yang kini sudah tak terlihat lagi.
"Lo dah makan???" tanya Randi pada Kinan.
Kinan hanya tersenyum kikkuk dan menggelengkan kepalanya "Saya belum makan Tuan??!" kata Kinan yang membuat Randi terkekeh.
"Elo nggak perlu formal sama gue kali, geli gue dengernya ?!!!" kata Randi geli.
"Iyaa gimana, masa mau Lo Gue.. kan disini kamu majikan aku ???!' protes Kinan.
"Nggak apa apa, kalau terlalu formal gue yang nggak bisa, kayak kamu pas sama Rendi tadi aja ???!" kata Randi.
"Umm iyaaa.." jawab Kinan malu malu.
"Kita pesen makanan online aja yaa, besok pagi gue anter Elo belanja ke supermarket buat isi kullkas!!!" kata Randi dan Kinan Hanya mengangguk.
Randi terlihat sibuk dengan ponselnya sementara Kinan hanya diam saja menatap televisi yang menyala.
"Lo dah kenal lama sama Kakak gue ??' tanya Randi sesaat setelah selesai memesan makanan online.
"Enggak kok baru kemarin???" kata Kinan yang membuat Randi terkejut.
"Kemarin?????"
"Iya kemarin kan gue ditabrak sama Rendi pas mau nyebrang jadi ya gitu deh!!" kata Kinan yang sekarang sudah tidak mengunakan bahasa formal lagi.
"Tapi Lo nggak apa apa ???" tanya Randi.
"Seperti yang Lo liat, gue baik baik aja, kemarin cuma lecet sama kesleo tapi sekarang udah sembuh kok" kata kinan memperlihatkan beberapa lukanya yang sudah mengering ditangan nya.
"Gue pikir Lo udah kenal lama sama Rendi???!' Kinan hanya menggelengkan kepalanya.
Tak berapa lama makanan pesanan Randi datang, "Yuk makan dulu mumpung masih anget" ajak Randi yang hanya diangguki oleh Kinan.
Kinan membuntuti Randi menuju meja makan. Keduanya pun makan malam berdua sambil bertukar cerita satu sama lain membuat Randi dan Kinan semakin akrab.
..
Paginya Kinan bangun subuh dan segera membersihkan ruangan sebelum Randi bangun dan mengantarnya belanja. Randi yang baru keluar kamar pukul 6 pagi pun terkejut melihat apartemen nya sudah bersih.
"Lo udah bangun ??? gue bikinin kopi yaa ??? dikulkas Lo kayaknya masih ada kopi sama susu??!' tanya Kinan.
"Hmm boleh deh..." Randi berjalan mendekati Kinan dan duduk dimeja makan. "Lo bangun jam berapa ??? kok udah bersih aja nih tempat??!!" tanya Randi.
"Gue bangun subuh, udah kebiasaan sejak dikampung jadi nggak bisa bangun siang deh, ohh yaa Lo bilang mau ngajak belanja ???!" tanya Kinan.
"Ya nanti jam 7 sekarang belum buka lah??!' kata Randi, Kinan hanya terkekeh.
Kinan meletakan secangkir kopi dimeja Randi "Nih cobain , kurang apa ??? gue takutnya nggak sesuai sama selera Elo???!"
Randi menyeruput kopi hangat buatan Kinan lalu ia manggut manggut "Nggak buruk kok, gue suka" kata Randi yang membuat Kinan lega.
"Ya udah kalau gitu gue siap siap dulu yaa ??? lagian mau bikinin Lo sarapan juga nggak ada bahan makanan apapun dikulkas???' ungkap Kinan.
"Iya udah sana".
...
Randi dan Kinan kini sudah siap untuk pergi belanja, terlihat Kinan hanya mengenakan kemeja lengan pendek dan celana jeans tak lupa sandal jepit wwrna hitam. Jika dilihat lihat Kinan memang terlihat tomboy.
"Kenapa nggak belanja dipasar aja ???"Tanya Kinan saat berada dimobil Randi.
"Nggak biasa, besok kalau Lo mau belanja dipasar juga nggak apa apa, nanti gue kasih tau dimana pasarnya ??!" jawab Randi.
"Ya udah kalau gitu!!!".
"Lo bisa naik sepeda montor ???" tanya Randi.
"Bisa lah, dulu aku suka nganter barang pake sepeda montornya pak boss waktu masih kerja ditoko" jawab Kinan.
"Bagus kalau gitu, gue ada montor nganggur nggak kepake, besok Lo pakai aja kalau mau kemana mana ???!' kata Randi.
Kinan Hanya mengangguk setuju, mobil yang Randi kemudikan sudah sampai di supermarket.
"Gue nggak pernah belanja ditempat ginian, nanti gimana dong kalau gue malu maluin Elo ???!' tanya Kinan tak nyaman, melihat betapa besar suprmarket tempat mereka belanja, berbeda dengan supermarket tempat ia bekerja dulu yang sangat kecil.
"Ya ellah, asal Elo santai aja ambil barang yang dibutuhkan dan nggak teriak teriak didalam juga nggak bakal bikin Gue malu??!' kekeh Randi dan Kinan hanya cemberut.
Randi dan Kinan pun memasuki supermarket, pertama kali masuk Kinan sangat kagum karena disana sangat besar dan lengkap apapun tersedia.
"Kamu juga ambil saja barang barang yang kamu butuhin??!" Intrupsi Randi.
__ADS_1
"Tapi Gue sama sekali nggak punya uang??!' sedih Kinan.
"Nanti Gue bayarin ...ambil aja yang Lo butuhin??!'' kata Randi.
"Yakin nggak apa apa emangnya, ya udah besok potong gaji Gue aja kalau gitu??!".
"Udah nggak usah dipikirin, tinggal ambil aja???!'' kata Randi dan Kinan mengangguk setuju.
Dua troli barang barang yang mereka beli, semuanya mulai dari sayuran, kebutuhan dapur sampai perlengkapan mandi sudah mereka beli.
Saat sampai dikasir Kinan cukup terkejut kala belanjaan mereka habis 3juta. nominal yang sangat besar menurut Kinan namun Randi dengan santainya mengeluarkan kartu kreditnya dan semuanya beres. Dasar orang kaya batin Kinan.
"Pinjem struk belanjanya ????!" pinta Kinan yang membuat alis Randi mengerut.
"Buat apa ???"
"Gue cuma mau tau aja belanjaan gue habis berapa" Kata Kinan yang membuat Randi terkekeh tak percaya.
"Udah gue buang di tempat sampah???!' kekeh Randi membuat Kinan panik.
"Tempat sampah yang mana ???? biar gue ambil ??!".
"Ya ampun Kinan, nggam usah malu maluin gue deh, masak Elo mau ngorek orek tempat sampah, kan gue dah bilang nggak usah dipikiirin???!" kesal Randi membuat Kinan menunduk.
"Gue nggak enak soalnya tadi ambil belanjaan banyak banget???! keluh Kinan.
"Udah nggak apa apa, Mau Lo beli satu supermarket juga bakalan gue bayarin???!" sombong Randi.
"Iyalah dasar orang kaya????!" gerutu Kinan dan Randi hanya terkekeh.
Mereka sampai diapartemen, Kinan segera memberesi semua barang belanjaan nya dan menaruh pada tempatnya.
"Lo bisa masak apa aja ???" tanya Randi saat Kinan sedang mengisi kulkas nya.
"Apa aja yang Lo minta bakalan Gue buatin??!"
"Yakin ???"
"Iyalah, nggak usah takut keracunan, gue ini pinter masak kalii ???"sombong Kinan.
"Ya udah buatin gue sup tahu pedas buat makan siang, lagi pengen yang pedes ???!" perintah Randi.
"Ya udah Gue bikinin... tunggu aja ??!" kata Kinan yang kini sudah disibukan dengan bumbu bumbu dapur.
Tak lama sup tahu ala ala Kinan sudah matang, jika dicium dari baunya sepertinya enak.
"Gimana ???" tanya Kinan was was kala Randi mencicipi makanan nya.
Mereka berdua pun makan siang bersama.
.....
Rendi sudah dikelutkan oleh berkas berkas yang menumpuk dimejanya. Rendi sendiri heran hanya 2 hari dia tidak bekerja dan itupun digantikan oleh Randi tapi mengapa saat ia masuk pekerjaan nya sebanyak ini, sebenarnya apa yang Randi lakukan dikantornya selama dua hari itu batin Rendi kesal.
Ponselnya berbunyi membuyarkan konsentrasi Rendi namun saat ia tau siapa yang menelepon cukup semangat ia mengangkat panggilan nya.
"Sayang... maaf aku nggak ngabarin, dari pagi sibuk banget???!" jelas Rendi pada Dara yang tahu jika wanita itu pasti merindukannya.
"Aku pikir kamu kenapa kenapa ???" Dara sedikit lega mendengar suara Rendi.
"Aku harus lembur sayang soalnya seminggu lagi kita bakalan nikah dan aku pasti ambil cuti lagi???!" jelas Rendi.
"Iya iyaa sayang aku tau... aku cuma mau mastiin kalau kamu baik baik saja???" jelas Dara.
"Miss you sayang... tunggu satu.minggu lagi yaaa ???!" kata Rendi dan terdengar Dara terkekeh.
"Miss you tooo.. jangan lupa makan???" ingat Dara.
"Iyaaa. kamu juga jaga diri baik baik yaaa ??"
Telepon sudah mati, Rendi sedikit lega, hanya mendengar nama Dara saja membuatnya sangat lega dan tenang. apakah seperti ini rasanya jika kita mencintai seseorang ??? batin Rendi terkekeh.
"Habis nelpon nak Rendi ???" tanya Leha oada Dara yang terlihat senang.
"Iya Bu... dari pagi nggak ada kabar ternyata sibuk ngantor ???!" jelas Dara.
"Uuuu posesif banget nih putri ibu??!" goda Leha.
"Ibu apa sih ??!" Dara terlihat malu malu.
...
Dara berjalan kewarung hendak membeli obat nyamuk bakar karena dirumahnya sudah habis, Dara melihat kerumunan Ibu ibu.
"Eh Dara ...sini bentar dong ???!"
"Ada apa Bu ???" tanya Dara mendekati kerumunan Ibu Ibu.
__ADS_1
"Katanya kamu udah mau nikah yaaa ???''
Entah mengapa perasaan Dara sedikit tak enak mendengar pertanyaan dari ibu ibu ini.
"Emm Iya... minta doanya yaa Bu semoga dilancarkan ??!??!" kata Dara sopan dan tersenyum.
"Kok buru buru nikahnya sih ??? udah bunting duluan kok yaaa ???" sindir salah satu Ibu ibu membuat Dara sedikit tersinggung dan ingin menangis.
"Siti bilang kamu disana nakal yaa suka godain majikan ??!!" tanya Ibu Siti yang juga berada disana.
Dara hanya diam, karena ia merasa mau membela diri juga percuma.
"Untung Siti nggak ikutan kamu yaa ??? bisa bikin malu keluarga kalau kayak kamu ???!" ejek Ibu Siti dan kali ini benar benar membuat Dara tak bisa menahan air matanya.
"Udah Bu... kasian Dara... yang penting lakinya mau tanggung jawab ??!' kata Salah satu Ibu yang merasa iba melihat Dara menangis.
'Makanya kalau pacaran jangan sampai kelewat batas ??!" imbuh Ibu Siti lagi.
"Baik bu... terimakasih sudah menasehati Dara... Dara permisi dulu!!!" Tanpa menunggu jawaban Dara segera pergi dari kerumunan ibu ibu dengan mata sembab masih menangis.
Dara memasuki rumah dan langsung menuju kamarnya, beruntung tak ada orang dirumah jadi keluarga Dara tak mengetahui jika ia sedang menangis.
Didalam kamar Dara menangis sekeras kerasnya. Rasanya dadanya begitu sesak mendengar omongan para ibu ibu tadi.
Memang apa salahnya ??? Dara juga tak ingin semua ini terjadi, Dara juga tak ingin diperkosa sampai hamil, Dara juga sudah berusaha menjaga dirinya baik baik. Apa salahnya ??? dia itu korban tapi kenapa orang menganggapnya sangat buruk.
Dara hanya bisa menangis, karena hanya itulah yang bisa ia lakukan saat ini.
Jika saja waktu bisa diputar, ia lebih baik menurut apa kata Ayahnya, tidak pergi kekota dan tidak mengalami semua ini. Sungguh semuanya terasa menyesakan untuk Dara.
....
Malam hari ponsel Dara berdering berkali kali namun tak ia gubris, Rendi yang meneleponya berkali kali. saat ini Dara hanya butuh ketenangan setelah mendapatkan cemoohan dari para tetangga nya tadi siang entah mengapa membuat Dara masih sakit hati dan berimbas ia tak ingin mendengar suara Rendi. Karena Rendi lah penyebab semua ini terjadi. Jika saja Rendi tak memperkosanya malam itu semua ini pasti tak akan terjadi.
Dara pasti masih baik baik saja dan masih bekerja ditempat Sanjaya, ingin rasanya Dara membenci Rendi namun juga bagaimanapun Dara tak bisa karena Rendi juga sudah mau bertanggung jawab sejak awal kehamilan nya.
Dara mendesah kesal, sedikit tak tega melihat Rendi menghubunginya dan mengirimkan pesan berkali kali padanya.
Sayang kok nggak diangkat ???
Sayang kamu lagi ngapain sih ???
sibuk banget yaaa ???
Aku kangen..
Ya udah nanti kalau udah nggak sibuk hubungi aku yaaa...
Entah lah Dara masih belum ingin menjawab panggilan Rendi ataupun membalas pesannya , Dara harap Rendi bisa mengerti posisinya.
Sementara itu Rendi sedari tadi sibuk menatap layar ponselnya sambil terus mengetikan sesuatu, tak memperdulikan didepan Rendi ada Kinan dan Randi yang binggung dengan raut wajah khawatir Rendi.
"Ngapa sih ???" Tanya Randi yang kesal karena kakaknya itu masih saja sibuk dengan ponselnya tak peduli dengan makanan yang mulai dingin.
"Makanan kamu udah mau dinginn??!" Kata Kinan mengingatkann.
"Ya ya...bentar... lagi panik gue ??!"
"Ngapa ??? si Dara nggak bales pesan Lo???" tanya Randi yang membuat Kinan penasaran "Siapa Dara ???" batin Kinan.
"Apa udah tidur yaaa ???" guman Rendi.
"Mungkin..." balas Randi.
"Kalian ngomongin apa sih ??' tanya Kinan penasaran terlebih penasaran dengan Dara yang baru saja disebutkan oleh Randi.
"Nggak ada ?!!! Ini semua Lo yang masak ???" tanya Rendi yang kini menatap makanan didepannya. Sepulang dari kantor memang Rendi ke apartemen Randi untuk memprotes masalah pekerjaan dan juga untuk menanyakan apa Kinan betah disana atau tidak sekaligus makan malam gratis.
"Iya ini aku semua yang masak, tapi nggak tau sesuai sama selera kamu apa nggak ??!" kata Kinan tak percaya diri.
"Hmm....enak kok ??!" ucap Rendi kala mencicipi satu sendok.
"Syukur deh kalau suka"Kata Kinan lega.
"Nggak salah kan gue nyariin orang buat Lo ???' kata Rendi sombong dan Randi hanya berdecih.
"Gue harap Lo betah kerja disini Kinan, kalau Randi macem macem sama Lo.. bilang sama gue biar gue hajar ???"' kata Rendi yang membuat Kinan merasa diperhatikan.
"Jangan samain gue sama Lo ???" protes Randi sambil memberikan pelototan tajam membuat Rendi hanya terkekeh mengerti maksud Randi.
Selesai makan malam, Rendi masih sibuk menatap layar ponselnya, ia panik karena pesan nya dibaca namun tak mendapatkan balasan dari Dara.
"Sebenarnya ada apa dengan mu sayang??? apa kau marah ???!" batin Rendi menunggu balasan Dara hingga membuatnya terlelap disofa.
Kinan yang melihat Rendi terlelap , segera ia mengambil selimut dan menyelimuti Rendi.
Kinan tersenyum dan menatap wajah Rendi yang terlelap, tanpa Kinan sadari Randi sedari tadi melihat perlakuan Kinan pada saudaranya itu.
__ADS_1
Bersambung.....
Jangan lupa like vote dan komen yaaa...