My Maid My Wife

My Maid My Wife
17


__ADS_3

Dara yang terlelap merasakan ada jari yang menoel noel pipinya dan saat ia mecoba membuka matanya benar saja sudah ada Tuan Randi didepan nya kini.


"Tuan.... " ucap Dara nampak terkejut sekaligus gugup.


"Bangunlah... bersihkan badanmu dan aku sudah membelikan bakso untukmu dan aku akan menghangatkan baksonya sekarang" ucap Randi yang kini sudah keluar dari kamar Dara.


Dara menghela nafas, ternyata Tuan nya benar benar menganti baksonya padahal sejak ia melihat Tuan nya memakan baksonya dengan lahap tadi membuat Dara sudah tak menginginkan baksonya tapi sekarang malah sudah dibelikan.


Dengan langkah malas Dara keluar dari selimutnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badan nya terlebih dahulu.


Selesai membersihkan diri, Dara segera keluar dari kamarnya dan berjalan menuju dapur , terlihat Randi sudah menyajikan bakso panasnya didalam mangkuk.


"Tuan... mengapa harus menganti baksonya padahal saya benar benar sudah tak menginginkan nya " ucap Dara pelan dan seketika membuat Randi mengerutkan alisnya.


"Lalu apa yang ingin kau makan ???' tanya Randi .


"Entahlah... saya masih belum menginginkan sesuatu" ucap Dara Ragu.


"Ya sudah buang saja baksonya kalau begitu, aku juga sudah kenyang" ucap Randi hendak membuang bakso yang baru saja ia taruh di mangkok.


"jangan Tuan...." ucap Dara reflek.


"Kenapa ???? bukan nya kamu tidak menginginkan ini ??" ucap Randi kembali meletakan mangkuk baksonya.


"Tapi sayang jika harus terbuang... biarkan saja disitu Tuan dan nanti malam jika saya sudah kembali mengingginkanya saya akan memakan nya." ucap Dara .


"Ya sudah kalau begitu" ucap Randi yang kini duduk dikursi meja makan.


"Apa Tuan sudah merasa baikan ??? " tanya Dara memberanikan diri bertanya.


"Tentu saja, aku sudah baik baik saja" ucap Randi .


"Tuan ingin dibuatkan minum ??" tanya Dara.


"Tak perlu, ahh iya aku hanya ingin mengatakan jika besok aku sakit jangan sampai kamu menghubungi Indah untuk kesini" ucap Randi tegas.


"Maafkan saya Tuan, saya tidak tau... tapi mengapa tuan bukanya malah baik jika sedang sakit ditemani kekasih" ucap Dara.


"Aku tak suka diganggu saat sakit" ucap Randi.


"Baiklah tuan, sekali lagi maafkan saya" ucap Dara merasa tak enak.


"Hmm ya sudah jika kamu tak ingin makan, aku akan masuk kekamar... jangn lupa minum susumu" ucap Randi kemudian berdiri dan meninggalkan Dara sendirian.


Dara sedikit tersentuh melihat perhatian dari Tuan nya itu namun Dara mecoba membentengi dirinya sendiri agar tak mudah terbawa perasaan karena Dara cukup sadar jika Tuan nya perhatian dengan nya mungkin karena merasa kasian dengan Dara tidak lebih.

__ADS_1


Dara membereskan meja makan dan menyimpan baksonya dikulkas agar besok bisa dihangatkan jika ia kembali mengingginkan makan bakso.


Sementara itu Randi kini menguyurkan badanya yang panas pada air dingin dikamar mandinya , bukan tanpa sebab karena ia mencoba menahan dirinya agar tak melakukan kesalahan, melihat tubuh Dara yang hanya dilapisi baju tidur bahan satin yang tipis dan membuat lekuk tubuhnya terlihat.


Entah Dara sadar atau tidak namun itu semua menimbulkan gairah tersendiri untuk Randi hingga ia harus menahan dan buru buru memasuki kamarnya agar tak melakukan kesalahan.


"Sialan..." gerutu Randi kesal.


Ia baru sembuh dari sakitnya kini malah mencari penyakit baru.


...


Malam harinya Randi tak bisa tidur akhirnya memutuskan keluar untuk mengambil minum.


Tak sengaja ia melihat Dara duduk diblangkon apartemen nya sendiri dan seperti memikirkan sesuatu.


Akhirnya Randi memutuskan untuk mendekati Dara.


"Apa yang kau lakukan disini???? ini sudah larut bukankah kamu harus istirahat ???" ucap Randi yang membuat Dara terlihat terkejut karena kedatangan Randi.


"Saya hanya ingin mencari angin segar Tuan, Tuan belum tidur ???" tanya Dara yang kini sudah mengenakan baju piyama yang berbahan tebal dan tidak menerawang membuat Randi sedikit lega karena Randi tak terpancing lagi lagi seperti tadi siang.


"Mau jalan jalan ditaman bawah bersamaku ???" tanya Randi membuat Dara terkejut dengan ucapan Randi.


"Apa tidak apa apa Tuan ????" tanya Dara ragu.


"Baiklah Tuan... ayoo " ajak Dara yang kini nampak bersemangat, berdiri dan mengajak Randi memmbuat Randi sedikit terkekeh.


Keduanya pun keluar Dari apartemen dan turun mengunakan lift.


Sudah malam dan terlihat taman bawah apartemen juga sepi.


Hanya ada Randi dan Dara yang kini berjalan menyusuri taman itu dan kedua nya akhirnya mencari tempat duduk yang disediakan ditaman itu.


"Wahhhh udara nya segar sekali..." ucap Dara tampak merentangkan kedua tangan nya.


"Apa kamu tidak kedinginan ???" tanya Randi yang hanya memakai celana chinos pendek dan kaos lengan pendek berwarna maroon.


"Tidak Tuan, saya merasa gerah sedari tadi jadi disini merasa dingin enak sekali" ucap Dara dengan polosnya.


"Tuan kedinginan??? perlu saya ambilkan jaket diatas ???" tanya Dara .


"Tak perlu, aku tidak kedinginan" ucap Randi .


"Tuan yakin ???? saya takut jika tuan kembali sakit karena kedinginan" ucap Dara.

__ADS_1


"Aku tak selemah itu" ucap Randi sombong.


Terlihat Dara memutar bola matanya malas mendengar ucapan sombong dari Tuan nya itu.


"Aapa maksud dari exspresi mu itu ???" tanya Randi membuat Dara terkejut dan tak enak.


"Maaf Tuan ... apa terlihat jelek ???" ucap Dara polos.


"Tidak... tapi sepertinya kamu sedang menghinaku..." protes Randi.


"Tidak Tuan ... mana berani saya menghina Tuan" ucap Dara .


"Awas saja jika berani ..." ancam Randi dengan nada bercanda.


"Ampun tuan..." jawab Dara sambil terkekeh.


Suasana seperti ini sangat menyenangkan untuk Dara, ya majikan nya yang dulu dingin pada nya kini bahkan sudah mengajaknya bercanda.


"Serasa seperti pasanga suami istri sungguhan" batin Dara sambil memandang ke atas langit.


"Bagaimana perasaan mu ???" tanya Randi sedikit serius..


"Perasaan tentang apa Tuan ???" dara masih belum mengerti maksud Randi.


"Perasaanmu tentang kehamilanmu itu..." ucap Randi.


"Hmmm saya hanya takut...." ucap Dara.


"Apa yang kamu takutkan ???" tanya Randi.


"hanya Takut jika Tuan Rendi sadar dan dia tak mengakui janin yang saya kandung" ucap Dara dengan nada sedih.


"Hanya itu ???? " tanya Randi lagi.


"Iya Tuan... tak masalah bagi saya jika Tuan Rendi tak menikahi saya nantinya asalkan dia mau mengakui jika janin yang saya kandung sekarang adalah anaknya" ucap Dara sambil menuduk .


"Hey aku bahkan sudah menikahimu dan kamu ingin dinikahi juga oleh Rendi... " ucap Randi dengan nada bercanda.


"Bukan itu maksud saya Tuan..." ucap Dara malah geli dengan ucapan nya sendiri.


"Jadi apa maksud kamu ???" telisik Randi.


"Saya kan Tau Tuan menikahi saya karena Tuan ingin menolong saya agar tak malu hamil tanpa suami bukan karena hal lain" ucap Dara jujur.


"Jika aku menikahimu karena hal lain ?????" tanya Randi yang membuat jantung Dara berdegup kencang .

__ADS_1


Bersambung....


jangan lupa like vote dan komen


__ADS_2