My Maid My Wife

My Maid My Wife
54


__ADS_3

Rendi sampai diapartemen nya Tengah malam, perjalanan yang biasa ditempuh 5 jam kini hanya ia tempuh selama 3 jam saja.


Sepi... itulah yang Rendi rasakan kala memasuki Apartemen nya, karena biasanya jika ia pulang selalu ada Dara disana, entah sedang menonton televisi, berdiri menyambutnya pulang atau kadang tertidur disofa depan televisi.


Sungguh baru sebentar ia meninggalkan Dara pikiranya sudah rindu dengan istri yang baru ia nikahi selama 3 bulan itu.


Ya hanya beberapa bulan ini sejak pertama ia memperkosa Dara hingga saat ini, entah mengapa Dara sudah membuatnya jatuh cinta terlalu dalam .


Rendi mendesah kesal ketika mengingat Dara yang menolaknya tadi, Dara yang tak ikut dengan nya untuk kembali kesini denganya seketika membuatnya sangat marah.


Seandainya saja Dara ikut dengan nya malam ini mungkin semuanya tak akan seperti ini, mungkin Ia akan bahagia bersama Dara.


Karena merasakan sepi diapartemen, Rendi akhirnya pergi, Ia ingin melepaskan semua penat dan kecewanya, Ya ia harus mencari kesenangan untuk melampiaskan kekecewaan nya malam ini.


Rendi kembali melajukan mobilnya,Entah ingin kemana malam ini setidaknya ia bisa sedikit melupakan kesalnya.


...


Sedangkan itu Dara masih meringkuk diranjangnya, matanya masih belum bisa dipejamkan sedari tadi. Mata yang sudah perih akibat terlalu lama menangis , menangisi Rendi yang tega meninggalkannya dan buah hatinya.


Dara sudah memutuskan untuk bangkit dan melupakan Rendi, Ia harus kuat demi anak yang ia kandung dan tak terpuruk lebih lama lagi, ya benar Dara memang seharusnya bangkit.


"Dara , kau masih belum bisa tidur nak ???" tanya Leha yang entah sejak kapan sudah memasuki kamarnya.


"Aku masih belum bisa memejamkan mata Bu.." ucap Dara yang kini bangkit dan bersandar diranjangnya.


"Ibu tau ini semua berat, tapi Dara juga harus tau jika disini ada kehidupan lain, jadi Dara harus bangkit " ucap Leha mengelus perut putrinya itu.


"Aku juga sudah mengikhlaskan segalanya Bu, hanya saja aku takut jika semua orang tau jika aku hamil tanpa suami pasti Ibu dan Ayah yang jadi korban julid dari para tetangga kita " ucap Dara sedih.


"Ayah dan Ibu sudah siap dengan apapun yang akan terjadi nanti, jadi Ibu harap kamu pun juga siap menghadapi apapun itu" ucap Leha menyemangati Dara.


"Makasih ya Bu... maaf Bu udah membuat Ayah Ibu kecewa" ucap Dara yang memeluk Ibunya penuh sayang.


..

__ADS_1


Pagi harinya Dara bangun lebih awal dari biasanya, ya Dara bangun pukul 5 pagi padahal ia mulai tidur pukul 2 pagi jadi hanya 3 jam saja Dara bisa memejamkan mata .


Dan sepagi ini Dara sudah disibukan dengan pergi kepasar hingga ia mulai membuat adoanan kue, Ya memamg rencana nya Dara akan mulai berjualan kue pagi ini, Ia akan membuat kue Donat dengan bahan yang baru saja ia beli dipasar pagi karena memang jarak rumah dan pasar pagi tidak terlalu jauh, sekalian Dara ingin berjalan jalan dipagi hari.


"Apa yang kakak lakukan sepagi ini ???" tanya Dhea yang baru saja bangun.


"Aku ingin membuat kue untuk ku titipkan diwarung warung " ucap Dara yang tampak sibuk menguleni adoanan roti donat.


"Wahhh.. kakak sekarang sudah bisa membuat kue, apa yang kakak buat itu ???" tanya Dhea penasaran.


"Aku ingin membuat roti donat." ucap Dara.


"Biar nanti ku bantu kak, aku akan mencuci muka dulu " ucap Dhea yang berlalu meninggalkan Dara memasuki kamar mandi.


"Kau jadi akan membuat kue ???' "tanya Tomo yang pulang dari mushola, Saat hendak kepasar memang Dara bebarengan dengan Tomo dan Leha yang hendak ke mushola sholat subuh.


"Jadi Yah... biar pagi ini sekalian Dara titipkan" ucap Dara , Tomo hanya mengelus rambut Dara bangga kemudian memasuki kamarnya.


"Ibu masuk dulu buat naruh mukena, habis itu biar Ibu bantu" ucap Leha yang hanya diangguki oleh Dara.


Tepat pukul 8 pagi, 60 pcs donat sudah jadi dan kini Dara sudah bersiap akan menjajakan kue nya itu.


"Biar aku temani kak ??!"ucap Dhea yang sudah bersiap juga.


"Tak perlu Dhea... bukankah kau seharusnya membantu Ibu dan Ayah untuk panen jagung dikebun hari ini ????" tanya Dara.


"Tak apa Kak , hanya mengikuti kakak sebentar dan aku akan segera pergi ke kebun" ucap Dhea meyakinkan Dara.


" Aku benar benar tak apa Dhea pergi sendirian" ucap Dara.


"Ya sudah, kakak Hati hati ya, kalau terjadi sesuatu dijalan langsung telepon aku kak, aku akan membawa ponselku kemana pun " ucap Dhea .


"Iya, kakak berangkat dulu" ucap Dara kemudian berangkat menjajakan kuenya.


Dara berjalan pelan menyusuri jalan jalan sempit dikampungnya. menawarkan roti donatnya pada siapa saja yang lewat.

__ADS_1


"Bu mau beli roti donat , ada donat meses, donat keju , donat gula halus" ucap Dara menawarkan pada sekerumunan ibu ibu yang sedang menyapu halaman rumah mereka sambil mengerumpi.


"Lhoo... neng Dara kok jualan donat, emangnya udah nggak kerja dikota lagi ya ???" tanya salah satu ibu ibu.


"Iya Bu... udah pulang dan udah nggak balik lagi " ucap Dara.


"Tapi kok Siti masih betah ya kerja disana ??!" ucap ibu satunya lagi.


Dara hanya diam tak menjawab.


."Ya udah neng, ibu mau donat mesesnya 5 aja ya "


"Aku juga mau deh 3 yang keju sama meses, nyobain dulu ya neng , kalau enak besok pas ada acara biar ibu pesen ditempat neng Dara " ucap ibu lain nya.


" Iya bu.. makasih ... " ucap Dara memberikan bungkusan plastik berisi donat pesanan kedua tetangganya itu.


Dara sangat senang karena akhirnya sudah ada yang membeli donat buatan nya , membuat Dara semakin bersemangat menjajakan donatnya.


Dara menjajakan donatnya hanya sampai pukul 12 siang karena semua donatnya sudah ludes habis .


Dara pulang dengan perasaan senang sekali karena Dagangan nya habis dan ia akan membuatnya lagi besok pagi.


Ya Dara harus semangat, ia tak boleh menyerah hanya karena ditinggalkan oleh Rendi, justru Dara harus lebih bersemangat dan membuktikan pada Rendi jika tanpa Rendi sekalipun Dara masih bisa hidup.


...


Jika Dara sedang sibuk berusaha membuka usaha kecilnya berbeda dengan Rendi yang baru bangun, kepalanya terasa pening dan entahlah sekarang ia berada dimana . Yang ia ingat semalam Rendi minum disebuah bar hingga ia tak sadar lagi setelah itu dan sekarang ia bangun berada ditempat yang tak ia ketahui dimana namun yang jelas Rendi merasa jika dirinya tak sendiri.


Terdengar suara gemericik air di kamar mandi membuatnya yakin ia tak sendiri dan entah siapa yang didalam yang jelas sekarang keadaan Rendi pun tak mengenakan sehelai benang pun membuat Rendi binggung apa yang terjadi semalam.


"Kau sudah bangun??? " tanya seorang wanita yang hanya melilitkan handuk di tubuhnya dan sial nya Rendi mengenal siapa wanita itu.


BERSAMBUNG....


.JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN .

__ADS_1


__ADS_2